Showing posts with label bumn konstruksi. Show all posts
Showing posts with label bumn konstruksi. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Adhi Karya Gunakan Seluruh Dana Obligasi Senilari Rp623,62 Miliar

Financeroll – PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) telah menggunakan seluruh dana obligasi berkelanjutan I Adhi tahap II Tahun 2013.


Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi, hingga akhir tahun lalu BUMN konstruksi itu telah menghabiskan senilai Rp623,62 miliar untuk pengembangan usaha dan investasi perseroan.


Seperti diketahui, pada 27 Juni 2012 perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp625 miliar yang terbagi atas dua seri. Seri A senilai Rp125 miliar dan seri B senilai Rp500 miliar.


Setelah dipotong oleh biaya penawaran umum senilai Rp1,38 miliar maka hasil bersih yang diperoleh perseroan adalah Rp623,62 miliar.



PT Adhi Karya Gunakan Seluruh Dana Obligasi Senilari Rp623,62 Miliar

Sunday, January 11, 2015

Empat BUMN Konstruksi Mengincar Kontrak Baru Hingga Rp97,67 Triliun

Financeroll – Tampaknya tahun ini memiliki harapan besar bagi kontraktor pelat merah. Lihat saja, empat BUMN konstruksi mengincar perolehan kontrak baru senilai Rp97,67 triliun sepanjang periode 2015.


Berdasarkan hitungan, keempat kontraktor BUMN menargetkan dapat meraup kontrak baru hampir Rp100 triliun sepanjang tahun ini.


Target tersebut terbilang melonjak 33,98% dibandingkan target tahun lalu yang mencapai Rp72,9 triliun. Lonjakan target terbesar dicatatkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mencapai 49,2% dengan membidik kontrak baru Rp15,2 triliun pada 2015.


Akan tetapi, ADHI telah tiga kali merevisi target kontrak baru hingga akhir 2014 lalu. Awal tahun lali, manajemen ADHI menargetkan kontrak baru Rp21,1 triliun, kemudian direvisi menjadi Rp15,2 triliun pada pertengahan tahun, lalu terakhir dikoreksi menjadi Rp10,2 triliun.


Kontraktor BUMN lain, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menempati posisi kedua pertumbuhan target kontrak baru tahun ini. WIKA membidik kontrak baru Rp31,6 triliun lebih besar 43,64% dari tahun lalu Rp22 triliun.


Pada posisi ketiga, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar 25%. PTPP membidik kontrak baru menjadi Rp27,5 triliun tahun ini dari sebelumnya Rp22 triliun.


Adapun pada posisi buncit, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar 24,97% pada tahun ini. WSKT menargetkan perolehan kontrak baru Rp23,37 triliun dibandingkan dengan tahun lalu Rp18,7 triliun.



Empat BUMN Konstruksi Mengincar Kontrak Baru Hingga Rp97,67 Triliun

Monday, October 13, 2014

Perusahaan Sektor Konstruksi Pangkas Target Perolehan Kontrak Baru

Financeroll – Dua dari empat perusahaan pelat merah sektor konstruksi memangkas target perolehan kontrak baru tahun ini akibat perlambatan ekonomi dan mundurnya sejumlah proyek pemerintah.


Sekretaris Perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. mengatakan perseroan memangkas target perolehan kontrak baru sebesar Rp2 triliun.


Awalnya, emiten berkode saham PTPP itu membidik perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp24 triliun. Namun, manajemen PTPP merevisi target kontrak baru menjadi Rp22 triliun sepanjang tahun ini.


Beberapa proyek baru mundur, kira-kira akhir tahun ini menjadi Rp21 triliun-Rp22 triliun.


Mundurnya proyek-proyek pemerintah terjadi akibat adanya pemotongan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, proyek sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) juga mundur dari masa tender yang awalnya akan dilakukan akhir tahun.


Proyek-proyek yang mundur tersebut akan kembali didapatkan perseroan pada 2015 mendatang. Kendati demikian, optimistis target perolehan laba bersih PTPP mencapai Rp520 miliar-Rp600 miliar karena kinerja order book yang masih tinggi.


Hingga kuartal III/2014, perolehan kontrak dari tahun lalu atau carry over mencapai Rp20 triliun. Hingga akhir tahun perseroan membidik target order book mencapai Rp40 triliun-Rp45 triliun.


PTPP meraih kontrak baru sebesar Rp12 triliun atau 50% dari target awal tahun sebesar Rp24 triliun. Perseroan membidik dapat meraih total order book sebesar Rp14-15 triliun hingga akhir tahun.


Emiten BUMN konstruksi lainnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. juga merevisi target perolehan kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp5,9 triliun. Revisi target itu akibat mangkraknya proyek pembangunan monorel Jakarta dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.


Direktur Keuangan Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan merevisi target kontrak baru menjadi Rp15,2 triliun dari target pada awal tahun Rp21,1 triliun. Target tersebut tumbuh 40,3% dari tahun sebelumnya.


Emiten berkode saham ADHI itu juga merevisi target pendapatan usaha menjadi Rp10,5 triliun dan laba usaha diproyeksi mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh 22,2% dari tahun sebelumnya. Adapun laba bersih perseroan ditargetkan dapat meningkat 5,1% menjadi Rp426,5 miliar dari tahun sebelumnya.


Dengan mengikuti pasar yang ada sekarang, mudah-mudahan lebih dari itu.


Tercatat, hingga Agustus perseroan baru berhasil untuk meraih kontrak baru sebesar Rp4,5 triliun. Hingga paruh pertama tahun ini, emiten berkode saham ADHI itu membukukan laba bersih sebesar Rp59,91 miliar dengan pendapatan sebesar Rp3,19 triliun.


Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Haris Gunawan mengatakan perseroan tidak melakukan revisi target perolehan kontrak baru hingga akhir tahun yakni mencapai Rp18,7 triliun.


Hingga akhir September 2014, emiten berkode saham WSKT tersebut membukukan kontrak baru sebesar Rp13,048 triliun, atau mencapai 69,7% dari total target sepanjang tahun ini. Masih firm dengan target, tidak ada revisi.


Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengatakan hingga September 2014, perseroan telah meraih kontrak baru sebesar Rp11,6 triliun. Perolehan tersebut mencapai 44,9% dari target awal tahun sebesar Rp25,83 triliun.


Tetap masih yakin kontrak baru dapat dicapai dan belum ada revisi.


Emiten berkode saham WIKA membidik target perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp678 miliar lebih tinggi dari sebelumnya Rp570 miliar. Target kontrak baru mencapai Rp25,83 triliun dengan penjualan diproyeksikan mencapai Rp14,09 triliun.


Perolehan kontrak baru hingga September tersebut membuat manajemen optimistis target hingga akhir tahun dapat tercapai. Sejumlah proyek yang telah lolos tender tetapi belum diumumkan diyakini dapat menambah perolehan kontrak baru WIKA.



Perusahaan Sektor Konstruksi Pangkas Target Perolehan Kontrak Baru