Sunday, October 19, 2014

Komoditi Masih Tertekan

Pada sesi transaksi awal pekan ini, pergerakan Emas masih  dibayangi penurunan,  meskipun  Emas ditutup pada level 1237.55 pada sesi  akhir pekan kemarin,  setelah mencapai level high 1249.55 dan level low 1221.70.


Level 1249.55 yang dicapai Emas pada akhir pekan kemarin, merupakan tertinggi dalam lima pekan, namun mengalami koreksi dan jika hari ini melaju di bawah area 1221.70 rentan mengembalikan Emas berada pada posisi bearish trend lagi


Rebound yang terjadi pada bursa saham global menjadi salah satu faktor pemicu tekanan jual terhadap Emas,  karena pola alihan investasi dari Emas sebagai safe haven menuju bursa saham global yang dilakukan oleh para investor dan trader  otomatis mengurangi daya tarik Emas


Perak juga mengalami nasib serupa, sempat melejit menuju level puncak 17.81 pada tanggal 15 Oktober lalu, namun segera tertekan lagi menuju level 17.02. Jika hari ini melaju di bawah 17.02, setidaknya cenderung menuju area 16.65. Penetrasi di bawah 16.65 akan mempertegas bearish trend


Wacana atas kemungkinan Fed mengakhiri program pembelian obligasi juga menjadi faktor tambahan tersendatnya Emas dan logam mulia lainnya, termasuk Perak.


Minyak mentah juga sempat meronta menuju level 84.82 pada tanggal 16 Oktober pekan lalu, setelah sebelumnya tergelincir menuju level low 79.81. Geliat Minyak Mentah terdongkrak oleh pernyataan Presiden Iran, Hasan Rouhani yang menandaskan bahwa negaranya menerapkan “oil diplomacy toll” guna mencegah penurunan harga minyak mentah lebih lanjut.



Komoditi Masih Tertekan

No comments:

Post a Comment