Showing posts with label Financeroll. Show all posts
Showing posts with label Financeroll. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melanjutkan penguatan dengan naik 10 poin. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,596 poin (0,29%) ke level 893,496.


Pada awal perdagangan, Rabu (21/1), IHSG bertambah 14,503 poin (0,27%) ke level 5.180,03. Indeks LQ45 tumbuh 3.647 poin (0,41%) ke level 894,547.  Investor asing pagi ini terlihat mulai berburu saham lagi setelah menjual bersih sejak awal pekan ini. Saham-saham bank memimpin penguatan di lantai bursa.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 10,172 poin (0,20%) ke level 5.176,262. Sementara Indeks LQ45 menanjak 2,218 poin (0,25%) ke level 893,118.  Kemarin IHSG naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 108,25 poin (0,62%) ke level 17.258,05, Indeks Hang Seng naik 92,01 poin (0,38%) ke level 24.043,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,84 poin (0,63%) ke level 3.192,90, dan  Indeks Straits Times bertambah 9,07 poin (0,27%) ke level 3.343,09.


Sementara Wall Street bergerak datar setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015 dan 2016. Pelaku pasar memprediksi bank sentral di dunia akan mengambil langka agresif untuk menggenjot ekonomi.  Bursa-bursa di Asia rata-rata bergerak positif pagi hari ini. Sentimen dari turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF membayangi pergerakan pasar. [geng]



Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melanjutkan penguatan dengan naik 10 poin. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,596 poin (0,29%) ke level 893,496.


Pada awal perdagangan, Rabu (21/1), IHSG bertambah 14,503 poin (0,27%) ke level 5.180,03. Indeks LQ45 tumbuh 3.647 poin (0,41%) ke level 894,547.  Investor asing pagi ini terlihat mulai berburu saham lagi setelah menjual bersih sejak awal pekan ini. Saham-saham bank memimpin penguatan di lantai bursa.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 10,172 poin (0,20%) ke level 5.176,262. Sementara Indeks LQ45 menanjak 2,218 poin (0,25%) ke level 893,118.  Kemarin IHSG naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 108,25 poin (0,62%) ke level 17.258,05, Indeks Hang Seng naik 92,01 poin (0,38%) ke level 24.043,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,84 poin (0,63%) ke level 3.192,90, dan  Indeks Straits Times bertambah 9,07 poin (0,27%) ke level 3.343,09.


Sementara Wall Street bergerak datar setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015 dan 2016. Pelaku pasar memprediksi bank sentral di dunia akan mengambil langka agresif untuk menggenjot ekonomi.  Bursa-bursa di Asia rata-rata bergerak positif pagi hari ini. Sentimen dari turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF membayangi pergerakan pasar. [geng]



Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

KOSPI Turun Di Awal Perdagangan

Financeroll – Perdagangan bursa Korea Selatan KOSPI dibuka turun, Rabu (21/1) seiring saham elektronik yang menjadi pemicunya.


Indeks KOSPI turun 0.98 poin ke level 1.917.33, indeks KOSDAQ naik 2.07 poin ke level 584.34


Powerhouse tech dalam laba bersihnya di tahun ini turun senilai 20,8 trilyun won (US$ 1.91 miliar) atau turun 6 persen dari sebelumnya 22,1 trilyun won. berdasarkan outlook dari broker lokal. Samsung Electronics Co, laba untuk tahun kedua naik berturut-turut pada tahun 2015. Di tengah kemerosotan dalam penjualan handset.



KOSPI Turun Di Awal Perdagangan

IHSG Diperkirakan Melemah Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG pada Rabu (21/1) diprediksi berada pada rentang support 5.118-5.145 dan resisten 5.172-5.186. Pola  Hammer bertahan di atas area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan penurunan namun, dengan histogram negatif yang mendatar.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan. Laju IHSG hampir mendekati area target resisten (5.168-5.186) dan juga sempat berada di bawah area target support (5.128-5.147).


Laju penguatan IHSG yang terlihat masih galau untuk bergerak naik memberikan posisi yang cukup rentan jika terjadi pembalikan arah turun. Akan tetapi, kami berharap masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dengan asumsi didukung oleh laju bursa saham global yang dapat bergerak di zona hijau.


Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 21.750-22.525. Hammer di area LBB. Volume beli mencoba meningkat. William’s %R bergerak naik. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 22.300.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran support-resisten Rp 10.075-11.000. Hammer di area LBB. Parabollic SAR mulai tertahan penurunannya diiringi peningkatan stochastic. Bottom fishing, akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 10.700.   Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.395-3.625. White marubozu dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli masih meningkat. Target resisten Rp 3.420 terlampaui diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli selama bertahan di atas Rp 3.480 per saham.


Berikutnya saham PT Bank Pembangunan Jawa Timur (BJTM) dalam kisaran support-resisten Rp 495-530. Spinning di bawah upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Trading buy selama berada di atas Rp 505.   Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.860-1.985. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 1.900 terlampaui diikuti kenaikan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.890.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.295-3.500. White marubozu lewati middle Bollinger band (MBB ). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.425.


Pada perdagangan Selasa (20/1), IHSG  ditutup menguat 13,997 poin (0,27%) ke posisi 5.166,090.  Sepanjang perdagangan, indeks melaju variatif dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Indeks mencapai level tertingginya di posisi penutupan 5.166,090 atau menguat 13,997 poin dan mencapai level terlemahnya 5.121,815 atau sempat turun 30,278 poin.


Masih maraknya aksi jual membuat laju IHSG terlihat tertahan meskipun dapat bertahan positif. Penguatan yang terjadi belum terlihat terlalu signifikan seiring masih minimnya sentimen. Belum lagi laju rupiah yang masih betah di zona merah dan asing yang juga masih belum beranjak dari aksi jualnya turut menahan penguatan IHSG.


Hingga penutupan kemarin (Selasa (20/1) asing secara total year to date, telah jualan sebanyak Rp 1,84 triliun. Laju IHSG pun, dapat bergerak sesuai skenario kami di mana, melihat dari pembentukan pola seharusnya mengindikasikan adanya potensi kenaikan kembali namun, belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali.


Diharapkan kondisi global tidak terlalu negatif sehingga dapat memberikan sentimen penguatan pada IHSG. Good news-nya, masih adanya perlawanan beli terhadap beberapa saham-saham pertambangan yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar dan masuk dalam top gainer yang juga disertai dengan penguatan saham-saham perdagangan mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya.


Begitupun dengan positifnya laju bursa saham Asia turut mendukung penguatan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp705,79 miliar menjadi net sell Rp337,63 miliar).   Meski nilai tukar yuan menguat pasca merespons kenaikan data Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan  China namun, tidak diikuti oleh rupiah yang masih betah di zona merah. Tampaknya rilis GDP tersebut secara tidak langsung membuat laju Yen mengalami pelemahan terhadap dolar AS. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Semester I, Penerbitan Obligasi Korporasi Diperkirakan Marak

Financeroll - Pada semester pertama 2015, Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) memperkirakan penerbitan surat utang atau obligasi korporasi akan marak.  Deviasinya tergantung dari situasi suku bunga terutama pengaruh tapering the Fed ke pasar Indonesia. Oleh sebab itu, penerbitan akan lebih banyak di semester pertama dibanding semester kedua.  Demikian disampaikan  analis PHEI Fakhrul Aufa,  di Jakarta, Selasa (20/1).


Menurut Fakhrul,  penerbitan obligasi pada tahun ini akan didominasi oleh perusahaan yang bergerak di sektor keuangan yang membutuhkan dana untuk melakukan pembiayaan kembali atau refinancing.  Penerbitan yang paling besar adalah oleh perusahaan multifinance dan perbankan untuk refinancing. Secara umum, besaran penerbitan obligasi tahun ini bisa dilihat dari jumlah yang jatuh tempo.


Disampaikan juga,  obligasi jatuh tempo pada tahun ini sekitar Rp 33,74 triliun, atau lebih rendah dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp 38,78 triliun. Sementara untuk penerbitan obligasi pada tahun 2015 ini diperkirakan mencapai Rp 35-Rp 40 triliun.  Dalam data Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat, sampai dengan Desember 2014 terdapat 49 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi serta efek beragun aset (EBA) senilai Rp 48,21 triliun yang diterbitkan oleh 36 emiten.


Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013, jumlah emisi pada 2014 menurun sebesar 19,67 persen, jumlah emiten menurun sebesar 23,40 persen, dan nilai emisi menurun sebesar 17,68 persen.  Faktor utama penurunannya adalah suku bunga yang tinggi di tahun 2014 sebagai imbas dari kenaikan inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan ketidakpastian kondisi global. Selain faktor tersebut, banyak rencana penerbitan obligasi yang ditunda karena faktor pemilu 2014.


Pada kesempatan lain, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan,  pada tahun ini penerbitan obligasi akan didominasi oleh perusahaan pembiayaan yang akan melakukan “refinancing” di 2015.  Banyak obligasi jatuh tempo, mereka harus menerbitkan obligasi baru. Kalau Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga (BI rate) maka suku bunga pasar obligasi turun, tentunya akan menarik minat emiten-emiten untuk menerbitkan obligasi. [geng]



Semester I, Penerbitan Obligasi Korporasi Diperkirakan Marak

Investor Aktif Bertransaksi, Pasar uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll  - Pada perdagangan Selasa (20/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  sore bergerak melemah dua poin menjadi Rp 12.592 dibanding sebelumnya di posisi Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai bursa, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.  Setelah naik sampai ke 5.162, Indeks langsung terkena koreksi.


Produk domestik bruto (PDB) tahunan Tiongkok tumbuh 7,3 persen pada kuartal ke-4 2014, lebih tinggi dari estimasi 7,2 persen.   Produksi industri Tiongkok meningkat 7,9 persen untuk bulan Desember 2014, lebih baik dari prediksi kenaikan 7,4 persen.  Tiongkok yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia itu menjadi salah satu penopang bagi mata uang Rupiah sehingga tidak tertekan lebih dalam terhadap dolar AS.  Keputusan pemerintah Indonesia yang kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta menurunkan harga elpiji 12 Kg dan semen dapat meredakan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi Indonesia.


Meski demikian,  sentimen dari bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) masih cukup kuat masih membebani laju rupiah. Federal Reserve telah memberi sinyal untuk mulai menaikan suku bunga tahun ini, hal itu berbeda dengan kebijakan negara maju lainnya.  Pada minggu lalu, bank sentral Swiss telah memberlakukan suku bunga negatif 0,75 persen dan kebijakan ini juga diikuti oleh bank sentral Denmark yang kemarin menurunkan suku bunga depositonya menjadi minus 0,2 persen.  Kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (20/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.659 dibanding hari sebelumnya, Senin (19/1) di posisi Rp 12.612 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG melemah 25,705 poin (0,50%) ke level 5.126,388 terkena tekanan jual investor asing. Indeks menjadi satu-satunya yang ‘merah’ di antara bursa Asia yang kompak menguat.  Investor domestik masih jadi penggerak bursa sejak awal tahun ini dengan konsisten membeli saham. Sedangkan investor asing belum berhenti melepas saham.  Tercatat aksi beli investor domestik di saham-saham unggulan berhasil membawa Indeks balik arah ke zona hijau jelang penutupan perdagangan.


Pada akhir  perdagangan, Selasa (20/1), IHSG menguat 13,997 poin (0,27%) ke level 5.166,090. Sementara Indeks LQ45 naik 3,636 poin (0,41%) ke level 890,900.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 337,631 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 232.303 kali dengan volume 5,987 miliar lembar saham senilai Rp 6,269 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 169 turun, dan 101 saham stagnan.


Sementara bursa-bursa regional akhirnya bergerak kompak menguat hingga penutupan perdagangan hari ini. Ekonomi Tiongkok yang tumbuh lambat tidak jadi penghambat laju bursa regional.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 352,01 poin (2,07%) ke level 17.366,30, Indeks Hang Seng naik 212,67 poin (0,90%) ke level 23.951,16, Indeks Komposit Shanghai menanjak 56,70 poin (1,82%) ke level 3.173,05, dan  Indeks Straits Times menguat 23,76 poin (0,72%) ke level 3.331,46. [geng]



Investor Aktif Bertransaksi, Pasar uang Domestik Bergerak Variatif

Monday, January 19, 2015

Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Dibuka Datar

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pagi ini dengan stagnan. Bursa Asia yang rata-rata menguat memberi sentimen positif.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,277 poin (0,04%) ke level 5.154,370. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,577 poin (0,07%) ke level 887,841.


Pada awal perdagangan, Selasa (20/1), IHSG bertambah 3,742 poin (0,07%) ke level 5.155,835. Indeks LQ45 tumbuh 1,058 poin (0,12%) ke level 888,322.  Investor domestik masih menjadi penggerak bursa sejak awal tahun ini dengan konsisten membeli saham. Sedangkan investor asing belum berhenti melepas saham.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 6,593 poin (0,13%) ke level 5.158,686. Sementara Indeks LQ45 naik 1,695 poin (0,19%) ke level 888,959.  Kemarin IHSG menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 220,37 poin (1,30%) ke level 17.234,66, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai bertambah 9,48 poin (0,30%) ke level 3.125,83, dan  Indeks Straits Times naik 21,26 poin (0,64%) ke level 3.328,96.


Sementara Wall Street tutup memperingati hari Martin Luther King. Bursa Eropa diperdagangkan positif menjelang rapat ECB 22 Januari mendatang. Pelaku pasar berharap adanya stimulus dari Bank Sentral Eropa untuk mengantisipasi memburuknya perekonomian Eropa.   Rata-rata bursa Asia masih bisa menguat pagi hari ini meski tanpa sokongan bursa global. Pelaku pasar memantau perkembangan di Uni Eropa dan data ekonomi Tiongkok. [geng]



Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Dibuka Datar

IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (20/1), laju IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.147 dan resisten 5.168-5.186.   Pola doji star dekati area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali melanjutkan penurunan setelah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan. Laju IHSG sempat berada di area target resisten (5.155-5.206) meski belum cukup kuat mendekati target resisten berikutnya dan juga sempat masuk di area target support (5.130-5.138).


Melihat dari pembentukan pola, seharusnya mengindikasikan adanya potensi kenaikan kembali namun, belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali. Diharapkan kondisi global tidak terlalu negatif sehingga dapat memberikan sentimen penguatan pada IHSG.


Dari dalam negeri, sentimen dari penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum cukup mampu mempertahankan penguatan rupiah. Laju rupiah berada di bawah target level support 12.605. Potensi perubahan masih dimungkinkan, seperti yang sempat kami sampaikan sebelumnya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.990-2.100. Shooting star dekati upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.005 terlampaui namun, diiringi aksi jual. MFI bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading sell jika Rp 1.995 gagal bertahan.   Saham PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran support-resisten Rp  680-745. Morning star di atas LBB. Momentum mencoba menguat diiringi peningkatan mass indeks. Trading buy selama berada di atas Rp 690.   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.900-3.005. Inverted hammer di atas LBB. MFI dan william’s %R mencoba berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.920.


Berikutnya saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.570-1.725. Long legged doji sentuh UBB. Parabollic SAR mulai bergerak turun diikuti kenaikan volume jual. Trading sell jika Rp 1.595 gagal bertahan.   Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.330-3.420. Morning star di atas LBB. Volume beli naik tipis diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.375.   Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 10.275-10.650. Three inside up dekati middle Bollinger band. Parabollic SAR naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 10.350.


Pada perdagangan Senin (19/1),  IHSG  ditutup menguat 3,714 poin (0,07%) ke posisi 5.152,093. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.171,684 atau menguat 23,305 poin dan mencapai level terlemahnya 5.132,706 atau turun 15,673 poin.


Laju IHSG mengawali pekan ini dengan pergerakan variatif. Tidak berbeda jauh dengan ulasan kami sebelumnya di mana adanya sentimen positif dari penurunan harga BBM dan elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspons positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut.  Jika pelemahan masih berlanjut kemungkinan IHSG akan menutup utang gap 5.113-5.125 dulu. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan meskipun kami masih berharap adanya technical rebound.


Pergerakan  IHSG sesekali berada di zona merah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. Di satu sisi, pelaku pasar mencoba mengakumulasi beli saham-saham yang telah melemah sebelumnya dengan memanfaatkan sentimen kenaikan bursa saham Asia yang terimbas positif kenaikan bursa saham AS. Akan tetapi, di sisi lain ada juga pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual seiring masih variatifnya sentimen yang ada.


Tarik menarik inilah yang membuat laju IHSG naik turun dalam rentang terbatas. Laju rupiah yang kembali melemah dan asing yang masih doyan jualan menambah sentimen negatif meski akhirnya mampu ditutup naik tipis. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell sell Rp 333,54 miliar menjadi net sell Rp 705,79 miliar).


Pascapenguatan di akhir pekan kemarin, laju rupiah kembali melemah seiring pelaku pasar melakukan peralihan ke Yen yang sedang bergerak menguat. Penguatan yen dipicu antisipasi sentimen negatif dari China berupa pengendalian margin trading yang dipersepsikan kemungkinan adanya pembatasan transaksi tersebut.


Belum munculnya sentimen positif signifikan masih akan membuat laju rupiah variatif dengan cenderung melemah. Tetap perlu mewaspadai setiap potensi perubahan. Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran support-resisten 12.620-12.600 per dolar AS berdasarkan kurs tengah BI.   Sentimen positif dari kenaikan consumer confidence Jepang mampu memberikan sentiment positif bagi Nikkei sehingga dapat mengimbangi penguatan Yen seiring rilis penurunan industrial production dan capacity utilization. Di sisi lain, penguatan laju bursa saham lainnya dipengaruhi positifnya laju bursa saham AS yang berakhir positif di akhir pekan sebelumnya. [geng]



IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

KOSPI Dibuka Naik 6.00 Poin

Financeroll – Pergerakan indeks Korea Selatan KOSPI dibuka naik di hari ini, Selasa (20/1), ditopang dari saham logistik dan teknologi.


Indeks KOSPI naik 6.00 poin ke level 1.908.62, indeks KOSDAQ naik 2.20 poin ke level 580.14.



KOSPI Dibuka Naik 6.00 Poin

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (19/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.603 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159.


Penurunan harga BBM itu diperkirakan membuat laju inflasi menurun sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun ekspektasi penurunan inflasi itu sejauh ini hanya mampu mengangkat performa di pasar surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun.  Tekanan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bertahan.  Potensi penguatan mata uang rupiah masih ada, namun tetap perlu mewaspadai setiap sentimen negatif yang muncul.  Pasca rilis penurunan harga bahan bakar minyak subsidi hingga harga semen masih berpotensi untuk mendukung rupiah untuk berbalik positif.


Nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan.  Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  yang mempertahankan tingkat suku bunga acauan (BI rate) di level 7,75% masih akan direspon positif seiring tidak terlalu reaktifnya BI menanggapi sentimen yang ada.


Dari bursa saham,  Indeks  sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Sejumlah saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (19/1), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.


Tercatat transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.


Di sisi lain, pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.  Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35, dan  Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94. [geng]


 



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Sunday, January 18, 2015

Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat  tinggi di awal perdagangan tapi siang ini berakhir stagnan. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Indeks sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (19/1), IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,754 poin (0,09%) ke level 887,097.  Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan manufaktur.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.249 kali dengan volume 2,705 miliar lembar saham senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 105 turun, dan 78 saham stagnan.  Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.


Sedangkan saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.350, Lion Metal (LION) naik Rp 200 ke Rp 9.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 10.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 175 ke Rp 15.075.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 775 ke Rp 14.225, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Blue Bird (BIRD) turun Rp 500 ke Rp 11.600, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 400 ke Rp 1.200.


Sementara itu, bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 137,29 poin (0,81%) ke level 17.001,45, Indeks Hang Seng anjlok 274,65 poin (1,14%) ke level 23.828,87, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 212,78 poin (6,30%) ke level 3.163,72, dan  Indeks Straits Times menguat 7,44 poin (0,23%) ke level 3.308,12. [geng]


 



Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Menguat, Harga Emas Antam kini di Posisi Rp 560.000/Gram

Financeroll – Pada perdagangan awal pekan, Senin (19/1) harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik cukup tajam dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Harga pembelian kembali (buyback) pun ikut terdongkrak.


\Berdasarkan  situs resmi Logam Mulia Antam harga emas Antam tercatat Rp 560.000/gram. Naik dibandingkan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp 553.000/gram.  Sementara harga buyback hari ini naik dari Rp 489.000/gram menjadi Rp 496.000/gram.


Sementara daftar harga emas Antam hari ini:  500 gram Rp 260.300.000, 250 gram Rp 130.250.000, 100 gram Rp 52.150.000, 50 gram Rp 26.100.000, 25 gram Rp 13.075.000, 10 gram Rp 5.260.000, 5 gram Rp 2.655.000, dan  1 gram Rp 560.000.


Sementara harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu (12-16/1) ditutup dengan mengalami penguatan signifikan secara agregat.  Penguatan harga emas LLG sepanjang perdagangan pekan lalu didorong oleh kebijakan dari bank nasional Swiss pada 15 Januari lalu. [geng]


 



Menguat, Harga Emas Antam kini di Posisi Rp 560.000/Gram

KOSPI Dibuka Naik

Financeroll – Pergerakan bursa Korea Selatan KOSPI di awal pekan dibuka naik, Senin (19/1). Ekuitas didorong di tengah harapan stimulus pelonggaran kuantitatif dari ECB.


Indeks KOSPI naik 14.68 poin ke level 1.902.81, indeks KOSDAQ naik 6.18 poin ke level 583.59.


 



KOSPI Dibuka Naik

2015, Mandiri Tunas Finance Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh 36,05 %

Financeroll – Perusahaan pembiayaan anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri),  PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan laba setelah pajak (earning after taxes) 2014 sebesar Rp 233,9 miliar. Sedangkan untuk total pembiayaan, tumbuh 26,72% atau menjadi Rp 14,7 triliun dibandingkan realisasi pada periode sama tahun 2013 yang mencapai Rp 11,6 triliun.


Sementara itu,  Sales and Marketing Director MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, target laba bersih perseroan pada tahun lalu sebenarnya sebesar Rp 233 miliar. Untuk itu, perseroan cukup puas dengan pencapain laba bersih 2014 yang bisa lebih di atas target. Tahun ini kami menargetkan laba bersih dapat tumbuh 26,12% atau menjadi Rp 295 miliar dibandingkan periode sama pada 2014 yang mencapai Rp 233,9 miliar.


Untuk diketahui,  realisasi pembiayaan MTF tahun lalu, juga sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu kisaran Rp 14,6-14,7 triliun. Pada 2015, perseroan  menargetkan total penyaluran pembiayaan dapat mencapai Rp 20 triliun atau tumbuh 36,05% dibandingkan target akhir tahun 2014.


Sejalan dengan itu, President Director MTF Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, sejak tahun 2010 perseroan sudah cukup ekspansif dengan menambah 54 kantor cabang sampai akhir 2014 dan saat ini perseroan memiliki 88 kantor cabang. Kantor-kantor cabang tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).


Menurut Ignatius, hingga  Desember 2014, berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI),  MTF menempati posisi ketiga untuk penjualan mobil. “Tetapi, kalau untuk lini usaha keseluruhan kami berada di urutan kelima menurut data APPI. Pada 2020, Bank Mandiri kan ingin menjadi bank terbaik di wilayah Association of Southeast Asian Nations (Asean) jadi paling tidak kami bisa menjadi top of main di perusahaan multifinance di matadealer, pencari kerja, dan rekan kerja sama.


Disampaikan juga,  pada tahun ini  perseroan  berencana membuka 34 satelit yang berada di kantor-kantor cabang Bank Mandiri.   Satelit itu akan menjadi semacam perpanjangan tangan dari perseroan yang sengaja ditempatkan di kanto Bank Mandiri. Hal itu merupakan salah satu strategi perseroan untuk mendukung rencana pada 2020 dan untuk membantu MTF menggarap bisnis secara maksimal, sehingga target pembiayaan Rp 20 triliun tahun ini dapat tercapai. [geng]



2015, Mandiri Tunas Finance Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh 36,05 %

Tahun Ini, Bukaka Teknik Rencanakan Relisting di Bursa

Financeroll – Manajemen  Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa PT Bukaka Teknik Utama merencanakan untuk melakukan pencatatan saham kembali atau relisting tahun ini,  setelah pada 2007 lalu dihapus (delisting) dari papan perdagangan.


Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen,  manajemen perusahaan itu sudah mengabarkan ke bursa untuk relisting, mereka menggunakan buku laporan keuangan periode Desember 2014 sebagai salah satu syaratnya.  Saat ini  bursa sedang menunggu hasil audit laporan keuangan perseroan, diperkirakan selesai pada Februari mendatang, jika prosesnya lancar pada tahun ini Bukaka Teknik Utama dapat melakukan pencatatan sahamnya kembali.


Setelah hasil audit laporan keuangan yakni menentukan harga sahamnya, harga terakhir ketika delisting bisa berubah karena berbeda dengan kondisi sekarang.  Selain Bukaka Teknik Utama, Mitra Energi Persada juga merencanakan untuk melakukan pencatatan saham kembali di BEI.  Saham perseroan dihapus dari papan  pada 2007  karena keberlangsungan usaha yang tidak jelas.  Rencana Bukaka Teknik Utama melakukan relisting yakni untuk mencari dana melalui pasar modal untuk mendukung kegiatan ekspansinya.  Perseroan  memiliki kegiatan utama meliputi rekayasa dan pembuatan infrastruktur produk dan jasa terkait.


Disampaikan juga,  Direktur Utama BEI Ito Warsito menambahkan bahwa pihaknya meyakini pada tahun 2015 ini semua sektor usaha berminat untuk mencatatkan sahamnya di bursa dalam rangka untuk meningkatkan modal ekspansi.  Untuk sektor yang mendominasi pada tahun ini, dalam waktu dekat akan ada sektor pertambangan, manufaktur, dan jasa.   Ketiga sektor itu sedang melakukan penjajakan untuk merealisasikan niatnya untuk masuk pasar modal, beberapa diantaranya sempat tertunda rencananya 2014 karena ketidakpastian situasi politik dan kondisi global yang perekonomiannya sedang melambat.


Menurut Ito, target BEI untuk menambah jumlah emiten saham di industri pasar modal Indonesia sebanyak 32 perusahaan pada tahun ini akan tercapai, atau lebih baik dari 2014 lalu yang hanya sebanyak 23 perusahaan, di bawah target sebanyak 30 perusahaan.  [geng]



Tahun Ini, Bukaka Teknik Rencanakan Relisting di Bursa

Dalam Sepekan, IHSG Melemah 68,29 Poin

Financeroll – Pada pekan terakhir, IHSG tergerus di zona merah seiring pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Bank Dunia. Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM)  pun tak direspons positif. Seperti apa.  IHSG  melemah 68,29 poin (1,30%) ke posisi 5.148,38 pada pekan yang berakhir Jumat (16/1) dibandingkan akhir pekan sebelumnya di angka 5.216,67.  Aksi profit taking berlangsung masif, IHSG tertekan  ke zona merah.


Aksi ambil untung kian terealisasi pada perdagangan di awal pekan kemarin setelah merespon negatif pelemahan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya dan variatifnya laju bursa saham Asia.  Laju IHSG pun seperti yang kami pernah sampaikan di mana penguatan tipis yang sempat terjadi memperlihatkan amunisi penguatan IHSG kian menipis.


Kurs rupiah yang naik tipis belum mampu meredam aksi jual tersebut. Selain itu,  positifnya mayoritas laju bursa saham Asia, terutama China mampu memberikan imbas positif pada pergerakan IHSG yang juga mampu bermanuver balik positif.  Laju IHSG pun juga mampu melampaui estimasi.  Sebelumnya, sempat kami khawatirkan akan terjadi pelemahan dan pelaku pasar pun dapat memanfaatkan sentimen tersebut untuk kembali melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sebelumnya.


Dengan adanya rilis positif dari pemerintah yang akan menambah kepemilikan di saham-saham BUMN melalui setoran modal untuk ekspansi para BUMN tersebut. Akibatnya, melemahnya kembali laju rupiah dan aksi jual asing tidak menjadi halangan bagi IHSG untuk tetap berbalik arah naik.


Investor asing masih lanjutkan aksi jualnya dan bahkan berbalik positifnya laju rupiah belum mampu menahan aksi jual yang terjadi sehingga pelemahan IHSG pun tak terhindarkan.  Tetapi, tidak disangka laju IHSG mampu berbalik menghijau setelah merespon positif pembalikan arah dari bursa saham Asia dan adanya indikasi membaliknya harga-harga komoditas yang terefleksi di laju harga-harga saham komoditas dan energi global.


Eskpektasi akan masih tetapnya BI rate juga turut memberikan sentimen positif.  Aksi profit taking pun sempat berkurang meskipun asing masih melakukan aksi jualnya seiring dengan laju rupiah yang masih mengalami pelemahan.  Di akhir pekan, indeks ditutup dengan pelemahan sehingga mengkonfirmasi terjadinya tren penurunan pasca berhasil menutup utang gap di level 5.194-5.206 di pekan sebelumnya.  Sentimen dari rilis rencana pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga semen tidak terlalu memberikan sentimen positif. Bahkan laju rupiah yang mengalami penguatan juga tidak direspons positif. [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Melemah 68,29 Poin

Sepekan Terakhir, Rupiah Menguat 47 Poin

Financeroll – Sepanjang pekan terakhir, nilai tukar  Rupiah mampu bertahan  di jalur  positif seiring dolar AS yang melambat. Data tenaga kerja dan manufaktur AS menunjukkan angka yang negatif.  Merujuk pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia (BI),  nilai tukar rupiah menguat 47 poin (0,37%) ke posisi 12.593 per Jumat (16/1) dibandingkan akhir pekan sebelumnya di posisi 12.640.


Kurs Rupiah tercatat menguat sepekan kemarin. Akankah bertahan? Mulai berkurangnya sentimen rilis hasil the Federal Open Market Committee (FOMC) meeting memberikan kesempatan pada rupiah untuk dapat menguat karena laju dolar AS sedang berkurang daya pacunya.  Rilis pelemahan pada non-farm payrolls dan manufacturing payrolls AS memberikan sentimen negatif pada dolar AS dan memicu pelemahan nilai tukarnya.


Meski nilai tukar yuan menguat seiring meningkatnya ekspor China, tidak diimbangi dengan pergerakan Euro dan Poundsterling yang malah menunjukkan pelemahannya. Turunnya data Jerman dan Italia yang dibarengi dengan rilis masih rendahnya tingkat inflasi Inggris memberikan tekanan negatif bagi kedua mata uang tersebut.


Dengan pelemahan Euro dan Poundsterling kembali dimanfaatkan dolar AS untuk kembali menguat dan tentunya berimbas negatif pada Rupiah.  Kurs  rupiah mampu berbalik positif di tengah ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga BI rate. Masih adanya kecenderungan pelemahan pada data-data makroekonomi Indonesia, terutama tren pelemahan rupiah yang dikhawatirkan akan berlanjut memberikan spekulasi BI akan kembali menaikkan BI rate untuk meredam data-data negatif tersebut.


Di sisi lain,  penguatan rupiah juga didukung penguatann Yen setelah terindikasi peralihan dari komoditas ke mata uang yang dinilai stabil.  Setelah bergerak positif, laju rupiah kembali tertekan seiring belum dirilisnya level BI rate saat itu membuat dorongan terhadap laju rupiah kian berkurang.  Masih cenderung melemahnya harga minyak mentah dunia yang berimbas pada harga-harga komoditas membuat pelaku pasar cenderung beralih ke mata uang safe heaven, yang salah satunya dolar AS.[geng]



Sepekan Terakhir, Rupiah Menguat 47 Poin

Saturday, January 17, 2015

2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit

Financeroll – Pada 2015, PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia juga merambah bisnis asuransi jiwa kredit. Bahkan, anak usaha Bank Mandiri ini memproyeksikan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat.  Paling tidak ada dua faktor pendorong bisnis asuransi jiwa kredit. Pertama adalah penetrasi asuransi yang masih rendah sehingga menawarkan potensi pasar yang masih besar. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang prospektif, termasuk kegiatan ekonomi masyarakat yang berpotensi meningkatkan kebutuhan kredit.  Demikian disampaikan Direktur InHealth Dikdik Yustandi, Jumat (16/1), di Jakarta.


Menurut Dikdik, peluang untuk memasarkan asuransi yang melekat pada kredit pun terbilang cerah. Dikdik memperkirakan, premi asuransi jiwa kredit InHealth pada tahun lalu bisa menembus Rp 150 miliar.  Porsi asuransi kredit 2015 mungkin hampir mencapai Rp 300 miliar.  InHealth meneken perjanjian kerjasama dengan perbankan tahun lalu. Tahun ini, perseroan berharap kerjasama tersebut sudah terlihat hasilnya dalam menggapai target premi. Memang, sejauh ini InHealth baru menggandeng bank dari sesama grup, yaitu Bank Sinar Harapan Bali.


Meski menargetkan pertumbuhan asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat, kata Dikdi, kontribusi lini bisnis ini hanya naik tipis. Porsi asuransi jiwa kredit terhadap total premi tahun lalu sekitar 10%. Porsi lini bisnis ini kemungkinan hanya naik menjadi 11%.  Porsi asuransi jiwa kredit yang terbilang mini tersebut memang wajar karena InHealth masih memilih untuk berkonsentrasi di bisnis asuransi kesehatan. Fokus kami ke depan akan tetap di produk-produk asuransi healthcare.


Untuk diketahui,  InHealth menargetkan perolehan premi mencapai Rp 2,6 triliun tahun ini. Target premi tersebut meningkat 86% ketimbang proyeksi perolehan premi InHealth hingga tutup tahun 2014.  Optimisme pertumbuhan premi yang tinggi di tahun ini ditopang oleh mulai berlakunya kewajiban dunia usaha untuk mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. [geng]



2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit

Lanjutkan Penguatan, Emas Antam di Posisi Rp 553.000/Gram

Financeroll – Sepanjang dua pekan terakhir, harga emas dalam negeri terus menguat. Harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus mengalami grafik kenaikan. Pada penutupan  perdagangan emas kemarin, Jumat (16/1), harga emas Antam tercatat Rp 553.000/gram atau melonjak Rp 28.000/gram dibandingkan perdagangan di awal tahun.


Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, perdagangan emas di awal tahun yaitu Jumat (2/1), harga emas Antam tercatat Rp 525.000/gram. Turun dibandingkan perdagangan pada 31 Desember 2014 Rp 529.000/gram.  Tercatat  harga pembelian kembali (buyback) juga ikut terdongkrak. Harga buyback emas Antam Jumat (16/1/2015), berada di posisi Rp 489.000/gram. Naik Rp 16.000/gram dibandingkan harga buyback di awal tahun 2015 sebesar Rp 473.000/gram.


Adapun daftar harga emas Antam, Jumat (16/1) lalu, antara lain:  500 gram Rp 256.800.000, 250 gram Rp 128.500.000, 100 gram Rp 51.450.000, 50 gram Rp 25.750.000, 25 gram Rp 12.900.000, 10 gram Rp 5.190.000, 5 gram Rp 2.620.000, dan 1 gram Rp 553.000. [geng]


 



Lanjutkan Penguatan, Emas Antam di Posisi Rp 553.000/Gram

Friday, January 16, 2015

Inflasi Terkendali, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 7,75 %

Financeroll – Menyikapi laju  inflasi yang rendah, otoritas Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI rate sebesar 7,75%, dengan suku bunga lending facility dan deposit facility tetap 8,00% dan 5,75%. Besaran suku bunga acuan ini juga sudah bisa mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat untuk menjaga nilai tukar rupiah.


Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyampaikan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI  memutuskan mempertahankan BI rate 7,75%. BI juga akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makro prudensial, sistem pembayaran, serta koordinasi dengan pemerintah dalam pengendalian laju inflasi dan defisit transaksi berjalan.


Diperkirakan perekonomian Indonesia pada 2015 akan semakin baik, dengan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan stabilitas makro ekonomi yang tetap terjaga, ditopang oleh perbaikan ekonomi global.   Sementara stabilitas sistem keuangan juga terkendali, ditopang oleh ketahanan perbankan yang tetap terjaga dan kinerja pasar keuangan yang membaik pada 2014. Ketahanan industri perbankan tetap kuat, dengan risiko kredit, likuiditas, dan pasar yang cukup terjaga, serta dukungan modal yang kuat. Pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun 2015 bisa mencapai 15-17%. [geng]



Inflasi Terkendali, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 7,75 %