Showing posts with label Krakatau Steel. Show all posts
Showing posts with label Krakatau Steel. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Krakatau Steel Mengincar Pinjaman Senilai US$80 Juta

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tengah mengincar pinjaman senilai total US$80 juta setara dengan Rp1 triliun untuk membangun proyek pembangkit listrik.


Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim mengatakan perseroan berencana untuk mengincar pinjaman dari perbankan dalam negeri. Pinjaman tersebut akan direalisaikan pada tahun ini.


Kebutuhan dana total US$80 juta, akan dipinjam dari perbankan dan lembaga keuangan dalam negeri.


Pendanaan tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek pembangkit listrik 2×80 Megawatt. Saat ini, perseroan tengah mengkaji upaya pendanaan dan perizinan internal perseroan.


Proyek pembangkit listrik tersebut akan dimulai paling cepat tahun ini dan diperkirakan akan rampung dalam waktu 2 tahun. Perseroan belum berminat untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini sebagai opsi pendanaan.


Sementara itu, emiten berkode saham KRAS tersebut mendapatkan suntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN). Pemerintah menyuntik KRAS sebesar Rp956,49 miliar yang berasal dari kapitalisasi laba berjalan periode Januari-Juni 2010 sebelum digelar initial public offering/IPO pada 2010.


Dia mengungkapkan, PMN dari pemerintah tersebut hanya berupa pencatatan dan pembukuan. Sehingga, KRAS tidak meraih dana segar dari PMN yang dilakukan oleh pemerintah tersebut.


Mengacu pada laporan keuangan perseroan, pendapatan perseroan turun 15,44% menjadi US$1,36 miliar pada kuartal III/2014 dari pendapatan tahun lalu yang US$1,57 miliar. Kemudian, perseroan mencatatkan rugi bersih US$117,47 juta atau naik drastis 1064,31% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencatatkan rugi US$10,09 juta.


Manajamen KRAS menyiapkan belanja modal senilai US$275 juta tahun ini. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan belanja modal tahun lalu lantaran perseroan tidak berniat ekspansi baru.


Tahun lalu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$500 juta. Namun demikian, per September 2014 baru sekitar US$209,26 juta yang terserap. Diperkirakan, capex yang akan terserap hingga akhir tahun senilai US$320 juta-US$350 juta.



PT Krakatau Steel Mengincar Pinjaman Senilai US$80 Juta

Sunday, December 14, 2014

Penjualan Aset Tanah Antar Anak Usaha PT Krakatau Steel Sebesar Rp 24 Miliar

Financeroll – Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menjual aset tanah senilai Rp24 miliar kepada anak usaha sebagai bentuk efisiensi kinerja.


Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim mengatakan transaksi afiliasi dilakukan oleh anak-anak perusahaan KRAS yakni PT Krakatau Daya Listrik selaku penjual dan PT Krakatau Tirta Industri selaku pembeli.


Transaksi dilakukan pada 8 Desember 2014 untuk pembelian tanah seluas 15.000 m2. Lahan tersebut akan digunakan oleh Krakatau Tirta Industri sebagai area water treatment plant (WTP) air laut dan relokasi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK).


Dengan pengalihan tersebut, KDL memperoleh dana kas yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasionalnya.


Transaksi antar anak usaha itu, sambungnya, dapat memberikan efisiensi bagi perseroan secara konsolidasi. Pasalnya, kedua entitas anak perusahaan dapat merealisasikan rencana pengembangan usaha tanpa harus mengeluarkan dana kas kepada pihak ketiga.



Penjualan Aset Tanah Antar Anak Usaha PT Krakatau Steel Sebesar Rp 24 Miliar

Friday, December 12, 2014

Dua Lini Usaha Krakatau Steel Melakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp20 Miliar

Financeroll – Dua anak usaha PT Krakatau Steel Persero Tbk, yakni PT Krakatau Engineering dan PT Krakatau Tirta Industri melakukan transaksi afiliasi pinjaman senilai Rp20 miliar.


Manajemen perseroan mengatakan berdasarkan perjanjian Inter Company Borrowing antara PT Krakatau Tirta Industri (KTI) Industri dengan PT Krakatau Engineering (KE) tanggal 4 Desember 2014, Krakatau Engineering meminjam kepada KTI senilai Rp20 miliar dengan bunga 10% dengan jangka waktu 1 tahunn.


Perjanjian pinjaman jangka pendek antar anak usaha perseroan ini dimaksudkan untuk membantu biaya operasional KE dalam rangka menyelesaikan proyek-proyek yang sedang ditangani.


Pinjaman ini dilakukan agar proyek bisa ditangani dan selesai tepat waktu dan mengurangi pinjaman pihak ketiga.


PT KE dan PT KTI merupakan anak usaha perseroan yang mayoritas sahamnya dimiliki perseroan sebesar 99,99%. Adapun, PT KE memiliki kegiatan usaha di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri, perencanaan dan pemborongan segala jenis bangunan, ekspor dan impor barang jasa serta perangkat lunak yang berkaitan dengan kegiatan usaha tersebut. Sedangkan, PT KTI memiliki kegiatan usaha di bidang industri air bersih.



Dua Lini Usaha Krakatau Steel Melakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp20 Miliar

Tuesday, December 9, 2014

Sebanyak 12 Emiten BUMN Belanja Modal Hingga Rp47,07 Triliun

Financeroll – Sebanyak 12 emiten dari 20 perusahaan pelat merah yang terdaftar di pasar modal, mengalokasikan belanja modal dengan nilai keseluruhan mencapai Rp47,07 triliun untuk periode 2015.


Jumlah belanja modal (capital expenditure/Capex) tersebut merosot 12,06% dari rencana Capex tahun ini yang mencapai Rp53,53 triliun. Penurunan Capex terbesar dicatatkan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mencapai 65,63% menjadi Rp3,3 triliun atau US$275 juta.


PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. tercatat sebagai emiten badan usaha milik negara (BUMN) yang mengalokasikan peningkatan belanja modal tertinggi hingga 286,2% menjadi Rp1,8 triliun pada tahun depan.


Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Antonius Y. Nugroho mengatakan pada tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal Rp1,8 triliun. Capex tersebut tercatat meningkat 20% dari alokasi tahun lalu yang mencapai Rp1,5 triliun.


Sumber dana dari obligasi sebesar 50%, sisanya dari pinjaman bank dan kas internal.


Capex emiten berkode saham WSKT itu rencananya akan dialokasikan sebesar 20% untuk realty, 20% untuk precast, 6% untuk peralatan, 6% untuk energi, dan 28% untuk pembangunan jalan tol.


Pada 2015, WSKT membidik target kontrak baru senilai Rp20 triliun, lebih tinggi dari target tahun ini Rp18,7 triliun. Hingga kuartal III/2014, WSKT baru meraih kontrak baru Rp13,04 triliun atau 69,7% dari total target tahun ini.


Laba bersih pada tahun depan ditargetkan dapat tumbuh 30% dengan pendapatan dibidik tumbuh 20% dibandingkan tahun ini. Per September 2014, WSKT membukukan laba bersih Rp129,14 miliar dengan pendapatan Rp5,28 triliun.


Berikut daftar lengkapnya:


 






























Belanja modal 2015(Rp miliar)
ANTM2.640
GIAA2.400
INAF135
JSMR6.000
KAEF600
KRAS3.300
PTBA2.500
PTPP1.800
SMBR900
SMGR5.000
TLKM20.000
WSKT1.800
Total47.075

Sebanyak 12 Emiten BUMN Belanja Modal Hingga Rp47,07 Triliun

Saturday, December 6, 2014

Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. akan berhati-hati melakukan aksi korporasi pada tahun depan karena kinerja perseroan tengah tertekan.


Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim mengatakan dengan kondisi pasar baja global yang masih buruk, membuat kinerja keuangan perseroan terus tertekan. Tahun depan, KRAS bahkan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$275 juta, lebih rendah dari tahun ini US$500 juta.


Akan sangat berhati-hati dalam perencanaan Capex, jadi aksi korporasi tidak ada yang istimewa dan baru.


Proyek-proyek yang tengah digarap KRAS dapat rampung dalam 3-4 tahun. Sehingga, perseroan berkonsentrasi untuk menyelesaikan proyek hingga 2017-2018 mendatang.


Akan tetapi, pada tahun depan, KRAS merencanakan satu aksi korporasi yang cukup besar. Dan hal tersebut telah didiskusikan dengan pemerintah terutama untuk membuat kinerja perseroan lebih positif.


Aksi korporasi tersebut, belum dapat diungkapkan kepada publik karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah terutama dengan kementerian perindustrian dan kementerian koordinator bidang perekonomian.



Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Saturday, November 15, 2014

PT Krakatau Steel Alami Kerugian US$48,7 Juta

Financeroll – Rugi entitas asosiasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebesar US$48,9 juta ternyata disumbang oleh PT Krakatau Posco sebesar US$48,7 juta atau setara dengan Rp584,4 miliar per kuartal III/2014.


Dalam dokumen resmi perseroan yang dipublikasikan di PT Bursa Efek Indonesia, disebutkan rugi entitas asosiasi tersebut turut memberikan kontribusi terhadap rugi bersih perseroan.


Dari jumlah bagian rugi Krakatau Posco, sebesar US$42,2 juta muncul pada paruh pertama tahun ini, sebagai dampak dari proses learning curve selama 2,5 bulan pertama 2014. Hal itu terjadi akibat baru beroperasinya pabrik Krakatau Posco pada akhir 2013.


Saat ini, Krakatau Posco telah beroperasi dengan tingkat utilisasi kapasitas mendekati kapasitas produksi totalnya. Selain itu, Krakatau Posco hingga 30 September 2014, mencatat penjualan slab dan pelat baja masing-masing sebanyak 807.000 ton dan 328.000 ton.


Secara keseluruhan, produksi lembaran canai panas (hot rolled coil/HRC) Krakatau Steel turun 2,89% year on year menjadi 1,38 juta ton pada kuartal III/2014 dari sebelumnya 1,42 juta ton.


Adapun volume penjualan emiten berkode saham KRAS itu tercatat turun 4,63% y-o-y menjadi 1,71 juta ton dari sebelumnya 1,8 juta ton. Begitu pula dengan harga jual rata-rata HRC selama 9 bulan tercatat turun 3,13% menjadi US$653/ton dari sebelumnya US$674/ton.


Akibatnya, pendapatan bersih perseroan merosot 13,4% y-o-y menjadi US$1,36 miliar dari sebelumnya US$1,57 miliar. Meskipun beban pokok pendapatan juga turun 10,5% menjadi US$1,32 miliar, tidak mampu menahan laju rugi bersih yang melonjak 1.064% menjadi US$117 juta dari sebelumnya US$10 juta.


Penurunan harga jual rata-rata produk baja perseroan terutama disebabkan lemahnya pasar baja global dan pelemahan nilai tukar rupiah.


Perseroan mencatat rugi operasi sebesar US$59 juta per 30 September 2014 dari sebelumnya masih meraup laba operasi senilai US$8,2 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor tercatat merosot tajam hingga 62,94% menjadi US$32 juta dari sebelumnya US$86 juta.



PT Krakatau Steel Alami Kerugian US$48,7 Juta

Saturday, November 8, 2014

PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk. harus menelan pil pahit akibat rugi yang membengkak hingga US$112,7 juta setara dengan Rp1,4 triliun pada kuartal III/2014.


Direktur Utama Krakatau Steel, mengumumkan laporan keuangan perseroan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tersebut merosot ketimbang periode yang sama tahun lalu US$10 juta.


Pendapatan bersih emiten berkode saham KRAS itu tercatat mencapai US$1,36 miliar per 30 September 2014, merosot bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$1,57 miliar.


Laba kotor KRAS mencapai US$32 juta, merosot tajam dari periode sebelumnya yang mencapai US$86,4 juta.


Akibat kinerja tersebut, perolehan rugi periode berjalan per kuartal III/2014 meningkat tajam menjadi US$122,5 juta dari sebelumnya hanya US$7,89 juta.



PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7

Sunday, October 26, 2014

Presiden Direktur Krakatau Steel Pada Rini Soemarno

Financeroll – Jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) memiliki harapan besar terhadap Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno yang telah ditunjuk oleh Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla.


Presiden Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Irvan Hakim mengucapkan selamat atas terpilihnya Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. Dia juga optimistis Rini mampu mengemban amanah yang diberikan oleh presiden tersebut.


“Di bawah kepemimpinan beliau, BUMN khususnya industri manufaktur nasional dapat lebih berkembang dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya Minggu (26/10/2014).


Seperti diketahui, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. membukukan kerugian hingga US$88,67 juta pada paruh pertama tahun ini dari sebelumnya laba US10,63 juta. Kinerja tersebut tercatat merosot tajam hingga 933% y-o-y.



Presiden Direktur Krakatau Steel Pada Rini Soemarno

Sunday, October 19, 2014

PT KHI Pipe Industries Selesaikan Pekerjaan Berkapasitas 115.000 Ton Pertahun

Financeroll – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT KHI Pipe Industries, menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi pipa Electric Resistent Welding 2 berkapasitas 115.000 ton per tahun. Nilai investasi proyek ini Rp335,6 miliar.


Direktur Utama PT KHI Pipe Industries Purwono Widodo mengatakan dengan selesainya penambahan fasilitas lini produksi ini, kapasitas produksi PT KHI Pipe Industries bertambah menjadi 233.000 ton per tahun.


Ekspansi ERW 2 dilakukan untuk mengantisipasi potensi pasar pipa ERW yang terus berkembang, terutama pada sektor migas.


“Kami membidik potensi pasar pipa ERW, terutama pada sektor migas, dengan peluang pasar pipa berdiameter 14”-20”, yang saat ini hanya bisa dipasok oleh satu pabrikan pipa,” kata Purwono dalam siaran persnya, Selasa (14/10/2014).


Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim mengatakan pembangunan fasilitas produksi pipa ERW 2 PT KHI Pipe Industries merupakan bagian dari upaya pengembangan Krakatau Steel Grup.


Menurutnya, penambahan fasilitas ini akan meningkatkan daya saing dan pertumbuhan perusahaan ke depannya, baik dari sisi perolehan pendapatan maupun laba. Diharapkan, ekspansi ini akan berpengaruh kepada kinerja emiten berkode saham KRAS itu secara konsolidasi.


Pasalnya, penambahan fasilitas produksi ERW 2 pada tahap awal dinilai akan mampu menyerap kurang lebih 50.000 ton produk lembaran baja panas (hot rolled coil/HRC) Krakatau Steel. Bahkan, bila telah beroperasi secara lancar, penyerapannya bisa mecapai sekitar 120.000 ton.


“Penyerapan ini akan membawa kabar baik karena akan menambah captive market bagi produk HRC Krakatau Steel,” tutur Irvan.


Pabrik ERW 2 dibangun di area seluas 7 hektare yang terdiri atas bangunan pabrik seluas 5 hektare dan area storage (penyimpanan) seluas 2 hektare. Pembangunan pabrik dibiayai dari pinjaman kredit Bank BRI dan setoran modal PT Krakatau Steel Tbk dan PT KHI.


Dengan selesainya ERW 2 ini, PT KHI menjadi pabrikan pipa terlengkap dan terintegrasi, sekaligus menjadi outlet utama di dalam penyerapan produk HRC Krakatau Steel. Dengan adanya ekspansi ERW 2, PT KHI meningkatkan product range pipa HFRW menjadi sampai dengan diameter 20”.



PT KHI Pipe Industries Selesaikan Pekerjaan Berkapasitas 115.000 Ton Pertahun