Mata uang dolar Amerika pada perdagangan pasar Asia ini masih dalam fase koreksi terhadap major currencies lainnya jelang FOMC meeting serta press conference mengenai proyeksi kebijakan moneter Federal Reserve AS selanjutnya. Para investor cenderung mengambil langkah wait&see akan hasil dari rapat tersebut.
Mata uang yen masih solid mempertahankan recovery karena pengaruh safe haven currency dimana para investor melihat yen sebagai salah satu mata uang yang dinilai cukup aman ditengah keterpurukan harga minyak global. Namun penguatan yen belum menunjukan indikasi kuat adanya perubahan tren secara keseluruhan, sentimen kebijakan Abenomics masih berpotensi menekan yen kembali.
Mata uang euro berhasil menguat ditopang oleh membaiknya data ZEW economic sentiment Jerman yang telah dirilis kemarin. Akan tetapi penguatan euro kali ini masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap pelambatan ekonomi di benua biru saat ini. Sedangkan poundsterling berhasil bangkit dari keterpurukan pasca pernyataan dari pimpoinan BOE Mark Carney.
Untuk perdagangan hari ini data ekonomi yang diperkirakan bisa mempengaruhi pergerakan, diantaranya data average earning index U.K dengan estimasi membaik, data claimant count U.K diperkirakan membaik, dan data inflasi Amerika diproyeksikan akan menurun. Sedangkan fokus pasar akan tertuju pada FOMC meeting dengan spekulasi masih mempertahankan suku bunga 0.25 basis poin.
Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan dolar AS tetap berpeluang kembali ke jalur penguatannya terhadap major currencies lainnya apabila pada press conrence dini hari nanti Fed Amerika memberikan sinyal akan kenaikan suku bunga bank sentral untuk tahun depan. Spekulasi ini cukup logis apabila melihat serangkaian indikator ekonomi AS yang telah dirilis sebelumnya masih lebih baik dari kawasan lainnya.
Fokus pasar tertuju pada FOMC meeting
No comments:
Post a Comment