Financeroll - Laju nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, melemah enam poin menjadi Rp12.184 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah cenderung mulai tertahan menyusul kekhawatiran ivestor terhadap ekonomi global dan menigkatnya ketidakpastian waktu kenaikan tingkat suku bunga pertama oleh bank sentral AS (the Fed).
Pelaku pasar uang juga masih menanti kepastian susunan kabinet pemerintahan baru mendatang dan kebijakan yang akan direalisasikan dalam jangka pendek. Diharapkan pemerintahan baru nanti dapat merealisasikan kenaikan harga BBM bersubsidi. Dinaikkannya harga BBM subsidi itu dapat membuat ruang fiskal lebih terbuka.
Ruang fiskal yang besar dapat mendorong pengembangan infrastruktur, selama ini sektor itu menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tertahan. Meski demikian, sejauh ini ekonomi Indonesia masih cukup stabil. Pemerintahan mendatang dapat lebih mendorong pengembangan sektor infrastruktur agar ekonomi Indonesia memiliki fundamental yang positif sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk menempatkan dananya di dalam negeri yang nantinya akan berdampak pada industri investasi.
Dengan begitu, potensi nilai tukar rupiah masuk ke dalam area positif cukup terbuka. Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.195 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.202 per dolar AS. [geng]
No comments:
Post a Comment