Showing posts with label Harga BBM. Show all posts
Showing posts with label Harga BBM. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (19/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.603 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159.


Penurunan harga BBM itu diperkirakan membuat laju inflasi menurun sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun ekspektasi penurunan inflasi itu sejauh ini hanya mampu mengangkat performa di pasar surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun.  Tekanan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bertahan.  Potensi penguatan mata uang rupiah masih ada, namun tetap perlu mewaspadai setiap sentimen negatif yang muncul.  Pasca rilis penurunan harga bahan bakar minyak subsidi hingga harga semen masih berpotensi untuk mendukung rupiah untuk berbalik positif.


Nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan.  Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  yang mempertahankan tingkat suku bunga acauan (BI rate) di level 7,75% masih akan direspon positif seiring tidak terlalu reaktifnya BI menanggapi sentimen yang ada.


Dari bursa saham,  Indeks  sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Sejumlah saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (19/1), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.


Tercatat transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.


Di sisi lain, pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.  Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35, dan  Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94. [geng]


 



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Penurunana Harga BBM Dapat Membuat Saham PT Blue Bird Terbang Tinggi

Financeroll – Keputusan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan dapat membuat saham operator taksi PT Blue Bird Tbk. (BIRD) terbang tinggi.


Prediksi sektor transportasi merupakan salah satu yang mendapatkan keuntungan paling banyak dari jatuhnya harga minyak dunia.


Dikarenakan sebagian besar beban operasional berasal dari bahan bakar. Juga yang mengutamakan adalah perusahaan ritel dikarenakan ada peluang kenaikan penjualan dari pembelanjaan konsumen yang lebih.


Setelah adanya kenaikan harga saham yang cukup tinggi pada akhir pekan lalu, diprediksi saham BIRD akan kembali menanjak.


Operator taksi yang menguasai 33% pangsa pasar tersebut akan meraup keuntungan dari penurunan harga minyak dan meningkatnya konsumsi.


Pencatatan saham BIRD pada 5 November 2014 pada harga Rp6.500 per lembar, langsung melonjak tinggi hingga Rp11.575 pada perdagangan pekan lalu.


Harga saham tersebut melonjak 78% dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan setelah IPO.


KDB Daewoo Securities memprediksi penyebab kenaikan harga saham akibat keputusan pemerintahan Joko Widodo yang menaikkan harga bahan bakar bersubsidi pada November 2014 menjadi Rp8.500 per liter dari Rp6.500 per liter.


Tentu saja hal itu memberikan dampak negatif bagi perseroan yang mempunyai beban ketergantungan pada bahan bakar.


Namun, tidak lama setelah itu, semua operator transportasi setuju untuk menaikkan argo dan khusus BIRD meningkat dari Rp7.000 menjadi Rp7.500 dan Rp3.600 menjadi Rp4.000 argo/Km.


Jika dilihat dari sudut pandang permintaan, dengan melihat bahwa sedikit untuk pengguna taksi bermigrasi ke transportasi lain dikarenakan alternatif yang terbatas. Terlebih lagi harga argo taksi di Indonesia tergolong murah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.


Akan tetapi, pada 1 Januari 2015, pemerintah memutuskan untuk menghilangkan subsidi BBM premium dan menurunkan harga BBM menjadi Rp7.600 dari Rp8.500 mengikuti anjloknya harga minyak dunia. Padahal, di sisi lain, harga argo taksi tidak berubah.


Hal ini tentu akan mendorong pemasukan perusahaan dikarenakan turunnya beban operasional sedangkan penjualan tetap tinggi yang mencapai 80% penjualan berasal dari bisnis taksi.


Terlebih lagi, mengenai harga bahan bakar premium diturunkan lagi ke level Rp6.600 per liter menurut Jokowi mengikuti rendahnya harga minyak dunia.



Penurunana Harga BBM Dapat Membuat Saham PT Blue Bird Terbang Tinggi

Saturday, January 17, 2015

Penurunan Harga BBM Bisa Menurunkan Inflasi

Financeroll – Badan Pusat Statistik (BPS) berharap penurunan harga BBM bersubsidi untuk kedua kalinya tahun bisa turut menurunkan inflasi.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengakui penurunan BBM bersubsidi pada 1 Januari lalu memang tidak efektif menurunkan harga barang-barang lain.


Itu hanya menahan harga-harga yang akan naik, tidak jadi naik. Tapi tidak sampai membuat turun. Harga-harga jadi berhenti naik.


Penaikan BBM bersubsidi pada 18 November 2014 lalu membuat inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36%, lebih tinggi ketimbang target pemerintah yakni 7,2% dan bahkan ramalan BI yakni 7,7%-8,1%.


Ditambah lagi, inflasi Desember 2014 sempat melesat level 2,46% atau secara bulanan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.


Namun optimis penurunan kedua ini akan akan mampu menahan laju inflasi. Sebab, posisi harga premium kembali ke level sebelum subsidi dicabut.


Gejalanya seperti itu, ada penurunan. Kelihatannya bulan ini bagus. Harga turun, inflasi pasti turun.



Penurunan Harga BBM Bisa Menurunkan Inflasi

PT Pertamina Nyatakan Penurunan Harga BBM Untuk Luar Jawa, Madura dan Bali

Financeroll – PT Pertamina (Persero) menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium yang dimumukan Presiden Joko Widodo Rp6.600 per liter hanya untuk wilayah Luar Jawa, Madura, dan Bali.


VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan harga tersebut untuk luar Jamali yang merupakan penugasan dari pemerintah. Khusus untuk Jawa dan Madura harga mencapai Rp6.700 per liter.


“Harga tersebut khusus untuk Luar Jamali,” katanya di Jakarta.


Sementara untuk wilayah Bali harga mencapai Rp7.000 per liter karena besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) mencapai 10%.


Untuk wilayah Jamali, marjin keuntungan Pertamina belum mencapai 5% atau masih di bawah ketentuan Perpres yang menetapkan marjin keuntungan 5% hingga 100%.


Selain itu, harga untuk Luar Jawa juga masih marjin usaha perseroan masih di bawah 2%. Tujuannya agar perbedaan antara Jawa dan Luar Jawa tidak banyak.


Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan penurunan harga baru BBM sebagai konsekuensi pencabutan subsidi seiring merosotnya harga minyak dunia.


Premium turun dari Rp7.600 menjadi Rp6.600 per liter, sementara harga solar turun dari Rp7.250 per liter menjadi Rp6.400 per liter. Harga tersebut mulai diberlakukan pada Senin (19/1/2015).



PT Pertamina Nyatakan Penurunan Harga BBM Untuk Luar Jawa, Madura dan Bali

Thursday, January 15, 2015

Presiden Joko Widodo Berencana Menurunkan Harga BBM Menjadi Rp6.400-Rp6.500 Perliter

Financeroll – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal kemungkinan pemerintah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, yang sudah diturunkan menjadi Rp 7.600 per 1 Januari lalu, akan diturunkan kembali ke kisaran Rp 6.400–Rp 6.500 per liter.


Penurunan ini dilakukan karena terus menurunnya harga minyak dunia.


“Ada berkah dari Allah SWT karena harga minyak dunia turun. Tapi sebentar lagi kembali turun harga BBM,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara seminar Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta.


Mengenai besaran penurunan, menurut Presiden, saat ini sedang dihitung. Namun, ia menyebutkan, kemungkinan di angka Rp 6.400-Rp 6.500 per liter


Meski demikian, Jokowi belum bisa memastikan kapan pemerintah akan mengumumkan penurunan harga BBM itu.


“Penurunannya bisa besok, bisa minggu depan. Tunggu saja masih dalam penghitungan,” paparnya seperti dilansir situs resmi Setkab.


Presiden menegaskan yang ia kejar sekarang adalah bagaimana agar harga sembako juga turun sehingga dapat menekan inflasi di bawah 5%.


Jokowi mengaku ia mendatangi para pemilik usaha kebutuhan pokok setiap dua minggu sekali. Oleh karena itu, Presiden mengingatkan para pelaku usaha juga turut menekan inflasi.


“Di sini juga ada pemilik-pemilik logistik atau distributor besar, sembako agar harga-harga juga ikut turun apalagi yang hobinya menampung stok. Karena saat ini inflasi akan kita tekan ke bawah 5%,” tegas Jokowi.



Presiden Joko Widodo Berencana Menurunkan Harga BBM Menjadi Rp6.400-Rp6.500 Perliter

Saturday, January 10, 2015

Menko Perekonomian Ungkap Harga BBM Turun Pada Februari 2015

Financeroll – Pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Februari 2015 diikuti dengan penyesuaian setiap dua minggu sekali.


Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan langkah penurunan harga didorong oleh melorotnya harga minyak dunia dan pergerakan kurs rupiah.


Pada perdagangan dimana harga minyak dunia mampu menguat setelah menyentuh level terendah dalam 5,5 tahun terakhir. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2015 dibuka naik 0,27% ke US$48,78 per barel dan bergerak di kisaran 48,53—49,45. Sedangkan Brent dibuka melemah 0,18% ke US$51,06/barel dan bergerak di kisaran US$51,05—51,77 per barel.


Harga BBM ini tergantung pada harga minyak dan rupiah. Akan dihitung ditambah dengan alpha dan kentungan Pertamina. Itu akan disesuaikan, saya yakin Februari akan turun lagi.


Kendati demikian, Sofyan masih enggan mengungkapkan rentang harga baru BBM premium dan solar yang akan ditetapkan pemerintah pada Februari 2015. Sejak 1 Januari 2015, pemerintah menetapkan harga premium Rp7.600 per liter dan solar Rp7.250 per liter.


Dan masih dihitung-hitung lagi. Nanti kalau minyak dunia naik lagi, dolar naik lagi, itu (harga BBM) naik lagi.


Fluktuasi harga BBM, lanjut Sofyan, akan meniru pola harga BBM RON 92 atau Pertamax. Harga BBM nonsubsidi ini dilepas ke pasar dan ditetapkan dalam dua minggu sekali.


Nanti dibiasakan seperti pertamax. Kalau pertamax ditetapkan dalam dua minggu sekali, untuk sementara premium ditetapkan satu bulan sekali, tapi mungkin akan disesuaikan dalam dua minggu sekali.


Sofyan menambahkan skema harga tersebut juga akan diberlakukan untuk BBM solar yang harganya masih disubsidi pemerintah sebesar Rp1.000/liter.



Menko Perekonomian Ungkap Harga BBM Turun Pada Februari 2015

Tuesday, January 6, 2015

Nilai Tukar Perkebunan Rakyat Alami Penurunan 0,87 Poin

Financeroll – Setelah nyaris nombok pada November 2014 dengan Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR) 100,05 atau turun 0,87 poin dari bulan sebelumnya 100,92, petani perkebunan rakyat pada Desember 2014 tergambar betul-betul nombok.


Kondisi itu terlihat dari capaian NTPR Desember 2014 sebesar 98,03 atau anjlok 2,02% dari bulan sebelumnya. NTPR Desember 2014 tersebut juga merupakan capaian terendah selama ini.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan kondisi tersebut merupakan akumulasi kenaikan harga BBM bersubsidi dan rendahnya harga kelapa sawit dan karet di pasar global yang selama ini menjadi andalan komoditas ekspor nasional.


Kelapa sawit dan karet rendah sekali harganya, ditambah lagi kenaikan BBM.


Ekonom Institute for Development Economy and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menegaskan ongkos produksi yang cenderung naik sementara permintaan terutama ekspor menyebabkan NTPR turun. Itu merupakan konsekuensi logis jika pemerintah hanya berkutat pada komoditas primer yang rentan pada situasi global.


Pemerintah perlu segera mengeksekusi industri pengolahan dalam negeri untuk mensuplai permintaan dalam negeri.


Dengan adanya industri pengolahan hasil perkebunan sepertI CPO dalam negeri akan menjaga stabilitas harga. Eksekusi langkah tersebut membuat perbaikan dari sisi tata niaga, khususnya dalam hal distribusi yang selama ini menyedot ongkos cukup besar.


Pemerintah, sambungnya Enny, harus menjamin betul adanya pembenahan infrastruktur setelah mengeksekusi penaikan harga BBM bersubsidi sehingga mampu meningkatkan daya saing produk-produk nasional dari produk impor.



Nilai Tukar Perkebunan Rakyat Alami Penurunan 0,87 Poin

Monday, January 5, 2015

Dipicu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tingkat Kemiskinan Berpotensi Naik

Financeroll – Tren melambatnya penurunan jumlah penduduk miskin yang terjadi hingga September 2014 berpotensi berbalik naik awal tahun ini, dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pertengahan November 2014.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan potensi kenaikan itu sudah terlihat dari dampak perubahan upah buruh tani dan upah buruh bangunan per Desember 2014.


Jadi kalau upah buruh tani riil Desember turun itu indikasi penduduk miskin naik di Desember. Sementara itu, upah buruh bangunan nominalnya naik, tapi riilnya juga turun setelah faktor inflasi, akhir pekan lalu.


Dalam rilis terbaru BPS, upah buruh tani pada Desember 2014 secara nominal Rp45.491 per hari atau naik 1,03% dari bulan sebelumnya Rp45.026. Namun, secara riil berada pada posisi Rp37.839 atau turun dari nominal juga turun 1,63% dari posisi upah riil bulan sebelumnya Rp38.466.


Angka tersebut mengindikasikan adanya penambahan jumlah penduduk miskin di tingkat pedesaan karena inflasi di pedesaan 2,72% lebih tinggi dari inflasi perkotaan 2,46% yang berimbas pada penurunan daya beli.


Sementara untuk perkotaan, salah satunya bisa dilihat dari upah buruh bangunan. Secara nominal, rata-rata upah buruh bangunan Desember 2014 Rp77.682 atau naik 0,81% dibanding bulan sebelumnya Rp77.056. Sayangnya, secara riil akibat tergerus inflasi upah buruh bangunan juga turun menjadi Rp65.279, lebih rendah pula dibandingkan November 2014 Rp66.348.


Kepala BPS Suryamin mengimbau agar pemerintah mampu mengendalikan inflasi agar tingkat kemiskinan tahun ini tetap menurun walaupun melambat karena tingkat kemiskinan saat ini sudah masuk kategori inti hard core yang sulit diturunkan secara signifikan.


Untuk Maret 2015 harus hati-hati karena sudah ada efek BBM.


Jumlah penduduk miskin pada September 2014 mencapai 27,73 juta orang atau berkurang 0,55 juta orang dibandingkan Maret 2014. Melihat perkembangan tingkat kemiskinan dari 2009, tren penurunan yang mendominasi.


Namun demikian, berkaca dari pengalaman sebelumnya, akibat kenaikan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013, tingkat kemiskinan di Indonesia pun naik. Kondisi ini terlihat pada September 2013, jumlah penduduk miskin 28,60 juta orang atau mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2013 yang hanya 28,17 juta orang.


Skema subsidi tetap awal tahun ini, yang berimplikasi pada penurunan harga BBM akan sedikit membantu dari sisi inflasi namun tidak secara penuh karena harga transportasi dan kebutuhan pokok lainnya yang sudah naik belum tentu ikut turun.


Bantalan sosial dan pengendalian harga itu penting.


Deputi Bidang Statistik Sosial Wynandin Imawan mengungkapkan pemerintah harus mengambil kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban. Walaupun belum menjamin, beberapa kartu yang diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dinilai mampu sedikit menolong dalam jangka panjang jika akumulasi totalnya mampu melebihi tingkat inflasi.


Karena kapasitas tidak mencukupi untuk meningkatkan pendapatan di atas inflasi.


Penduduk miskin Indonesia saat ini, mayoritas berumur lebih dari 49 tahun dengan pendidikan SD ke bawah. Mayoritas dari mereka berprofesi sebagai petani gurem yang dalam perkembangannya menghadapi penyempitan lahan.


Selain itu akses penduduk miskin ke permodalan juga masih sangat rendah. Kondisi inilah yang secara tidak langsung menghambat keluarnya penduduk miskin dari garis kemiskinan.


Apalagi, garis kemiskinan selama periode Maret 2014-September 2014 naik 3,17%, yakni dari Rp302.735 per kapita per bulan pada Maret 2014 menjadi Rp312.328 per kapita per bulan pada September 2014. Dengan naiknya garis kemiskinan, potensi kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pun ikut besar.



Dipicu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tingkat Kemiskinan Berpotensi Naik

Thursday, January 1, 2015

Menteri Perhubungan Akan Turunkan Tarif Angkutan Umum

Financeroll – Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengevaluasi tarif angkutan umum seiring penurunan harga premium menjadi Rp7.500 per liter dan solar menjadi Rp7.250 per liter mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00.


Penyesuaian diperlukan karena pada saat penaikan harga BBM 18 November lalu, tarif angkutan umum naik rata-rata 10%.


Penurunan harga BBM kalau harga ecerannya turun ya tarifnya turun.


Tetapi Menhub belum dapat memastikan berapa besaran penurunannya. Ia hanya mengatakan bahwa evaluasi akan dilakukan secepatnya agar bisa ada penyesuaian.


“Belum tahu, belum dibicarakan. Kalau keputusannya turun harga BBM tentu tarif juga turun. Itu akan dievaluasi, cepet kok kita,” jelasnya.


Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengumumkan penurunan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar.


Penurunan harga seiring penurunan harga minyak dunia yang menyentuh titik terendah.


=======================================================


economic politics, finansial ekonomi, bank indonesia, inflasi, cabai, angkutan umum,


1-10.

Home Finansial Ekonomi

BI: Inflasi Desember 2014 Diprediksi 8,2-8,4%, Dipicu Cabai & Tarif Angkutan Umum

Rivki Maulana Rabu, 31/12/2014 15:45 WIB


Bank Indonesia Prediksi Inflasi Desember 8,2 Hingga 8,4%


Financeroll – Bank Indonesia (BI) memprediksikan tingkat inflasi pada Desember 2014 sebesar 8,2%-8,4% atau di atas prediksi sebelumnya sebesar 8,1%-8,3%, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Agus Martowardojo, Gubernur BI, mengatakan kenaikan harga BBM pada 17 November 2014 lalu menyumbang 0,61%-0,65% terhadap inflasi bulanan Desember 2014 sebesar 2,2%-2,4% (mtm).


Ada juga komoditi-komoditi yang walaupun bobotnya kecil, tapi kenaikanya berkontribusi besar terhadap inflasi.


Komoditas tersebut antara lain cabai yang mana kenaikan harganya cukup besar sehingga menyumbang inflasi sebesar 0,4%. Selain itu, kenaikan tarif angkutan dalam kota juga turut berkontribusi terhadap peningkatan inflasi.


Di sisi lain, BI juga menilai kebijakan pemerintah memberikan subsidi tetap untuk BBM akan lebih efektif dalam mengendalikan inflasi karena tidak terpengaruh fluktuasi harga minyak dunia.


Di Asean, rata-rata inflasi selalu terjaga di bawah 5% dalam sepuluh tahun terakhir sementara Indonesia ada saat kita (inflasi) 17%, ada saat 11%.



Menteri Perhubungan Akan Turunkan Tarif Angkutan Umum

Wednesday, December 31, 2014

Perhitungan Harga Premium Setelah Penurunan Bahan Bakar Minyak

Financeroll – Mulai tadi malam, pukul 00.00 WIB tepat pergantian tahun 2014 ke 2015 harga bahan bakar minyak bersubsidi akan kembali turun.


Harga bbm jenis premium yang beberapa bulan ini dijual dengan harga Rp8.500 per liter akan turun menjadi Rp7.600 per liter.


PT Pertamina (Persero) menyatakan harga bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) jenis Premium sebesar Rp7.600 per liter dihitung berdasarkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.


Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan penghitungan harga Premium dihitung dengan rata-rata ICP dan nilai tukar rupiah sepanjang 25 November sampai 24 Desember 2014 sebesar masing-masing US$79 per liter dan Rp12.300. Akan dibuka struktur harga.


Namun belum ada rincian perubahan harga jika terjadi kenaikan harga ICP atau pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.


Dijelaskan setiap perubahan harga bahan bakar minyak di Singapura (mean of Platts Singapore/MoPS) sebesar US$1 maka akan berdampak harga Premium sebesar Rp25.


Seperti diketahui, pemerintah telah mencabut subsidi BBM jenis Premium untuk wilayah Jawa Madura dan Bali (Jamali) mulai 1 Januari 2015 dengan harga yang berubah-ubah setiap bulan berdasarkan ICP dan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada tanggal 24 dua bulan sebelumnya hingga tanggal 25 satu bulan sebelum harga diberlakukan.


Selain itu, ditambah PPN, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan Pemerintah Daerah, dan marjin badan usaha kisaran 5% hingga 10%.


Sementara untuk wilayah luar Jamali, pemerintah mencabut subsidi namun ketetapan harga diatur dengan komponen harga jual meliputi harga dasar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, dan tambahan biaya distribusi dan penyimpanan sebesar 2% dari harga dasar.


Sedangkan untuk BBM jenis solar pemerintah menerapkan subsidi tetap Rp1.000 per liter.


Khusus minyak tanah, pemerintah tetap menyubsidi sebesar Rp2.500 per liter sesuai dengan ketetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.



Perhitungan Harga Premium Setelah Penurunan Bahan Bakar Minyak

Premium Tidak Disubsidi Namun Turun Jadi Rp7.600

Financeroll – Pemerintah akhirnya mengumumkan kebijakan subsidi tetap BBM Rp1.000 per liter yang berlaku mulai 1 Januari 2015.


Namun, subsidi itu hanya berlaku untuk solar. Harga solar ditetapkan dengan formula sesuai dengan harga dasar ditambah pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), dan dikurangi subsidi Rp1.000.


Harga dasar merupakan rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan kurs beli Bank Indonesia periode tanggal 25 sampai 24 bulan sebelumnya.


Dengan kebijakan itu, harga solar mulai besok hingga sebulan ke depan menjadi Rp7.250 dari saat ini Rp7.500 per liter. Harga yang lebih murah itu merupakan implikasi dari perlemahan harga minyak dunia beberapa bulan terakhir.


Adapun premium tak lagi diberi subsidi. Meskipun demikian, harganya tetap lebih rendah menjadi Rp7.600 dari saat ini Rp8.500 per liter.


Kebijakan itu diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian.


Kepada wartawan, Sudirman mengatakan penentuan harga BBM tetap di tangan pemerintah. Tidak ada niat untuk menyerahkan ke mekanisme pasar.


Harga tersebut, lanjutnya, ditetapkan atas dasar harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price) US$60 per barel dan nilai tukar Rp12.380 per dolar AS.



Premium Tidak Disubsidi Namun Turun Jadi Rp7.600

Wednesday, November 12, 2014

Kenaikan Harga BBM Pasca Bergulirnya Dana Bantuan Sosial

Financeroll – Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeksekusi penaikan harga BBM bersubsidi pasca bergulirnya dana bantuan sosial dalam bentuk KIS, KIP, dan Simpanan Keluarga Sejahtera sebesar Rp200.000 per bulan untuk 15,5 juta RTS.


“Mestinya begitu, sabar saja,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai Rapat Koordinasi Nasional Kabinet Kerja bersama Gubernur, Kapolda, dan Kadinda Seluruh Indonesia


Wapres menuturkan struktur APBN yang terbebani oleh belanja pegawai dan subsidi harus diperbaiki. Terkait subsidi BBM, anggarannya akan dialihkan ke sektor produktif. Efek akhirnya adalah kenaikan harga BBM.


Kalla menegaskan praktik penyelundupan sebagai sisi negatif bergulirnya subsidi BBM. Untuk itu, penyesuaian harga BBM mendekati harga keekonomian harus dilakukan.


Kemarin dilaporkan, subsidi BBM untuk nelayan dalam waktu 6 tahun naik 3 kali lipat. Di lain pihak, produksi ikan turun. Dua data itu, menunjukkan banyak nelayan yang lebih untung jual subsidi ke orang lain daripada pakai untuk cari ikan.


Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan pengalihan anggaran subsidi BBM ke sektor produktif akan tergambar dalam APBN perubahan 2015.


Anggaran akan dialihkan ke infrastruktur dasar dan presiden menekankan lebih kepada irigasi dan perikanan.


Besaran anggaran infrastruktur hasil pengalihan subsidi BBM turut mempertimbangkan kemampuan kementerian teknis dalam eksekusi proyek.


Selain itu, anggaran subsidi BBM juga akan dialihkan kepada peningkatan anggaran subsidi pupuk yang diiringi oleh perbaikan sistem. Ke depan, subsidi pupuk tidak lagi mengacu pada harga, tetapi pada penerima.



Kenaikan Harga BBM Pasca Bergulirnya Dana Bantuan Sosial

Monday, November 10, 2014

Penyesuaian Harga BBM Membuat Bank Indonesia Cermati Inflasi

Financeroll – Di tengah kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang akhir 2014, Bank Indonesia semakin serius mencermati risiko peningkatan inflasi.


Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs mengungkapkan bank sentral akan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan pemerintah, baik di tingkat pusat dan daerah.


Koordinasi perlu, untuk meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan serta mengelola ekspektasi inflasi.


Bank Indonesia menilai perkembangan inflasi hingga Oktober 2014 ini masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5% plus minus 1% pada 2014 dan 4% plus minus 1% pada 2015.


Adapun inflasi indeks harga konsumen (IHK) secara bulanan (m-t-m) meningkat dari 0,27% pada September menjadi 0,47% pada Oktober 2014. Kenaikan inflasi IHK tersebut lebih disebabkan oleh kenaikan inflasi kelompok administered prices dan volatile foods dan inflasi inti tetap terkendali.


Sementara itu, laju inflasi secara tahunan IHK meningkat dari 4,53% pada September menjadi 4,83% pada Oktober 2014.


Kenaikan inflasi administered prices dan volatile foods masih terkendali dan sesuai dengan perkiraan BI. Meningkatnya tekanan inflasi administered prices didorong oleh kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) serta dampak lanjutan dari kenaikan harga LPG 12 kg pada bulan sebelumnya yang menyebabkan kenaikan yang cukup besar pada harga LPG 3 kg di beberapa daerah.



Penyesuaian Harga BBM Membuat Bank Indonesia Cermati Inflasi

Thursday, November 6, 2014

Sistem Kompensasi Solial Lebih Baik Saat Kenaikan Harga BBM

Financeroll – Pemerintah menjanjikan sistem kompensasi sosial yang lebih baik dibandingkan dengan program serupa saat kebijakan penaikan harga BBM ditempuh Juni 2013.


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan mekanisme penyaluran dilakukan secara nontunai melalui paket Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar, untuk masyarakat miskin.


Kartu tersebut akan diintegrasikan dengan sistem electronic money (e-money) dan rekening bank (bank account) yang pemerintah buat untuk keluarga penerima kompensasi.


Mekanisme itu akan mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kompensasi sosial untuk keperluan konsumtif. Uang yang terdapat dalam rekening hanya dapat digunakan untuk menopang kebutuhan pokok, seperti membeli makanan, membayar keperluan sekolah, dan berobat.


Dengan tabungan, diharapkan uang itu tidak begitu saja digunakan untuk beli rokok, pulsa, atau beli hal-hal yang tidak produktif. Benar-benar itu harus digunakan untuk kepentingan pokok keluarga tersebut.


Mekanisme ini mengingatkan pada sistem food voucher di Amerika Serikat yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan makanan.


Di Indonesia, sistem e-money sejauh ini sebatas digunakan untuk satu program jaring pengaman sosial, yakni Program Keluarga Harapan (PKH).


Bambang mengatakan teknologi untuk menunjang sistem itu tengah disusun dan harus siap sebelum kenaikan harga BBM subsidi yang direncanakan akhir tahun ini.


Sistem nontunai berbeda dengan mekanisme penyaluran sebelumnya yang tunai. Saat menaikkan harga BBM 22 Juni 2013, pemerintah menggelontorkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) senilai Rp9,32 triliun kepada 15,5 juta rumah tanggga sasaran miskin (RTSM).


RTSM merupakan 20% penduduk di desa/kelurahan dengan status sosial ekonomi terendah berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011.


Setiap RTSM menerima Rp150.000 per bulan selama Agustus-November 2013 yang ditransfer via PT Pos Indonesia (Persero) kepada RTSM yang diidentifikasi melalui kepemilikan Kartu Perlindungan Sosial.


Selain pengadaan BLSM, pemerintah menambah anggaran PKH dan beasiswa miskin (BSM) (lihat tabel). Namun, sistem transfer tunai itu selama ini rawan penggunaan untuk keperluan konsumtif.


Adapun kali ini, pemerintah menyiapkan dana cadangan perlindungan sosial dalam APBN-P 2014 dan APBN 2015 masing-masing senilai Rp5 triliun untuk masyarakat miskin apabila harga BBM kembali dinaikkan.


Bambang menambahkan skema ini akan dirancang permanen, tidak hanya beberapa bulan sekadar untuk mengompensasi kenaikan harga BBM.


Jadi, tidak ada lagi nanti skema baru, bansos misalnya yang sifatnya ad hoc, tapi semua sudah ada sistem yang jelas.



Sistem Kompensasi Solial Lebih Baik Saat Kenaikan Harga BBM

Wednesday, October 29, 2014

Sidang Kabinet Tidak Membahas Harga BBM

Financeroll – Sidang kabinet pertama tidak membahas tentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak.


Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan permasalahan itu akan dibahas dalam pertemuan khusus. Intinya belum dibahas masalah itu karena akan diadakan rapat khusus masalah tersebut.


Sofyan Djalil tidak menjawab ketika ditanya apakah harga BBM akan dinaikkan 1 November 2014 sesuai dengan isu yang beredar belakangan ini. Namun mantan Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I 2004-2009 tersebut mengatakan bahwa masalah ini sangat penting.


“Tunggu saja beritanya. Ada rapat secara khusus kan begitu penting masalah ini, begitu rapat nanti anda akan tahu,” jelasnya


Sofyan mengaku belum tahu rapat khusus itu akan dilakukan oleh jajaran kementerian terkait. Yang jelas dalam waktu dekat akan diadakan rapat khusus membahas soal kenaikan harga BBM.



Sidang Kabinet Tidak Membahas Harga BBM

Kenaikan Harga BBM dan Kenaikan Suku bunga AS Menjadi Perhatian Tahun Depan

Financeroll – Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin menuturkan ada dua hal yang perlu diwaspadai tahun depan yakni kenaikan harga BBM dan kenaikan suku bunga di AS.


Dampak yang akan muncul adalah suku bunga akan semakin tinggi pada tahun depan.


Kalau bunga naik, hanya bankir jago yang bisa make money.


Tahun depan semua bank harus memiliki cara untuk menjaga likuiditas. Likuiditas ibarat darah bagi perbankan. Pada tahun ini, bank-bank harus bisa menyimpan dana sebanyak-banyaknya, lalu menjaga kualitas kredit, setelah itu baru memikirkan keuntungan.


Setelah OJK menetapkan batas atas suku bunga acuan, maka bank yang memiliki rasio fungsi intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) 90% akan mencatatkan likuiditas yang ketat.


Tahun ini, bank berkode emiten BMRI ini menargetkan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dari penyaluran fungsi intermediasi. Dalam rencana bisnis bank (RBB), perseroan menargetkan pertumbuhan DPK hingga 16% dan kredit di kisaran 15%-17%, dengan potensi menuju 15%.


Hingga kuartal III/2014, pertumbuhan DPK bank berpita kuning ini sudah lebih tinggi dari kredit. Total himpunan DPK perseroan mencapai Rp590,9 triliun, tumbuh 14,9% dari posisi Rp514,2 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.


Sementara itu penyaluran kredit Bank Mandiri hingga September 2014 mencapai Rp506,5 triliun, tumbuh 12,4% dari posisi Rp450,8 triliun secara year on year. Untuk fungsi intermediasi only bank telah tumbuh hingga 14,2% secara year on year.



Kenaikan Harga BBM dan Kenaikan Suku bunga AS Menjadi Perhatian Tahun Depan

Tuesday, October 28, 2014

Target Inflasi Akan Meleset Jika Harga BBM Naik

Financeroll – Hingga kini BI masih optimistis bahwa target inflasi akan terpenuhi hingga akhir tahun. Kecuali jika pemerintah baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tahun ini. Inflasi dipastikan akan meleset dari target tersebut.


Namun, terlepas dari proyeksi tadi, dukungan otoritas moneter terhadap rencana itu. Kalau seandainya tidak jadi menyesuaikan harga tentu akan berdampak kurang baik karena masyarakat sudah memperhitungkan aspek kenaikan BBM tahun ini.


Sementara itu selama 5 tahun terakhir, inflasi pada Oktober cenderung rendah dengan rentang 0,06%-0,19%. Bahkan pada Oktober 2011 justru terjadi deflasi sebesar 0,12%. Kisaran ini lebih rendah dibandingkan dengan awal 2000-an. Pada Oktober 2005 inflasi sempat melambung ke posisi 8,70% karena kenaikan harga BBM.


Bulan lalu, inflasi tercatat pada level 0,27% lebih rendah dari perkiraan BI dan BPS yang berada pada rentang 0,3%-0,5%. Dengan demikian inflasi tahun berjalan hingga September 2014 ada di posisi 4,53%. Sepanjang 2014 BI menargetkan inflasi sebesar 4,5% (±1%) sementara pemerintah mematoknya pada 5,3%.



Target Inflasi Akan Meleset Jika Harga BBM Naik

Wednesday, October 15, 2014

Sentimen Negtif  Mereda, Pasar Uang Domestik Menggeliat

Financeroll – Pada perdagangan Rabu (15/10) pelemahan mata uang rupiah mulai terbatas. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  melemah enam poin menjadi Rp 12.212 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.206 per dolar AS.   Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 40 poin berkat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Indeks makin mendekati lagi level 5.000.  Indeks terus menanjak sejak awal perdagangan sampai ke titik tertingginya hari ini di 4.972. IHSG masih terus berusaha kembali ke level psikologis 5.000.


Salah satu program yang ditunggu kalangan pasar keuangan di dalam negeri yakni realisasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Dinaikkannya harga BBM itu diharapkan memberi ruang untuk mendorong pengembangan infrastruktur. Berkembangnya infrastruktur dapat mendorong salah satu lembaga pemeringkat menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade.   Kembali menguatnya dolar AS terhadap rupiah seiring dengan bisnis Jerman dan produksi industri di negara-negara kawasan Eropa yang mengalami penurunan.


Inflasi Tiongkok yang mencatatkan perlambatan menimbulkan harapan pelonggaran moneter bank sentral Tiongkok (PBoC) untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonominya.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.229 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.195 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG melaju 36,793 poin (0,75%) ke level 4.959,375 setelah mulai ramai aksi beli di lantai bursa. Investor lokal paling banyak berburu saham ketimbang asing.  Saham-saham yang harganya sudah murah akibat koreksi kini jadi incaran investor. Saham-saham lapis dua naik cukup tinggi berkat aksi beli ini.


Pada akhir perdagangan  IHSG ditutup menguat 40,358 poin (0,82%) ke level 4.962,940. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,769 poin (0,93%) ke level 839,113.  Saham-saham komoditas jadi penghambat laju IHSG setelah kena koreksi akibat dilepas investor asing. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 182,897 miliar di seluruh pasar.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 137,01 poin (0,92%) ke level 15.073,52,  Indeks Hang Seng naik 92,08 poin (0,40%) ke level 23.140,05, Indeks Komposit Shanghai menanjak 14,19 poin (0,60%) ke level 2.373,67, dan  Indeks Straits Times tumbuh 9,02 poin (0,28%) ke level 3.203,42. [geng]


 



Sentimen Negtif  Mereda, Pasar Uang Domestik Menggeliat

Saturday, October 11, 2014

Rencana Kenaikan BBM Rp3.000/Liter Dorong Harga Properti Hingga 15%

Financeroll – Rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter diperkirakan akan mengerek kenaikan harga properti sekitar 10%-15%.


Komisaris PT Prioritas Land Indonesia menyarankan kebijakan tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap, agar tidak langsung membebani masyarakat.


Tingginya laju inflasi akan meningkatkan harga bahan baku bangunan yang berimbas pada kenaikan harga properti dari harga rata-rata saat ini.


Kenaikan rata-rata properti setiap tahun normalnya berada pada kisaran 10%, disebabkan adanya penambahan kualitas dari proyek yang dikembangkan. Dengan adanya inflasi tersebut, kenaikan harga yang terjadi akan berada di atas rata-rata.


Kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti.


Terkait dengan hal itu, pada November esok menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pembelian, sebelum harga BBM mengalami kenaikan, dan kabinet pemerintahan baru mulai efektif berjalan.



Rencana Kenaikan BBM Rp3.000/Liter Dorong Harga Properti Hingga 15%