Showing posts with label Telkom. Show all posts
Showing posts with label Telkom. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Telekomunikasi Indonesia Batal Akuisisi Perusahaan di New Zealand

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. membatalkan rencana akuisisi 2 Degrees Mobile Ltd, perusahaan telekomunikasi di New Zealand.


Prakoso Imam Santoso, POH VP Investor Relations TLKM, mengatakan batalnya rencana akuisisi tersebut akibat tidak terjadinya kesepakatan harga pembelian saham.


Sebagai bagian dari program international expansion perusahaan yang telah dicanangkan sejak 2013.


Pada tahun ini Telkom masih terus membuka peluang untuk bekerjasama dengan operator telekomunikasi di beberapa negara, khususnya yang berada di wilayah Asia dan Timur Tengah.


Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) tahun ini sebesar Rp23 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pengembangan layanan data. Belanja modal tersebut sebesar 50% berasal dari kas internal, dan sisanya dari pinjaman bank dan emisi obligasi.



PT Telekomunikasi Indonesia Batal Akuisisi Perusahaan di New Zealand

PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) tetap membuka peluang bekerjasama dengan operator telekomunikasi di wilayah Asia dan Timur Tengah.


POH VP Investor Relations Telkom Prakoso Imam Santoso menyampaikan hal itu kepada Bursa Efek Indonesia dalam keterangan tertulis.


Terkait batalnya rencana akuisisi saham operator telekomunikasi asal Selandia Baru, Two Degrees Mobile Ltd. (2 Degrees) karena tidak menemukan kesepakatan harga.


Berdasarkan catatan BUMN telekomunikasi itu tidak akan mencari pengganti untuk merambah pasar Selandia Baru karena sudah ada Contact Centres Australia Pty. Ltd. (CCA).


Saat itu Plt. Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo mengatakan Telkom mengerahkan anak usahanya, yakni Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty. Ltd. (Telkom Australia), untuk mengakuisisi 75% saham CCA dengan nilai transaksi AU$11 juta.


Laporan keuangan TLKM per September 2014 menyebut akuisisi rampung pada 25 September 2014.



PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Saturday, January 10, 2015

Kebutuhan Belanja Modal PT Telekomunikasi Indonesia Capai Rp23 Triliun

Financeroll – Kebutuhan belanja modal PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang mencapai Rp23 triliun membuat perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini.


Direktur Utama Telkom Alex Janangkih Sinaga menuturkan perseroan akan menerbitkan obligasi pada tahun ini untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex). Telkom menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp23 triliun.


Dari total belanja modal tersebut, separuh kebutuhan akan dipenuhi dari pendanaan eksternal yakni Rp11,5 triliun. Pendanaan eksternal yang akan diincar perseroan berasal dari obligasi dan pinjaman perbankan.


Banyak pilihan, belum ditentukan. Bisa tahun ini obligasi, yang jelas akan masuk ke pasar, tapi belum bisa diumumkan size-nya.


Kebutuhan belanja modal tahun ini, mayoritas untuk kebutuhan anak usaha yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kebutuhan dana bagi Telkomsel mencapai sekitar Rp10 triliun untuk membangun 12.000 BTS baru.


Target tahun ini, jumlah pelanggan Telkomsel akan meningkat 3% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 140,3 juta pengguna pada Desember 2014.


Sebelumnya, emiten berkode saham TLKM itu akan akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah. Mayoritas akan diambil dari pinjaman perbankan dalam negeri.


Sesuai ketentuan menteri badan usaha milik negara (BUMN), Telkom akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko valas dan fluktuasi nilai tukar rupiah.


Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar bila dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi di Tanah Air. DER Telkom baru mencapai 35% dibandingkan rata-rata industri di atas 60%.



Kebutuhan Belanja Modal PT Telekomunikasi Indonesia Capai Rp23 Triliun

Tuesday, December 30, 2014

Ririek Adriansyah Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Telkomsel

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dan Singapore Telecomunications Ltd. selaku pemegang saham PT Telekomunikasi Selular menetapkan Ririek Adriansyah sebagai direktur utama Telkomsel.


Arif Prabowo, Vice President Public Relations Telkom, mengatakan pemegang saham telah mengangkat susunan direksi dan komisaris baru Telkomsel. Direksi dan komisaris Telkomsel akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2015.


Sebagai direktur utama ditetapkan Ririek Adriansyah menggantikan Alex Janangkih Sinaga yang telah ditetapkan sebagai dirut Telkom.


Selain Ririek, pemegang saham juga menetapkan Sukardi Silalahi sebagai Direktur Network dan Priyantono Rudito sebagai Direktur Human Capital Management menggantikan Abdus Somad Arief dan Herdy Rosadi Harman yang juga ditetàpkan dalam RUPSLB untuk mengisi posisi Direktur di Telkom.


Alex ditetapkan sebagai presiden komisaris dengan lima jajaran komisaris. Diantaranya adalah Heri Sunaryadi, Diaz Hendropriono, Mukhlis Moechtar, Paul Dominic O’Sullivan, dan Yuen Kuan Moon.



Ririek Adriansyah Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Telkomsel

Saturday, December 20, 2014

PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

Financeroll – Kebutuhan belanja modal tahun depan yang mencapai Rp22 triliun, membuat perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) mengincar pinjaman hingga Rp11 triliun.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan perseroan akan memenuhi kebutuhan dana pinjaman baik dari utang bank, obligasi, maupun global bond. Jumlah pinjaman akan bergantung pada rasio pembayaran dividen yang dipatok oleh pemegang saham pada tahun buku 2014.


Kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) perseroan pada 2015 diperkirakan mencapai 20%-25% dari total pendapatan. Tahun ini saja, Capex Telkom mencapai Rp20 triliun-Rp22 triliun.


“Tahun ini sekitar segitu. Sebanyak 60% Capex akan digunakan untuk selular khususnya 4G-LTE,” ungkapnya.


Emiten berkode saham TLKM itu akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah. Mayoritas akan diambil dari pinjaman perbankan dalam negeri.


Sesuai ketentuan menteri badan usaha milik negara (BUMN), Telkom akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko valas dan fluktuasi nilai tukar rupiah.


Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar bila dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi di Tanah Air. DER Telkom baru mencapai 35% dibandingkan rata-rata industri di atas 60%.



PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Financeroll – Rencana pemerintah akan mengurangi rasio pembayaran dividen pada tahun depan akan membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dapat berekspansi lebih gencar.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan rencana pengurangan dividend payout ratio membuat kinerja perseroan lebih positif. Pengurangan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Maret 2015.


Kalau memang dikurangi, itu untuk ekspansi dan investasi. Apapun pilihannya, dan akan membuat investor happy.


Pada tahun buku 2013, Telkom membagikan dividen Rp9,94 triliun atau 70% dari laba bersih sebesar Rp14,2 triliun. Setiap lembar saham, memperoleh dividen sebesar Rp102,401, sekitar 4,5% dari harga saham TLKM per 3 April 2014 yakni Rp2.260 per lembar.


Pembagian dividen itu, tercatat melonjak 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,35 triliun atau Rp87,24 per lembar saham. Tahun buku 2012, rasio pembayaran dividen mencapai 65% dari total laba bersih.


Pembagian dividen TLKM masing-masing Rp5,84 triliun dengan rasio 55% dari laba bersih pada 2006. Kemudian pada 2009 dividen yang dibagikan sebesar Rp5,66 triliun atau 50% dari laba bersih.


Pada 2010, TLKM membayarkan dividen sebesar Rp6,34 triliun atau 55% dari laba bersih. Sedangkan pada 2011, TLKM membagikan dividen Rp7,12 triliun atau 65% dari laba bersih perseroan.



PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Alex Janangkih Sinaga Siapkan Tiga Target Prioritas Telkom

Financeroll – Direktur Utama PT Telelomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang baru terpilih, Alex Janangkih Sinaga memiliki tiga target prioritas pada masa kepemimpinannya pada periode 2014-2019.


Alex yang baru saja ditunjuk sebagai direktur utama Telkom periode 2014-2019, mengaku memiliki 3 program prioritas ke depan. Pertama, Telkom akan tetap berkonsentrasi pada bisnis selular melalui anak usaha PT Telkomsel.


Kedua, Telkom akan berkonsentrasi dengan program Indonesia digital network. Telkom akan menjadi pendorong agar masyarakat Indonesia dapat mengakses jaringan digital.


Program tersebut dapat meningkatkan produktivitas seluruh sektor di Indonesia sehingga daya saing akan terkerek. Khususnya menjelang berlakunya masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada 2015, masyarakat Indonesia harus mampu bersaing di pasar regional maupun global.


Ketiga, Telkom akan terus membidik peluang bisnis dengan ekspansi global. Manajemen optimistis, ke depan dapat merambah tidak hanya di 10 negara, tetapi bisa masuk ke negara-negara lainnya.


Disebut inex atau international expantion supaya Telkom tidak hanya jago kandang. Dan akan bersama-sama menggarap market Indonesia dan di luar negeri.


Mengacu pada laporan keuangan perseroan, per kuartal III/2014, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp11,44 triliun, tumbuh tipis 3,51% dari tahun lalu Rp11,05 triliun.


Sampai dengan 30 September 2014, Telkom memperoleh pendapatan sebesar Rp65,84 triliun atau mencatat kenaikan sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp61,49 triliun.


Tantangan TLKM pada masa mendatang masih bertumpu pada layanan data untuk menggenjot pendapatan. Berbicara layanan data, TLKM telah mempersiapkan teknologi terutama 3G dan 4G-LTE.


Untuk mempertebal marjin keuntungan, Telkom harus melakukan berbagai strategi ke depan termasuk menurunkan biaya operasional. Telkom juga disarankan tetap memimpin dalam hal inovasi teknologi berbasis layanan data dan internet.


Sektor telekomunikasi tentu kuncinya pada inovasi dan diversifikasi, tapi dari sisi layanan.



Alex Janangkih Sinaga Siapkan Tiga Target Prioritas Telkom

Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Financeroll – Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas telah menentukan susunan baru direksi dan komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. periode 2014-2019.


Pengangkatan direksi dan komisaris baru Telkom dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.


Berikut susunan lengkap direksi:

1. Direktur Utama: Alex Janangkih Sinaga

2. Direktur: Indra Utoyo

3. Direktur: Abdus Somad Arif

4. Direktur: Heri Sunaryadi

5. Direktur: Herdy Rosadi Harman

6. Direktur: Dian Rachmawan

7. Direktur: Honesti Basyir

8. Direktur: Muhammad Awaluddin


Berikut susunan lengkap komisaris:

1. Komisaris Utama: Hendri Saparini

2. Komisaris: Imam Apriyanto Putro

3. Komisaris: Dolfie Othniel Fredric Palit

4. Komisaris: Hadiyanto

5. Komisaris Independen: Parikesit Soeprapto

6. Komisaris Independen: Johnny Swandi Sjam

7. Komisaris Independen: Virano Gazi Nasution



Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Thursday, December 18, 2014

PLT Dirut Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo Calon Kuat Pimpin Telkom

Financeroll – Pelaksana tugas Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Indra Utoyo menjadi salah satu dari tiga calon kuat sebagai dirut Telkom menggantikan Arif Yahya.


Dikutip dari laman resmi Telkom, disebutkan bahwa Indra Utoyo juga merangkap sebagai direktur innovation & strategic portfolio Telkom.


Dia bergabung dengan Telkom sejak 1986, Indra Utoyo sebelumnya mendapatkan penugasan di berbagai tempat, antara lain Senior General Manager Information System Center.


Indra Utoyo merupakan salah satu direksi periode sebelumnya yang bertahan. Menjabat Direktur IT Solution & Supply sejak 28 Februari 2007.


Pria kelahiran Bandung 17 Pebruari 1962 ini meraih gelar sarjana bidang Teknik Elektro Telekomunikasi Intstitut Teknologi Bandung dan gelar Master dalam Communication and Signal Processing dari Imperial College of Science, Technology and Medicine, University of London, Inggris.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga berencana untuk merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.



PLT Dirut Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo Calon Kuat Pimpin Telkom