Financeroll – Minyak mentah berjangka pada perdagangan Selasa malam terpantau turun tajam di level terendah setelah mendapatkan tekanan dari kelebihan pasokan minyak dan kurangnya permintaan dari konsumen minyak dunia.
Pada perdagangan di bursa New York Merchantile Exchange, minyak mentah berjangka turun 1.14% dan berada di level 84.76. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman di bulan November di bursa ICE Futures London turun $0,73 di level $88,16 per barel.
AS telah mengalami kenaikan sebanyak 5 juta barel pada pekan lalu.
Data persesdiaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute dan Departemen Energi terpaksa mengalami keterlambatan ketika wilayah AS tengah mengalami libur nasional pada hari Senin kemarin.
Laporan dari American Petroleum Institute diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu besok, sedangkan untuk laporan resmi dari Departemen Energi dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia terlihat mendapat tekanan selama sepekan terakhir ketika kekhawatiran atas melebihnya pasokan minyak yang tidak diimbangi oleh permintaan. Laporan bahwa telah terjadinya peningkatan pada persediaan minyak mentah telah disampaikan oleh Energy Information Administration hari Rabu malam pekan lalu, dimana EIA menyatakan bahwa persediaan minyak mentah. -DT-
Minyak Terjun Bebas Setelah Dapat Tekanan
No comments:
Post a Comment