Showing posts with label Kuartal Ketiga. Show all posts
Showing posts with label Kuartal Ketiga. Show all posts

Wednesday, November 12, 2014

Kuartal Ketiga, Penjualan Toba Bara Tumbuh 38,6 Persen

Financeroll – Emiten pertambangan batubara, PT Toba Bara Sejahtra Tbk  (TOBA) mencatatkan laba berjalan USD 30,9 juta. Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Toba Bara Sejahtra (TOBA) Pandu P Syahrir mengatakan, laba tersebut berasal dari penjualan perseroan.  Tercatat penjualan tumbuh  38,6 persen dan hingga  kuartal III 2014 ini penjualan mencapai 6,1 juta ton.  Sementara EBITDA naik naik 44,1 persen dibanding periode yang sama di 2013 atau tercatat sebesar USD 57,8 juta pada kuartal III-2014.


Disampaikan juga, perseroan  memproyeksikan target produksi batu bara mencapai 7,2 juta ton hingga akhir 2014.  Produksi batu bara dalam sembilan pertama di 2014 sebesar 6,4 juta ton. Rencananya, perseroan akan memproduksi batubara sekitar 7,2 juta ton hingga 7,8 juta ton pada 2014.


Menurut Pandu, target tersebut akan tercapai karena sampai September 2014 mencapai 6,4 juta ton. Itu mengalami kenaikan volume produksi 39,1 persen, jika dibandingkan periode sama, 2013. Hingga akhir September 2014, lanjut Pandu, TOBA menjual 90 hingga 95 persen batu bara dengan kontrak fixed price, terutama diekspor ke China, Taiwan, Korea Selatan dan India.  Nilai penjualan hingga September 2014 tercatat sebesar USD 389,7 juta atau mengalami peningkatan sebesar 31 persen dibanding periode yang sama di 2013. [geng]



Kuartal Ketiga, Penjualan Toba Bara Tumbuh 38,6 Persen

Tuesday, November 11, 2014

Kuartal Ketiga, Laba Bersih Tower Bersama Rp 1,223 Triliun

Financeroll – Emiten penyedia menara Base Transceiver Station (BTS),   PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG) membukukan laba bersih Rp 1,223 triliun dengan pendapatan Rp2.432 triliun sepanjang kuartal III-2014.


Sementara itu, Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG mengatakan, pendapatan meningkat 24.4%.  Jika triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan perseroan mencapai Rp 3,4 triliun, atau terjadi peningkatan 26,4% dibandingkan pencapaian periode penuh 2013.  Dari sisi EBITDA sebesar Rp 1,998 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2014. EBITDA meningkat 24.8% jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2013.


Disampaikan juga, dengan rasio utang yang rendah, perseroan masih punya ruang untuk pinjaman baru.  Per 30 September 2014, total pinjaman (debt) perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dolar AS diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp 13.508 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 9.648 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp 584 miliar.  Alhasil, total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 12.924 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp 9.064 miliar.


Menurut Hardi, rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 3,24x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 4,63x.


Selain itu, TBIG memiliki 18.802 penyewaan dan 11.686 site telekomunikasi per 30 September 2014. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 10.623 menara telekomunikasi, 967 shelter-only, dan 96 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 17.739, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,67. [geng]



Kuartal Ketiga, Laba Bersih Tower Bersama Rp 1,223 Triliun

Thursday, November 6, 2014

Kuartal Ketiga, Recurring Income Metropolitand Land Rp 249 Miliar

Financeroll – Emiten pengembang properti, PT Metropolitan Land Tbk (MLTA) membukukan recurring income atau pendapatan berulang sebesar Rp 249 miliar pada kuartal III-2014. Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan, perolehan  itu karena ada sokongan Grand Mall Metropolitan dan Metland Cirebon.


Menurut Olivia, pendapatan berulang naik karena periode sama tahun 2013 lalu hanya Rp 176 miliar. Masukan dari Metland Hotel Cirebon beroperasi 98 kamar.  Tercatat recurring income ini naik 34 persen dari tahun lalu.


Disampaikan juga, marketing sales perseroan  turun Rp 19 miliar pada kuartal III 2014. Tercatat  marketing sales Rp 698 miliar pada kuartal III 2014 turun dari periode sama 2013, sekitar Rp  717 miliar.  Marketing sales kuartal tahun 2013 ini terdiri dari residensial dan strata sebesar Rp 447 miliar dan diikuti dengan recurring income Rp 249 miliar.  Saat ini persero akan mengembangkan proyek residensial di Jakarta, Tambun Bekasi, Cileungsi dan Cibitung. [geng]



Kuartal Ketiga, Recurring Income Metropolitand Land Rp 249 Miliar

Sunday, November 2, 2014

Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Financeroll – Emiten konstruksi, PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perseroan), pada kuartal III-2014 berhasil meraih laba bersih periode berjalan Rp 80,24 miliar atau meningkat 136,37% dibandingkan periode sama 2013, Rp 33,90 miliar. Untuk laba kotor perseroan meningkat Rp 126,1 miliar atau 46,4% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 145,8 miliar.


Meningkatnya  laba bersih perseroan berkat peningkatan pendapatan dan penjualan yang melesat 73,59% menjadi Rp 382,31 miliar. Kinerja positif tergambar dalam seluruh Operating Ratio, seperti Gross Margin Ratio, Operating Margin Ratio dan Nett Profit Margin, masing-masing meningkat menjadi 71,1%, 40,9% dan 21% pada kuartal III 2014. Sementara EBITDA Perseroan meningkat 1,6 kali lipat dari Rp132,3 miliar di kuartal III 2013 menjadi Rp 210,8 miliar.  Hungga  akhir 30 September 2014, total aset perseroan mencapai Rp 3,55 triliun.


Sementara itu, General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawati mengatakan,  bisnis Nusantara Infrastructure tetap tumbuh secara positif. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti bahwa strategi yang kami jalankan sudah tepat dan didukung oleh portfolio bisnis yang semakin sehat.


Menurut Deden, saat ini perseroan telah mengelola sejumlah sektor infrastruktur strategis meliputi jalan tol, pengelolaan air bersih, menara telekomunikasi dan pengelolaan pelabuhan. Kata dia, perseroan melayani lebih dari 88 juta pelanggan, 500.000 rumah tangga, 170 pabrik dan 210 kapal dalam bisnis jalan tol, air, pelabuhan dan energi.  Dengan fundamental yang semakin kokoh dan portofolio bisnis kian solid, perseroan optimistis memanfaatkan potensi bisnis sektor infrastruktur yang semakin terbuka lebar. [geng]



Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Thursday, October 30, 2014

Kuartal Ketiga, Laba Bersih BCA Tumbuh 17,7 %

Financeroll – Emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 12,2 triliun sepanjang Januari-September 2014, tumbuh 17,7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 10,4 triliun. Laba tersebut ditopang oleh total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 22,9% mencapai Rp 30,1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 24,5 triliun.


Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada September 2014, net interest margin (NIM) BCA mencapai 6,5% atau naik 50 basis poin (bps) dibandingkan September tahun 2013 yang di level 6%. Kenaikan NIM tersebut mencerminkan yield aset produktif yang lebih tinggi, karena sebagian didukung oleh peningkatan porsi portofolio kredit dan pembiayaan konsumsi terhadap total aset produktif.  Peningkatan pendapatan operasional yang solid tersebut berhasil mendukung pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 17,7% secara year on year (yoy), naik Rp 1,8 triliun dari Rp 10,4 triliun menjadi Rp 12,2 triliun.


Menurut Jahja, pencapaian kinerja BCA selama Januari-September 2014 tercatat positif. Perseoran berhasil mempertahankan kinerja yang baik di tengah periode transisi politik maupun ekonomi di Tanah Air. Dengan demikian, BCA dapat senantiasa memberikan dukungan kepada nasabah dalam memenuhi kebutuhan layanan perbankan.  BCA tetap fokus pada penerapan manajemen risiko yang prudent guna mencapai pertumbuhan kredit yang berkualitas. Pada saat yang sama, perseroan mendorong transaksi melalui electronic delivery channel yang berbiaya rendah.


Sebagai informasi,  hingga kuartal ketiga 2014, portofolio kredit BCA meningkat 10,6% mencapai Rp 330,7 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 298,9 triliun. Pertumbuhan portofolio kredit tersebut terutama berasal dari kredit untuk pembiayaan bisnis (kredit korporasi, komersial, dan UKM), yag berkontribusi 85,5% dari total pertumbuhan kredit.  Kredit korporasi BCA hingga kuartal ketiga 2014 mencapai Rp 112,5 triliun, tumbuh 13,7% dibandingkan periode sama tahun 2013 yang senilai Rp 98,9 triliun. Kredit komersial dan UKM tumbuh 11,8% dari Rp 114,8 triliun menjadi Rp 128,4 triliun. Tercatat  penyaluran kredit konsumsi mencapai Rp 89,6 triliun, tumbuh 5,4% dibandingkan kuartal ketiga 2013 yang senilai Rp 85,1 triliun. [geng]



Kuartal Ketiga, Laba Bersih BCA Tumbuh 17,7 %

Wednesday, October 29, 2014

Kuartal Ketiga, Matahari Bukukan Laba Bersih Rp 1,06 Triliun

Financeroll – Emiten jaringan ritel modern, PT Matahari Department Store (LPPF) hingga September 2014 berhasil meraih  kenaikan laba bersih menjadi Rp 1,06 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 899,5 miliar.  Demikian laporan keuangan perseroan yang disampaikan, Rabu (29/10).


Tercatat, peningkatan laba bersih ini disumbang dari peningkatan pendapatan bersih LPPF menjadi Rp 6,04 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 5,11 triliun. Pendapatan perseroan meningkat disumbang penjualan eceran melambung 22,30% menjadi Rp 3,74 triliun, penjualan konsinyasi bersih juga terangkat 12,07% menjadi Rp 2,27 triliun dan pendapatan jasa menguat 19,18% menjadi Rp 32,57 miliar.


Sepanjang kuartal ketiga  2014 ini,  beban pokok pendapatan mengalami kenaikan menjadi Rp 2,21 triliun atau dari sebelumnya Rp 1,82 triliun. Laba kotor juga naik menjadi Rp 3,83 triliun dari Rp3,28 triliun, dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp 1,40 triliun dari Rp 1,18 triliun.  Sedangkan jumlah asset LPPF mengalami sedikit penurunan yakni menjadi Rp 2,92 triliun dibanding Desember 2013 Rp 2,94 triliun. [geng]



Kuartal Ketiga, Matahari Bukukan Laba Bersih Rp 1,06 Triliun

Monday, October 27, 2014

Kuartal Ketiga, Laba Bersih Arthavest Melambat

Financeroll – Emiten yang bergerak di bidang perhotelan, PT Arthavest Tbk (ARTA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 2,62% sepanjang kuartal ketiga 2014.  Merujuk pada  laporan keuangan interim Arthavest, laba bersih hingga akhir September 2014 sebesar Rp 4,96 miliar sementara pada periode sama tahun lalu mencapai Rp 5,09 miliar.


Untuk diketahui, penurunan ini disebabkan berkurangnya pendapatan usaha pemilik Hotel Redtop tersebut sekitar Rp 68,58 miliar di sembilan bulan pertama tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 70,62 miliar.


Sedangkan  turunnya pendapatan dikarenakan menyusutnya pendapatan dari sewa kamar, fitnes dan spa, serta jasa binatu. Pendapatan dari sewa kamar turun menjadi Rp 32,03 miliar dari Rp 33,76 miliar. Kemudian pendapatan dari fitnes dan spa hanya Rp 1,77 miliar dari Rp 7,82 miliar. Serta pendapatan dari binatu hanya Rp 712,13 juta dari sebelumnya Rp 1,12 miliar.


Di sisi lain, laba bersih yang turun dikarenakan naiknya sejumlah beban, di antaranya beban departementalisasi yang naik dari Rp 23,1 miliar menjadi Rp 23,55 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari Rp 35,87 miliar menjadi Rp 36,76 miliar.  [geng]



Kuartal Ketiga, Laba Bersih Arthavest Melambat