Financeroll – Minyak memperpanjang penurunannya di bawah $60 per barel, Jumat (12/12). Di tengah-tengah spekulasi bahwa anggota OPEC akan mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen serpih AS. Dan minyak brent juga ikut terdepresiasi setelah penutupan harga terendah sejak Juli 2009.
Minyak WTI untuk pengiriman Januari turun sebanyak $1,15 ke $58,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak turun 99 sen untuk $59,95 kemarin. Total volume sekitar 60 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga menurun 40 persen tahun ini.
Minyak Brent untuk pengiriman Januari turun sebanyak 78 sen atau 1,2 persen ke $62.90 barel di London ICE Futures. Patokan minyak Eropa diperdagangkan pada sebuah premi $3.98 untuk WTI.
Minyak West Texas Intermediate berjangka jatuh sebanyak 1,9 persen dan telah turun hampir 10 persen di minggu ini. Irak, sebagai produsen terbesar kedua di organisasi negara pengekspor minyak, mengatakan keputusan untuk memperluas diskon di penjualan Januari di Asia tidak terbukti dapat menyebabkan perang harga. Diproyeksikan minyak akan turun lebih lanjut di minggu depan.
OPEC yang memasok sekitar 40 persen minyak dunia, mempertahankan target output di 30 juta barel per hari, seperti yang diputusakan pada pertemuan 27 Nov kemarin. Para anggota organisasi negara pengekspor minyak tersebut menolak panggilan dari anggota termasuk Venezuela untuk mengurangi kuota.
Minyak Terus Turun Bukan Disebabkan Perang Harga
No comments:
Post a Comment