Showing posts with label Emiten Perbankan. Show all posts
Showing posts with label Emiten Perbankan. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

BRI Persiapkan Akuisisi Perusahan Asuransi Jiwa Berast Rp13 Triliun

Financeroll – Setelah gagal membeli Bank Mutiara, kini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tengah merampungkan aksi korporasi dengan mengakuisisi sebuah perusahaan asuransi jiwa beraset Rp13 triliun.


Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan perseroan memang telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sejak awal tahun ini sebesar Rp3 triliun bagi kebutuhan aksi korporasi. BRI ingin mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan, asuransi, dan sekuritas.


Bahkan, emiten berkode saham BBRI itu juga ikut dalam proses seleksi pembelian PT Bank Mutiara Tbk. yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, LPS memutuskan menjual Bank Mutiara kepada investor asal Jepang yakni J Trust seharga Rp4,41 triliun secara tunai.


Saat Dahlan Iskan menjabat sebagai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI juga sempat mengajukan minat untuk mengakuisisi PT Asuransi Jiwasraya. Namun, manajemen Jiwasraya lebih memilih untuk go public ketimbang dicaplok sesama BUMN.


Sebelum ikut dalam seleksi calon investor Bank Mutiara, BRI juga sempat berminat untuk membeli saham PT Bank Bukopin Tbk. beberapa waktu silam. Akan tetapi, BRI tetap akan memburu bank-bank potensial yang dapat diakuisisi, termasuk asuransi dan sekuritas.


Tidak jadi melakukan joint venture perusahaan asuransi. Dengan akan mengabil alih total, dengan membeli perusahaan yang sudah ada dengan aset sekitar Rp13 triliun.


Rencana pembentukan usaha patungan (joint venture/JV) bersama delapan investor awalnya ditargetkan bakal rampung tahun ini. BRI telah siap menggelontorkan dana Rp500 miliar untuk setoran modal.


Akan tetapi rencana pembentukan usaha patungan itu dipastikan batal terealisasi pada tahun ini akibat tidak kunjung selesainya pembuatan laporan oleh konsultan yang mereka tunjuk.


Manajemen bank pelat merah itu terpaksa menunda serta mengubah rencana awal sehingga menjadi proses akuisisi. Ditargetkan, proses akuisisi tersebut bakal selesai pada triwulan pertama tahun depan.


Sudah ada hitungan setoran modal, dan suda ada uangnya, belum diketahui persisnya berapa. Karena mereka sedang menghitung, dan konsultannya belum selesai.


Sofyan mengaku telah membuat rencana bisnis bank (RBB) perseroan untuk tahun depan. BRI menargetkan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh 16%-20%, lebih tinggi dari target tahun ini.


Pada 2015 mendatang, tantangan yang dihadapi oleh sektor perbankan tidak akan lebih berat bila dibandingkan dengan tahun ini. Faktor pendorongnya adalah pemerintahan yang telah terpilih, iklim bisnis kian kondusif, serta situasi politik yang diperkirakan selesai pada akhir tahun ini.


BRI mengalokasikan belanja modal bagi kebutuhan investasi tahun depan sebesar Rp2 triliun. Sebelumnya, BRI juga telah menggelontorkan dana US$250 juta untuk pembelian satelit yang akan diluncurkan pada 2016 mendatang.



BRI Persiapkan Akuisisi Perusahan Asuransi Jiwa Berast Rp13 Triliun

Thursday, November 20, 2014

Kuartal IV, Bank Mayapada Proyeksikan Laba Bersih Hingga 400 Miliar

Financeroll - Emiten perbankan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk membidik perolehan laba bersih sebanyak Rp 400 miliar sepanjang kuartal IV-2014. Direktur Keuangan Bank Mayapada Internasional Tbk Hariati Tupang mengatakan,  hasil target laba berasal dari target kredit mencapai Rp 38 triliun.


Menurut Hariati, dengan landing atau penyaluran kredit tersebut Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio kredit dibanding dana simpanan mencapai 80-90 persen. Selain itu, Net Interes Margin atau pendapatan bunga bersih akan kisaran 4,7-5 persen termasuk tahun depan dengan kisaran batas atas yang sama growth-nya.  LDR tahun depan akan tumbuh 10-15 persen dengan pertumbuhan kredit 15-17 persen dan likuiditas 12 persen.


Disampaikan juga, perseroan akan menerbitkan obligasi sebanyak Rp 700 miliar.  Untuk penerbitan obligasi dengan penawaran 100 persen dari nilai obligasi subordinasi.  Obligasi mendapat rating idBBB dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan penjamin emisi PT RHB OSK Securities dan PT Victoria Securities Indonesia sert wali amanat PT Bank Mega Tbk.  Sebagai informasi, untuk mengembangkan bisnisnya,  menyiapkan dana  sebanyak Rp 12-Rp 13 miliar untuk membuka dua cabang di Indonesia Timur.  [geng]



Kuartal IV, Bank Mayapada Proyeksikan Laba Bersih Hingga 400 Miliar

Tuesday, November 4, 2014

Biaya Dana Naik, Laba Bersih Bank Bukopin Melambat

Financeroll - Emiten perbankan, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menyatakan penyebab laba triwulan III 2014 turun karena tekanan biaya dana. Direktur Keuangan dan Perencanaan BBKP Tri Joko Prihanto mengatakan,  sepanjang kuartal III (Q3) 2014, meraih laba bersih (NI) Rp 676,6 miliar dan laba bersih BBKP turun 8,29 persen dari periode Q3 2013, Rp 737,8 miliar.


Menurut Tri, tekanan biaya yang menjadi katalis tertekannya laba perseroan dan naiknya kisaran 30 persen.   Selain itu, Net Inters Margin atau pendapatan bunga bersih dibanding bunga kredit Q3 2014 cenderung turun akibat penurunan pendapatan bunga bersih, sementara tingginya bunga membuat BBKP mendapatkan peningkatan fee based income (fbi) yang naik 26,54 persen sepanjang Q3 2014. Adapun porsi fbi lebih besar pada segmen kartu kredit (53,97%), diikuti public service (11,77%), treasury (11,70%) dan sisanya dengan lainnya


Sementara  Rasio cost to income (CIR) dan Biaya Operasional (BOPO) cenderung naik masing-masing 0,01 persen dan 4,72 persen seiring peningkatan CoF sebagai penyesuaian dengan suku bunga yang juga meningkat. Turunnya NI, papar dia, mengakibatkan nilai RoE dan RoA juga ikut cenderung turun.  Disampaikan juga, pertumbuhan fee base income atau pendapatan non bunga diperkirakan  akan tumbuh 16-17 persen sampai akhir tahun. [geng]



Biaya Dana Naik, Laba Bersih Bank Bukopin Melambat

Monday, November 3, 2014

Akhir  2014, BRI Agro Proyeksikan Laba Bersih Rp 68 Miliar

Financeroll – Emiten perbankan, PT BRI Agro Tbk menargetkan  laba bersih sampai akhir tahun 2014, Rp 68 miliar. Direktur Utama BRI Agro Tbk Heru Sukanto mengatakan proyeksi tersebut akan tercapai dengan asumsi Net Interest Margin (NIM) membaik.  Pencapaian target laba bersih akan lebih tinggi dari pencapaian laba bersih 2013. Tahun lalu,  laba bersih baru mencapai Rp 52,440 miliar.


Selain itu, perseroan optimistis akan naik ke BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) II. BRI Agro baru BUKU I dengan modal inti kurang Rp 1 triliun. BUKU II dengan modal inti Rp1 triliun hingga Rp 5 triliun.  Untuk diketahui, laba bersih perseroan turun 23,29 persen sepanjang September 2014 dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun 2013.  Laba bersih turun tercermin dari September 2013, mencapai Rp 52,369 miliar.  Sedangkan September 2014 mencapai Rp 40,173 miliar.


