Showing posts with label Wijaya Karya. Show all posts
Showing posts with label Wijaya Karya. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Empat BUMN Konstruksi Mengincar Kontrak Baru Hingga Rp97,67 Triliun

Financeroll – Tampaknya tahun ini memiliki harapan besar bagi kontraktor pelat merah. Lihat saja, empat BUMN konstruksi mengincar perolehan kontrak baru senilai Rp97,67 triliun sepanjang periode 2015.


Berdasarkan hitungan, keempat kontraktor BUMN menargetkan dapat meraup kontrak baru hampir Rp100 triliun sepanjang tahun ini.


Target tersebut terbilang melonjak 33,98% dibandingkan target tahun lalu yang mencapai Rp72,9 triliun. Lonjakan target terbesar dicatatkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mencapai 49,2% dengan membidik kontrak baru Rp15,2 triliun pada 2015.


Akan tetapi, ADHI telah tiga kali merevisi target kontrak baru hingga akhir 2014 lalu. Awal tahun lali, manajemen ADHI menargetkan kontrak baru Rp21,1 triliun, kemudian direvisi menjadi Rp15,2 triliun pada pertengahan tahun, lalu terakhir dikoreksi menjadi Rp10,2 triliun.


Kontraktor BUMN lain, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menempati posisi kedua pertumbuhan target kontrak baru tahun ini. WIKA membidik kontrak baru Rp31,6 triliun lebih besar 43,64% dari tahun lalu Rp22 triliun.


Pada posisi ketiga, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar 25%. PTPP membidik kontrak baru menjadi Rp27,5 triliun tahun ini dari sebelumnya Rp22 triliun.


Adapun pada posisi buncit, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar 24,97% pada tahun ini. WSKT menargetkan perolehan kontrak baru Rp23,37 triliun dibandingkan dengan tahun lalu Rp18,7 triliun.



Empat BUMN Konstruksi Mengincar Kontrak Baru Hingga Rp97,67 Triliun

Friday, December 12, 2014

PT Kimia Farma Gandeng Swasta Bangun Rumah Sakit Senilai Rp300 Miliar

Financeroll – PT Kimia Farma (Persero) Tbk. akhirnya beralih rencana untuk menggandeng perusahaan swasta dalam rencana pembangunan rumah sakit dengan nilai investasi sebesar Rp300 miliar.


Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan hal itu dilakukan setelah sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) tidak tertarik bekerjasama dengan perusahaan farmasi pelat merah itu.


Kimia Farma sebenarnya sudah meneken memorandum of understanding (MOU) dengan beberapa emiten konstruksi, seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.


Sedikit susah karena sepertinya belum ada yang cocok dengan persyaratan yang diminta.


Perseroan diminta untuk menggadaikan sertifikat ke perbankan guna memuluskan investasi tersebut. Namun, manajemen menolak untuk melakukannya.


Sebagai informasi, rumah sakit yang akan dibangun itu berlokasi di Jalan Dr Saharjo, Jakarta, atau tepatnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


Di lokasi tersebut, Kimia Farma memiliki aset berupa lahan, yang saat ini digunakan untuk rumah dinas pegawai emiten farmasi pelat merah itu.



PT Kimia Farma Gandeng Swasta Bangun Rumah Sakit Senilai Rp300 Miliar

Tuesday, December 9, 2014

PT Waskita Karya Makin Gencar Ekspansi Setelah Pemerintah Tidak Menarik Dividen

Financeroll – Rencana pemerintah yang tidak akan menarik dividen bagi perusahaan pelat merah dinilai dapat membuat ekspansi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kian gencar.


Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Antonius Y. Nugroho mengungkapkan rencana pemerintah tersebut positif bagi kinerja perseroan di masa depan.


Tidak dibagikannya dividen akan membuat laba ditahan semakin besar dan tidak dibagikan kepada pemegang saham terutama pemerintah. Dana tersebut dapat digunakan sebagai penambahan working capital untuk meningkatkan kinerja korporasi.


Tahun lalu, emiten berkode saham WSKT itu membagikan dividen Rp110,417 miliar. Dividen tersebut merupakan 30% dari total perolehan laba bersih WSKT tahun lalu.


Kementerian BUMN siap memangkas penerimaan negara dari dividen BUMN sektor konstruksi untuk mendorong berkembangnya proyek infrastruktur tahun depan. Pemerintah bakal menghapus setoran dividen BUMN khususnya bagi kontraktor yang menggarap pembangunan jalan tol.


Dari empat BUMN konstruksi, yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, pemerintah meraup dividen rata-rata sekitar Rp600 miliar.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan pemerintah berencana untuk memangkas target setoran dividen BUMN dari sebelumnya Rp43,73 triliun. Target tersebut telah disepakati antara pemerintah dan DPR periode sebelumnya dalam RAPBN 2015.


Keinginan pemangkasan target setoran dividen itu masih dalam tahap finalisasi bersama kementerian terkait termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Bapenas.


Mengingat ada program-program BUMN untuk mendorong pembangunan infrastruktur, beberapa BUMN itu membutuhkan modal yang lebih besar.


Bila keuntungan BUMN itu terus diambil untuk dividen, dipastikan BUMN-BUMN itu tidak memiliki akumulasi modal yang cukup untuk membangun infrastruktur. Khusus bagi perusahaan BUMN non listed, pemerintah dapat memastikan tidak akan menarik dividen seperti pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).


Rini memastikan, setoran dividen BUMN pada tahun ini tidak tercapai. Pasalnya, hingga akhir Oktober 2014, setoran dividen BUMN hanya mencapai Rp36,2 triliun, tekor Rp3,8 triliun dari total target tahun ini Rp40 triliun.


Secara terpisah, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brojonegoro mendukung rencana untuk mengadakan pembagian dividen perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) asalkan pemakaiannya tepat.


Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil menginginkan agar pembangunan infrastruktur dilakukan oleh perusahaan BUMN. Untuk itu, presiden ingin dividen ditahan dan dialokasikan untuk belanja modal.



PT Waskita Karya Makin Gencar Ekspansi Setelah Pemerintah Tidak Menarik Dividen

Friday, November 14, 2014

PT Wijaya Karya Memangkas Surat Utang 40%

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memangkas penerbitan surat utang 40% menjadi hanya Rp600 miliar.


Wijaya Karya menerbitkan MTN dengan nilai Rp600 miliar. Perseroan memangkas penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dari target awal senilai Rp1 triliun.


Gusrinaldi Akhyar, Depository Service Division Head PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, mengumumkan dalam surat tertulis nomor PENG-248/KSEI.3.JKU/ISIN/112014, tentang penerbitan MTN I Wijaya Karya Tahun 2014.


Disebutkan MTN dengan denominasi rupiah tersebut dicatatkan pada 7 November 2014. MTN dengan tingkat suku bunga tetap tersebut akan dibayarkan setiap 3 bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 7 Februari 2015.


Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo belum lama ini menyebutkan rencana penerbitan MTN sebesar Rp1 triliun untuk modal kerja.


Emiten berkode saham WIKA itu mengalokasikan dana MTN tersebut untuk tambahan modal membiyai proyek-proyek akhir tahun selain dari kas internal. Untuk pemanfaatan proyek-proyek sendiri.



PT Wijaya Karya Memangkas Surat Utang 40%

Friday, November 7, 2014

PT Wijaya Karya Bukukan Laba Bersih Naik Tipis 2,66%

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membukukan laba bersih yang meningkat tipis atau cenderung datar pada kuartal III/2014.


Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengatakan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tumbuh 2,66% menjadi Rp400,71 miliar per 30 September 2014.


Naik dari tahun 2013 year on year atau 59,05% dari target 2014 sebesar Rp678,65 miliar.


Sementara dari sisi penjualan, periode Januari-September tercatat emiten berkode saham WIKA tersebut berhasil meraup Rp8,61 triliun, naik 8,55% ketimbang tahun lalu Rp7,91 triliun.


Perseroan membukukan perolehan laba kotor sebesar Rp939,46 miliar dari sebelumnya Rp844,05 miliar. Laba bersih tercatat mencapai Rp484,47 miliar dari sebelumnya Rp438,47 miliar.



PT Wijaya Karya Bukukan Laba Bersih Naik Tipis 2,66%