Financeroll – Minyak mentah berjangka diperdagangkan pada Kamis malam terpantau turun ke level terendah sejak bulan Juni 2012 dan para pelaku pasar menunggu dirilisnya data pasokan minyak di kemudian hari untuk mengukur kekuatan permintaan minyak dari konsumen dunia.
Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman November diperdagangkan turun 1.72 $ atau 2.10% dan berada di level $79,98 per barel. Minyak mentah berjangka kemungkinan besar akan mencari support di level $77,28 per barel dan resistance tertinggi di level $82,45.
Minyak mentah berjangka pada sesi sebelumnya telah mengalami penurunan sebesar $1.54 atau 1.76% di level $85,77.
Harga minyak berada di bawah tekanan karena kekhawatiran ekonomi global setelah inflasi konsumen China turun mendekati posisi terendah dalam lima tahun dan harga produsen AS menurun untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.
Data resmi yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa inflasi China untuk bulan September melambat 1,6% dari 2,0% pada bulan Agustus, di bawah ekspektasi untuk hasil 1,7%.
Pada perdagangan di bursa komoditi lainnya, di ICE Futures Exchange di London, minyak Brent untuk pengiriman November turun $0.80 atau 0,95% dan berada di level $ 83,33 per barel. Sementara itu, kontrak antara minyak Brent dan minyak mentah WTI mencapai level $3,35. -DT-
Minyak Terpantau Bearish Di Kamis Malam
No comments:
Post a Comment