Showing posts with label Pre Opening: Awal Pekan. Show all posts
Showing posts with label Pre Opening: Awal Pekan. Show all posts

Sunday, January 4, 2015

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Berpeluang Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Pada perdagangan Senin (5/1), IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5215-5235 dan resisten 5250-5258.  Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli meskipun volume transaksi agak sedikit surut. Penguatan pada saham-saham konsumer, perkebunan, dan properti masih dapat menyokong penguatan IHSG.  Berikut saham-saham pilihan: KIJA, SSMS, BSDE, INDF, LPKR, dan UNVR.


Perdagangan pada hari ini akan kembali ke level normal. IHSG masih diringi dengan aksi profit taking. Pelemahan rupiah akan menjadi sorotan besar apakah masih berlanjut atau tidak. Aksi jual dari investor asing juga masih akan berlanjut. Selain itu kenaikan elpiji dan tarif listrik akan melemahkan daya beli masyarakat sehingga sektor konsumsi berpotensi melemah.  Meski net sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik, namun  tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.  Adapun transaksi asing tercatat nett sell tipis (dari net buy Rp 2,5 triliun menjadi net sell Rp 4,17 miliar).


Pada pekan lalu, sempitnya hari perdagangan dan kemungkinan masih adanya hawa libur tahun baru, tak menyurutkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melaju di zona hijau.  Menutup perdagangan Jumat (2/1), IHSG berada di posisi 5.242,77, naik 15,82 poin atau 0,3%.


Di hari perdagangan pertama tahun 2015, IHSG berhasil bertahan di zona hijau dan ditutup menguat di level 5242.77 naik 15,82 poin atau sebesar 0,3%. Sepanjang hari perdagangan masih belum kembali ke level normal, Hanya terjadi 155.661 kali transaksi yang melibatkan 5,6 miliar unit saham senilai Rp 4,57 triliun. Sebanyak 149 saham menguat, 136 melemah, dan 79 stagnan. Selain itu terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah yang telah kemblai menyetuh level 12.500.


Kebijakan pemerintah menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menjadi sentimen positif di market.  Investor juga telah diberikan kado akhir tahun di mana subsidi untuk bahan bakar Ron 88 (premium) telah dihapus, paling tidak kado tersebut dapat mengimbangi sentiment negatif dari rilis data-data makro ekonomi RI.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan nasional pada 2014 mencapai 8,36%. Besaran inflasi tahun lalu lebih kecil ketimbang yang terjadi di tahun 2013 yaitu 8,38%. Sedangkan inflasi bulan Desember saja naik 2,46%. Bank Indonesia menyatakan, inflasi bulan Desember 2014 meningkat tinggi dan sedikit melebihi perkiraan bank sentral sebelumnya, yaitu dikisaran 2,1%-2,2%. Selain itu BPS mencatat neraca perdagangan pada November 2014 defisit sebesar USD  425,7 juta. Penyebabnya karena penurunan ekspor, sedangkan kegiatan impor masih tinggi. Secara akumulasi sepanjang 2014, neraca perdagangan Indonesia pun masih negatif USD  2,07 miliar.


Sementara itu, laju nilai tukar Rupiah bergerak di zona merah di tengah sempitnya hari perdagangan dan berbarengan dengan rilis berita penyempurnaan PBI Nomor 16/21/PBI/2014 tanggal 29 Desember 2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank dan Surat Edaran Ekstern Nomor 16/24/DKEM tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank.


Kurs  Rupiah berada di bawah target level support Rp 12.442. Terlihat harapan positif kami terhadap data-data makroekonomi yang dirilis tidak sesuai dengan harapan sehingga membuat nilai tukar Rupiah bergerak melemah. Waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah.


Sementara dari bursa global perdagangan sepi kembali mewarnai perdagangan. Beberapa data ekonomi juga dirilis. Purchasing Managers’ Index China bulan Desember turun ke level 50,1, berbanding 50,3 pada November. PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi manufaktur, sedangkan di bawahnya menunjukkan kontraksi. Selain itu penurunan bursa Ibovespa di Brasil juga memberikan sentimen negatif ke emerging market. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Berpeluang Melaju di Jalur Hijau

Sunday, December 7, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Positifnya bursa dunia diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan membentuk pola doji serta adanya minat jual asing minggu lalu. Peluang penguatan terlihat masih akan dibatasi oleh adanya level psikologis 5,200.   Sehingga, diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan, seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat +0,33% dan +0,17% pada akhir pekan lalu.


Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin. Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.


Jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.250 dan support 5.118.   IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik +0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,01%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga inyak mentah WTI turun -1,77% ke level USD 65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,25% ke posisi USD 1.190,40 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat