Showing posts with label finansial perbankan. Show all posts
Showing posts with label finansial perbankan. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

PT Bank CIMB Niaga Menggelar Promo Untuk Raih Nasabah Cilik

Financeroll – Mengawali 2015, PT Bank CIMB Niaga Tbk gencar menggelar promo untuk meningkatkan perolehan dana dari nasabah cilik perseroan.


Adapun perseroan menggelar program Festival Fantasi Junior di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 80 nasabah cilik Bank CIMB Niaga yang mencatatkan rerata saldo tabungan harian tertinggi, bebas belanja mainan gratis selama 5 menit.


Head of Preferred, Private, & Wealth Management & Consumer Liabilities Business Bank CIMB Niaga Budiman Tanjung mengatakan hingga akhir tahun lalu, perseroan telah mencatatkan 425.000 nasabah cilik. Untuk menggenjot jumlah nasabah.


Dan pada Sabtu pekan ini (24/1/2015), pihaknya akan kembali menggelar Festival Fantasi Junior di Jakarta bagi nasabah cilik perseroan. “Dengan program ini diharapkan anak-anak terus menabung di Tabungan Junior untuk mendapatkan kesempatan menang berikutnya,” ujar Budiman dalam siaran persnya.


Adapun, untuk nasabah cilik, Bank CIMB Niaga menawarkan dua produk yaitu Tabungan Junior dan Tabungan iB Junior. Selain menawarkan promo Festival Fantasi Junior, emiten berkode saham BNGA ini juga menggunakan sistem poin untuk menggenjot penambahan dana.


Budiman menjelaskan Tabungan Junior memberikan Poin junior yang dapat diperoleh jika nasabah rajin menabung dan menggunakan kartu debit tabungan cilik ini. Nantinya, poin yang terkumpul bisa ditukar dengan tiket nonton, mainan, serta voucher belanja.



PT Bank CIMB Niaga Menggelar Promo Untuk Raih Nasabah Cilik

Saturday, January 17, 2015

Rancangan Bisnis Bank 2015 Relevan Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai target kalangan perbankan dalam Rancangan Bisnis Bank (RBB) 2015, relevan dengan kondisi ekonomi Indonesia.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan dari kumpulan RBB 2015, rata-rata pertumbuhan kredit dibidik di posisi 16,46% atau lebih optimistis dibandingkan dengan realisasi peningkatan pinjaman tahun lalu.


Angka tersebut cukup relevan mengingat kondisi ekonomi saat ini. Namun perlu dingatkan agar bank jangan melupakan sisi pendanaan.


Selain itu bank juga perlu memperbesar alokasi pembiayaan ke sektor produktif. Pasalnya, sektor ini memiliki nilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja.


Adapun, dari data pertumbuhan uang beredar (M2) yang dirilis Bank Indonesia, industri perbankan hanya mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,7% year-on-year (y-o-y) menjadi Rp3.626 triliun pada November 2014.


Sementara, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 13,41% y-o-y menjadi Rp3.930 triliun pada November 2014.



Rancangan Bisnis Bank 2015 Relevan Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia

OJK Meminta Bank Asing Tingkatkan Perekonomian Nasional

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank asing meningkatkan peran yang lebih besar untuk mendukung perekonomian nasional.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menuturkan bank asing dapat meningkatkan peran untuk mendorong kegiatan perdagangan dan investasi.


Terutama untuk membangun kerjasama bilateral dengan negara asal bank.


Sementara, untuk kawasan Asean, Muliaman menjamin pihaknya akan meningkatkan komunikasi dengan regulator di regional ini untuk memastikan integrasi sistem perbankan terlaksana dengan mengedepankan asas resiprokal.


Juga diharapkan kerjasama untuk menipiskan kesenjangan baik dalam aturan, kapasitas, dan akses pasar. Dengan demikian, integrasi sistem perbankan Asean dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.



OJK Meminta Bank Asing Tingkatkan Perekonomian Nasional

Tuesday, January 13, 2015

PT Bank Mandiri Punya Kesempatan Akusisi Perusahaan di Sektor Keuangan

Financeroll – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali mengagendakan rencana akuisisi bank lain pada rancangan bisnis bank tahun ini.


Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan aturan permodalan dalam Basel 3 membuat bank harus melakukan konsolidasi untuk pemenuhan modal.

Dalam aturan Basel 3, ada masalah rasio yang mesti dipenuhi dan langkah akuisisi akan mengarah pada pemenuhan rasio tersebut.


Pasti ada, tapi belum bisa disebut dana yang dianggarkan. Dan kapannya, masih menunggu regulasinya.


Peluang akuisisi, tak hanya untuk bank. Dalam aturan industri perbankan, perseroan memiliki kesempatan untuk mengakuisisi perusahaan lain di sektor keuangan seperti asuransi dan perusahaan pembiayaan atau multifinance.


Emiten berkode saham BMRI tersebut memang tengah merealisasikan pembentukan perusahaan multifinance. Kendati demikian, namun tidak disebutkan besaran dana yang disuntik untuk pendirian entitas multifinance yang rencananya bakal berbentuk perusahaan patungan tersebut. Masih jalan pembentukannya, ya mudah-mudahan tahun ini segera terlaksana.



PT Bank Mandiri Punya Kesempatan Akusisi Perusahaan di Sektor Keuangan

Thursday, January 8, 2015

PT Bank OCBC NISP Mengincar Rasio Kredit Bermasalah

Financeroll – PT Bank OCBC NISP Tbk membidik rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perseroan pada tahun ini, setidaknya setara dengan tahun perolehan tahun lalu.


Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja di Jakarta, mengatakan harus serendah mungkin, per September 2014 1,1% – 1,2%, harusnya tahun depan turun, tapi setidaknya sama.


Sementara itu, secara keseluruhan, emiten berkode saham NISP ini ditargetkan mampu mencatatkan pertumbuhan volume bisnis sebesar 15%-20%.


Namun, untuk mencapai target tersebut, belum akan menambah modal mengingat capital adequacy ratio (CAR) perseroan masih berada di posisi 19,07%.


Adapun, hingga kuartal III/2014, NISP mencatatkan laba senilai Rp942 miliar atau tumbuh 12% dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp838 miliar.


Peningkatan laba tersebut, disumbang kenaikan pendapatan bunga bersih dari Rp2,3 triliun pada September 2013 menjadi Rp2,7 triliun di bulan yang sama tahun berikutnya.



PT Bank OCBC NISP Mengincar Rasio Kredit Bermasalah

Tuesday, January 6, 2015

Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan menilai bank milik pemerintah layak untuk menjadi Qualified Asean Bank (QAB), bank yang bisa mendapat kelonggaran untuk ekspansi ke Malaysia.


Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Nelson Tambubolon mengatakan izin ekspansi akan dipermudah karena OJK dan Bank Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral dengan Bank Negara Malaysia (BNM).


Dengan ABIF, pintu-pintu negara lain lebih mudah dimasuki.


Sebagaimana diketahui, Asean Banking Integration Framework (ABIF) merupakan kerangka kerja untuk integrasi keuangan di Asean yang bersifat multilateral dan direncanakan terealisasi pada 2020.


Namun, Indonesia dan Malaysia sebagai motor utama penyusunan ABIF sepakat mempercepat integrasi keuangan antar dua negara seiring pertumbuhan ekonomi yang makin pesat.


Bank pemerintah yang layak menjadi QAB antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia.



Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Friday, January 2, 2015

Basuki Tjahaja Prunama Akan Jadikan Bank DKI Terbaik di Indonesia

Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercita-cita untuk menjadikan Bank DKI sebagai bank terbaik di Indonesia.


Ahok (panggilan akrab Basuki) mengatakan dirinya tidak ingin bank milik pemerintah provinsi DKI tersebut kalah dengan bank-bank besar, terutama yang dimiliki pihak swasta.


“Saya enggak mau Bank DKI jadi yang terbaik di Jakarta, saya maunya jadi yang terbaik di seluruh Indonesia. Masak kita kalah sama bank swasta?” ucapnya di Balai Kota.


Untuk mendorong Bank DKI agar dapat meningkatkan usahanya, Pemprov DKI telah menyiapkan suntikan modal pada Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi pertimbangan dewan untuk mengesahkan RAPBD 2015 sebesar Rp1,5 triliun.


Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menargetkan Bank DKI dapat naik status menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV pada 2016 dengan modal inti di atas Rp30 triliun.


Saat ini, Bank DKI merupakan Bank BUKU II dengan modal inti sekitar Rp4 triliun. Untuk jangka menengah, Ahok ingin agar Bank DKI mendukung kebijakan Pemprov DKI dalam menerapkan less cash society dan smart city di Ibu Kota.


“Saya minta Bank DKI ngasih smart card untuk pedagang kaki lima (PKL) dan penghuni rusun biar pada bayar retribusi secara online. Dengan begitu, PKL terdata dan rusun enggak dijual-jualin lagi.


Sampai saat ini, saham Bank DKI dimiliki oleh Pemprov DKI sebesar 99,97% dan 0,03% oleh PD Pasar Jaya.



Basuki Tjahaja Prunama Akan Jadikan Bank DKI Terbaik di Indonesia

Thursday, January 1, 2015

Indonesia Sepakati Integrasi Perbankan di Wilayah ASEAN

Financeroll – Indonesia telah menyepakati integrasi perbankan di wilayah Asia Tenggara dengan menandatangani pedoman Asean Banking Integration Framework (ABIF).


Pedoman ABIF merupakan pintu masuk bagi proses integrasi industri perbankan di Asean. Ketika ABIF telah disepakati secara multilateral oleh seluruh anggota Asean, maka tahap selanjutnya adalah mendorong terjadinya kesepakatan secara bilateral antara dua negara yang hendak bekerja sama.


Dalam pembahasan pedoman ABIF, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia yang bersama Bank Negara Malaysia ditunjuk sebagai pemimpin. Pada pelaksanaannya, Bank Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas dan pengatur industri perbankan.


Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menilai kesepakatan yang telah diambil dalam ABIF merupakan pintu masuk menuju integrasi perbankan di wilayah Asean.


Dengan terus mengeksplorasi peluang kerja sama dengan negara-negara yang tergabung dalam kesepakatan ini.


Tujuan utama kesepakatan ABIF adalah menyediakan akses pasar dan keleluasaan beroperasi di negara-negara Asean bagi bank-bank yang memenuhi kualifikasi sebagai Qualified Asean Bank (QAB).


Adapun, di antara persyaratan bank untuk menjadi kandidat QAB adalah bank-bank asli yang didirikan oleh negara-negara anggota Asean, memiliki permodalan kuat, berdaya tahan tinggi, dikelola dengan baik, serta memenuhi aspek kehati-hatian sesuai standar internasional yang berlaku.



Indonesia Sepakati Integrasi Perbankan di Wilayah ASEAN

Friday, December 26, 2014

Kalangan Perbankan Berharap Pungutan OJK Dikurangi

Financeroll – Kalangan perbankan berharap amandemen atas Peraturan Pemerintah No.11/2014 tentang Pungutan oleh Otoritas Jasa Keuangan bakal meringankan beban mereka khususnya terkait besaran pungutan.


Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Achmad Baiquni mengatakan pihaknya merespons positif atas usulan OJK kepada pemerintah untuk mengamandemen PP tersebut.


“Artinya akan lebih baik. Kalau besaran pungutan diturunkan bagus, tapi kalau tidak yang bagi kami tidak masalah,” ujarnya.


Hal senada dikemukakan Direktur Utama PT Bank Dinar Indonesia Tbk. Hendra Lie. Menurutnya perbankan bakal lebih leluasa berkompetisi jika pungutan diturunkan. Pasalnya biaya yang harus ditanggung perbankan semakin kompetitif.


“Tapi tentu kami perlu perlajari lebih dulu usulan ,” katanya.


Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah agar mengamandemen PP No.11/2014 tentang Pungutan oleh OJK.


Usulan tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan melalui Surat Ketua Dewan Komisioner OJK pada 5 Desember 2014.


Dalam keterangan tertulis, Rahmat menuturkan melalui amandemen PP Pungutan oleh OJK diharapkan pungutan ke industri keuangan dilaksanakan in the best interest of the industry dengan tetap menjaga keberlangsungan APBN tanpa mengganggu operasi OJK.


Pelaku industri jasa keuangan akan dilibatkan untuk memberi masukan dalam proses penyusunan amandemen tersebut. Hal itu sesuai dengan ketentuan rule making rule dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK tahun 2012 tentang Tata Cara Penyusunan Peraturan.


Sesuai PP tersebut pungutan dikenakan kepada sektor jasa keuangan yang meliputi perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.


Jenis pungutan yang berlaku di OJK meliputi biaya perizinan, persetujuan, pendaftaran, pengesahan, dan penelaahan atas rencana aksi korporasi, serta biaya tahunan dalam rangka pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penelitian.


Pihak yang tidak melakukan atau terlambat membayar pungutan akan dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar 2% per bulan dari jumlah pungutan yang wajib dibayar dan paling banyak 48% dari jumlah pungutan yang wajib dibayar dengan ketentuan bagian dari bulan dihitung 1 bulan.



Kalangan Perbankan Berharap Pungutan OJK Dikurangi

PT Bank Rakyat Indonesia Optimis Kinerja Tak Terganggu Meski Tidak Ada Direktur Utama

Financeroll – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. optimistis kekosongan posisi direktur utama tidak akan memengaruhi pencapaian target kinerja keuangan yang ditetapkan tahun ini maupun tahun depan.


Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan sejauh ini belum ada penunjukan pelaksana tugas Dirut pasca kepindahan Sofyan Basir ke PT PLN (Persero).


“Tidak ada karena hanya bersisa beberapa hari saja,” ujarnya.


Dia mengatakan penetapan Dirut BRI akan dilakukan melalui rapat umum pemegang saham berikutnya. “Kapan waktunya masih menunggu proses yang berjalan.”


Hal senada juga dikemukakan Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni. Menurutnya hingga kini belum ada keputusan siapa yang akan menjadi Plt Dirut BRI.


Seperti diketahui Dirut BRI sebelumnya Sofyan Basir resmi ditunjuk menjadi Dirut PLN. Sofyan menggantikan Nur Pamudji sebagai orang nomor satu di BUMN sektor listrik tersebut. Selain Sofyan, nama-nama lain yang mengisi jajaran direksi PLN adalah Sarwono Sudarto, Nasri Sebayang, Murtaqi Syamsuddin, Supangkat Iwan Santoso, Amir Rosidin, Nicke Widyawati, dan Amin Subekti.


Kementerian BUMN juga menunjuk sejumlah komisaris baru di PLN yakni Chandra M. Hamzah, Budiman, dan Hasan Bisri. Ketiganya menggantikan Yogo Pratomo, Achmad Yani Basuki dan Jarman yang diberhentikan dengan hormat sebagai anggota dewan komisaris.


BRI menargetkan laba bersih hingga Rp24 triliun sepanjang tahun ini. Tahun depan BRI mematok target pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 15%, dana pihak ketiga (DPK) 13%, dan NIM di kisaran 8,5%. Selain di sektor mikro, BRI juga akan memacu kredit di sektor pertanian dan infrastruktur. Mereka bahkan sudah ancang-ancang untuk ambil bagian dalam sejumlah proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah.


Hingga September 2014 BRI sudah menyalurkan kredit Rp464,19 triliun, meningkat 12,32% dibandingkan periode yang sama dari 2013 yang tercatat Rp413,27 triliun. BRI memang masih mungkin memacu kredit lantaran loan to deposit ratio (LDR) hingga kuartal III/2014 baru mencapai 85,29%, lebih rendah ketimbang periode yang sama 2013 yang mencapai 90,88%.


Non performing loan (NPL) gross BRI per September 2014 tercatat 1,89%. Segmen mikro masih mendominasi porsi penyaluran kredit BRI. Per September 2014 total penyaluran kredit ke segmen mikro tercatat Rp148,43 triliun, naik Rp15,8% dari periode yang sama 2013. Adapun NIM BRI per September 2014 mencapai 8,78%, lebih tinggi dibandingkan kuartal III/2013 yang hanya mencapai 8,25%.


Selain pertumbuhan organik, tahun depan BRI memiliki sejumlah agenda anorganik, salah satunya melalui akuisisi. Bank pelat merah itu masih memburu perusahaan asuransi, sekuritas dan bank lain untuk diakuisisi. Masih ada dana Rp3 triliun yang siap digunakan BRI. Dana itu pun diklaim masih dapat ditambah.


Baiquni sebelumnya mengatakan pihaknya tak keberatan mengakuisisi perusahaan kecil asal nilai dan kinerja perusahaan tersebut lebih bagus dari pasar. Menurutnya akuisisi perusahaan kecil tidak menjadi masalah penting karena BRI sudah memiliki captive market yang besar.


BRI juga akan memacu kinerja anak perusahaan yang belakangan kontribusinya tak terlalu besar. Pada kuartal III/2014 laba konsolidasi BRI tercatat Rp18,16 triliun, sedangkan laba bank only sebesar Rp18,12 triliun.


BRI hingga kini memiliki tiga anak usaha yakni PT Bank BRISyariah, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk, dan BRI Remittance Co. Ltd. Hong Kong. Total aset BRI Syariah per 30 September 2014 mencapai Rp18,5 triliun atau 2,63% dari total aset konsolidasian.


Total aset BRI Agro pada 30 September 2014 sebesar Rp5,9 triliun atau 0,84% dari total aset konsolidasian, sedangkan total aset BRI Remittance pada periode tersebut sebesar Rp4,9 miliar atau 0,0007% dari total aset konsolidasian.



PT Bank Rakyat Indonesia Optimis Kinerja Tak Terganggu Meski Tidak Ada Direktur Utama

Thursday, December 25, 2014

Money Changer Tanpa Izin Akan Dibekukan Mulai 1 Januari 2015

Financeroll – Bank Indonesia siap membekukan usaha sistem pembayaran di Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank atau money changer yang diketahui belum mengantongi izin resmi dari bank sentral terhitung paling lambat 1 Januari 2015.


Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Rahmat Hernowo mengatakan pengajuan izin KUPVA Bukan Bank wajib dilaksanakan paling lambat 1 Januari 2015.


Bilamana diketahui ada Penyelenggara KUPVA Bukan Bank berizin yang memiliki atau bekerja sama dengan money changer yang tidak berizin, Maka BI dapat merekomendasikan kepada otoritas yang berwenang untuk mencabut izin usaha dan/atau menghentikan kegiatan usaha.


Sanksinya izin usaha akan dicabut. Makanya, sebelum 1 Januari tahun depan harus mengajukan izin ke BI.


Pihaknya menerangkan pengawasan yang dilakukan oleh BI terhadap money changer juga dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari berbagai tindak kejahatan seperti pengedaran uang palsu.


Oleh karena itu, BI mengimbau masyarakat untuk melakukan transaksi penukaran valuta asing di bank maupun di money changer yang telah memiliki izin usaha dari Bank Indonesia.


Masyarakat dapat mengenali KUPVA Bukan Bank Berizin melalui sertifikat izin usaha serta logo yang didapatkan dari BI.


Selain itu, kewajiban memperoleh izin lantaran aktivitas pembayaran melalui money changer rawan dimanfaatkan sebagai sarana pencucian uang, pendanaan teroris serta tindak pidana lainnya.


Sebagai otoritas di bidang sistem pembayaran, BI telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 16/15/PBI/2014 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing.


Peraturan tersebut mewajibkan setiap KUPVA Bukan Bank harus memiliki izin usaha dari Bank Indonesia. Secara teknis untuk memperoleh izin usaha dari Bank Indonesia, money changer terlebih dahulu harus telah berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) dan melengkapi sejumlah dokumen yang diisyaratkan oleh ketentuan.


BI tidak memungut biaya kepada masyarakat yang hendak memperoleh izin usaha tersebut. Jangka waktu proses izin KUPVA Bukan Bank pun telah dinyatakan secara jelas dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/15 DPM perihal Perizinan, Pengawasan, Pelaporan dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta Asing Bukan Bank.


Sepanjang persyaratan dokumen telah dipenuhi maka BI wajib menyelesaikan proses permohonan izin usaha KUPVA Bukan Bank yang diajukan oleh masyarakat tepat waktu.



Money Changer Tanpa Izin Akan Dibekukan Mulai 1 Januari 2015

Saturday, December 20, 2014

Komite Ekonomi Nasional Perkirakan Industri Perbankan Akan Menerbitkan Obligasi

Financeroll – Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani memperkirakan industri perbankan akan banyak menerbitkan obligasi pada 2015.


Dana pihak ketiga (DPK) cenderung mahal, mungkin akan terbitkan obligasi.


Bukan hanya DPK saja yang mahal tetapi DPK yang ada di pasar juga cenderung sulit didapatkan sebab pada awal 2014, pemerintah juga melakukan penyerakan dana dari pasar dalam bentuk surat utang.


Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan permodalan, pada tahun ini beberapa bank telah masuk ke pasar modal untuk memenuhi kebutuhan ekspansi. Seperti PT Bank UOB Indonesia yang merilis penawaran umum obligasi I senilai Rp1 triliun.


Baru-baru ini, PT Bank Internasional Indonesia Tbk mengeluarkan obligasi berkelanjutan II tahap I senilai Rp1,5 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I senilai Rp300 miliar.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menegaskan bank harus tetap memupuk modal meskipun tengah dalam kondisi bagus. Sebab perbankan akan dikenakan peraturan Basel III.


Conservation buffer akan dikenakan sebesar 2,5% dari exposure secara bertahap mulai 2016 hingga 2019. Ketentuan tersebut rencananya akan ditetapkan pada bank dengan skala bisnis kompleks.



Komite Ekonomi Nasional Perkirakan Industri Perbankan Akan Menerbitkan Obligasi

Sunday, December 14, 2014

PT Bank Jateng Perkuat Pembiayaan Eskpor Hadapi MEA 2015

Financeroll – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng fokus memperkuat basis pembiayaan ekspor di berbagai sektor bisnis, melalui berbagai kantor cabang yang memiliki usaha kecil dan menengah berbasis ekspor.


Kepala Layanan Perdagangan Luar Negeri Bank Jateng Andreas Budi H memaparkan pada tahun depan akan membuka layanan bank devisa di kantor cabang Magelang. Namun tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan layanan bank devisa di beberapa kantor cabang lainnya.


Apalagi tahun depan implementasi Masyarakat Ekonomi Asean berpotensi dapat meningkatkan transaksi pembiayaan untuk ekspor dan impor.


Selain itu perseoran melihat potensi pasar ekspor di Jateng cukup bagus seiring dengan perekonomian tahun depan yang diprediksi kian membaik.


Adapun sasaran pembiayaan mencakup sektor unggulan, seperti furniture, perdagangan, kerajinan dengan tujuan ekspor Amerika Serikat, Eropa, Jepang serta Taiwan.


Dengan melihat sektor kerajinan mebel menjadi salah satu sektor pembiayaan ekspor dengan serapan paling besar. Contohnya di Jepara dan Solo, kegiatan ekspor cukup bagus.


Fasilitas produk devisa yang paling banyak dimanfaatkan debitor, meliputi incoming transfer, outgoing transfer, letter of credit (LC), dan kredit ekspor, serta money changer.


Untuk menunjang keamanan produknya, Bank Jateng juga bekerja sama dengan asuransi untuk mitigasi risiko ekspor. Sedangkan fasilitas impor belum banyak dimanfaatkan masyarakat Jateng.


Di samping memberikan fasilitas pembiayaan, Bank Jateng juga memberikan service excelent untuk eksportir mulai dari pengenalan pembayaran ekspor impor, cross selling antara buyer dan nasabah eksporter.


Melihat potensi ini sangat bagus mengingat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi luar negeri pada sektor ekspor tergolong tinggi.


Saat ini, tercatat ada lima kantor cabang Bank Jateng yang melayani pembiayaan ekspor antara lain, Semarang, Jepara, Solo, Cilacap dan Tegal. Sebagai institusi perbankan di Jateng yang memiliki merket tersendiri, kata Andreas, Bank Jateng memiliki hasrat kuat dalam menjadikan champion regional sebagai penggerak perekonomian daerah.


Berperan sebagai salah satu penopang perekonomian di Jateng khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).


Bank Jateng mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan total aset mencapai Rp39,14 triliun selama triwulan III/2014. Nilai aset naik Rp8,44 triliun atau tumbuh 27,7% year to date (y-t-d) dari laporan keuangan Desember 2013 senilai Rp30,7 triliun.


Pertumbuhan itu ditopang oleh kenaikan jumlah kredit senilai Rp24,9 triliun atau meningkat 17,4 % dari posisi akhir Desember 2013 senilai Rp21,2 triliun. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan hingga September senilai Rp34,5 triliun atau tumbuh 41% (y-t-d).



PT Bank Jateng Perkuat Pembiayaan Eskpor Hadapi MEA 2015

Thursday, December 11, 2014

ATM PT Bank Negara Indonesia Resmi Beroperasi di Singapura

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengoperasikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Singapura untuk melayani nasabah yang memiliki Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Kartu Debit BNI Syariah


Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi, dalam siaran pers menyebutkan, terdapat dua ATM BNI yang dapat digunakan di Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Robinson Point #01-02, 39 Robinson Road, Singapura.


ATM BNI dapat digunakan untuk beragam fitur seperti penarikan uang tunai dengan pecahan SGD 50. Seperti ATM BNI di tanah air, ATM BNI di Singapura juga dapat digunakan untuk cek saldo, transfer antar rekening BNI atau dengan bank lain yang tergabung di jaringan Link, ATM Bersama, dan Prima.


ATM ini juga dapat digunakan untuk pembelian pulsa telepon dan internet, pembayaran tiket pesawat dan kereta api, melunasi tagihan listrik (PLN), tagihan air bersih (PDAM), tagihan kartu kredit, pinjaman, premi asuransi, hingga pelunasan pajak.


BNI menghadirkan jaringan ATM di Singapura bagi Anda yang sedang bekerja maupun sedang bepergian ke Singapura, tentunya dengan membuka rekening Tabungan BNI terlebih dahulu, sehingga tetap merasa nyaman melakukan transaksi. ATM ini memiliki fitur yang sama dengan ATM BNI di Indonesia.


Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari ATM BNI di Singapura ini adalah nasabah tidak dikenakan biaya apapun untuk transaksi penarikan tunai. Nilai tukar yang digunakan adalah kurs yang berlaku pada saat transaksi dilaksanakan.


Untuk informasi lengkap terkait layanan ATM BNI di Singapura ini dapat mengunjungi BNI Kantor Cabang Singapura atau hubungi nomor telepon +65 6225 7755 atau Fax. +65 6225 4757atau BNI Call di +62-21-500046.


BNI Cabang Singapura didirikan pada tanggal 14 Oktober 1955 yang lokasinya berada di jantung pusat bisnis Singapura. BNI Cabang Singapura adalah satu-satunya Bank milik Indonesia yang memiliki lisensi FullBranch di Singapura.



ATM PT Bank Negara Indonesia Resmi Beroperasi di Singapura

Friday, December 5, 2014

Peningkatan Suku bunga Kredit Pada Segment KMK

Financeroll – Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Oktober 2014 yang dirilis Bank Indonesia mencatatkan terjadi peningkatan suku bunga kredit, terutama pada segmen kredit modal kerja (KMK).


Suku bunga KMK naik sebesar 6 basis poin (bps) menjadi 12,76%. Sementara itu, kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KK) masing-masing naik sebesar 2 bps dan 1 bps menjadi 12,34% dan 13,33%.


Sementara itu, suku bunga perbankan masih meningkat dengan kenaikan suku bunga deposito lebih tinggi dari suku bunga kredit. Pada Agustus 2014, rata-rata tertimbang suku bunga kredit meningkat 3 bps menjadi 12,85% dari 12,82%. Suku bunga deposito 1 bulan naik lebih tinggi sebesar 8 bps ke level 8,49% dari 8,41%.


Dengan perkembangan ini, maka spread suku bunga kredit dan deposito 1 bulan menyempit menjadi 436 bps dari 441 bps.


Namun demikian, sejumlah bank mulai menurunkan suku bunga depositonya yang merupakan indikasi berkurangnya tekanan persaingan suku bunga simpanan antar bank. Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kepada industri perbankan agar segera menurunkan bunga kredit mulai Januari 2015.



Peningkatan Suku bunga Kredit Pada Segment KMK

OJK Tegaskan Industri Perbankan Segera Menurunkan Bunga Kredit

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kepada industri perbankan agar segera menurunkan bunga kredit mulai Januari 2015.


Pada Oktober 2014, OJK juga tengah mendorong industri perbankan untuk menurunkan dan membatasi suku bunga simpanan dengan tujuan untuk mencegah dampak negatif perebutan dana.


Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Irwan Lubis mengatakan otoritas telah menyampaikan pada industri perbankan setelah penyesuaian bunga simpanan, maka akan penyesuaian ke bunga kredit dalam 3 bulan berikutnya.


Mulai Januari 2015, bunga kredit harus diturunkan, karena sudah dibilang penyesuaian bunga kredit sekitar 3 bulan.


Pada Desember, rencana bisnis bank (RBB) sudah dimasukkan oleh industri perbankan dan bank harus menurunkan bunga kredit, mulai dari 25 basis poin (bps). Berdasarkan pengamatan OJK, sudah ada beberapa bank yang menurunkan bunga kredit.


Penurunan bunga kredit untuk mencegah kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).


Dengan kebijakan batas atas suku bunga simpanan perbankan, maka bank-bank memiliki bantalan, yang awalnya memberikan bunga simpanan 11% kini paling tinggi 9,75% dan 9,5%, sehingga masih ada ruang penurunan bunga kredit hingga 100 bps.



OJK Tegaskan Industri Perbankan Segera Menurunkan Bunga Kredit

PT Bank Internasional Indonesia Lakukan Rights Issue Senilai Rp1,5 Triliun

Financeroll – PT Bank Internasional Indonesia Tbk, segera melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) senilai Rp1,5 triliun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujuinya pada 28 November 2014.


Dalam aksi Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII), BII menawarkan 6,77 miliar lembar saham baru denga rasio satu saham baru Seri D bagi setiap pemegang sembilan lembar saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham BII pada 10 Desember 2014 pukul 16.00 WIB, dengan nominal Rp22,50 dan harga penawaran Rp221 per saham.


Maybank Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn.Bhd. (MOCS) dan Sorak Financial Holding Pte.Ltd, yang keduanya dimiliki Maybank, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan masing-masing hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). PT Maybank Kim Eng Securities akan bertindak selaku pembeli siaga dalam PUT VII tersebut.


Hasil aksi korporasi itu akan meningkatkan rasio kecukupan modal BII dari posisi 14,17% per September 2014 menjadi 15,55% (bank only)


Presiden Direktur BII Taswin Zakarian mengatakan aksi itu akan memberikan modal tambahan untuk mempercepat pertumbuhan aset secara berkelanjutan dan memperkuat modal perseroan.


Dengan gembira para pemegang saham memiliki komitmen bagi pertumbuhan jangka panjang BII dengan melaksanakan HMETD.


BII juga telah menerbitkan negotiable certificate deposit (NCD) yang terdiri dari Seri A senilai Rp100 miliar dengan jangka waktu 6 bulan dan suku bunga 9,125% per tahun, dan Seri B senilai Rp580 miliar dengan jangka waktu 370 hari dan suku bunga 9,6% per tahun.


Penerbitan NCD telah membantu mengoptimalkan profil pendanaan bank.



PT Bank Internasional Indonesia Lakukan Rights Issue Senilai Rp1,5 Triliun

Thursday, December 4, 2014

Rilis Jumlah Simpanan Yang Tidak Dijamin Mencapai Rp2.268,33 Triliun

Financeroll – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis jumlah simpanan yang tidak dijamin hingga September 2014 mencapai Rp2.268,33 triliun.


Pada periode yang sama, dari sisi jumlah rekening, total rekening yang tidak dijamin mencapai 196.576 rekening.


Sementara itu, jumlah rekening industri perbankan 154,99 juta rekening dengan total dana simpanan Rp4.066 triliun.


Berdasarkan Data Distribusi Simpanan yang dirilis LPS, porsi simpanan yang tidak dijamin mencapai 55,77% dari total dana himpunan perbankan di Tanah Air. Adapun simpanan yang dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar.


Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho menuturkan total simpanan September 2014 mengalami peningkatan sebesar Rp152,64 triliun atau 3,9% dibandingkan bulan sebelumnya month to month (m-o-m).


Penyebab peningkatan nominal simpanan pada periode tersebut adalah adanya peningkatan jumlah simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar.


Di mana peningkatannya sebesar Rp. 130,86 triliun atau setara dengan 7,48% m-o-m.


Sehingga jumlah total simpanan di atas Rp5 miliar mencapai Rp1.881 triliun atau 46,26% dari seluruh total simpanan.


Jika dikelompokkan berdasarkan jenis simpanan, simpanan yang mengalami peningkatan nominal terbesar adalah giro dan deposito.


Giro mengalami peningkatan sebesar Rp72,53 triliun atau setara 8,37% m-o-m menjadi Rp939,56 triliun, dengan kata lain 23,11% dari seluruh total simpanan.


Sementara itu, deposito mengalami peningkatan sebesar Rp48,86 triliun atau setara dengan 2,73% m-o-m menjadi Rp1.837 triliun, dengan porsi mencapai 45,2% dari seluruh total simpanan.


Di sisi lain, jenis simpanan yang mengalami peningkatan jumlah rekening terbesar adalah tabungan.


Pertumbuhannya mencapai 788.425 rekening atau setara dengan 0,53% m-o-m menjadi sebanyak 148.651.122 rekening.



Rilis Jumlah Simpanan Yang Tidak Dijamin Mencapai Rp2.268,33 Triliun

PT Bank Mandiri Meluncurkan Mobil Mitra Usaha

Financeroll – PT Bank Mandiri Tbk meluncurkan Mobil Mitra Usaha (MobilMu) untuk mempekuat bisnis di segmen usaha mikro.


Direktur Mikro & Retail Bank Mandiri Hery Gunardi mengungkapkan peluncuran dua jenis MobilMu untuk melayani daerah pedesaan dan perkebunan. Layanan tersebut akan membantu pengelolaan likuiditas agen branchless banking yang ada di daerah pelosok.


MobilMu memudahkan menjangkau pasar-pasar dan masyarakat pelosok yang membutuhkan akses perbankan.


Hery mengatakan hingga akhir 2014, Bank Mandiri menargetkan penyaluran pembiayaan ke sektor mikro senilai Rp37 triliun, jumlah tersebut diproyeksikan naik 37% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, tabungan mikro Bank Mandiri hingga kuartal III/2014 menjadi 1,8 juta nasabah tabungan atau naik 38,5% dari periode yang sama 2013.


Hingga Oktober 2014, jaringan Mandiri Mitra Usaha telah mencapai 2.524 kantor yang terdiri dari 739 kantor cabang, 1.110 kantor unit, dan 754 kios Mandiri Mitra Usaha.


Senior Vice President Micro Development Bank Mandiri Maswar Purnama mengungkapkan untuk meningkatkan bisnis di segmen mikro, perseroan akan terus memperluas jaringan kantor Mandiri Mitra Usaha di seluruh Indonesia.


Dengan memiliki komitmen untuk mengembangkan sektor usaha mikro dengan menjangkau area terpencil.



PT Bank Mandiri Meluncurkan Mobil Mitra Usaha

PT Bank Mandiri Akan Membentuk Perusahaan Pembiayaan Produk Otomotif

Financeroll – PT Bank Mandiri Tbk telah memasukkan pembentukan perusahaan pembiayaan produk otomotif dalam rencana bisnis bank (RBB) 2015.


Senior Executive Vice President of Consumer Finance at Bank Mandiri (Persero) menyatakan jika sudah memasukan dalam RBB 2015, dan investasi yang dikeluarkan perseroan untuk membentuk perusahaan pembiayaan tersebut mencapai Rp100 miliar.


Adapun posisi laba konsolidasi Bank Mandiri pada kuartal III/2014 mencapai Rp15,03 triliun, tumbuh 13,26% secara year on year. Sementara itu, laba Bank Mandiri pada September 2014 mencapai Rp14,01 triliun, tumbuh 16,16% dari posisi Rp12,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya


Pada September 2014, laba seluruh anak usaha bank berpita kuning ini mencapai Rp1,95 triliun. Adapun laba konsolidasi Bank Mandiri tercatat tumbuh lebih lambat daripada laba induk usaha atau bank.



PT Bank Mandiri Akan Membentuk Perusahaan Pembiayaan Produk Otomotif