Showing posts with label Ekspansi. Show all posts
Showing posts with label Ekspansi. Show all posts

Tuesday, January 6, 2015

Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan menilai bank milik pemerintah layak untuk menjadi Qualified Asean Bank (QAB), bank yang bisa mendapat kelonggaran untuk ekspansi ke Malaysia.


Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Nelson Tambubolon mengatakan izin ekspansi akan dipermudah karena OJK dan Bank Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral dengan Bank Negara Malaysia (BNM).


Dengan ABIF, pintu-pintu negara lain lebih mudah dimasuki.


Sebagaimana diketahui, Asean Banking Integration Framework (ABIF) merupakan kerangka kerja untuk integrasi keuangan di Asean yang bersifat multilateral dan direncanakan terealisasi pada 2020.


Namun, Indonesia dan Malaysia sebagai motor utama penyusunan ABIF sepakat mempercepat integrasi keuangan antar dua negara seiring pertumbuhan ekonomi yang makin pesat.


Bank pemerintah yang layak menjadi QAB antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia.



Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Saturday, December 20, 2014

PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Financeroll – Rencana pemerintah akan mengurangi rasio pembayaran dividen pada tahun depan akan membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dapat berekspansi lebih gencar.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan rencana pengurangan dividend payout ratio membuat kinerja perseroan lebih positif. Pengurangan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Maret 2015.


Kalau memang dikurangi, itu untuk ekspansi dan investasi. Apapun pilihannya, dan akan membuat investor happy.


Pada tahun buku 2013, Telkom membagikan dividen Rp9,94 triliun atau 70% dari laba bersih sebesar Rp14,2 triliun. Setiap lembar saham, memperoleh dividen sebesar Rp102,401, sekitar 4,5% dari harga saham TLKM per 3 April 2014 yakni Rp2.260 per lembar.


Pembagian dividen itu, tercatat melonjak 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,35 triliun atau Rp87,24 per lembar saham. Tahun buku 2012, rasio pembayaran dividen mencapai 65% dari total laba bersih.


Pembagian dividen TLKM masing-masing Rp5,84 triliun dengan rasio 55% dari laba bersih pada 2006. Kemudian pada 2009 dividen yang dibagikan sebesar Rp5,66 triliun atau 50% dari laba bersih.


Pada 2010, TLKM membayarkan dividen sebesar Rp6,34 triliun atau 55% dari laba bersih. Sedangkan pada 2011, TLKM membagikan dividen Rp7,12 triliun atau 65% dari laba bersih perseroan.



PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi