Showing posts with label Menteri BUMN. Show all posts
Showing posts with label Menteri BUMN. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Empat Bank BUMN Akan Mendapat Suntikan Modal

Financeroll – Pemerintah akan menyuntikkan modal empat bank BUMN dalam beberapa tahap hingga tahun depan.


Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengungkapkan, pihaknya memang memiliki empat bank BUMN yang telah melantai di pasar modal. Awalnya, pemerintah tidak akan menarik dividen bagi keempat emiten perbankan tersebut.


Dalam prosesnya kami melihat perlu melakukan right issue, tidak semua perbankan akan dilakukan right issue pada saat bersamaan.


Untuk tahap pertama, pemerintah akan menyuntik modal bagi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. senilai Rp5,4 triliun pada tahun ini. Dananya akan berasal dari penyertaan modal negara (PMN) dalam rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara 2015 (RAPBN-P).


Selain Bank Mandiri, bank pelat merah terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.


Komposisi kepemilikan saham pemerintah masing-masing bank BUMN diantaranya di Bank Mandiri sebesar 60%, BRI sebesar 56,75%, BNI sebesar 60%, dan BTN sebesar 60,14%.



Empat Bank BUMN Akan Mendapat Suntikan Modal

Saturday, January 17, 2015

Penjelasan Menteri BUMN Terkait Penurunan Harga Semen

Financeroll – Pemerintah memastikan harga semen turun sebesar Rp3.000 per zak menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak khusus produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Seomarno menyatakan telah mengkaji laporan direksi SMGR Group. Penurunan harga minyak dan efisiensi produksi perseroan dapat menurunkan harga jual semen sebesar Rp3.000 per zak.


Sehingga harga per zak dikurangi Rp3.000. Ini murni corporate action dari Semen Indonesia Group untuk memberikan perbaikan terhadap perekonomian Indonesia.


Penurunan harga semen hanya berlaku bagi produksi Semen Indonesia. Jika harga minyak terus merosot, Rini meminta agar manajemen SMGR dapat menguasai pangsa pasar semen di Tanah Air.


Mereka juga punya proyek baru untuk menambah produksi semen yakni satu di Rembang dan Semen Padang. Ini akan menambah kapasitas pangsa pasar.



Penjelasan Menteri BUMN Terkait Penurunan Harga Semen

Harga Semen Juga Diturunkan Rp3.000 Per Zak

Financeroll – Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga semen produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sebesar Rp3.000 per zak menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak. Apa alasan pengumuman langsung ini oleh Presiden.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan secara langsung rencana penurunan harga semen kepada Presiden.


Presiden Jokowi memang mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Rini bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said juga turut dalam konferensi pers tersebut.


“Kata presiden sekalian dikasih tahu kepada publik, Menteri BUMN yang memberi tahu, tetapi mungkin beliau lupa,” ungkapnya.


Dia mengaku telah melaporkan ada dua hal yang bisa diturunkan harganya, yakni LPG 12 Kg dan semen. LPG dapat diturunkan Rp5.000 dari sebelumnya Rp134.000 menjadi Rp129.000 per tabung.


Kemudian, harga semen juga diturunkan Rp3.000 menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak di konsumen. Sebelumnya, harga semen eceran berada pada kisaran Rp54.000-Rp56.000 per zak.



Harga Semen Juga Diturunkan Rp3.000 Per Zak

Saturday, January 10, 2015

Menteri BUMN Mengkaji Pembeliah Kembali Saham PT Indosat

Financeroll – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengkaji untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham PT Indosat Tbk.


Itu masih dalam pembicaraan yang sangat awal. Sementara Niat buyback saham emiten berkode ISAT itu memang telah digaungkan sejak debat kandidat Pemilu Presiden pada Juni 2014 lalu. Saat itu, Joko Widodo sebagai kandidat mengungkapkan akan membeli kembali saham Indosat.


Kini, pemilik mayoritas saham ISAT adalah Oredoo dengan menggenggam 65% saham. Sedangkan pemerintah hanya memiliki 14,29% saham.


Hingga semester I/2014, ISAT mendulang laba bersih sebesar Rp226,28 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih menderita rugi Rp231,15 miliar. Pendapatan ISAT turun 0,85% menjadi Rp11,61 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp11,71 triliun.


Rini mengaku belum menyiapkan dana khusus untuk merealisasikan rencana buyback saham Indosat. Pemerintah juga belum selesai mengkaji besaran jumlah saham ISAT yang akan dibeli kembali.



Menteri BUMN Mengkaji Pembeliah Kembali Saham PT Indosat

PT Aneka Tambang Menerima Penyertaan Modal Negara Terbesar Hingga Rp7 Triliun

Financeroll – Pemerintah memastikan PT Aneka Tambang (Persero) menjadi penerima penyertaan modal negara terbesar mencapai Rp7 triliun dibandingakan perusahaan pelat merah lain dengan total Rp30 triliun.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan pemerintah akan menyuntik permodalan kepada perusahaan BUMN sebesar Rp30 triliun yang diperoleh dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM).


Kebanyakan infrastruktur dan pertambangan. Yang terbesar Antam Rp7 triliun karena Antam harus investasi ke smelter dan lainnya.


Selain pertambangan, pemerintah juga akan menyuntikan modal bagi BUMN sektor konstruksi, pengelola bandara, kereta api, dan BUMN lain untuk mendukung kinerja perseroan. Pasalnya, pemerintah ingin fokus pada pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan transportasi.


Bagi emiten BUMN, pemerintah telah menyiapkan dana Rp12 triliun untuk penyertaan modal negara (PMN) melalui mekanisme penerbitan saham baru (right issue).


Ketiga emiten yang telah dipastikan mendapat alokasi antara lain PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. sebesar Rp7 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. sebesar Rp3 triliun, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sebesar Rp2 triliun.


Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Antonius Yulianto Nugroho mengaku telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait right issue tersebut.


Dengan mendapatkan alokasi sekitar Rp3,5 triliun dari right issue dari pemegang saham.


Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengaku masih menunggu jatah serapan right issue dari pemerintah yang masih terus berjalan.


Target perolehan dana right issue emiten berkode saham ANTM dapat lebih maksimal. Namun, serapan pemerintah dalam right issue merupakan domain pemerintah.


Kalau bicara target dana right issue, bisa jadi Antam bisa dapat semaksimal mungkin.


Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan sejumlah proyek perseroan. Pada tahun depan saja, ANTM menganggarkan belanja modal sebesar US$250 juta.



PT Aneka Tambang Menerima Penyertaan Modal Negara Terbesar Hingga Rp7 Triliun

Wednesday, December 17, 2014

Menteri BUMN Menggodok 5 Calon Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia

Financeroll – Pemerintah melalui Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno tengah menggodok lima calon direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.


Imam Apriyanto Putro, Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengatakan proses asesemen masih berlangsung sesuai dengan keinginan pemerintah agar bos perusaahaan pelat merah memiliki standar global.


Ada calon internal ada eksternal. Semua direksi Telkom sekarang diasesemen, kandidat lebih dari 5 orang.


Proses asesemen dilakukan untuk mencari kandidat terbaik bagi Telkom. Semua jajaran direksi yang kini menjabat memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi.


Sumber Bisnis di Kementerian BUMN menyebutkan setidaknya ada tiga nama yang menguat akan ditunjuk menjadi dirut Telkom. Mereka adalah Pelaksana Tugas Dirut Telkom Indra Utoyo yang juga direktur innovation & strategic portfolio.


Kemudian, Dirut PT Telkomsel Alex Janangkih Sinaga juga disebut-sebut menjadi kandidat bos Telkom sebagai induk usaha. Lalu nama yang juga disebut adalah Ririek Adriansyah yang kini menjabat sebagai direkur compliance & risk management Telkom.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga berencana untuk merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.



Menteri BUMN Menggodok 5 Calon Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia

Sunday, December 14, 2014

Dirut Garuda Emirsyah Satar Mundur Sebelum Pensiun

Financeroll – Tiga bulan sebelum masa jabatannya berakhir, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Emirsyah Satar memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai bos di maskapai penerbangan pelat merah itu.


Emirsyah mengatakan proses pengunduran dirinya sudah dipikirkan secara matang. Dia juga telah berkonsultasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno selaku pemegang saham mayoritas.


“saya mau mundur, sudah cukup saya membawa Garuda dari pailit, kemudian go public, dan sekarang menjadi maskapai nomor tujuh dunia,” ungkapnya.


Dia memutuskan mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada Maret 2015 mendatang. Keputusan itu diambil agar penggantinya nanti dapat segera bekerja sejak awal tahun tanpa kehilangan waktu hingga satu triwulan.


Emirsyah menjabat sebagai dirut pada emiten berkode saham GIAA itu sejak Maret 2005. Saat itu, mantan bankir tersebut diminta oleh Menteri BUMN Sugiharto untuk mengembalikan Garuda ke dalam radar airlines tingkat Asia Pasifik.


Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959, tersebut ingat betul awal dirinya menjabat sebagai bos Garuda. Saat itu, kondisi Garuda tidak jauh berbeda dengan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sekarang.


Perlahan, Emirsyah mulai membenahi struktur kinerja Garuda. Bahkan, pencapaian tertinggi bagi Emirsyah adalah ketika Garuda akhirnya dapat go public melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal.


Sejumlah keberhasilan diklaim Emirysah telah ditorehkan Garuda sejak dirinya menjabat 10 tahun lalu. Kini, armada Garuda telah meningkat 3,3 kali lipat dari 2006 menjadi 169 unit hingga akhir 2014.


Penambahan pesawat membuat daya angkut penumpang meningkat 2,7 kali lipat menjadi 20,9 juta penumpang pada kuartal III/2014. Daya angkut kargo juga melonjak menjadi 292.888 ton per September 2014.


Sementara itu diakui, GIAA memang membukukan rugi bersih yang terus membengkak hingga akhir tahun. Per 30 September 2014, rugi bersih Garuda mencapai US$219,5 juta atau setara dengan Rp2,63 triliun, melonjak tajam 1.362,62% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu US$15,01 juta.


Meski kinerja bulanan sudah menunjukkan tren positif, Emirsyah pesimistis sisa kinerja hingga akhir tahun ini dapat menutup kerugian yang cukup besar pada kuartal I/2014. Namun demikian, optimistis pada 2015 kinerja Garuda akan kembali positif.


Bila dibandingkan sejak 2006, pendapatan Garuda melonjak 2,7 kali lipat menjadi US$2,8 miliar. Bahkan, dari sisi permodalan Garuda pada 2006 yang masih negatif, kemudian menjadi positif US$1,1 miliar.


Emirsyah menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi GIAA ke depan diantaranya dengan diberlakukan Asian open sky. Berharap, Garuda menjadi maskapai kelas dunia baik dari sisi sumber daya manusia, proses bisnis, hingga teknologi.


Ke depan, Garuda butuh modal. Pemerintah perlu menambah modal. Biar bagaimanapun, multiplier effect penerbangan sangat besar. Bisnis penerbangan itu human intensive dan capital intensive.


Sebelum meninggalkan Garuda, Emirsyah menegaskan telah memastikan pada 2015 akan mendatangkan 18 armada pesawat baru. Semua armada itu telah dipastikan pendanaannya.



Dirut Garuda Emirsyah Satar Mundur Sebelum Pensiun

Friday, December 12, 2014

Direksi Garuda Indonesia Dirombak

Financeroll – Menteri BUMN Rini M Soemarno mengisyaratkan seluruh direksi PT Garuda Indonesia Tbk akan dirombak bersamaan dengan penetapan pengganti calon dirut perusahaan itu.


“Semuanya masih dalam proses assesment (penilaian) yang akan selesai 1 hari-2 hari ke depan,” kata Rini.


Proses pencarian calon direksi sudah memasuki tahap finalisasi. Segera selesai. Garuda mengadakan rapat segera.


Pencarian pengganti direksi Garuda Indonesia juga melibatkan persetujuan Presiden RI Joko Widodo sebagai Ketua Tim Penilai Akhir (TPA).


Dengan segera proses tersebut sudah akan selesai dan nama-nama calon direksi maskapai pelat merah itu bakal diserahkan kepada Jokowi.


Sebagai kuasa pemegang saham Garuda Indonesia, biasanya juga mengusulkan satu hingga dua nama kepada Presiden.


Menurut catatan, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat ini sudah memasuki masa perpanjangan dua tahun sebagai orang nomor satu di perusahaan itu.


Emirsyah kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini menjabat sebagai direktur utama pada perusahaan penerbangan “plat merah” itu sejak tahun 2005, setelah pada tahun 2003 juga pernah menjabat Direktur Keuangan Garuda.


Hingga September 2014 Garuda membukukan rugi bersih (rugi yang diatribusikan kepada entitas induk) sebesar 219,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,63 triliun, terperosok 1.362 persen dibanding rugi bersih periode sama 2013 sebesar Rp180 miliar.


Menurut manajemen Garuda, penyebab utama kerugian tersebut lebih karena belum pulihnya kondisi makro ekonomi global, ditambah tingginya harga bahan bakar serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar lebih dari 20 persen.



Direksi Garuda Indonesia Dirombak

Sunday, December 7, 2014

Direktur Utama BUMN Harus Berstandar Global Hadapi MEA 2015

Financeroll – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan direktur utama perusahaan pelat merah harus memiliki standar global agar siap menghadapai masyarakat ekonomi Asean (MEA).


Syarat utama bagi calon direksi BUMN adalah memiliki kompetensi untuk memimpin perusahaan kelas global. Hal itu dimaksudkan sebagai persiapan BUMN untuk menghadapi MEA yang akan mulai berlaku tahun depan.


Asasemen yang dilakukan Kementerian BUMN diklaim memiliki perbedaan pada sisi kompetensi global dibandingkan periode sebelumnya. Asasemen lokal BUMN dinilai memiliki standar lebih rendah bila dibandingkan global assasement.


Sekarang semua tim manajemen direksi yang dalam proses asasemen seperti Pertamina, Garuda, Telkom, akan diasesmen dengan standar global.


Asasemen global tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan perusahaan-perusahaan pelat merah dalam menghadapi MEA. Tahun depan, BUMN harus siap untuk berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan yang sudah berstandar global.


Selain itu, pemerintah juga akan melakukan efisiensi dengan cara merampingkan jumlah direksi BUMN sesuai dengan kebutuhan. Perampingan direksi akan dilakukan seperti yang terjadi pada PT Pertamina (Persero).


Seleksi dirut BUMN akan tetap dilakukan melalui tahap yang ketat termasuk meminta asasemen dari lembaga konsultan sumber daya manusia (SDM) independen. Pemerintah menunjuk dua konsultan eksternal yakni PT Bianaman Utama-PPM dan PT Daya Dimensi Indonesia.



Direktur Utama BUMN Harus Berstandar Global Hadapi MEA 2015

Pemerintah Membatasi Utang Luar Negeri BUMN

Financeroll – Kerugian yang diderita oleh sejumlah perusahaan pelat merah akibat depresiasi rupiah membuat pemerintah membatasi utang luar negeri perusahaan persero khususnya bagi emiten.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, banyak emiten BUMN yang melakukan pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Emiten-emiten itu dinilai tidak memperhatikan bahwa pendapatan mereka dalam bentuk rupiah.


Keputusan emiten BUMN untuk berutang dalam dolar AS sebagai risiko manajemen yang kurang prudent. Hal itu menjadi sorotan paling utama bagi Rini sejak dirinya dilantik sebagai Menteri BUMN.


Perusahaan BUMN berpendapatan rupiah dinilai terlalu berani mengambil pinjaman dalam dolar AS karena alasan suku bunga valuta asing lebih murah ketimbang di dalam negeri. Namun, bunga valas yang sangat murah itu tidak memperhatikan fluktuasi nilai tukar.


Bila dilihat dari fluktuasi nilai tukar, suku bunga yang murah justru tergerus dan menyebabkan beban bagi neraca keuangan perseroan. Akhirnya, pelemahan nilai tukar yang begitu besar dalam setahun terakhir membuat kerugian emiten BUMN juga meningkat.


Untuk itu, ke depan, Rini akan membatasi utang valas bagi perusahaan BUMN termasuk emiten BUMN. Risiko yang diambil untuk pendapatan dalam satu nilai tukar rupiah dengan utang di nilai tukar dolar AS tidak boleh lebih dari 100%.


Kalau mau ambil risiko utang, mungkin 10%-20% saja. Utang valas perusahaan BUMN sangat besar. Bahkan, catatan Kementerian BUMN, terdapat perusahaan milik pemerintah yang memiliki utang mencapai 100% berdenominasi dolar AS.


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, misalnya yang memiliki utang hampir 90% berdenominasi dolar AS. Padahal, pendapatan emiten berkode saham GIAA itu hanya 30% berdenominasi dolar AS, dan 70% pendapatan berbentuk rupiah.


Terbaru, PT Pertamina (Persero) meraih pinjaman valas dari 12 sindikasi perbankan asing dengan nilai US$1,8 miliar. Per semester I/2014, utang jangka panjang Pertamina mencapai US$8,68 miliar, melonjak 21,15% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$7,185 miliar.



Pemerintah Membatasi Utang Luar Negeri BUMN

Saturday, December 6, 2014

Pinjaman Valuta Asing PT Pertamina Senilai US$1,6 Miliar

Financeroll – Perusahaan minyak dan gas pelat merah PT Pertamina (Persero) mengantongi pinjaman valuta asing senilai US$1,8 miliar setara dengan Rp21,6 triliun dari sindikasi 12 perbankan lokal dan luar negeri.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menegaskan proses perolehan pinjaman valas tersebut telah diajukan sejak dirinya belum menjabat sebagai menteri. Pertamina mengajukan izin penerbitan global bond kepada Dahlan Iskan, menteri BUMN saat itu.


“Prosesnya sudah sejak sebelum saya menjadi menteri, itu proses sudah dari sebelumnya,” ungkapnya disela-sela acara BUMN menanam 3.000 pohon di Kanal Banjir Timur (KBT).


Pertamina meraih pinjaman senilai US$1,8 miliar dengan jangka waktu 5 tahun pada Oktober lalu. Fasilitas pinjaman sindikasi 12 perbankan itu secara resmi ditandatangani pada 18 November 2014.


Pinjaman tersebut terbagi dua, yakni sebesar US$500 juta merupakan onshore, dan sisanya senilai US$1,3 miliar adalah offshore secara bertahap.


Sejak awal tahun, Pertamina memang berencana untuk menerbitkan global medium-term notes (GMTN) senilai US$2,5 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis tahun ini. Rencana itu kemudian dievaluasi pada pertengahan tahun.


Proses perizinan juga telah diajukan kepada Menteri BUMN saat itu. Dahlan Iskan telah memberikan restu atas penerbitan surat utang global jangka menengah milik perusahaan migas pemerintah tersebut.


Ketika itu, Moody’s Investor Service menegaskan peringkat Baa3 kepada Pertamina dengan outlook stabil. Moody’s juga menegaskan rating provisional Baa3 terhadap global medium-term notes milik Pertamina.


Meski Pertamina telah meraup fasilitas pinjaman berupa dana dari luar negeri, Rini menegaskan, perolehan tersebut tidak dapat serta merta digunakan. Dia meminta direksi Pertamina yang baru, yakni Dirut Dwi Soetjipto, untuk melaporkan rencana penggunan dana hasil global bond itu.


Sebelum fasilitas pinjaman itu digunakan, pemerintah meminta manajemen yang baru untuk menjelaskan secara rinci. Kemudian, nantinya akan dilakukan koordinasi dengan kementerian teknis lainya.


Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Pertamina pada 2015 mendatang harus sejalan dengan program-program yang telah dicangkan oleh pemerinah.


Selain itu, Rini juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh utang Valas maupun rupiah yang dimiliki oleh Pertamina. Dia berharap Dwi Soetjipto sebagai dirut, dan tiga direksi lainnya mampu dan siap mengemban amanah tersebut.


“Saya meminta secara menyeluruh, yang sudah terpakai untuk apa saja, dan yang belum terpakai rencananya akan dipakai untuk apa saja, saya akan review semua,” jelasnya.


Dalam laporan keuangan Pertamina per Juni 2014, disebutkan utang Pertamina melonjak 21,15% menjadi US$8,68 miliar, dari sebelumnya US$7,185 miliar. Aset Pertamina hingga 30 Juni 2014 mencapai US$51,91 miliar, naik dari sebelumnya US$49,34 miliar.


Total liabilitas Pertamina hingga paruh pertama tahun ini mencapai US$34,18 miliar, naik dari sebelumnya sebesar US$32,05 miliar. Sedangkan ekuitas tercatat mencapai US$17,72 miliar dari sebelumnya US$17,28 miliar.


Per semester I/2014, Pertamina meraup penjualan dan pendapatan lain sebesar US$36,73 miliar, naik bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$34,64 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat mencapai US$1,13 miliar, turun dari periode yang sama tahun lalu US$1,48 miliar.



Pinjaman Valuta Asing PT Pertamina Senilai US$1,6 Miliar

Sunday, November 16, 2014

Menteri BUMN Segera Menunjuk Pengganti Dirut Telkom

Financeroll – Pemerintah segera mengangkat direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. sebagai pengganti Arief Yahya yang diangkat menjadi Menteri Pariwisata.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengungkapkan tengah melakukan kajian pengangkatan pengganti mantan Dirut Telkom Arief Yahya yang diangkat sebagai Menteri Pariwisata pada 27 Oktober lalu.


Telkom ada RUPS-nya pada 20 Desember, sehingga harus dielesaikan sebelum RUPS.


Saat ini, direksi PT Telkom telah mengangkat Direktur Innovation Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo sebagai pelaksana tugas direktur utama sejak 28 Oktober 2014.


Indra Utoyo akan menjabat sebagai Plt. Dirut Telkom hingga pelaksanaan RUPS Luar Biasa Perseroan.



Menteri BUMN Segera Menunjuk Pengganti Dirut Telkom

Sunday, October 26, 2014

Presiden Direktur Krakatau Steel Pada Rini Soemarno

Financeroll – Jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) memiliki harapan besar terhadap Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno yang telah ditunjuk oleh Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla.


Presiden Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Irvan Hakim mengucapkan selamat atas terpilihnya Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. Dia juga optimistis Rini mampu mengemban amanah yang diberikan oleh presiden tersebut.


“Di bawah kepemimpinan beliau, BUMN khususnya industri manufaktur nasional dapat lebih berkembang dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya Minggu (26/10/2014).


Seperti diketahui, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. membukukan kerugian hingga US$88,67 juta pada paruh pertama tahun ini dari sebelumnya laba US10,63 juta. Kinerja tersebut tercatat merosot tajam hingga 933% y-o-y.



Presiden Direktur Krakatau Steel Pada Rini Soemarno

Rini Mariani Soemarno Jabat Menteri BUMN di Kabinet Kerja

Financeroll – Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla menunjuk Rini Mariani Soemarno sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2014-2019.


Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan “Kabinet Kerja” di halaman Istana Kepresidenan, Minggu (26/10/2014), pukul 17:15 WIB. Seluruh calon menteri hadir mengenakan seragam putih.


“Beliau adalah dari kalangan professional, kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan besar, pekerja keras. Dia ketua tim transisi, pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Saya menilai dia sebagai pekerja yang cepat, eh bukan, tercepat, dia lincah,” ujar Presiden Jokowi.


Rini menggantikan Menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II Dahlan Iskan yang menjabat sejak 19 Oktober 2011 menggantikan menteri sebelumnya Mustafa Abubakar.


Berdasarkan catatan Rini Soemarno cukup lama masuk ke dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia. Rini ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Kantor Transisi.


Bekas Menteri Perindusterian dan Perdagangan pada kabinet Gotong Royong 2001-2004 ini memang dikenal dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.


Wanita kelahiran Maryland Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini pertama kali memasuki birokrasi pemerintahan saat menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Jakarta pada 1998.


Dia mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Wellesly College Massachusetts AS pada 1981. Dia menjabat sebagai Menperindag menggantikan Luhut Binsar Panjaitan dan kemudian diteruskan oleh Mari Elka Pangestu.


Rini menjadi Menperidag ke-29 dengan masa jabatan 10 Agustus 2001 hingga 22 Oktober 2004. Mantan istri Soewandi ini memiliki 3 orang anak. Sebelum bercerai, Rini dikenal dengan nama Rini M. Soewandi.


Perjalanan karir profesional Rini memang cukup panjang. Rini terakhir kali memegang jabatan sebagai Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia.


Pada awal karirnya, Rini menjabat Pengurus Pinjaman Bank Dunia untuk Negara-negara Asia Afrika, Departemen Keuangan Amerika Serikat, AS (1979-1980).


Dia kemudian berkarir sebagai Trainee Departemen Keuangan AS, Office of Multilateral Development Bank, AS (1981-1982). Namun, Rini kemudian kembali ke Indonesia dengan menjadi Trainee Citibank N.A, Jakarta (1982).


Karier Rini gemilang di Citibank. Dia kemudian diapuk menjadi Asisten Manager Citibank N.A, Jakarta (1982-1983), lalu Manager Citibank N.A, Jakarta (1984-1988), Asisten Vice President Citibank N.A, Jakarta (1986-1988), hingga menjadi Vice President Citibank N.A, Jakarta (1988-1989).


Pindah dari Citibank, Rini menjadi GM Finance Division PT Astra International, Jakarta (1989). Setahun kemudian, Rini langsung ditunjuk menjadi Direktur Keuangan PT Astra International, Jakarta (1990).


Di Group Astra, Rini menduduki pucuk pimpinan dengan menjabat sebagai Direktur Utama PT Astra International Tbk., Jakarta (1998-2000).


Disela-sela itu, Rini sempat menjabat sebagai Komisaris Bank Universal, Wakil Presiden Komisaris PT United Tractors, Komisaris PT Bursa Efek Jakarta, dan Komisaris PT Astra Agri Lestari.


Lepas dari Group Astra, Rini kemudian menjabat sebagai Komisaris PT Agrakom – Bidang Bisnis Internet, Jakarta (2000). Kemudian Presiden Direktur PT Semesta Citra Motorindo (2000-2001), dan Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia (2005).


Selain itu, Rini juga memiliki kegiatan di luar perusahaan dengan menjadi Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dan Penasihat Ahli Keuangan Koperasi Pegawai Negeri, khususnya pada Bank Kesejahteraan Ekonomi.


Kendati demikian, rekam jejak Rini sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Bank Indonesia (BLBI) pada Juni 2013.


Joko Widodo pernah menyatakan keyakinan atas kredibilitas Rini Soemarno meski pernah diperiksa KPK. “Jangan bilang diduga-duga. tidak boleh menduga seperti itu. Kalau sudah ditangkap, itu baru bisa,” ujar Jokowi pada Agustus lalu.



Rini Mariani Soemarno Jabat Menteri BUMN di Kabinet Kerja