Showing posts with label Telekomunikasi. Show all posts
Showing posts with label Telekomunikasi. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

Kebutuhan Belanja Modal PT Telekomunikasi Indonesia Capai Rp23 Triliun

Financeroll – Kebutuhan belanja modal PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang mencapai Rp23 triliun membuat perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini.


Direktur Utama Telkom Alex Janangkih Sinaga menuturkan perseroan akan menerbitkan obligasi pada tahun ini untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex). Telkom menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp23 triliun.


Dari total belanja modal tersebut, separuh kebutuhan akan dipenuhi dari pendanaan eksternal yakni Rp11,5 triliun. Pendanaan eksternal yang akan diincar perseroan berasal dari obligasi dan pinjaman perbankan.


Banyak pilihan, belum ditentukan. Bisa tahun ini obligasi, yang jelas akan masuk ke pasar, tapi belum bisa diumumkan size-nya.


Kebutuhan belanja modal tahun ini, mayoritas untuk kebutuhan anak usaha yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kebutuhan dana bagi Telkomsel mencapai sekitar Rp10 triliun untuk membangun 12.000 BTS baru.


Target tahun ini, jumlah pelanggan Telkomsel akan meningkat 3% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 140,3 juta pengguna pada Desember 2014.


Sebelumnya, emiten berkode saham TLKM itu akan akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah. Mayoritas akan diambil dari pinjaman perbankan dalam negeri.


Sesuai ketentuan menteri badan usaha milik negara (BUMN), Telkom akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko valas dan fluktuasi nilai tukar rupiah.


Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar bila dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi di Tanah Air. DER Telkom baru mencapai 35% dibandingkan rata-rata industri di atas 60%.



Kebutuhan Belanja Modal PT Telekomunikasi Indonesia Capai Rp23 Triliun

Saturday, December 20, 2014

PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Financeroll – Rencana pemerintah akan mengurangi rasio pembayaran dividen pada tahun depan akan membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dapat berekspansi lebih gencar.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan rencana pengurangan dividend payout ratio membuat kinerja perseroan lebih positif. Pengurangan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Maret 2015.


Kalau memang dikurangi, itu untuk ekspansi dan investasi. Apapun pilihannya, dan akan membuat investor happy.


Pada tahun buku 2013, Telkom membagikan dividen Rp9,94 triliun atau 70% dari laba bersih sebesar Rp14,2 triliun. Setiap lembar saham, memperoleh dividen sebesar Rp102,401, sekitar 4,5% dari harga saham TLKM per 3 April 2014 yakni Rp2.260 per lembar.


Pembagian dividen itu, tercatat melonjak 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,35 triliun atau Rp87,24 per lembar saham. Tahun buku 2012, rasio pembayaran dividen mencapai 65% dari total laba bersih.


Pembagian dividen TLKM masing-masing Rp5,84 triliun dengan rasio 55% dari laba bersih pada 2006. Kemudian pada 2009 dividen yang dibagikan sebesar Rp5,66 triliun atau 50% dari laba bersih.


Pada 2010, TLKM membayarkan dividen sebesar Rp6,34 triliun atau 55% dari laba bersih. Sedangkan pada 2011, TLKM membagikan dividen Rp7,12 triliun atau 65% dari laba bersih perseroan.



PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi