Showing posts with label Laba bersih. Show all posts
Showing posts with label Laba bersih. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Aneka Tambang Yakin Cetak Kinerja Menjadi Positif Mulai Tahun Ini

Financeroll – Meski terus tertekan oleh pelarangan ekspor, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. optimistis kinerja perseroan dapat berbalik positif mulai tahun ini dan dapat mencetak laba pada 2016.


Direktur Utama ANTM Tato Miraza memperkirakan pada 2016 perseroan dapat meraup laba bersih sebesar Rp560,59 miliar berbalik dibandingkan proyeksi pada tahun ini yang masih mencetak rugi Rp924,2 miliar.


Kalau penambahan modal disetujui, Insya Allah tahun 2016 bisa mencetak laba bersih dan dividen.


Proyeksi kinerja pada tahun depan tersebut apabila rencana penyertaan modal negara (PMN) yang diajukan oleh pemerintah dapat disetujui oleh legislator. Rencananya, right issue akan mencapai Rp10,77 triliun dengan porsi PMN senilai Rp7 triliun.


Right issue yang akan digelar pada tahun ini dapat meningkatkan belanja modal (capital expenditure/Capex) perseroan. Tanpa PMN, belanja modal emiten berkode saham ANTM itu mencapai US$220 juta.


Anggaran belanja modal yang dianggarkan, akan digunakan untuk operasional sepanjang tahun. Sedangkan dana hasil right issue akan digunakan untuk mendanai tiga proyek ANTM selama beberapa waktu ke depan.


Perolehan dana right issue tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek Anode Slime. Investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai US$32 juta pada 2015 dan US$8 juta pada tahun depan.


Kemudian, dana PMN tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan proyek smelter grade alumina Mempawah. Diperkirakan akan menelan investasi dari right issue masing-masing 2015 sebesar US$32 juta, 2016 sebesar US$75 juta, pada 2017 sebesar US$98 juta, dan pada 2018 sebesar US$22,5 juta.


Keseluruhan dana right issue untuk proyek smelter grade alimina Mempawah mencapai US$217,5 juta dalam 4 tahun hingga 2018.


Terakhir, dana right issue akan digunakan ANTM untuk pembangunan proyek feronikel Halmahera Timur senilai total US$640 juta. Masing-masing investasi pada 2015 US$256 juta, pada 2016 senilai US$320 juta, dan pada 2017 senilai US$64 juta.


Dana PMN dipakai untuk kegiatan proyek, bukan dipakai dalam operasional. Sementara operasional ada beban bunga terhadap proyek yang dikerjakan dan beban depresiasi. Tapi tahun ini sudah positif kembali.


Perseroan, membidik target produksi pada tahun ini mencapai 20.000 ton feronikel. Produksi tersebut meningkat 20% dibandingkan dengan produksi pada tahun lalu yang mencapai 18.000 ton.


Adapun untuk produksi emas, perseroan tidak membidik target yang lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Antam menargetkan produksi emas tetap sama sebanyak 8,5 ton.



PT Aneka Tambang Yakin Cetak Kinerja Menjadi Positif Mulai Tahun Ini

Sunday, January 11, 2015

PT Adhi Karya Mengincar Laba Bersih Sebesar Rp440,1 Miliar

Financeroll – Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membidik laba bersih tahun ini sebesar Rp440,1 miliar dengan mengharapkan program pemerintahan Joko Widodo khususnya sektor infrastruktur.


Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, mengatakan pada tahun ini, perseroan berharap terhadap pemerintahan baru khususnya pada program pembangunan melalui peningkatan anggaran negara untuk infrastruktur.


Hal itu turut mendorong semangat ADHI untuk aktif berkontribusi dalam memajukan pembangunan infrastruktur di Indonesia.


Untuk itu, ADHI membidik laba bersih Rp440,1 miliar. Kontribusi terbesar dari anak usaha PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6% melalui pengembangan bisnis properti realti.


Target perolehan kontrak baru tahun ini juga meningkat menjadi Rp15,2 triliun. Lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp12,5 triliun, lini bisnis EPC sebesar Rp460,1 miliar, pada lini bisnis properti realti sebesar Rp1,7 triliun, dan lini bisnis precast concrete Rp479,6 miliar.


