Showing posts with label BBRI. Show all posts
Showing posts with label BBRI. Show all posts

Monday, November 24, 2014

Pre Opening:  IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (24/11) IHSG diperkirakan bergerak mixed, cenderung naik.  IHSG akan berada dikisaran level 5112-5180.  Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  KLBF, ADRO, INDF, SMGR, BBNI, BBRI, ADHI,  dan ICBP.


Jika IHSG  berpotensi melanjutkan kenaikan. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.198 dan support 5.069.  IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.141.


Bervariasinya pergerakan bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh timbulnya minat beli asing kemarin. Namun, adanya gap naik serta pola doji mengindikasikan relatif melambatnya momentum penguatan.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya, seiring ekspektasi positif pertumbuhan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,04% dan indeks S&P500 sebesar +0,29%.


Sementara dari pasar Asia, pasar saham merespons positif kebijakan Tiongkok yang memangkas suku bunga acuan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,71% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan +0,14%.


Sedangkan  harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,15% ke level USD 75,67 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,11% ke posisi USD 1.197 per troy ounce. Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


IHSG  pada perdagangan Senin (24/11)  ditutup menguat 0,58% pada level 5141. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp142,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat dan mendorong berlanjutnya rekor tertinggi bagi indeks S&P500. Penguatan indeks antara lain masih dipicu oleh sentimen positif dari indikasi adanya stimulus tambahan dari Eropa, China dan Jepang. Saham berkapitalisasi kecil menyumbangkan kenaikan terbesar.


Komentar dari Gubernur ECB, Mario Draghi, yang bertekad akan meningkatkan inflasi di area euro serta penurunan suku bunga oleh Bank Sentral China pekan lalu masih menjadi sentimen positif. Selain itu faktor positif juga berasal dari indikasi berlanjutnya perbaikan ekonomi di AS. Sementara itu indeks keyakinan bisnis Jerman secara tak terduga mengalami kenaikan pada bulan November pada level 104,7 dari bulan sebelumnya 103,2.


Data awal indeks PMI manufaktur menunjukkan sektor manufaktur AS tumbuh melambat bulan ini. Nanti malam akan dirilis data PDB AS yang diperkirakan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal III. Sedangkan indeks keyakinan konsumen AS diperkirakan meningkat pada level tertinggi selama tujuh tahun terakhir. [geng]



Pre Opening:  IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik

Tuesday, November 4, 2014

Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Financeroll – Hari ini, Rabu  (5/11), IHSG diperkirakan masih akan melemah di kisaran 5.050-5.125 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  GGRM, LPPF, ERAA, PWON, dan SILO.  Secara teknikal, indeks diperkirakan turun disertai volume namun masih di atas MA5-nya. Stochastic dan RSI berpeluang death cross sementara MACD positif divergence.


Pada perdagangan Selasa (4/11) IHSG naik turun 15 poin (-0,3%) ke level 5.070,94 di tengah sikap pasar yang wait & see menunggu kejelasan tentang kenaikan harga BBM.  Saham-saham yang menjadi pemberat bursa kemarin diantaranya:  BBCA, TLKM, ASII, BBRI, dan UNVR. Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 600 juta dengan saham-saham yang banyak dibeli asing  antara lain:  BMRI, ASII, GGRM, LPPF, dan KLBF.


Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup mix. Melemahnya indeks S&P500 dipicu oleh turunnya harga saham energi setelah harga minyak mentah berlanjut melemah pada level terendah selama tiga tahun terakhir hingga sempat pada level USD  75,84 per barel.  Turunnya harga minyak ini karena pemangkasan ongkos kirim dari Arab Saudi dan spekulasi akan meningkatnya suplay. Data factory orders turun 0,6%, sesuai dengan estimasi. Data neraca perdagangan AS bulan September menunjukkan defisit yang melebar 7,6% menjadi USD  43 miliar, yang terbesar sejak bulan Mei.


Selain itu, melebarnya defisit tersebut akibat turunnya ekspor, yang mengindikasikan ekonomi AS mulai terpengaruh oleh melambatnya ekonomi global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia semakin intens setelah Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi area euro dan menyatakan kemungkinan inflasi akan lebih rendah dari prediksi ECB.  Pada pertemuan ECB 6 November nanti akan semakin kuat tekanan kepada ECB untuk mempertimbangkan stimulus tambahan. [geng]



Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Monday, November 3, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Cenderung Melemah

Financeroll – Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi. Pelaku pasar masih menanti soal kepastian kenaikan harga bahan bakar subsidi (BBM) oleh pemerintah.  Secara teknikal, indeks turun tipis, tidak disertai volume, namun tertahan resist MA50 dan candle hanging yang menunjukkan sinyal bearish reversal. MACD positif namun RSI flat dan stochastic overbought.


Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 333,9 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing antara lain:  BBRI, JSMR, ASII, INTP, dan ADRO. Sementara itu saham-saham yang menjadi pemberat bursa di antaranya:  SMGR, INTP, KLBF, UNTR, dan CPIN.


Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 522,98 poin (3,19%) ke level 6.936,74 dan Indeks Straits Times turun 8,71 poin (0,26%) ke level 3.282,13.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir turun tipis 4 poin setelah seharian berada di zona merah. Aksi borong saham jelang penutupan berhasil mengurangi koreksi IHSG.  Menutup perdagangan awal pekan, Senin (3/11), IHSG menipis 4,038 poin (0,08%) ke level 5.085,509. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,255 poin (0,03%) ke level 868,306.


Sementara Wall Street berakhir mixed. Indeks S&P 500 dan Dow Jones berakhi negatif setelah sentuh rekor intraday, tapi Nasdaq menguat didorong saham semikonduktor.  Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 24,28 poin (0,14%) ke level 17.366,24, Indeks S&P 500 kehilangan 0,24 poin (0,01%) ke level 2.017,81 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 8,17 poin (0,18%) ke level 4.638,91.


Bervariasinya pergerakan bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG berada di kisaran negatif setelah relatif tertahan di sekitar resistance-nya kemarin. Namun, masih adanya minat beli asing diharapkan dapat menghambat peluang negatif. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Cenderung Melemah

Sunday, October 26, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Financeroll – Pada perdagangan awal pekan  ini, IHSG berpotensi menguat dengan resistance terdekat di 5.164 dan support di 5.000.  Beberapa saham yang menjadi pemberat bursa hari ini antara lain:  ASII, BBRI, UNVR, BMRI, dan SMGR. Sementara itu, asing masih melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp108,1 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing di antaranya:  BBRI, BMRI, ITMG, BBCA, dan LPKR.


Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jajaran kabinet kerja yang akan membantunya dalam pemerintahan ke depan. Rencananya, para Menteri di kabinet kerja akan dilantik hari ini, dan langsung melaksanakan sidang kabinet pertama setelahnya.


Secara teknikal, indeks turun tidak disertai volume dan masih tutup di atas MA5-nya menunjukkan fase minor sideways untuk menentukan arah (up atau down). Stochastic sudah overbought sementara RSI flat dan MACD positif divergence.  Pada perdagangan Jumat (24/10) IHSG turun 31 poin (-0,6%) ke level 5.073,07 terkena aksi profit taking serta isu kenaikan bbm yang diisukan naik pada tanggal 1 November 2014.


Pasar saham AS melanjutkan kenaikan seiring kinerja positif laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) pada akhir pekan lalu. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,76% dan indeks S&P 500 sebesar +0,71%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh perkembangan bursa global. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,56% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,47%.


Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan, diantaranya Procter & Gamble, Yahoo dan Microsoft. Data new home sales bulan September sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya, namun dibawah estimasi.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,96% ke level USD 81,01 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,17% ke posisi USD 1.233,30 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat Terbatas

Tuesday, October 21, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pada perdagangan hari ini (22/10), IHSG diperkirakan masih akan menguat dan bergerak di kisaran 5.000-5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  BBNI, KIJA, MBSS, MLPL, dan TBIG.


Positifnya bursa dunia dan tren penguatan Rupiah dapat memberikan dukungan. IHSG masih bergerak relatif turun kemarin. Namun, adanya level psikologis 5,000 diharapkan dapat membatasi pelemahan lanjutan.


Sementara pada perdagangan Selasa (21/10) IHSG turun 11 poin (-0,22%) ke level 5.029,34 terkena aksi profit taking sekaligus menanti pengumuman kabinet menteri yang rencananya akan diumumkan hari ini (22/10).  Secara teknikal, penurunan hari ini tidak didukung volume dan masih terlihat test support MA20 serta tutup di area upper band bollinger. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD positif divergence.


Sejumlah saham yang menjadi pemberat bursa hari ini diantaranya:  ASII, BBRI, BMRI, PGAS, dan GGRM. Asing kembali mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 303,7 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual asing di antaranya:  BBRI, BMRI, SMGR, TLKM, dan INDF. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat