Showing posts with label Belanja Modal. Show all posts
Showing posts with label Belanja Modal. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Belanja Modal Empat Emiten Kontraktor BUMN Melonjak Hingga 45,8%

Financeroll – Empat emiten kontraktor pelat merah menganggarkan belanja modal Rp6,09 triliun, melonjak tajam hingga 45,8% dari anggaran tahun lalu yang mencapai Rp4,17 triliun.


Lonjakan belanja modal (capital expenditure/capex) tertinggi dianggarkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. PTPP menganggarkan Capex hingga Rp1,8 triliun melonjak 291,3% dari tahun lalu Rp460 miliar.


Kemudian, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menempati posisi kedua yang menganggarkan pertumbuhan Capex tertinggi hingga 111,76%. WSKT menganggarkan Capex Rp1,8 triliun tahun ini dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp850 miliar.


Sebaliknya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. justru menganggarkan belanja modal yang lebih rendah dari tahun lalu. WIKA menganggarkan Rp1,67 triliun, turun 16,08% dari periode 2013 yang mencapai Rp1,99 triliun.


Begitu pula dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. yang mengalokasikan Capex lebih rendah. Tahun ini, ADHI menganggarkan Rp824 miliar lebih rendah 6,26% dari tahun lalu yang mencapai Rp879 miliar.



Belanja Modal Empat Emiten Kontraktor BUMN Melonjak Hingga 45,8%

Saturday, December 20, 2014

Penambahan Belanja Modal Pemerintah Untuk Fiskal 2015

Financeroll – Pemerintah tengah mematangkan rencana penambahan belanja modal yang dinilai mampu menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan di tengah ketidakpastian perekonomian global.


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan ada potensi tambahan ruang fiskal yang diperkirakan mencapai Rp140 triliun, didapat dari pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pertengahan bulan lalu.


“Kita tahu semua 2015 itu tahun yang berat sehingga harapan pertumbuhan salah satunya bertumpu dari investasi pemerintah. Nah, investasi pemerintah ini adalah belanja modal,” kata dia seusai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian belum lama ini.


Sayangnya, Bambang tidak memberitahukan berapa persen tambahan belanja modal yang akan diajukan dalam rancangan perubahan APBN 2015. Dia hanya menyampaikan tambahan belanja modal akan berkaitan dengan prioritas pembangunan ke depannya, khsusunya di sektor pertanian dan kemaritiman.


Mantan Wamenkeu ini tidak menampik penyerapan anggaran apalagi belanja modal selama ini tidak maksimal karena ada permasalahan di birokrasi. Untuk tahun ini, sambungnya, realisasi belanja modal memang agak rendah sejalan dengan pengetatan fiskal lewat pemotongan anggaran di akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.


Belanja pemerintah selama ini, lanjutnya, hampir sebagian besar terbelenggu oleh subsidi BBM dan sektor-sektor nonproduktif. Menilik data realisasi belanja pemerintah sampai 29 Agustus 2014, realisasi belanja pemerintah pusat hanya mencapai Rp683 triliun atau 53,4% dari target tahun ini Rp1.280,4 triliun.


Ironisnya, realisasi tersebut lebih banyak ditopang realisasi anggaran yang justru tidak memberikan andil besar dalam menggerakkan perekonomian, seperti belanja pegawai yang mencapai 63,8% dari target Rp258,4 triliun dan subsidi energi maupun non energi yang telah mencapai 61,7% dari target APBNP 2014 senilai Rp403 triliun.


Belanja-belanja yang memiliki andil besar pada perekonomian seperti belanja barang dan belanja modal masih jauh dari target, berturut-turut 42,3% dan 30,2%. Realisasi defisit anggaran pun sudah mencapai Rp107 triliun atau sekitar 44,3% dari target Rp241,5.


Sejalan dengan rencana penambahan anggaran belanja modal, Bambang mengungkapkan pemerintah akan menyelesaikan permasalahan yang selama ini menjadi penghambat pengadaan proyek, khususnya terkait pembebasan lahan.


Selain itu, pemerintah juga masih terus memantau kemampuan kontraktor dalam negeri. Bambang mencontohkan untuk proyek-proyek pekerjaan umum yang besar dan irigasi, pemerintah butuh kontraktor yang berkualitas.


