Showing posts with label pasar saham Amerika Serikat (AS). Show all posts
Showing posts with label pasar saham Amerika Serikat (AS). Show all posts

Sunday, December 7, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Positifnya bursa dunia diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan membentuk pola doji serta adanya minat jual asing minggu lalu. Peluang penguatan terlihat masih akan dibatasi oleh adanya level psikologis 5,200.   Sehingga, diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan, seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat +0,33% dan +0,17% pada akhir pekan lalu.


Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin. Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.


Jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.250 dan support 5.118.   IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik +0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,01%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga inyak mentah WTI turun -1,77% ke level USD 65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,25% ke posisi USD 1.190,40 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Wednesday, October 15, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll  – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4890-4980. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan: BBTN, SMRA, WIKA, SMGR, WSKT, ADHI, INDF, dan  ICBP.


Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2015 turun menjadi 30% dari 46%, dan dari prediksi dua bulan lalu yang sebesar 67%. indeks berkurang menjelang penutupan karena aksi beli pada saham berkapitalisasi kecil. Data Fed’s Beige Book menu njukkan ekonomi AS berlanjut tumbuh moderat. Yellen optimis bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai target pertumbuhan 3%. Sementara itu inflasi China mengalami penurunan pada level terendah selama lima bulan terakhir.


Jika IHSG  diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 4.962 atau naik +0,82% pada perdagangan kemarin. Indikator RSI masih di area konsolidasi.  Secara teknikal, hari ini Indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993, dengan support di 4.900.


Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,82% pada level 4962. Sektor industri dasar menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp182,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat data ekonomi dan laporan keuangan emiten yang di bawah estimasi.


Dari dalam negeri, situasi politik tanah air mulai mencair selepas safari politik yang dilakukan presiden terpilih, Joko Widodo. Pertemuannya dengan para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi merah putih memberikan optimisme baru terhadap jalannya pemerintahan yang lebih lancar ke depan.


Sementara itu, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di Indonesia.  Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,81%.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring negatifnya rilis data penjualan ritel Paman Sam. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,06% dan indeks S&P500 sebesar – 0,81%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1% ke level USD 80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,31% ke posisi USD 1.240,90 per troy ounce. [Geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat