Financeroll – Pada perdagangan valuta asing di hari Senin(13/10) mata uang dolar Australia telah melonjak terhadap dolar AS pasca laporan neraca perdagangan Tiongkok, sementara dolar AS melemah terhadap yen, masih terbebani komentar pejabat senior the Fed pekan lalu.
Selama berlangsungnya perdagangan, USDJPY diperdagangkan melemah 0.51% di level 107.09, AUDUSD diperdagangkan menguat 0.57% di level 0.8738, dan EURUSD diperdagangkan menguat 0.55% di level 1.2697.
Pasar perekonomian Jepang hari ini telah ditutup dalam libur Nasional. Sementara itu, data dari wilayah Tiongkok menunjukan bahwa ekspor telah alami peningkatan menjadi 15.3%, dan impor naik menjadi 7.0%, namun neraca perdagangan telah alami penurunan menjadi 31 milyar, dari perkiraan untuk turun menjadi 41 milyar.
Pekan lalu, dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan global, tetapi indeks dolar telah capai rekor kemenangan 12 minggu.
Wakil Ketua The Fed, Stanley Fischer mengakui bahwa Fed akan memiliki dampak ekonomi dan keuangan global ketika mulai menaikkan suku bunga, namun mengatakan juga bahwa pasar harus siap mencegah kejutan besar dalam pasar global.
Fischer mengatakan juga Fed akan menunda kenaikan suku bunga sampai ada bukti jelas bahwa ekonomi AS telah “cukup maju” untuk membuat kemajuan pada tujuan kerja dan inflasi.
Indeks Dolar, yang menunjukan kinerja greenback terhadap rivalnya, telah diperdagangkan melemah 0.13% di level 85.57.
Dolar Tergelincir Pada Awal Pekan
No comments:
Post a Comment