“Jadi hal-hal tadi yang ingin kita perdalam supaya belanja tahun 2015 tidak hanya produktif tapi juga efektif.”


Bambang memastikan tidak akan ada lagi belanja pemerintah yang membelenggu APBN, seperti subsidi BBM tahun-tahun lalu.


Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan ruang fiskal yang diperoleh dari pemangkasan subsidi BBM akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur pertanian, pekerjaan umum, perhubungan, energi, dan kelautan.


“Kita minta menteri terkat sediakan angka, kan fiskal relatif lebih luas,” ujar dia.


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengungkapkan pihaknya mengusulkan tambahan anggaran Rp47,5 triliun dari anggaran Kemen-PU dalam APBN 2015 Rp85 triliun. Tambahan anggaran tersebut antara lain untuk ketahanan pangan Rp12,5 triliun, konektivitas Rp20 triliun, peningkatan air minum dan sanitasi Rp13 triliun, dan perumahan Rp2 triliun.


“Untuk perumahan Itu hanya tambahan. Kawasan perbatasan, nelayan, TNI/Polri. Untuk rumah susun, rumah swadaya, pembelian lahan dan persiapan rumah susun selanjutnya,” ungkap dia.



Penambahan Belanja Modal Pemerintah Untuk Fiskal 2015

Thursday, December 18, 2014

Kembangkan Ekspansi Bisnis, Perdana Gapuraprima Akan Terbitkan MTN

Financeroll – Emiten pengembang properti, PT Perdana Gapuraprima (GPRA) Tbk memastikan menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebanyak Rp 100 miliar. Direktur Keuangan GPRA Amin Maulana mengatakan MTN tersebut merupakan sisa  dari MTN sebelumnya.  MTN untuk menambah modal ekspansi tahun 2015 mendatang sebab ada beberapa usaha projek yang dalam proses.  Demikian disampaikan, Arief Arianto, Chief Operating Officer PT Perdana Gapuraprima Tbk menjelaskan penerbitan MTN sebagai bentuk dari sulitnya pendanaan perbankan.


Disampaikan juga, perseroan  menganggarkan belanja modal mencapai Rp 614 miliar pada 2015. Direktur Keungan Amin Maulana mengatakan sumber pendanaan belanja modal berasal dari berbagai sumber.  Di antaranya, berasal dari kas internal 30 persen, pembelian konsumen 30 persen dan 40 persen pinjaman.  Belanja modal tersebut,  untuk keperluan membangun perumahan dan fasilitas di Bukit Cimanggu City Bogor dan Metro Cilegon sebesar Rp 280 miliar.


Selain itu, juga untuk membangun Treasury office tower serpon Rp 50 miliar, Bellevue place MT Haryono Rp 84 miliar, Bhuvana Ciawi Rp 100 miliar, West Town Cengkareng Rp 50 miliar dan Grand Park City Pakuan Bogor Rp 50 miliar. Belanja modal sampai 2018 mencapai Rp 2,4 triliun dengan komposisi yang sama dengan belanja modal 2015.


Untuk proyeksi tahun 2015, PT Perdana Gapuraprima Tbk memperkirakan harga sahamakan melonjak pada 2015. Harga saham akan kisaran Rp 350 per lembar saham pada 2015.  Saham properti masih bergairah pada 2015. Itu terlihat secara industri masih ada kebutuhan rumah hingga 15 juta unit. Adanya kenaikan kelas menengah yang akan memburu properti. [geng]



Kembangkan Ekspansi Bisnis, Perdana Gapuraprima Akan Terbitkan MTN

Sunday, December 14, 2014

Perusahaan CPO Bakrie Menahan Ekspansi Untuk Restrukturisasi Pinjaman

Financeroll – Utang perusahaan perkebunan kelapa sawit milik konglomerat Aburizal Bakrie yang masih menggunung membuat perseroan memilih untuk menahan ekspansi dan merestrukturisasi pinjaman.


Andi Setianto, Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. mengatakan pada tahun depan, emiten berkode saham UNSP itu menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar-Rp200 miliar.


Dana belanja modal yang berasal dari kas internal itu akan digunakan untuk penanaman kebun baru dan perawatan.


Perseroan memang tidak akan banyak melakukan aksi korporasi pada tahun depan. Manajemen UNSP akan berkonsentrasi untuk memperbaiki struktur permodalan dengan cara restruturisasi utang.


Saat ini, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun telah mencapai Rp4,8 triliun, dan utang jangka panjang mencapai Rp5,6 triliun. Secara keseluruhan, utang UNSP mencapai Rp10,4 triliun.


Ekuitas perseroan yang mencapai Rp4,7 triliun, membuat rasio utang terhadap ekuitas (debt to equty ratio/DER) UNSP mencapai 2,2 kali.


Bisa aset dijalankan, atau utang dikurangi. Masih dibicarakan dengan kreditor berapa porsi pengurangan utang.


Beberapa waktu lalu, UNSP terancam gagal bayar kupon bunga dari secured equity-linked redeemable notes US$100 juta, manajemen menyodorkan opsi konversi saham bagi pemegang surat utang. Namun, perseroan telah mengajukan proposal untuk pembayaran bunga wesel bayar itu sejak beberapa waktu sebelum jatuh tempo.


Proposal pembayaran utang yang diajukan terdiri dari empat opsi antara lain pelunasan utang secara tunai, penjualan aset, mengubah surat utang menjadi saham, dan melakukan penyesuaian pelunasan utang dengan kemampuan perseroan.


Tidak akan menjual aset, dari opsi tersebut lebih memilih untuk mengkonversi surat utang menjadi saham.


Perseroan telah melakukan pembicaraan dengan lender secara proaktif dan intensif. Ditargetkan, negosiasi itu bisa rampung pada kuartal terakhir tahun ini.


Hingga saat ini, sejumlah pemegang surat utang mendukung proposal yang diajukan oleh perseroan. Namun, manajemen perusahaan Grup Bakrie itu tetap menghormati pilihan dari para lender.


Diakuinya, keterlambatan pembayaran bunga dari secured equity-linked redeemable notes US$100 juta dengan tingkat bunga 8% itu memang dapat menimbulkan event of default.



Perusahaan CPO Bakrie Menahan Ekspansi Untuk Restrukturisasi Pinjaman

Saturday, December 13, 2014

PT J Resources Menganggarkan Belanja Modal Hanya US$20 Juta

Financeroll – PT J Resources Tbk. (PSAB) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2015 hanya US$20 juta, kendati realisasi belanja modal pada tahun ini sudah menyentuh angka US$60 juta.


Direktur J Resources Edi Permadi mengatakan anggaran capex tahun depan hanya akan digunakan untuk melakukan perawatan mesin-mesin produksi, pembelian mesin, dan membuat fasilitas baru. Untuk membiayai belanja modal tersebut, PSAB akan mengandalkan kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan. Namun, Edi enggan menyampaikan detail komposisi sumber pendanaan tersebut.


Sementara itu, kinerja PSAB sepanjang Januari-September tahun ini cukup mengesankan. Pendapatan perseroan melonjak 210,41% dari sebelumnya US$65,22 juta menjadi US$202,45 juta. Kenaikan ini membuat bottomline perseroan positif dengan mencetak laba bersih sebanyak US$12,14 juta setelah menangguk rugi bersih US$31,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Peningkatan ini terutama didukung oleh penambahan satu pelanggan, Metalor Technologies Singapore Pte.Ltd. yang menyumbang pendapatan sebanyak US$145,98 juta atau 72% dari total pendapatan PSAB. Sementara itu, sebanyak US$56,47 juta sisanya merupakan hasil penjualan terhadap Perth Mint Australia.



PT J Resources Menganggarkan Belanja Modal Hanya US$20 Juta

Tuesday, December 9, 2014

Sebanyak 12 Emiten BUMN Belanja Modal Hingga Rp47,07 Triliun

Financeroll – Sebanyak 12 emiten dari 20 perusahaan pelat merah yang terdaftar di pasar modal, mengalokasikan belanja modal dengan nilai keseluruhan mencapai Rp47,07 triliun untuk periode 2015.


Jumlah belanja modal (capital expenditure/Capex) tersebut merosot 12,06% dari rencana Capex tahun ini yang mencapai Rp53,53 triliun. Penurunan Capex terbesar dicatatkan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mencapai 65,63% menjadi Rp3,3 triliun atau US$275 juta.


PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. tercatat sebagai emiten badan usaha milik negara (BUMN) yang mengalokasikan peningkatan belanja modal tertinggi hingga 286,2% menjadi Rp1,8 triliun pada tahun depan.


Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Antonius Y. Nugroho mengatakan pada tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal Rp1,8 triliun. Capex tersebut tercatat meningkat 20% dari alokasi tahun lalu yang mencapai Rp1,5 triliun.


Sumber dana dari obligasi sebesar 50%, sisanya dari pinjaman bank dan kas internal.


Capex emiten berkode saham WSKT itu rencananya akan dialokasikan sebesar 20% untuk realty, 20% untuk precast, 6% untuk peralatan, 6% untuk energi, dan 28% untuk pembangunan jalan tol.


Pada 2015, WSKT membidik target kontrak baru senilai Rp20 triliun, lebih tinggi dari target tahun ini Rp18,7 triliun. Hingga kuartal III/2014, WSKT baru meraih kontrak baru Rp13,04 triliun atau 69,7% dari total target tahun ini.


Laba bersih pada tahun depan ditargetkan dapat tumbuh 30% dengan pendapatan dibidik tumbuh 20% dibandingkan tahun ini. Per September 2014, WSKT membukukan laba bersih Rp129,14 miliar dengan pendapatan Rp5,28 triliun.


Berikut daftar lengkapnya:


 






























Belanja modal 2015(Rp miliar)
ANTM2.640
GIAA2.400
INAF135
JSMR6.000
KAEF600
KRAS3.300
PTBA2.500
PTPP1.800
SMBR900
SMGR5.000
TLKM20.000
WSKT1.800
Total47.075

Sebanyak 12 Emiten BUMN Belanja Modal Hingga Rp47,07 Triliun

Thursday, December 4, 2014

PT Semen Baturaja Akan Kembali Naikkan Harga Jual Semen

Financeroll – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan kembali menaikkan harga jual semen dalam waktu dekat seiring dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.


Direktur Keuangan Semen Baturaja (SMBR) Ageng Purboyo Angrenggono mengatakan, untuk kegiatan pabrik, perseroan sudah menggunakan BBM non-subsidi. Namun demikian, untuk kegiatan distribusi masih menggunakan solar bersubsidi.


Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya distribusi hingga 15%-20%. Makanya harus dibebankan ke harga. Karena masih tawar menawar dengan distributor. Kemungkinan akan menaikkan harga lagi, jadi akumulatif harga jual naik 4% sampai akhir tahun.


Sejak akhir 2013 hingga September 2014, harga jual semen perseroan sudah naik 3%. Sementara itu, perseroan akan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp900 miliar. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek dan kegiatan rutin perseroan. Sebagian besar capex yang dialokasikan untuk pengembangan proyek akan digunakan untuk proyek Baturaja II.


Untuk yang tahun ini disiapkan capex Rp700 miliar, untuk kegiatan rutin sudah terealisasi 80%. Nanti akhir tahun akan membayar uang muka kepada kontraktor Rp500 miliar.



PT Semen Baturaja Akan Kembali Naikkan Harga Jual Semen

Saturday, November 29, 2014

Realokasi Infrastruktur Diatas 50%

Financeroll – Tambahan belanja infrastruktur dasar tahun depan dinilai takkan terlampau signifikan. Padahal salah satu tumpuan utama pendorong pertumbuhan adalah investasi pemerintah atau belanja modal.


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai mengisi acara Indonesia Economic Forum 2014, mengatakan realokasi untuk infrastruktur di atas 50%. Nanti diatur.


Pemangkasan subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp2.000 per liter bisa menghemat anggaran sekitar Rp110 triliun-Rp140 triliun untuk tahun anggaran 2015. Dengan demikian, paling tidak pemerintah akan merealokasikan tambahan tersebut untuk belanja infrastruktur paling sedikit sekitar Rp60 triliun-Rp70 triliun.


Selain dari hasil penghematan belanja subsidi, pemerintah juga memangkas anggaran yang dianggap tak terlalu penting. Anggaran perjalanan dinas dan rapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 dipangkas Rp16 triliun dari Rp41 triliun menjadi Rp25 triliun.


Hasil penghematan itu juga akan dialihkan untuk infrastruktur dasar, seperti irigasi, bendungan, dan jalan. Dengan demikian, anggaran khusus infrastruktur dasar akan memperoleh tambahan sedikitnya sekitar Rp80 triliun-Rp90 triliun.


Adapun, jika dana tambahan itu diakumulasi dengan anggaran infrastruktur yang telah disepakati dalam APBN 2015 sebesar Rp206,6, maka anggaran infrastruktur secara keseluruhan-tak hanya infrastruktur dasar-bisa meningkat hingga sekitar Rp300 triliun dalam Rancangan APBN-P 2015.


Padahal berdasarkan kalkulasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memenuhi target infrastruktur yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, paling tidak setiap tahunnya pemerintah harus mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp443,2 miliar.


Selain realokasi untuk pembangunan infrastruktur dasar, dana tambahan hasil pemangkasan subsidi akan diperuntukkan untuk 3 hal lainnya. Pertama, untuk dana perlindungan sosial melalui serangkaian kartu sakti yang diluncurkan awal bulan ini. Kedua, untuk menaikkan dana desa dan ketiga untuk memperkecil defisit fiskal.


Menanggapi hal tersebut Direktur Penelitian Center of Reform Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan realokasi itu belum cukup besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan jika Rp140 triliun direalokasikan itu belum bisa mengompensasi.


Terlebih, infrastruktur dasar takkan berperan terlalu besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang akan menyumbang lebih besar adalah infrastruktur berskala besar, seperti bandara, pelabuhan, dan sarana transportasi publik. Sementara pembangunan infrastruktur tersebut butuh waktu panjang dan baru bisa berperan terhadap pertumbuhan secara maksimal dalam 3-4 tahun ke depan.


APBN memang akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar. Adapun untuk infrastruktur nondasar, pemerintah akan mencari dana lain di luar APBN. Dalam membentuk kerjasama dengan pihak ketiga, pemerintah pun akan mendahulukan perusahaan berstatus badan usaha milik negara (BUMN).



Realokasi Infrastruktur Diatas 50%

Friday, November 21, 2014

PT Jasa Merga Akan Tambah Belanja Modal Rp2 Triliun

Financeroll – Perusahaan pengelola jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan menambah belanja modal tahun depan senilai Rp2 triliun seiring dengan rencana realisasi proyek tol 1.000 Kilometer.


Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan perseroan akan menambah belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp2 triliun menjadi Rp6 triliun.


Hal tersebut dilakukan untuk menyambut target pembangunan proyek tol 1.000 Km yang ingin diwujudkan pemerintah.


Salah satu bagian Tol Trans Sumatra yang akan dikerjakan oleh JSMR mulai awal 2015 adalah ruas tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi. Pada ruas tersebut, JSMR menggenggam saham 55% dari total investasi.


“Kami harapkan awal 2015 sudah mulai pengerjaan tanah. Kalau sekarang pemerintah sedang mengerjakan ruas bagian Medan-Kuala Namu,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN.


Kepemilikan saham di proyek tersebut oleh tiga BUMN lain masing-masing 15% yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.


Jalan tol ini direncanakan memiliki panjang 61,8 kilometer yang akan dibagi dalam dua seksi yakni Seksi I sepanjang 17,80 kilometer yang meliputi Medan – Perbarakan – Kuala Namu dan Seksi II dengan panjang 44 kilometer yang akan menghubungkan Perbarakan – Bukit Tinggi.


Jasa Marga membangun sekitar 43 Km dari total proyek. Diperkirakan total investasi mencapai Rp6 triliun, dengan dana JSMR mencapai Rp4 triliun yang berasal dari kas internal sebanyak 30% dan pinjaman perbankan 70%.


Diperkirakan pengerjaan proyek tersebut akan berlangsung selama 2 tahun dengan empat ruas. Jasa Marga akan meraih konsesi selama 40 tahun. Diperkirakan potensi pengguna jalur bebas hambatan di ruas tersebut mencapai 18.000-20.000 kendaraan per hari.


“Kami harapkan awal 2015 sudah mulai pengerjaan tanah. Kalau sekarang pemerintah sedang mengerjakan ruas bagian Medan-Kuala Namu,” jelasnya.



PT Jasa Merga Akan Tambah Belanja Modal Rp2 Triliun

Tuesday, November 18, 2014

Aksi Beli Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Selasa (18/11) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat sebesar 55 poin menjadi Rp 12.125 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.180 per dolar AS.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memanjak 48 poin   menjelang penutupan perdagangan.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,301 poin (0,40%) ke level 5.074,244 berkat perburuan saham investor asing. Dana asing pun kembali mengalir masuk lantai bursa.


Selain itu, pelaku pasar keuangan di dalam negeri menyambut baik kebijakan pemerintah yang menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Adanya kepastian kenaikan harga BBM subsidi itu, mendorong kepercayaan investor bahwa ekonomi Indonesia ke depan dapat menjadi lebih baik.


Dinaikkannya BBM subsidi itu diharapkan dapat membuka ruang fiskal Indonesia untuk mendorong pembangunan infrastruktur.  Membaiknya infrastruktur, akan menjadi daya tarik investor untuk menempatkan dananya ke Indonesia.    Pelaku pasar sedang menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga inflasi pascakenaikan harga BBM subsidi.


Sentimen dari dipangkasnya anggaran untuk BBM subsidi dapat memberikan lebih banyak dana luang untuk belanja modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depannya.  Dana luang itu dapat digunakan untuk keperluan lainnya, terutama belanja infrastruktur dan permodalan, yang mana dapat mendorong outlook perekonomian dalam jangka panjang.  Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, kurs tengah BI mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.146 dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp  12.193 per dolar AS.


Dari bursa saham,  menutup perdagangan, Selasa (18/11)  IHSG melaju 48,526 poin (0,96%) ke level 5.102,469. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 9,368 poin (1,08%) ke level 876,586. Seluruh indeks sektoral akhirnya berhasil menguat sore hari ini. Sektor yang naik paling tinggi adalah industri dasar.


Tercatat transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.677 kali dengan volume 6,306 miliar lembar saham senilai Rp 5,309 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 111 turun, dan 78 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.225 ke Rp 62.425, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 31.600, Asahimas (AMFG) naik Rp 500 ke Rp 7.500, dan Multi Prima (PLIN) naik Rp 350 ke Rp 2.550.


Sementara itu, bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari ini. Rencana stimulus di Jepang dan Uni Eropa menjadi katalis pendorong aksi beli pelaku pasar Asia.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 370,26 poin (2,18%) ke level 17.344,06, Indeks Hang Seng anjlok 267,91 poin (1,13%) ke level 23.529,17, Indeks Komposit Shanghai melemah 17,64 poin (0,71%) ke level 2.456,37, dan  Indeks Straits Times naik 19,64 poin (0,60%) ke level 3.308,31. [geng]



Aksi Beli Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Monday, November 3, 2014

PT Dharma Satya Nusantara Siapkan Belanja Modal Hingga US$80 Juta

Financeroll – PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran US$70 juta hingga US$80 juta.


Wakil Direktur Utama DSNG mengatakan sebagian capex tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru akhir tahun depan. Itu untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton per jam sekitar US$20 juta dolar dan penanaman baru yang kita investasikan rata-rata US$5.000 sampai US$5.500 dolar per hektar.


Sampai akhir September 2014, jumlah tertanam kebun inti telah mencapai 61.469 hektar, dengan usia rata-rata tanaman kebun inti mencapai 7,4 tahun. Dari jumlah tersebut sebanyak 48.038 hektar merupakan kebun yang sudah menghasilkan.


Adapun produksi tandan buah segar kebun inti dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai 920,1 ribu ton atau naik sebesar 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 826,1 juta ton.



PT Dharma Satya Nusantara Siapkan Belanja Modal Hingga US$80 Juta

Saturday, November 1, 2014

PT XL Axiata Anggarkan Belanja Modal Rp7 Triliun

Financeroll – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menganggarkan belanja modal untuk 2015 sebesar Rp7 triliun.


Nilai belanja modal ini sama dengan alokasi belanja modal 2014.


Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan sebagian besar belanja modal tahun depan dipakai untuk mengembangkan jaringan.


EXCL akan memperbanyak jaringan 3G ketimbang 2G.


Dana belanja modal dari kas internal. Bila ada peluang di pasar, baru akan dipakai pinjaman.


Prediksinya, belanja modal tahun ini senilai Rp7 triliun bakal habis dipakai. Hingga akhir Juni tahun ini, jumlah pelanggan XL mencapai 62,9 juta, naik 16% year-on-year.



PT XL Axiata Anggarkan Belanja Modal Rp7 Triliun