Showing posts with label ADHI. Show all posts
Showing posts with label ADHI. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Adhi Karya Gunakan Seluruh Dana Obligasi Senilari Rp623,62 Miliar

Financeroll – PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) telah menggunakan seluruh dana obligasi berkelanjutan I Adhi tahap II Tahun 2013.


Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi, hingga akhir tahun lalu BUMN konstruksi itu telah menghabiskan senilai Rp623,62 miliar untuk pengembangan usaha dan investasi perseroan.


Seperti diketahui, pada 27 Juni 2012 perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp625 miliar yang terbagi atas dua seri. Seri A senilai Rp125 miliar dan seri B senilai Rp500 miliar.


Setelah dipotong oleh biaya penawaran umum senilai Rp1,38 miliar maka hasil bersih yang diperoleh perseroan adalah Rp623,62 miliar.



PT Adhi Karya Gunakan Seluruh Dana Obligasi Senilari Rp623,62 Miliar

Monday, January 19, 2015

Empat Emiten BUMN Akan Right Issue Dengan Target Rp28,11 Triliun

Financeroll – Empat emiten pelat merah akan menerbitkan saham baru (right issue) dengan target perolehan dana mencapai Rp28,11 triliun pada tahun ini.


Berdasarkan laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno kepada Komisi VI DPR, disebutkan secara keseluruhan pemerintah akan menyuntukkan modal kepada lima emiten BUMN senilai Rp18,46 triliun.


Akan tetapi, empat emiten diantaranya akan memperoleh penambahan modal melalui right issue, yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).


Sedangkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mendapat penyertaan modal negara (PMN) Rp956,49 miliar yang berasal dari kapitalisasi laba berjalan periode Januari-Juni 2010 sebelum digelar initial public offering/IPO pada 2010.


Right issue yang akan dilakukan oleh keempat emiten BUMN yakni ANTM Rp10,77 triliun dengan PMN sebesar Rp7 triliun. Kemudian right issue BMRI senilai Rp9,3 triliun dengan PMN Rp5,6 triliun.


Adapun WSKT membidik right issue Rp5,3 triliun dengan dana PMN mencapai Rp3,5 triliun. Terakhir, ADHI membidik right issue total Rp2,74 triliun dengan PMN sebesar Rp1,4 triliun.


Pemerintah akan menyuntik modal bagi 35 BUMN dengan total dana yang diajukan dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp48,01 triliun. Suntikan modal dan right issue tersebut ditargetkan dapat digelar pada tahun ini.



Empat Emiten BUMN Akan Right Issue Dengan Target Rp28,11 Triliun

PT Adhi Karya Proyeksikan Right Issue Capai Rp2,745 Triliun

Financeroll – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memproyekskan perolehan dana penerbitan saham baru melalui mekanisme right issue mencapai Rp2,745 triliun.


Berdasarkan dokumen resmi perseroan yang diperoleh dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, disebutkan right issue yang akan diserap pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) mencapai Rp 1,4 triliun.


Pemerintah memiliki 51% saham ADHI dan menjadi pemilik mayoritas.


Sedangkan porsi kepemilikan publik sekitar 49% diperkirakan akan menyerap right issue senilai Rp1,345 triliun. Sehingga, total perolehan dana right issue mencapai Rp2,745 triliun.


Rencana penggunaan dana PMN melalui right issue tersebut, akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek yang dikerjakan manajemen ADHI.


Diantaranya proyek untuk angkutan masal senilai Rp1,893 triliun dan stasiun serta properti pendukung senilai Rp852 miliar.



PT Adhi Karya Proyeksikan Right Issue Capai Rp2,745 Triliun

Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Financeroll – Pemerintah mengajukan penyuntikan modal bagi lima emiten pelat merah sebesar total Rp18,46 triliun.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan, secara keseluruhan perusahaan BUMN yang mendapat suntikan modal mencapai 35 perusahaan.


Jumlah total penambahan modal mencapai Rp48,01 triliun, sebanyak 35 BUMN akan mendapat PMN.


Berikut rincian emiten yang mendapat suntikan modal:


1. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) senilai Rp7 triliun

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp5,6 triliun

3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) senilai Rp3,5 triliun

4. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) senilai Rp1,4 triliun

5. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Senilai Rp966 miliar.



Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Sunday, January 11, 2015

PT Adhi Karya Mengincar Laba Bersih Sebesar Rp440,1 Miliar

Financeroll – Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membidik laba bersih tahun ini sebesar Rp440,1 miliar dengan mengharapkan program pemerintahan Joko Widodo khususnya sektor infrastruktur.


Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, mengatakan pada tahun ini, perseroan berharap terhadap pemerintahan baru khususnya pada program pembangunan melalui peningkatan anggaran negara untuk infrastruktur.


Hal itu turut mendorong semangat ADHI untuk aktif berkontribusi dalam memajukan pembangunan infrastruktur di Indonesia.


Untuk itu, ADHI membidik laba bersih Rp440,1 miliar. Kontribusi terbesar dari anak usaha PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6% melalui pengembangan bisnis properti realti.


Target perolehan kontrak baru tahun ini juga meningkat menjadi Rp15,2 triliun. Lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp12,5 triliun, lini bisnis EPC sebesar Rp460,1 miliar, pada lini bisnis properti realti sebesar Rp1,7 triliun, dan lini bisnis precast concrete Rp479,6 miliar.


Sementara total pendapatan usaha di tahun 2015 direncanakan sebesar Rp13,2 triliun.


Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) ADHI pada 2015 direncanakan mencapai Rp824,7 miliar. Masing-masing untuk investasi pengembangan bisnis properti realti hotel sebesar Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi sebesar Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp68,387 miliar.


Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari sisa dana hasil penerbitan obligasi yang lalu dan kredit perbankan serta kas internal Perseroan.



PT Adhi Karya Mengincar Laba Bersih Sebesar Rp440,1 Miliar

Friday, December 26, 2014

Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT

Financeroll – Pemerintah akan menyerap penerbitan saham baru tiga emiten pelat merah masing-masing PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Rp7 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Rp3 triliun, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Rp2 triliun.


Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Kiswodarmawan mengaku mendapatkan porsi paling kecil dibandingkan dengan dua emiten badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.


Itu belum diputuskan, masih dalam bahasan di tingkat kementerian keuangan dan kementerian koordinator bidang ekonomi.


Pemerintah tengah menyiapkan dana Rp12 triliun untuk penerbitan saham baru (right issue) bagi tiga emiten BUMN demi mendukung permodalan mereka.


Rencana right issue telah diajukan kepada komite privatisasi dan kementerian koordinator bidang perekonomian. Pada Januari 2015, ditargetkan dapat diajukan kepada legislator dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015.


Kiswodarmawan memastikan jatah right issue emiten berkode saham ADHI tersebut memang paling kecil dibandingkan dengan BUMN lain karena perseroan ingin menjaga rasio keuangan dalam jangka pendek.


Penyertaan modal negara (PMN) melalui mekanisme right issue kali ini menjadi salah satu bagian dari tahap penambahan modal perseroan. Right issue ini merupakan tahap awal dari sejumlah langkah yang direncanakan ke depan.


Manajemen ADHI berencana akan menggunakan dana hasil right issue sebagai belanja modal (capital expenditure/Capex) khususnya belanja infrastruktur. Belanja jangka panjang itulah yang menyebabkan pola PMN dilakukan melalui beberapa tahapan.


Pada tahun depan, ADHI mengalokasikan belanja modal Rp824,7 miliar yang terdiri dari investasi pengembangan bisnis properti hotel Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap Rp68,38 miliar.


Sepanjang 2015, ADHI membidik perolehan kontrak baru Rp15,2 triliun melonjak 44,6% dari target tahun ini Rp10,5 triliun. Manajemen ADHI telah dua kali mengoreksi target raihan kontrak baru tahun ini dari awal Rp21,5 triliun akibat lambatnya serapan proyek pemerintah.


Laba bersih ADHI ditargetkan mencapai Rp440,1 miliar pada 2015. Kontribusi terbesar terhadap laba bersih disumbang oleh anak usaha perseroan, PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6%.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengaku masih menunggu jatah serapan right issue dari pemerintah yang masih terus berjalan.


Target perolehan dana right issue emiten berkode saham ANTM dapat lebih maksimal. Namun, serapan pemerintah dalam right issue merupakan domain pemerintah.


Kalau bicara target dana right issue, Antam bisa dapat semaksimal mungkin.


Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan sejumlah proyek perseroan. Pada tahun depan saja, ANTM menganggarkan belanja modal sebesar US$250 juta.



Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT

Sunday, December 14, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (15/12)  diperkirakan bergerak mixed, cenderung naik terbatas.  IHSG berpeluang  berada dikisaran level 5.121-5.180. Beberapa saham yang dapat direkomendasi: SMCB, ADHI, SMRA, ASII, PTPP, BBNI, SSMS, dan BBTN.


Pada pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan The Fed hari Selasa dan Rabu. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, industrial production, capacity utilization, NAHB housing market index, housing starts, building permits, CPI, Philadelphia Fed, dan leading indicator.


IHSG  pada perdagangan Jumat, (12/12), ditutup menguat 0,15% pada level 5.160. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 42,4 miliar. Indeks  menutup perdagangan di kisaran positif minggu lalu, namun di tengah belum adanya minat beli asing yang mengindikasikan belum cukup kuatnya momentum kenaikan ini.


Sementara Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan, akibat sentimen negatif dari koreksi indeks bursa global serta berlanjutnya koreksi harga minyak mentah hingga di bawah level USD 60/barel.


IEA memangkas proyeksi permintaan minyak mentah 2015. Turunnya harga minyak mendorong meningkatnya permintaan akan obligasi karena bank sentral di Eropa dan Asia masih mempertahankan stimulusnya. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Monday, November 24, 2014

Pre Opening:  IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (24/11) IHSG diperkirakan bergerak mixed, cenderung naik.  IHSG akan berada dikisaran level 5112-5180.  Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  KLBF, ADRO, INDF, SMGR, BBNI, BBRI, ADHI,  dan ICBP.


Jika IHSG  berpotensi melanjutkan kenaikan. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.198 dan support 5.069.  IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.141.


Bervariasinya pergerakan bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh timbulnya minat beli asing kemarin. Namun, adanya gap naik serta pola doji mengindikasikan relatif melambatnya momentum penguatan.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya, seiring ekspektasi positif pertumbuhan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,04% dan indeks S&P500 sebesar +0,29%.


Sementara dari pasar Asia, pasar saham merespons positif kebijakan Tiongkok yang memangkas suku bunga acuan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,71% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan +0,14%.


Sedangkan  harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,15% ke level USD 75,67 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,11% ke posisi USD 1.197 per troy ounce. Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


IHSG  pada perdagangan Senin (24/11)  ditutup menguat 0,58% pada level 5141. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp142,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat dan mendorong berlanjutnya rekor tertinggi bagi indeks S&P500. Penguatan indeks antara lain masih dipicu oleh sentimen positif dari indikasi adanya stimulus tambahan dari Eropa, China dan Jepang. Saham berkapitalisasi kecil menyumbangkan kenaikan terbesar.


Komentar dari Gubernur ECB, Mario Draghi, yang bertekad akan meningkatkan inflasi di area euro serta penurunan suku bunga oleh Bank Sentral China pekan lalu masih menjadi sentimen positif. Selain itu faktor positif juga berasal dari indikasi berlanjutnya perbaikan ekonomi di AS. Sementara itu indeks keyakinan bisnis Jerman secara tak terduga mengalami kenaikan pada bulan November pada level 104,7 dari bulan sebelumnya 103,2.


Data awal indeks PMI manufaktur menunjukkan sektor manufaktur AS tumbuh melambat bulan ini. Nanti malam akan dirilis data PDB AS yang diperkirakan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal III. Sedangkan indeks keyakinan konsumen AS diperkirakan meningkat pada level tertinggi selama tujuh tahun terakhir. [geng]



Pre Opening:  IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik

Monday, October 20, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5000-5080. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, BMRI, TLKM, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan INDF.


Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Lebih jauh lagi, posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya masih sejalan dengan prediksi gross domestic product (GDP).


Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 5.040 atau naik +0,23% pada perdagangan kemarin.  Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.104 dan support di 4.974.


IHSG  pada perdagangan Senin (20/10)  ditutup menguat 0,23% pada level 5040, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5101. Enam dari sepuluh sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 760,6 miliar.


Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan di tengah pasar menunggu pengumuman jajaran menteri Jokowi. IHSG bergerak relatif menguat setelah sempat menyentuh level 5,100 dan di tengah cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun, adanya pola black candle mengindikasikan melemahnya momentum penguatan.


Dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di sisi lain, total investasi langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia meningkat karena sektor tersier. FDI Indonesia naik menjadi 6,8% YoY pada kuartal III/2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya.


Penguatan antara lain dipicu oleh sentimen positif dari pelantikan presiden baru RI, namun penguatan berkurang akibat profit taking dan koreksi pada indeks bursa Eropa. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme akan laporan kinerja emiten. Rata-rata laba emiten dalam indeks S&P diperkirakan tumbuh 5,9%, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang tumbuh 4,8%.


Sedangkan penjualan diperkirakan meningkat 4%.keuangan IBM yang mengecewakan yang dirilis kemarin membatasi penguatan indeks. Dijadwalkan terdapat 130 emiten dalam indeks S&P500 yang akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini. Sementara itu indeks bursa Eropa melemah akibat koreksi pada saham sektor teknologi akibat kecemasan akan laba emiten. Indeks bursa Jepang kemarin mengalami kenaikan signifikan karena adanya berita dana pensiun Jepang akan menambah alokasi investasinya pada saham domestik.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data PDB Tiongkok kuartal ketiga yang diperkirakan melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,16% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,60%.  Sementara itu, pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring kinerja positif perusahaan tercatat (emiten) di kuartal ketiga. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan indeks S&P500 sebesar +0,91%.


Tercatat harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,04% ke level USD 81,88 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,13% ke posisi USD 1.246,30 per troy ounce. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Sunday, October 19, 2014

Pre Opening: Momentum Baru, IHSG Cenderung Menguat

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4980-5060. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, SMRA, KLBF, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan ICBP.  Dari domestik, faktor positif berasal dari pelantikan presiden dan wakil presiden baru pada hari Senin. Pasar juga akan mencermati kabinet pemerintahan baru.


Sentimen pelantikan presiden baru pada hari ini serta positifnya bursa dunia dapat memberikan dukungan. IHSG bergerak cukup positif dengan menembus level psikologis 5,000 minggu lalu.  Dukungan aksi beli asing yang dapat kembali membuka peluang penguatan. Sehingga diperkirakan  IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.


Secara teknikal, IHSG berada di bawahmiddle bollinger bands. Indikator MACD hampr membentuk golden cross, indikator stochastic oscillator bergerak menguat. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 4,990 dan resistance 5,070


Pergerakan IHSG  pada perdagangan Jumat (17/10) ditutup menguat 1,56% pada level 5028. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor konstruksi properti. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 691,3 miliar. Penguatan indeks didorong oleh optimisme kondisi politik dalam negeri menjelang pelantikan presiden baru.


Sementara Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi, indeks keyakinan konsumen mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan investor berspekulasi bahwa bank sentral akan menambah stimulus baru.


Sentimen positif juga berasal dari Eropa, dimana ECB menyatakan dalam beberapa hari ke depan akan melakukan pembelian aset sebagai program baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indeks Mich Sentiment bulan Oktober mengalami kenaikan pada level tertinggi sejak Juli 2007. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya exi sting home sales, CPI, FHFA housing price index, leading indicators dan new home sales. [geng]



Pre Opening: Momentum Baru, IHSG Cenderung Menguat

Wednesday, October 15, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll  – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4890-4980. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan: BBTN, SMRA, WIKA, SMGR, WSKT, ADHI, INDF, dan  ICBP.


Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2015 turun menjadi 30% dari 46%, dan dari prediksi dua bulan lalu yang sebesar 67%. indeks berkurang menjelang penutupan karena aksi beli pada saham berkapitalisasi kecil. Data Fed’s Beige Book menu njukkan ekonomi AS berlanjut tumbuh moderat. Yellen optimis bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai target pertumbuhan 3%. Sementara itu inflasi China mengalami penurunan pada level terendah selama lima bulan terakhir.


Jika IHSG  diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 4.962 atau naik +0,82% pada perdagangan kemarin. Indikator RSI masih di area konsolidasi.  Secara teknikal, hari ini Indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993, dengan support di 4.900.


Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,82% pada level 4962. Sektor industri dasar menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp182,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat data ekonomi dan laporan keuangan emiten yang di bawah estimasi.


Dari dalam negeri, situasi politik tanah air mulai mencair selepas safari politik yang dilakukan presiden terpilih, Joko Widodo. Pertemuannya dengan para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi merah putih memberikan optimisme baru terhadap jalannya pemerintahan yang lebih lancar ke depan.


Sementara itu, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di Indonesia.  Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,81%.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring negatifnya rilis data penjualan ritel Paman Sam. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,06% dan indeks S&P500 sebesar – 0,81%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1% ke level USD 80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,31% ke posisi USD 1.240,90 per troy ounce. [Geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat