Showing posts with label telekomunikasi indonesia. Show all posts
Showing posts with label telekomunikasi indonesia. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Telekomunikasi Indonesia Batal Akuisisi Perusahaan di New Zealand

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. membatalkan rencana akuisisi 2 Degrees Mobile Ltd, perusahaan telekomunikasi di New Zealand.


Prakoso Imam Santoso, POH VP Investor Relations TLKM, mengatakan batalnya rencana akuisisi tersebut akibat tidak terjadinya kesepakatan harga pembelian saham.


Sebagai bagian dari program international expansion perusahaan yang telah dicanangkan sejak 2013.


Pada tahun ini Telkom masih terus membuka peluang untuk bekerjasama dengan operator telekomunikasi di beberapa negara, khususnya yang berada di wilayah Asia dan Timur Tengah.


Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) tahun ini sebesar Rp23 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pengembangan layanan data. Belanja modal tersebut sebesar 50% berasal dari kas internal, dan sisanya dari pinjaman bank dan emisi obligasi.



PT Telekomunikasi Indonesia Batal Akuisisi Perusahaan di New Zealand

Tuesday, December 30, 2014

Ririek Adriansyah Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Telkomsel

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dan Singapore Telecomunications Ltd. selaku pemegang saham PT Telekomunikasi Selular menetapkan Ririek Adriansyah sebagai direktur utama Telkomsel.


Arif Prabowo, Vice President Public Relations Telkom, mengatakan pemegang saham telah mengangkat susunan direksi dan komisaris baru Telkomsel. Direksi dan komisaris Telkomsel akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2015.


Sebagai direktur utama ditetapkan Ririek Adriansyah menggantikan Alex Janangkih Sinaga yang telah ditetapkan sebagai dirut Telkom.


Selain Ririek, pemegang saham juga menetapkan Sukardi Silalahi sebagai Direktur Network dan Priyantono Rudito sebagai Direktur Human Capital Management menggantikan Abdus Somad Arief dan Herdy Rosadi Harman yang juga ditetàpkan dalam RUPSLB untuk mengisi posisi Direktur di Telkom.


Alex ditetapkan sebagai presiden komisaris dengan lima jajaran komisaris. Diantaranya adalah Heri Sunaryadi, Diaz Hendropriono, Mukhlis Moechtar, Paul Dominic O’Sullivan, dan Yuen Kuan Moon.



Ririek Adriansyah Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Telkomsel

Saturday, December 20, 2014

PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

Financeroll – Kebutuhan belanja modal tahun depan yang mencapai Rp22 triliun, membuat perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) mengincar pinjaman hingga Rp11 triliun.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan perseroan akan memenuhi kebutuhan dana pinjaman baik dari utang bank, obligasi, maupun global bond. Jumlah pinjaman akan bergantung pada rasio pembayaran dividen yang dipatok oleh pemegang saham pada tahun buku 2014.


Kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) perseroan pada 2015 diperkirakan mencapai 20%-25% dari total pendapatan. Tahun ini saja, Capex Telkom mencapai Rp20 triliun-Rp22 triliun.


“Tahun ini sekitar segitu. Sebanyak 60% Capex akan digunakan untuk selular khususnya 4G-LTE,” ungkapnya.


Emiten berkode saham TLKM itu akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah. Mayoritas akan diambil dari pinjaman perbankan dalam negeri.


Sesuai ketentuan menteri badan usaha milik negara (BUMN), Telkom akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko valas dan fluktuasi nilai tukar rupiah.


Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar bila dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi di Tanah Air. DER Telkom baru mencapai 35% dibandingkan rata-rata industri di atas 60%.



PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Financeroll – Direktur Utama PT Telelomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang baru terpilih, Alex Janangkih Sinaga sesumbar pada tahun depan, target pendapatan perseroan dapat tumbuh 20% lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri. Sudah menyiapkan segala sesuaitu untuk itu.


Mengacu pada laporan keuangan perseroan, per kuartal III/2014, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp11,44 triliun, tumbuh tipis 3,51% dari tahun lalu Rp11,05 triliun.


Sampai dengan 30 September 2014, Telkom memperoleh pendapatan sebesar Rp65,84 triliun atau mencatat kenaikan sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp61,49 triliun.



Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Alex Janangkih Sinaga Siapkan Tiga Target Prioritas Telkom

Financeroll – Direktur Utama PT Telelomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang baru terpilih, Alex Janangkih Sinaga memiliki tiga target prioritas pada masa kepemimpinannya pada periode 2014-2019.


Alex yang baru saja ditunjuk sebagai direktur utama Telkom periode 2014-2019, mengaku memiliki 3 program prioritas ke depan. Pertama, Telkom akan tetap berkonsentrasi pada bisnis selular melalui anak usaha PT Telkomsel.


Kedua, Telkom akan berkonsentrasi dengan program Indonesia digital network. Telkom akan menjadi pendorong agar masyarakat Indonesia dapat mengakses jaringan digital.


Program tersebut dapat meningkatkan produktivitas seluruh sektor di Indonesia sehingga daya saing akan terkerek. Khususnya menjelang berlakunya masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada 2015, masyarakat Indonesia harus mampu bersaing di pasar regional maupun global.


Ketiga, Telkom akan terus membidik peluang bisnis dengan ekspansi global. Manajemen optimistis, ke depan dapat merambah tidak hanya di 10 negara, tetapi bisa masuk ke negara-negara lainnya.


Disebut inex atau international expantion supaya Telkom tidak hanya jago kandang. Dan akan bersama-sama menggarap market Indonesia dan di luar negeri.


Mengacu pada laporan keuangan perseroan, per kuartal III/2014, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp11,44 triliun, tumbuh tipis 3,51% dari tahun lalu Rp11,05 triliun.


Sampai dengan 30 September 2014, Telkom memperoleh pendapatan sebesar Rp65,84 triliun atau mencatat kenaikan sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp61,49 triliun.


Tantangan TLKM pada masa mendatang masih bertumpu pada layanan data untuk menggenjot pendapatan. Berbicara layanan data, TLKM telah mempersiapkan teknologi terutama 3G dan 4G-LTE.


Untuk mempertebal marjin keuntungan, Telkom harus melakukan berbagai strategi ke depan termasuk menurunkan biaya operasional. Telkom juga disarankan tetap memimpin dalam hal inovasi teknologi berbasis layanan data dan internet.


Sektor telekomunikasi tentu kuncinya pada inovasi dan diversifikasi, tapi dari sisi layanan.



Alex Janangkih Sinaga Siapkan Tiga Target Prioritas Telkom

Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Financeroll – Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas telah menentukan susunan baru direksi dan komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. periode 2014-2019.


Pengangkatan direksi dan komisaris baru Telkom dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.


Berikut susunan lengkap direksi:

1. Direktur Utama: Alex Janangkih Sinaga

2. Direktur: Indra Utoyo

3. Direktur: Abdus Somad Arif

4. Direktur: Heri Sunaryadi

5. Direktur: Herdy Rosadi Harman

6. Direktur: Dian Rachmawan

7. Direktur: Honesti Basyir

8. Direktur: Muhammad Awaluddin


Berikut susunan lengkap komisaris:

1. Komisaris Utama: Hendri Saparini

2. Komisaris: Imam Apriyanto Putro

3. Komisaris: Dolfie Othniel Fredric Palit

4. Komisaris: Hadiyanto

5. Komisaris Independen: Parikesit Soeprapto

6. Komisaris Independen: Johnny Swandi Sjam

7. Komisaris Independen: Virano Gazi Nasution



Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Thursday, December 18, 2014

PLT Dirut Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo Calon Kuat Pimpin Telkom

Financeroll – Pelaksana tugas Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Indra Utoyo menjadi salah satu dari tiga calon kuat sebagai dirut Telkom menggantikan Arif Yahya.


Dikutip dari laman resmi Telkom, disebutkan bahwa Indra Utoyo juga merangkap sebagai direktur innovation & strategic portfolio Telkom.


Dia bergabung dengan Telkom sejak 1986, Indra Utoyo sebelumnya mendapatkan penugasan di berbagai tempat, antara lain Senior General Manager Information System Center.


Indra Utoyo merupakan salah satu direksi periode sebelumnya yang bertahan. Menjabat Direktur IT Solution & Supply sejak 28 Februari 2007.


Pria kelahiran Bandung 17 Pebruari 1962 ini meraih gelar sarjana bidang Teknik Elektro Telekomunikasi Intstitut Teknologi Bandung dan gelar Master dalam Communication and Signal Processing dari Imperial College of Science, Technology and Medicine, University of London, Inggris.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga berencana untuk merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.



PLT Dirut Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo Calon Kuat Pimpin Telkom

Direktur Telkomsel Berpeluang Jabat Dirut Telkom

Financeroll – Pemerintah melalui Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno tengah menggodok lima calon direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Salah satunya adalah Dirut PT Telkomsel Alex Janangkih Sinaga.


Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain, Kementerian BUMN, memastikan proses seleksi telah berlangsung.


Sudah dilakukan asesemen karena sebentar lagi RUPS.


Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengakui tengah menyeleksi setidaknya lima kandidat Dirut Telkom. Kandidat berasal dari internal dan eksternal Telkom.


Jajaran direksi Telkom dilakukan asesemen termasuk dari ekternal agar mendapatkan manajemen yang memiliki standar global. Nantinya, nama calon dirut Telkom akan dikonsultasikan kepada Menkominfo Rudiantara dan presiden.


Kementerian BUMN menyebutkan setidaknya ada tiga nama yang menguat akan ditunjuk menjadi dirut Telkom. Mereka adalah Pelaksana Tugas Dirut Telkom Indra Utoyo yang juga direktur innovation & strategic portfolio.


Kemudian, Dirut PT Telkomsel Alex Janangkih Sinaga juga disebut-sebut menjadi kandidat bos Telkom sebagai induk usaha. Lalu nama yang juga disebut adalah Ririek Adriansyah yang kini menjabat sebagai direkur compliance & risk management Telkom.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga berencana untuk merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.



Direktur Telkomsel Berpeluang Jabat Dirut Telkom

Dirut Telkom Sebaiknya Dari Internal Perusahaan

Financeroll – Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Telkom Tbk, bursa calon direksi PT Telkom (Tbk) semakin ketat. Sejumlah nama santer digadang-gadang bakal mengisi jajaran direksi PT Telkom periode 2014-2019.


Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Riant Nugroho mengatakan banyaknya kepentingan terkait suksesi di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.


Telkom ibarat gadis cantik yang mengundang banyak kepentingan. Apalagi semua posisi yang ditawarkan masing-masing memiliki nilai strategis bagi kelangsungan Telkom.


Ada beberapa syarat yang harus dimiliki calon pengganti Arief Yahya, yaitu sikap leadership, kemampuan melakukan perubahan, integritas dan bersih. Karena itu, disarankan calon pemimpin Telkom berasal dari lingkungan perusahaan.


Calon pemimpin Telkom sehariusnya memiliki rekam jejak karier di perusahaan tersebut. Jika begitu, dia sudah memahami seluk-beluk korporasi.


Selain itu, calon tersebut tidak boleh memiliki kepentingan atau afiliasi dengan kepentingan kelompok atau politik tertentu.


Kalau memang ada sponsor yang mengusulkan calon, silakan saja, tapi syarat ideal dalam mengusung calon harus berdasarkan syarat tersebut.


Terakhir calon pemipin Telkom harus memiliki totalitas dalam bekerja. Harus memiliki visi dalam mengembangkan Telkom.


Hal ini berarti, calon tersebut harus mampu menguasai tiga hal utama bisnis Telkom, yakni jaringan, aplikasi, dan sebagai perusahaan yang memberi jasa solusi.



Dirut Telkom Sebaiknya Dari Internal Perusahaan

Wednesday, December 10, 2014

Pemerintah Segera Mengisi 8 Pejabat Pimpinan BUMN

Financeroll – Delapan kursi bos perusahaan pelat merah tengah kosong, dan dalam waktu dekat pemerintah akan menentukan direktur utama BUMN menyusul telah ditetapkannya bos baru di PT Pertamina (Persero) serta PT Kereta Api Indonesia (Persero).


Tercatat, tiga kursi bos emiten badan usaha milik negara (BUMN) yang kosong akan segera terisi dengan dilakukannya seleksi calon-calon direksi oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian BUMN.


Ketiga kursi direktur utama emiten BUMN itu adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, yang ditinggalkan Arief Yahya setelah menjadi Menteri Pariwisata.


Kemudian, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang ditinggalkan Dwi Soetjipto menjadi dirut PT Pertamina (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang akan ditinggalkan Emirsyah Satar akibat masa jabatannya berakhir.


Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan pemerintah melalui Kementerian BUMN tengah meminta tim asesor untuk melakukan asesmen terhadap calon-calon direksi emiten BUMN.


Kalau Telkom asesmen sudah selesai, sedangkan Garuda dan Semen Indonesia masih dalam proses.


Calon direksi yang diseleksi, berasal dari internal dan eksternal. Calon-calon terbaik, nantinya akan direkomendasikan kepada tim penilai akhir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.


Pemerintah menyeleksi minimal tiga calon bagi masing-masing posisisi dirut emiten BUMN. Tim asasemen eksternal hanya melaporkan kepada Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno untuk kemudian diasasemen di tim penilai akhir.


Rini Soemarno mengatakan syarat utama bagi calon direksi BUMN adalah memiliki kompetensi untuk memimpin perusahaan kelas global. Hal itu dimaksudkan sebagai persiapan BUMN untuk menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang akan mulai berlaku tahun depan.


Asasemen yang dilakukan Kementerian BUMN diklaim memiliki perbedaan pada sisi kompetensi global dibandingkan periode sebelumnya. Asasemen lokal BUMN dinilai memiliki standar lebih rendah bila dibandingkan global assasement.


Sekarang semua tim manajemen direksi yang dalam proses asasemen seperti Pertamina, Garuda, Telkom, akan diasesmen dengan standar global.


Asasemen global tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan perusahaan-perusahaan pelat merah dalam menghadapi MEA. Tahun depan, BUMN harus siap untuk berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan yang sudah berstandar global.


Selain itu, pemerintah juga akan melakukan efisiensi dengan cara merampingkan jumlah direksi BUMN sesuai dengan kebutuhan. Perampingan direksi akan dilakukan seperti yang terjadi pada PT Pertamina (Persero).


Seleksi dirut BUMN akan tetap dilakukan melalui tahap yang ketat termasuk meminta asasemen dari lembaga konsultan sumber daya manusia (SDM) independen. Pemerintah menunjuk dua konsultan eksternal yakni PT Bianaman Utama-PPM dan PT Daya Dimensi Indonesia.


Berdasarkan sumber di Kementerian BUMN, untuk posisi Dirut Garuda Indonesia, nama Dirut PT Citilink Indonesia Arif Wibowo telah empat kali dipanggil oleh Rini. Belum diketahui, pemanggilan Arif tersebut merupakan bagian dari proses seleksi bos maskapai pelat merah tersebut.


Selain tiga emiten BUMN, terdapat 4 kursi dirut BUMN lainnya juga masih kosong. Diantaranya PT Pindad (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Perum Bulog, dan Perum Navigasi.


Garuda dan Telkom, telah menjadwalkan untuk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada bulan ini. Sedangkan, Semen Indonesia belum mengumumkan rencana RUPSLB karena Dwi Soetjipto baru mundur secara resmi pada Senin (1/12/2014) lalu.


Kekosongan posisi juga terjadi di sejumlah kursi komisaris BUMN. Komisaris PT Pertamina Bambang Brojonegoro mengundurkan diri dari jabatannya karena diangkat sebagai Menteri Keuangan.


Kemudian, Basuki Hadi Muljono, komisaris PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang diangkat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta M. Nasir Komisaris PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang diangkat sebagai Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.


Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja diharuskan untuk melepas jabatan lain termasuk jabatan sebagai direksi dan komisaris BUMN. Hal itu dilakukan guna menghindari konflik kepentingan pada jabatan tersebut.


Berikut daftar kursi kosong pejabat BUMN:


BUMN (Posisi)


PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (direktur utama)


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (direktur utama)


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (direktur utama)


PT Pindad (Persero) (direktur utama)


PT Angkasa Pura II (Persero) (direktur utama)


PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (direktur utama)


Perum Bulog (direktur utama)


Perum Navigasi (direktur utama)


PT Pertamina (Persero) (komisaris)


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (komisaris)


PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (komisaris)



Pemerintah Segera Mengisi 8 Pejabat Pimpinan BUMN

Sunday, November 16, 2014

Menteri BUMN Segera Menunjuk Pengganti Dirut Telkom

Financeroll – Pemerintah segera mengangkat direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. sebagai pengganti Arief Yahya yang diangkat menjadi Menteri Pariwisata.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengungkapkan tengah melakukan kajian pengangkatan pengganti mantan Dirut Telkom Arief Yahya yang diangkat sebagai Menteri Pariwisata pada 27 Oktober lalu.


Telkom ada RUPS-nya pada 20 Desember, sehingga harus dielesaikan sebelum RUPS.


Saat ini, direksi PT Telkom telah mengangkat Direktur Innovation Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo sebagai pelaksana tugas direktur utama sejak 28 Oktober 2014.


Indra Utoyo akan menjabat sebagai Plt. Dirut Telkom hingga pelaksanaan RUPS Luar Biasa Perseroan.



Menteri BUMN Segera Menunjuk Pengganti Dirut Telkom

Sunday, October 26, 2014

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Menjadi Menteri Pariwisata

Financeroll – Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Arief Yahya dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pariwisata periode 2014-2019.


Menurut Jokowi, Arief Yahya merupakan profesional yang mumpuni dan memiliki keahlian di bidang promosi. Dia juga menjadi tokoh marketeers of the year 2013.


“Hati-hati dengan Arief Yahya karena Anda pun bisa dipromosikan,” seloroh Joko Widodo, pada pengumuman Kabinet Kerja, Minggu(26/10/2014).


Presiden ketujuh itu berpendapat, Arief mahir dalam bidang penggunaan teknologi informasi. Dia berharap orang nomor satu di perusahaan telekomunikasi pelat merah itu mampu mempromosikan tempat-tempat pariwisata dengan berbagai terobosan.


Sebagai informasi, Arief Yahya sempat terseret kasus korupsi Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang diproses di Kejaksaan Agung. Kasus bermula dari peran PT Telkom sebagai pemenang lelang terbesar dalam proyek senilai Rp1,4 triliun itu.


Di sisi lain, sebelum pengumuman Kabinet Kerja, pemerintahan Jokowi mengaku berinisiatif melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam mengukur rekam jejak calon menteri. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari proses seleksi kabinet.



Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Menjadi Menteri Pariwisata

Friday, October 17, 2014

PT Telekomunikasi Indonesia Mengakuisisi Saham Tower Bersama Sebanyak 13,75%

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) meneken transaksi dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG atau Tower Bersama) untuk mengakuisisi sampai dengan 13,7% kepemilikan di TBIG.


Akuisisi tersebut dilakukan setelah peningkatan modal melalui penerbitan saham baru, yang ditukar dengan saham Telkom di PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) selaku anak perusahaan yang bergerak di bidang menara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Telkom.


Sebagai tahap awal transaksi, Telkom akan menukarkan 49% saham di Mitratel yang setara dengan paling banyak 290 juta saham baru di TBIG, atau sekitar 5,7% dari modal saham di TBIG yang telah ditingkatkan melalui penerbitan saham baru.


Melalui transaksi ini, TBIG akan mendapatkan kuasa manajemen atas Mitratel dan akan mengkonsolidasi keuangan Mitratel.


Dalam jangka waktu 2 tahun, Telkom memiliki opsi untuk menukarkan sisa 51% kepemilikan saham di Mitratel yang setara dengan 473 juta saham baru di TBIG.


Dengan demikian, kepemilikan Telkom di TBIG akan mencapai 13,7% setelah peningkatan modal melalui penerbitan saham baru. Jumlah transaksi ini sudah termasuk potensi pembayaran yang ditangguhkan dan penyesuaian pada saat penutupan yaitu sebesar 11.065 milyar rupiah (setara dengan US$904 juta).


Sektor menara merupakan sektor bisnis yang potensial dengan pertumbuhan yang tinggi. Telkom ingin mendapatkan manfaat melalui investasi di sektor tersebut dan hal ini dapat diwujudkan melalui kepemilikan yang signifikan di TBIG.


Melalui kerjasama dengan TBIG ini diharapkan akan terjadi peningkatan tenancy ratio dari menara yang dimiliki Mitratel sehingga akan memberikan manfaat bagi industri menara secara keseluruhan. Di masa yang akan datang, Telkom bermaksud untuk meningkatkan kepemilikannya di TBIG dengan tetap memastikan bahwa TBIG adalah operator menara yang independen.


Dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, kedua belah pihak percaya bahwa aksi korporasi ini adalah sebuah tahapan penting untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.


Keputusan Telkom untuk melakukan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kajian strategis terhadap pilihan yang ada. Dari hasil kajian tersebut, Telkom menyimpulkan bahwa kerjasama strategis dengan TBIG, sebuah perusahaan menara independen yang berpengalaman dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, merupakan pilihan terbaik agar Telkom dapat meningkatkan nilai dan mengambil manfaat dari aset menara yang dimiliki.


Transaksi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham TBIG dan pemenuhan terhadap persyaratan penutupan transaksi. Di dalam transaksi ini Barclays bertindak sebagai penasehat keuangan eksklusif untuk Telkom.



PT Telekomunikasi Indonesia Mengakuisisi Saham Tower Bersama Sebanyak 13,75%