Showing posts with label emiten konstruksi. Show all posts
Showing posts with label emiten konstruksi. Show all posts

Tuesday, December 16, 2014

Acset Indonusa Proyeksikan Kontrak Baru Rumbuh Hingga 20%

Financeroll – Emiten konstruksi, PT Acset Indonusa Tbk (ACST)  memburu kontrak baru yang akan tumbuh 20 persen pada 2015. Direkur Acset Indonusa Tbk Agustinus Hambadi mengatakan, target  itu akan tercapai karena akan ada limpahan dari PT United Tractors Tbk (UNTR).  Target pertumbuhan akan diperkirakan naik 20 persen dari target 2014 yang sebesar Rp 1,33 triliun.


Sementara untuk kontrak baru pada 2014, yaitu Gayanti City, TCC Batavia Tower2, Taman Anggrek Residence, Thamrin Nine Phase 2 dan lainnya. Nilai kontrak September 2014 Rp 553 miliar, sekarang diangka Rp 600 miliar, targetnya Rp 1,3 triiun.  Perseroan  membidik perolehan pendapatan hingga akhir tahun ini, sebesar Rp 1,3 triliun.  


Disampaikan juga,  PT Acset Indonusa Tbk akan melepas 50,1 persen saham ke PT United Tractors Tbk (UNTR). Direkur Acset Indonusa Agustinus Hambadi mengatakan pelepasan saham atau UNTR mengakuisisi pihaknya bisa memperkuat jaringan kontrak. Entitas anak usaha Astra International, PT United Tractors Tbk (UNTR) masih dalam tahap negosiasi dengan para pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), untuk mengakuisisi 250,5 juta saham (50,1 persen) Acset. [geng]



Acset Indonusa Proyeksikan Kontrak Baru Rumbuh Hingga 20%

Sunday, November 2, 2014

Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Financeroll – Emiten konstruksi, PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perseroan), pada kuartal III-2014 berhasil meraih laba bersih periode berjalan Rp 80,24 miliar atau meningkat 136,37% dibandingkan periode sama 2013, Rp 33,90 miliar. Untuk laba kotor perseroan meningkat Rp 126,1 miliar atau 46,4% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 145,8 miliar.


Meningkatnya  laba bersih perseroan berkat peningkatan pendapatan dan penjualan yang melesat 73,59% menjadi Rp 382,31 miliar. Kinerja positif tergambar dalam seluruh Operating Ratio, seperti Gross Margin Ratio, Operating Margin Ratio dan Nett Profit Margin, masing-masing meningkat menjadi 71,1%, 40,9% dan 21% pada kuartal III 2014. Sementara EBITDA Perseroan meningkat 1,6 kali lipat dari Rp132,3 miliar di kuartal III 2013 menjadi Rp 210,8 miliar.  Hungga  akhir 30 September 2014, total aset perseroan mencapai Rp 3,55 triliun.


Sementara itu, General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawati mengatakan,  bisnis Nusantara Infrastructure tetap tumbuh secara positif. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti bahwa strategi yang kami jalankan sudah tepat dan didukung oleh portfolio bisnis yang semakin sehat.


Menurut Deden, saat ini perseroan telah mengelola sejumlah sektor infrastruktur strategis meliputi jalan tol, pengelolaan air bersih, menara telekomunikasi dan pengelolaan pelabuhan. Kata dia, perseroan melayani lebih dari 88 juta pelanggan, 500.000 rumah tangga, 170 pabrik dan 210 kapal dalam bisnis jalan tol, air, pelabuhan dan energi.  Dengan fundamental yang semakin kokoh dan portofolio bisnis kian solid, perseroan optimistis memanfaatkan potensi bisnis sektor infrastruktur yang semakin terbuka lebar. [geng]



Kuartal Ketiga, Nusantara Infrastructure Raih Laba Bersih Rp 80,24 Miliar

Thursday, October 30, 2014

Hingga September, Laba Bersih Intiland Development Meningkat 43,5 %

Financeroll – Emiten konstruksi,  PT Intiland Development Tbk (DILD) pada per September  2014 membukukan laba bersih Rp 300 miliar.  Perolehan melonjak 43,5 persen dari periode sama tahun 2013 lalu, Rp 209,2 miliar.  Perseroan  mempertahankan tren pertumbuhan usaha sepanjang triwulan III 2014. Seluruh indikator kinerja usaha dan keuangan meningkat signifikan di tengah kondisi industri properti nasional yang cukup menantang.  Demikian disampaikan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono di Jakarta, Kamis (30/10).


Menurut Archied, hasil penjualan dari proyek pengembangan superblok dan residensial menjadi pendorong naiknya pendapatan. Laba usaha tercatat mencapai Rp 436,2 miliar atau meningkat 24 persen.  Hal ini  karena naiknya profitabilitas perseroan berasal dari meningkatnya pendapatan usaha.  Pendapatan usaha perseroan tercatat mencapai Rp 1,3 triliun atau meningkat 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Disampaikan juga,  kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan residensial yang membukukan penjualan Rp 456,3 miliar. Jumlah itu, setara 35 persen dari keseluruhan pendapatan dan berikutnya pengembangan superblok memberikan kontribusi Rp 370,8 miliar atau 28,5 persen dan kawasan industri yang mencapai Rp 349,4 miliar atau 27 persen.  Sementara segmen properti investasi tercatat membukukan pendapatan Rp 123,8 miliar atau 9,5 persen.


Dari sisi kontribusi per proyek, Ngoro Industrial Park tercatat menjadi penyumbang pendapatan terbesar.   Kawasan industri yang berada di Mojokerto, Jawa Timur ini membukukan pendapatan Rp 349,4 miliar atau 27 persen. Berikutnya berasal dari proyek pengembangan superblok South Quarter dengan kontribusi pendapatan Rp 319,3 miliar atau 25 persen.


Kawasan perumahan Graha Natura di Surabaya,  tercatat memberikan pendapatan sebesar Rp188 miliar atau 14 persen dan berdasarkan tipenya, pendapatan pengembangan (development income) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 1,18 triliun atau 90,5 persen dari total. Sedangkan sebesar 9,5 persen lainnya atau Rp 123,8 miliar, tutur dia, berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari proyek gedung perkantoran, sarana golf dan olahraga. [geng]



Hingga September, Laba Bersih Intiland Development Meningkat 43,5 %