Monday, December 22, 2014

CPO Naik Tipis Akibat Perpanjangan Kebijakan Nol Pajak Ekspor

Financeroll – Ekspor minyak sawit dari Malaysia, produsen terbesar di dunia setelah Indonesia, akan tetap bebas bea  pajak untuk bulan keenam karena pemerintah berusaha untuk meningkatkan pengiriman dan mengurangi persediaan untuk mendukung perbaikan harga.


Pembebasan pajak ekspor akan berlangsung hingga 28 Februari sebagai tindakan sementara untuk membantu mengurangi dampak penurunan harga minyak sawit mentah pada industri perkebunan, termasuk petani, demikian disampaikan Douglas Uggah Embas, Menteri  Industri Perkebunan dan Komoditas . Pengiriman akan bebas bea pada Januari karena harga rata-rata tetap di bawah ambang batas untuk pajak yang akan dikenakan, kata pemerintah Malaysia beberapa waktu lalu.


Palm Oil memasuki pasar bullist  bulan lalu setelah produsen utama Indonesia dan Malaysia membatalkan pajak ekspor untuk meningkatkan permintaan dan menghindari  kemerosotan harga. Minyak tropis yang digunakan dalam makanan dan biofuel ini masih menuju penurunan tahunan ketiga dalam empat tahun terakhir karena anjloknya harga minyak mentah dan over supply  minyak goreng menghambat keningkatan harga permintaan.


“Kelemahan di pasar minyak nabati global telah mempengaruhi harga minyak sawit yang bergerak rata-rata di bawah 2.500 ringgit,” kata Uggah. “Penurunan harga minyak sawit telah mempengaruhi pendapatan pemilik perkebunan dan petani kecil.”


CPO berjangka naik 0,2 persen menjadi 2.157 ringgit (US $ 618) per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives hari ini. Harga ditutup pada level 2.336 ringgit pada  November lalu , lebih dari 20 persen di atas 1.929  ringgit pada penutupan tanggal  29 Agustus. Komoditas  ini telah kehilangan 19 persen tahun ini dan rata-rata sekitar 2.402 ringgit.


Cadangan CPO Malaysia naik untuk bulan kelima pada bulan November menjadi 2,28 juta ton, level tertinggi sejak Februari 2013. Indonesia terus menerapkan pajak ekspor nol untuk bulan ketiga pada bulan Desember, dan dapat memperpanjang pembebasan pajak sampai Januari, menurut Derom Bangun, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia.


Perpanjangan waiver pajak Malaysia akan membuat minyak sawit negara Malaysia menjadi lebih  kompetitif terhadap Indonesia serta terhadap minyak nabati lainnya, kata Franki Anthony Dass, wakil presiden eksekutif divisi perkebunan di Sime Darby Bhd., Produsen terbesar yang terdaftar di bursa komoditas Malaysia , beberapa waktu lalu.



CPO Naik Tipis Akibat Perpanjangan Kebijakan Nol Pajak Ekspor

No comments:

Post a Comment