Menurut Heru,  pendapatan bersih  pada September 2014, Rp 431,501 miliar tumbuh 45,51 persen dari Rp 296,541 periode sama 2013. Sementara beban bunga naik 81.16 persen dari Rp 132 miliar  pada September 2013 menjadi Rp 240,185 miliar periode sama 2014.  Tercatat, pendapatan opsional lainnya, naik 2.97 persen dari Rp 214.854 miliar  pada September 2013 menjadi Rp 221,228 miliar  pada September 2014.  Laba opsional sebelum CKPN tumbuh 15.38 persen dari September 2013 Rp 77,168 miliar menjadi Rp 89,035 miliar pada September 2014. [geng]



Akhir  2014, BRI Agro Proyeksikan Laba Bersih Rp 68 Miliar

Thursday, October 30, 2014

Kuartal Ketiga, Laba Bersih BCA Tumbuh 17,7 %

Financeroll – Emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 12,2 triliun sepanjang Januari-September 2014, tumbuh 17,7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 10,4 triliun. Laba tersebut ditopang oleh total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 22,9% mencapai Rp 30,1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 24,5 triliun.


Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada September 2014, net interest margin (NIM) BCA mencapai 6,5% atau naik 50 basis poin (bps) dibandingkan September tahun 2013 yang di level 6%. Kenaikan NIM tersebut mencerminkan yield aset produktif yang lebih tinggi, karena sebagian didukung oleh peningkatan porsi portofolio kredit dan pembiayaan konsumsi terhadap total aset produktif.  Peningkatan pendapatan operasional yang solid tersebut berhasil mendukung pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 17,7% secara year on year (yoy), naik Rp 1,8 triliun dari Rp 10,4 triliun menjadi Rp 12,2 triliun.


Menurut Jahja, pencapaian kinerja BCA selama Januari-September 2014 tercatat positif. Perseoran berhasil mempertahankan kinerja yang baik di tengah periode transisi politik maupun ekonomi di Tanah Air. Dengan demikian, BCA dapat senantiasa memberikan dukungan kepada nasabah dalam memenuhi kebutuhan layanan perbankan.  BCA tetap fokus pada penerapan manajemen risiko yang prudent guna mencapai pertumbuhan kredit yang berkualitas. Pada saat yang sama, perseroan mendorong transaksi melalui electronic delivery channel yang berbiaya rendah.


Sebagai informasi,  hingga kuartal ketiga 2014, portofolio kredit BCA meningkat 10,6% mencapai Rp 330,7 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 298,9 triliun. Pertumbuhan portofolio kredit tersebut terutama berasal dari kredit untuk pembiayaan bisnis (kredit korporasi, komersial, dan UKM), yag berkontribusi 85,5% dari total pertumbuhan kredit.  Kredit korporasi BCA hingga kuartal ketiga 2014 mencapai Rp 112,5 triliun, tumbuh 13,7% dibandingkan periode sama tahun 2013 yang senilai Rp 98,9 triliun. Kredit komersial dan UKM tumbuh 11,8% dari Rp 114,8 triliun menjadi Rp 128,4 triliun. Tercatat  penyaluran kredit konsumsi mencapai Rp 89,6 triliun, tumbuh 5,4% dibandingkan kuartal ketiga 2013 yang senilai Rp 85,1 triliun. [geng]



Kuartal Ketiga, Laba Bersih BCA Tumbuh 17,7 %

Thursday, October 16, 2014

Bayar Kupon Obligasi, CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 38,15 Miliar

Financeroll -  Emiten perbankan, PT. Bank CIMB Niaga Tbk siap melaksanakan kembali pembayaran kupon bunga atas obligasi berkelanjutan l tahap l tahun 2012 yang terdiri atas dua seri untuk yang ke-8 kalinya.


Sementara itu, Direktur Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah, dalam keterbukaan informasinya di Jakarta, Kamis (16/10) mengatakan, perseroan sudah menyiapkan dana Rp 38,15 miliar untuk pembayaran kupon bunga obligasi itu.


Kupon bunga obligasi seri A yang akan dibayarkan jumlahnya sebesar Rp 11,03 miliar, sedangkan untuk seri B sebesar Rp 27,13 miliar.  Obligasi berkelanjutan l Bank CIMB Niaga tahap l tahun 2012 diterbitkan dalam dua seri, dimana seri A diterbitkan dengan nilai pokok sebesar Rp 600 miliar dengan tingkat kupon bunga sebesar 7,35%, sedangkan seri B bernilai Rp 1,40 triliun dengan kupon bunga sebesar 7,75%. [geng]



Bayar Kupon Obligasi, CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 38,15 Miliar