Sementara total pendapatan usaha di tahun 2015 direncanakan sebesar Rp13,2 triliun.


Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) ADHI pada 2015 direncanakan mencapai Rp824,7 miliar. Masing-masing untuk investasi pengembangan bisnis properti realti hotel sebesar Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi sebesar Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp68,387 miliar.


Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari sisa dana hasil penerbitan obligasi yang lalu dan kredit perbankan serta kas internal Perseroan.



PT Adhi Karya Mengincar Laba Bersih Sebesar Rp440,1 Miliar

Monday, December 22, 2014

PT Sawit Sumbermas Sarana Incar Laba Bersih Rp 735 Miliar

Financeroll – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. mengincar perolehan laba bersih sebesar Rp735 miliar pada 2015.


Harry M. Nadir, Direktur Keuangan Sawit Sumbermas Sarana, mengatakan target tersebut meningkat 16,4% dibandingkan laba bersih sepanjang tahun ini.


Dengan targetkan net income tahun depan Rp735 miliar, naik 16,4% dari perolehan tahun ini.


Tercatat, hingga kuartal III/2014, SSMS membukukan laba bersih Rp477,6 miliar, melonjak 39,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp341,4 miliar. Penjualan bersih tercatat mencapai Rp1,5 triliun, naik 25% dari sebelumnya RP1,2 triliun.


Bila dihitung setelah proses pembelian dua perusahaan sawit, manajemen SSMS memerkirakan perolehan laba bersih dapat tumbuh sekitar 20%-25% dibandingkan perolehan tahun ini.


Untuk meraih target tersebut, SSMS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar US$30 juta. Dana yang berasal dari kas internal itu rencananya akan digunakan untuk penanaman tanpa ada rencana ekspansi pembangunan pabrik kelapa sawit baru.


Dengan mengontrol penanaman, target sekitar 5.000 Ha ditambah akuisisi 3.000 Ha per tahun, sehingga tahun pertama dianggarkan US$30 juta untuk belanja modal.



PT Sawit Sumbermas Sarana Incar Laba Bersih Rp 735 Miliar

Saturday, November 8, 2014

PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk. harus menelan pil pahit akibat rugi yang membengkak hingga US$112,7 juta setara dengan Rp1,4 triliun pada kuartal III/2014.


Direktur Utama Krakatau Steel, mengumumkan laporan keuangan perseroan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tersebut merosot ketimbang periode yang sama tahun lalu US$10 juta.


Pendapatan bersih emiten berkode saham KRAS itu tercatat mencapai US$1,36 miliar per 30 September 2014, merosot bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$1,57 miliar.


Laba kotor KRAS mencapai US$32 juta, merosot tajam dari periode sebelumnya yang mencapai US$86,4 juta.


Akibat kinerja tersebut, perolehan rugi periode berjalan per kuartal III/2014 meningkat tajam menjadi US$122,5 juta dari sebelumnya hanya US$7,89 juta.



PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7

Friday, November 7, 2014

PT Harum Energy Alami Penurunan Laba Bersih Hingga US$17,13 Juta

Financeroll – Perusahaan tambang PT Harum Energy Tbk. membukukan kemerosotan laba bersih hingga US17,13 juta atau setara dengan Rp205,56 miliar pada kuartal III/2014.


Direktur Utama Harum Energy, mengumumkan kinerja perseroan dalam laporan keuangan. Harum Energy meraup laba bersih senilai US$19,15 juta, anjlok 47,21% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$36,29 juta.


Emiten berkode saham HRUM tersebut meraup pendapatan US$368,88 juta, anjlok tajam dari sebelumnya US$666,88 juta. Laba kotor juga demikian, anjlok menjadi Rp67,48 miliar dari Rp140,42 juta.


Laba bersih periode berjalan yang dibukukan HRUM tercatat merosot menjadi US$20,89 juta dari sebelumnya US$43,38 juta. Jumlah aset per 30 September 2014 mencapai US$448,95 juta dari sebelunya US$480,62 juta.



PT Harum Energy Alami Penurunan Laba Bersih Hingga US$17,13 Juta

PT Wijaya Karya Bukukan Laba Bersih Naik Tipis 2,66%

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membukukan laba bersih yang meningkat tipis atau cenderung datar pada kuartal III/2014.


Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengatakan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tumbuh 2,66% menjadi Rp400,71 miliar per 30 September 2014.


Naik dari tahun 2013 year on year atau 59,05% dari target 2014 sebesar Rp678,65 miliar.


Sementara dari sisi penjualan, periode Januari-September tercatat emiten berkode saham WIKA tersebut berhasil meraup Rp8,61 triliun, naik 8,55% ketimbang tahun lalu Rp7,91 triliun.


Perseroan membukukan perolehan laba kotor sebesar Rp939,46 miliar dari sebelumnya Rp844,05 miliar. Laba bersih tercatat mencapai Rp484,47 miliar dari sebelumnya Rp438,47 miliar.



PT Wijaya Karya Bukukan Laba Bersih Naik Tipis 2,66%

PT Media Nusantara Citra Alami Kenaikan Laba Bersih 9,45%

Financeroll – Laba bersih PT Media Nusantara Citra Tbk. meningkat 9,45% sepanjang sembilan bulan pertama 2014 dari periode sama tahun lalu.


Emiten stasiun televisi free-to-air (FTA) berkode saham MNCN itu baru saja menerbitkan laporan keuangan per September 2014. MNCN mendulang laba bersih Rp1,39 triliun pada triwulan III tahun ini, naik 9,45% dari triwulan III/2013 (year-on-year/ yoy).


Penaikan laba bersih ini ditopang penurunan beban langsung media cetak sebesar 5,65% serta beban keuangan 48,12%. Juga disokong penaikan penghasilan bunga sebesar 133,41% dan keuntungan lain-lain sebanyak 44,59%.


Dari sisi pendapatan, MNCN mendulang penaikan 6,11% menjadi Rp5,04 triliun pada triwulan III tahun ini yoy. Pendapatan iklan naik 7,09% menjadi Rp4,68 triliun dan berkontribusi 92,86% terhadap total pendapatan.


MNCN memperoleh pendapatan usaha dari pemasangan iklan dan layanan pesan singkat dari PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) senilai Rp110,53 miliar, MNC Tencent Rp64,84 miliar, dan PT Nusantara Vision Rp1,11 miliar.


MNCN membawahi tiga stasiun televisi FTA, yakni RCTI, MNC TV, dan Global TV, sedangkan EMTK mengoperasikan stasiun televisi FTA SCTV dan Indosiar.



PT Media Nusantara Citra Alami Kenaikan Laba Bersih 9,45%

PT Nusa Raya Cipta Kantongi Pendapatan Rp2,47 Triliun

Financeroll – PT Nusa Raya Cipta Tbk, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk, mengantongi pendapatan Rp2,47 triliun hingga September. Jumlah ini setara dengan 75% target perseroan sepanjang 2014.


Dalam keterangan resmi, emiten jasa konstruksi tersebut juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp208 miliar. Dengan demikian, perseroan tinggal memerlukan tambahan Rp42 miliar di kuartal terakhir ini untuk memenuhi target net profit tahun ini yang senilai Rp250 miliar.


Perolehan laba bersih didorong oleh kontribusi pendapatan ventura bersama yang mencapai Rp116 miliar, atau 55,7% dari total net profit. Emiten berkode NRCA itu menyebutkan mereka memiliki empat proyek ventura bersama.


Proyek-proyek tersebut adalah joint operation (JO) Karabha NRC yang menjalankan proyek tol Cikampek-Palimanan, STC NRC JO untuk pembangunan MNC News Centre, JO Maeda NRC yang membangun proyek pabrik Tachi-S Indonesia dan Y-Tech Autoparts Indonesia, serta JO Jaya Konstruksi Tata NRC untuk pengembangan Ciputra World.


Per September, perseroan sudah meraih kontrak baru senilai Rp2,35 triliun. Adapun target hingga akhir tahun adalah Rp3,7 triliun.


Proyek baru yang telah didapatkan NRCA dalam periode Januari-September adalah Menara Palma 2, Paddington Height Residences Alam Sutera, Bandung International Convention Center & Hotel. Lombok Epicentrum Mall, Hotel Holiday Inn Express Bali, Hotel Holiday Inn JIEXPO Jakarta, dan Garden Wing Hotel & Apartment Karawang.



PT Nusa Raya Cipta Kantongi Pendapatan Rp2,47 Triliun

Wednesday, November 5, 2014

PT Intiland Development Bukukan Laba Bersih 43,5 Persen

Financeroll – PT Intiland Development Tbk membukukan kinerja yang mengesankan pada kuartal III/2014, setelah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 43,5% menjadi Rp300 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp209,2 miliar.


Sementara itu, laba usaha naik 24% secara year-on-year (YoY) ke posisi Rp436,2 miliar.


Dalam keterangan resmi yang diperoleh, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development (DILD) menuturkan naiknya profitabilitas didorong oleh meningkatkan pendapatan usaha.


Hasil penjualan dari proyek pengembangan superblok dan residensial menjadi pendorong naiknya pendapatan.


Revenue DILD selama sembilan bulan pertama 2014 tercatat sebesar Rp1,3 triliun, lebih tinggi 24,8% dari posisi periode yang sama setahun sebelumnya. Segmen pengembangan residensial menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp456,3 miliar, setara dengan 35% dari total pendapatan.


Pengembangan superblok berkontribusi 28,5% atau sekitar Rp370,8 miliar. Kemudian, proyek superblok South Quarter memberikan 25% dan perumahan Graha Natura 14%.


Di sisi tipe, pendapatan pengembangan atau development income masih menjadi penyumbang tertinggi dengan porsi 90,5% atau Rp1,18 triliun. Sementara, sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan proyek gedung perkantoran serta sarana golf dan olahraga.


Dengan terus memperbesar kontribusi pendapatan berkelanjutan seiring akan beroperasinya gedung-gedung perkantoran. Salah satunya adalah South Quarter di Jakarta yang akan beroperasi menerima tenant kantor tahun depan.


Di sisi marketing sales, per September DILD sudah meraup Rp1,8 triliun atau 64% dari target sepanjang 2014. Dari jumlah itu, recurring income hanya berkontribusi Rp138 miliar atau 8%. Sumbangan terbesar masih berasal dari development income yang mencapai Rp1,66 triliun.


Sekitar 44% dari jumlah tersebut berasal dari proyek pengembangan superblok dan 42% dari pengembangan hunian. Proyek Aeropolis dan South Quarter masing-masing menyumbang Rp358 miliar dan Rp245 miliar. Adapun Regatta berkontribusi Rp289 miliar.



PT Intiland Development Bukukan Laba Bersih 43,5 Persen

PT London Sumatra Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp698,6 Miliar

Financeroll – PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. berhasil membukukan perolehan laba bersih pada kuartal III/2014 sebesar Rp698,6 miliar.


Direktur Utama LSIP dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, menyebutkan perolehan laba bersih tersebut mengalami peningkatan 57,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp442,88 miliar.


Pendapatan yang dibukukan oleh LSIP tercatat melonjak menjadi Rp3,5 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun. Laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari sebelumnya Rp735,9 miliar.


Perseroan mencatat perolehan laba periode berjalan mengalami peningkatan menjadi Rp698,63 miliar dari sebelumnya Rp442,1 miliar.


Total aset yang dibukukan LSIP per 30 September 2014 mencapai Rp8,47 triliun, naik dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp7,97 triliun.



PT London Sumatra Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp698,6 Miliar

Tuesday, November 4, 2014

PT Sampoerna Agro Bukukan Laba Bersih Hingga 913,11 Persen

Financeroll – Perusahaan perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. membukukan laba bersih yang melesat hingga 913,11% per kuartal III/2014.


Direktur Utama Sampoerna Argo Ekadharmajanto Kasih mengumumkan kinerja perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.


Disebutkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melonjak tajam menjadi Rp310,8 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp30,68 miliar.


Penjualan SGRO tercatat melonjak tajam menjadi Rp2,48 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,44 triliun. Laba kotor tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp704,1 miliar dari sebelumnya Rp248,9 miliar.


SGRO tercatat meraup laba periode berjalan sebesar Rp319,8 miliar dari sebelumnya Rp30,44 miliar. Total aset SGRO per 30 September 2014 mencapai Rp5,07 triliun dari sebelumnya Rp4,51 triliun.



PT Sampoerna Agro Bukukan Laba Bersih Hingga 913,11 Persen

PT Waskita Karya Bukukan Kenaikan Laba Bersih Tipis 9,5%

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan kenaikan laba bersih yang tipis 9,3% hingga 30 September 2014.


Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengumumkan kinerja perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.


Tercatat, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat tipis menjadi Rp129,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp118,1 miliar.


Pendapatan usaha WSKT tercatat meningkat tipis menjadi Rp5,28 triliun dari sebelumnya Rp5,14 triliun. Laba kotor dibukukan oleh WSKT sebesar Rp500,1 miliar dari sebelumnya Rp426,5 miliar.


Adapun laba bersih periode berjalan yang diperoleh WSKT mencapai Rp128,9 miliar dari sebelumnya Rp118,1 miliar.


Total aset yang dibukukan per 30 September 2014 mencapai Rp10,28 triliun dari sebelumnya Rp8,78 triliun pada 31 Desember 2013.



PT Waskita Karya Bukukan Kenaikan Laba Bersih Tipis 9,5%

PT Salim Ivomas Pratama Bukukan Laba Bersih 225,67 Persen

Financeroll – Perusahaan perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. membukukan laba bersih yang meroket 225,67% pada kuartal III/2014.


Direktur Utama SIMP Mark Julian Wakeford mengumumkan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, bahwa perolehan laba bersih mencapai Rp557,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp171,1 miliar.


Emiten Group Salim itu membukukan penjualan sebesar Rp10,77 triliun per 30 September 2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp9,53 triliun. Laba kotor tercatat mencapai Rp2,86 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.


Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp1,61 triliun dibandingkan sebelumnya Rp916 miliar. Laba periode berjalan SIMP tercatat melonjak menjadi Rp763,3 miliar dari sebelumnya Rp183,7 miliar.


Total aset per 30 September 2014 mengalami peningkatan menjadi Rp30,49 triliun dari sebelumnya Rp28,06 triliun per 31 Desember 2014.



PT Salim Ivomas Pratama Bukukan Laba Bersih 225,67 Persen

PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. meraih pendapatan usaha pada kuartal III/2014 sebesar Rp7,8 triliun.


Bambang Triwibowo, Direktur Utama PTPP, mengumumkan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, bahwa perolehan pendapatan tersebut mengalami peningkatan tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,25 triliun.


PTPP mencatatkan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp290,1 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp218,3 miliar.


Laba kotor yang berhasil dibukukan oleh PTPP sebesar Rp912,2 miliar dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu Rp726,48 miliar. Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp702,1 miliar dari sebelumnya Rp575,47 miliar.


Laba komprehensif tahun berjalan tercatat mencapai Rp290,1 miliar dari sebelumnya Rp218,3 miliar. Total aset yang dibukukan PTPP mencapai Rp12,77 triliun dari sebelumnya Rp12,41 triliun.



PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun

Monday, November 3, 2014

PT Dharma Satya Nusantara Bukukan Kenaikan Laba Bersih 323%

Financeroll – PT Dharma Satya Nusantara Tbk. sepanjang kuartal III/2014 berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 323% dari Rp123,29 miliar pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp521,52 miliar.


Melambungnya keuntungan yang dicetak emiten berkode saham DSNG tersebut disebabkan pendapatan bersih yang naik 39,18% dari Rp2,68 triliun menjadi Rp3,73 triliun.


Persentse kenaikan laba bersih yang lebih tinggi dari pendapatan tersebut membuat marjin laba bersih terdongkrak dari 4,6% menjadi 13,98%.


Direktur Utama DSNG mengatakan pelemahan harga minyak kelapa sawit mentah (crude pam oil/CPO) akhir-akhir ini tidak begitu berpengaruh pada pendapatan.


Pasalnya, di samping produksi yang semakin bertambah, harga rata-rata CPO hingga kuartal III/2014 masih masih berada di level Rp8,52 juta per ton atau lebih tinggi dari harga rata-rata pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp6,67 juta per ton.


Hasil positif yang didapat perseroan hingga kuartal III/2014 kemungkinan akan berlanjut hingga penghujung tahun ini.


Sampai akhir tahun ini diharapkan kinerja akan tetap positif dan menurut pengalaman, menjelang akhir tahun biasanya justru semakin meningkat.



PT Dharma Satya Nusantara Bukukan Kenaikan Laba Bersih 323%

Sunday, November 2, 2014

Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Financeroll – Emiten konstruksi, PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perseroan), pada kuartal III-2014 berhasil meraih laba bersih periode berjalan Rp 80,24 miliar atau meningkat 136,37% dibandingkan periode sama 2013, Rp 33,90 miliar. Untuk laba kotor perseroan meningkat Rp 126,1 miliar atau 46,4% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 145,8 miliar.


Meningkatnya  laba bersih perseroan berkat peningkatan pendapatan dan penjualan yang melesat 73,59% menjadi Rp 382,31 miliar. Kinerja positif tergambar dalam seluruh Operating Ratio, seperti Gross Margin Ratio, Operating Margin Ratio dan Nett Profit Margin, masing-masing meningkat menjadi 71,1%, 40,9% dan 21% pada kuartal III 2014. Sementara EBITDA Perseroan meningkat 1,6 kali lipat dari Rp132,3 miliar di kuartal III 2013 menjadi Rp 210,8 miliar.  Hungga  akhir 30 September 2014, total aset perseroan mencapai Rp 3,55 triliun.


Sementara itu, General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawati mengatakan,  bisnis Nusantara Infrastructure tetap tumbuh secara positif. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti bahwa strategi yang kami jalankan sudah tepat dan didukung oleh portfolio bisnis yang semakin sehat.


Menurut Deden, saat ini perseroan telah mengelola sejumlah sektor infrastruktur strategis meliputi jalan tol, pengelolaan air bersih, menara telekomunikasi dan pengelolaan pelabuhan. Kata dia, perseroan melayani lebih dari 88 juta pelanggan, 500.000 rumah tangga, 170 pabrik dan 210 kapal dalam bisnis jalan tol, air, pelabuhan dan energi.  Dengan fundamental yang semakin kokoh dan portofolio bisnis kian solid, perseroan optimistis memanfaatkan potensi bisnis sektor infrastruktur yang semakin terbuka lebar. [geng]



Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Saturday, November 1, 2014

PT Elnusa Bukukan Laba Bersih Senilai Rp122,72 Miliar

Financeroll – PT Elnusa Tbk. pada kuartal III/2014 membukukan laba bersih senilai Rp290,18 miliar atau melonjak 136,46% dibanding dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,72 miliar.


Adapun emiten dengan kode saham ELSA itu berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 3,42% dari Rp2,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp3,02 triliun. Kondisi tersebut membuat marjin laba bersih perseroan meningkat dari 4,2% menjadi 9,6%.


Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September yang dirilis, melonjaknya laba bersih perseroan dikarenakan adanya tambahan pendapatan dari hasil penjualan aset tanah senilai Rp87 miliar yang dilakukan pada paruh pertama tahun ini.


Selain itu, perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi dari Rp205,49 miliar menjadi Rp200,1 miliar. Penghasilan bunga juga naik dari Rp11,99 miliar menjadi Rp24,39 miliar.


Pada perdagangan saham emiten yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi ini menguat 5 poin ke level Rp550 per saham.



PT Elnusa Bukukan Laba Bersih Senilai Rp122,72 Miliar

Friday, October 31, 2014

Mitra Phinasthika Alami Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Menjadi Rp398,7 Miliar

Financeroll – Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini disebut menjadi alasan merosotnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk PT Mitra Phinasthika Tbk. menjadi Rp398,7 miliar pada kuartal III/2014.


Perolehan tersebut tercatat turun tipis 2,93% dari periode yang sama tahun lalu Rp410,8 miliar. Laba periode berjalan yang dibukukan perseroan mencapai Rp426,1 miliar dari sebelumnya Rp440,4 miliar.


Direktur Utama Mitra Phinasthika, menyebutkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, pengetatan likuiditas, dan defisit transaksi berjalan yang masih lebar berdampak pada pertumbuhan bisnis perseroan.


Menghadapi tantangan tersebut, akan berfokus melakukan hal-hal fundamental dan melakukan pendekatan lebih konservatif di seluruh lini bisnis kami.


Emiten berkode saham MPMX membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,5% menjadi Rp12 triliun dan laba kotor sebesar 14,3% menjadi Rp1,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.


Pada September lalu, MPMX, melalui anak perusahaannya, MPM Global Pte. Ltd., menerbitkan obligasi (senior notes) bertenor 5 tahun senilai US$200 juta dengan yield sebesar 6,75%. Penawaran obligasi ini diklaim mengalami kelebihan permintaan hingga 7 kali atau senilai US$1,4 miliar.



Mitra Phinasthika Alami Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Menjadi Rp398,7 Miliar

PT Bank OCBC NISP Bukukan Laba Bersih Tumbuh 12%

Financeroll – PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) membukukan laba Rp942 miliar pada triwulan III/2014. Laba itu tumbuh 12% dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp838 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 2,7 triliun pada September 2014 dari Rp 2,3 triliun pada September 2013.


Presiden Direktur Bank OCBC NISP mengatakan tahun 2014 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan di Indonesia.


Kondisi likuiditas yang ketat, hingga pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini senantiasa dimonitor pengaruhnya dari waktu ke waktu guna dilakukan penyesuaian strategi jangka pendek maupun jangka panjang.


Untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank OCBC NISP mencatatkan pertumbuhan sebesar 26% atau setara dengan nominal sebesar Rp79,5 trilliun dari Rp62,9 triliun pada periode yang sama lalu. Kondisi itu menyebabkan rasio intermediasi (Loan to Deposit Ratio/LDR) pada triwulan III berada pada level 83,6%.


Pasalnya, pertumbuhan kredit (gross) tercatat hanya sebesar 9% (y-o-y) menjadi Rp 66,6 triliun pada akhir triwulan III 2014 dari Rp 61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu kredit modal kerja memiliki pangsa sebesar 42%, sedangkan sisanya berupa kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 40% dan 18%.


Kondisi itu mendorong pertumbuhan aset perseroan. Pada triwulan III/2014, aset bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh OCBC Bank Singapore itu tumbuh 23% (y-o-y) menjadi Rp109,1 triliun dari posisi Rp88,5 triliun pada triwulan III/2013.


Beberapa indikator kesehatan bank lainnya nampak terkendali. Non Performing Loan (NPL) net terjaga pada level 0,7%. Rasio permodalan (CAR) juga meningkat menjadi 19,1%, sedangkan return on asset (ROA) & return on equity (ROE) masing-masing berada pada level 1,7% & 9,2%.


Kondisi perekonomian saat ini masih belum pulih, tetapi akan proaktif mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat. Dengan ditunjang pondasi keuangan yang kokoh dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, terus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan integrasi Masyarakat Ekonomi Asean pada tahun mendatang.



PT Bank OCBC NISP Bukukan Laba Bersih Tumbuh 12%

Tuesday, October 28, 2014

PT Waskita Karya Mengincar Laba Bersih Rp404,76 Miliar

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Mengincar perolehan laba bersih hingga akhir tahun ini dapat meningkat 10% menjadi Rp404,76 miliar dari tahun lalu Rp367,97 miliar.


Padahal, pada periode 2013, perolehan laba bersih Waskita melonjak 44,85% dari tahun sebelumnya sebesar Rp254,03 miliar. Hingga semester I/2014, WSKT membukukan laba bersih Rp60,9 miliar, naik 7,81% year-on-year


Sekretaris Waskita Karya mengungkapkan saat ini masih optimis, laba bersih tumbuh kira-kira 10%.


Hingga akhir tahun ini, WSKT menargetkan mampu mendapatkan kontrak baru senilai Rp18,7 triliun. Perseroan tengah mengincar kontrak pembangunan proyek Tol Bekasi Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I senilai Rp3,9 triliun.


Hingga akhir September 2014, Waskita Karya membukukan kontrak baru sebesar Rp13,048 triliun, atau mencapai 69,7% dari total target sepanjang tahun ini.



PT Waskita Karya Mengincar Laba Bersih Rp404,76 Miliar