Showing posts with label dharma satya nusantara. Show all posts
Showing posts with label dharma satya nusantara. Show all posts

Monday, November 3, 2014

PT Dharma Satya Nusantara Bukukan Kenaikan Laba Bersih 323%

Financeroll – PT Dharma Satya Nusantara Tbk. sepanjang kuartal III/2014 berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 323% dari Rp123,29 miliar pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp521,52 miliar.


Melambungnya keuntungan yang dicetak emiten berkode saham DSNG tersebut disebabkan pendapatan bersih yang naik 39,18% dari Rp2,68 triliun menjadi Rp3,73 triliun.


Persentse kenaikan laba bersih yang lebih tinggi dari pendapatan tersebut membuat marjin laba bersih terdongkrak dari 4,6% menjadi 13,98%.


Direktur Utama DSNG mengatakan pelemahan harga minyak kelapa sawit mentah (crude pam oil/CPO) akhir-akhir ini tidak begitu berpengaruh pada pendapatan.


Pasalnya, di samping produksi yang semakin bertambah, harga rata-rata CPO hingga kuartal III/2014 masih masih berada di level Rp8,52 juta per ton atau lebih tinggi dari harga rata-rata pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp6,67 juta per ton.


Hasil positif yang didapat perseroan hingga kuartal III/2014 kemungkinan akan berlanjut hingga penghujung tahun ini.


Sampai akhir tahun ini diharapkan kinerja akan tetap positif dan menurut pengalaman, menjelang akhir tahun biasanya justru semakin meningkat.



PT Dharma Satya Nusantara Bukukan Kenaikan Laba Bersih 323%

PT Dharma Satya Nusantara Raih Pendapatan Bersih Rp2,71 Triliun Dari Kelapa Sawit

Financeroll – Industri kelapa sawit masih menjadi tulang punggung pendapatan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) dengan menyumbang pendapatan bersih senilai Rp2,71 triliun atau 72,7% dari total pendapatan bersih perseroan.


Hal tersebut didorong oleh produksi tandan buah segar kebun inti dalam sembilan bulan pertama tahun ini yang telah mencapai 920,1 ribu ton atau naik sebesar 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 826,1 juta ton.


Sementara produksi CPO juga meningkat 24,1% menjadi 288,7 ribu ton dibandingkan sembilan bulan pertama tahun lalu yang mencapai 232,7 ribu ton. Adapun produksi Palm Kernel Oil (PKO) juga meningkat dari 8.636 ton pada kuartal III tahun lalu menjadi 12.841 ton.


Sementara itu, perseroan masih mampu mempertahankan Oil Extraction Rate (OER) pada level 24% pada sembilan bulan pertama tahun ini.


Di industri pengolahan kayu, pada kuartal III/2014 perseroan mencatat pendapatan bersih senilai Rp1,02 triliun atau relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,03 triliun.


Volume penjualan produk panel turun 23,2% menjadi 149,9 ribu meter kubik, namun harga rata-rata panel kayu naik 12,2% menjadi Rp4,3 juta per meter kubik. Volume penjualan engineered door juga turun 6,8% menjadi 37,8 ribu unit, namun harga rata-ratanya meningkat sebesar 17,1% menjadi Rp1,2 juta per unit.


Sedangkan untuk produk engineered flooring, terjadi kenaikan volume penjualan sebesar 11% menjadi 878,7 ribu meter persegi dan juga kenaikan harga rata-rata sebesar 20,9% menjadi Rp364 ribu per meter persegi.



PT Dharma Satya Nusantara Raih Pendapatan Bersih Rp2,71 Triliun Dari Kelapa Sawit

PT Dharma Satya Nusantara Siapkan Belanja Modal Hingga US$80 Juta

Financeroll – PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran US$70 juta hingga US$80 juta.


Wakil Direktur Utama DSNG mengatakan sebagian capex tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru akhir tahun depan. Itu untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton per jam sekitar US$20 juta dolar dan penanaman baru yang kita investasikan rata-rata US$5.000 sampai US$5.500 dolar per hektar.


Sampai akhir September 2014, jumlah tertanam kebun inti telah mencapai 61.469 hektar, dengan usia rata-rata tanaman kebun inti mencapai 7,4 tahun. Dari jumlah tersebut sebanyak 48.038 hektar merupakan kebun yang sudah menghasilkan.


Adapun produksi tandan buah segar kebun inti dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai 920,1 ribu ton atau naik sebesar 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 826,1 juta ton.



PT Dharma Satya Nusantara Siapkan Belanja Modal Hingga US$80 Juta