Showing posts with label Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Show all posts
Showing posts with label Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melanjutkan penguatan dengan naik 10 poin. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,596 poin (0,29%) ke level 893,496.


Pada awal perdagangan, Rabu (21/1), IHSG bertambah 14,503 poin (0,27%) ke level 5.180,03. Indeks LQ45 tumbuh 3.647 poin (0,41%) ke level 894,547.  Investor asing pagi ini terlihat mulai berburu saham lagi setelah menjual bersih sejak awal pekan ini. Saham-saham bank memimpin penguatan di lantai bursa.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 10,172 poin (0,20%) ke level 5.176,262. Sementara Indeks LQ45 menanjak 2,218 poin (0,25%) ke level 893,118.  Kemarin IHSG naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 108,25 poin (0,62%) ke level 17.258,05, Indeks Hang Seng naik 92,01 poin (0,38%) ke level 24.043,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,84 poin (0,63%) ke level 3.192,90, dan  Indeks Straits Times bertambah 9,07 poin (0,27%) ke level 3.343,09.


Sementara Wall Street bergerak datar setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015 dan 2016. Pelaku pasar memprediksi bank sentral di dunia akan mengambil langka agresif untuk menggenjot ekonomi.  Bursa-bursa di Asia rata-rata bergerak positif pagi hari ini. Sentimen dari turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF membayangi pergerakan pasar. [geng]



Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melanjutkan penguatan dengan naik 10 poin. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,596 poin (0,29%) ke level 893,496.


Pada awal perdagangan, Rabu (21/1), IHSG bertambah 14,503 poin (0,27%) ke level 5.180,03. Indeks LQ45 tumbuh 3.647 poin (0,41%) ke level 894,547.  Investor asing pagi ini terlihat mulai berburu saham lagi setelah menjual bersih sejak awal pekan ini. Saham-saham bank memimpin penguatan di lantai bursa.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 10,172 poin (0,20%) ke level 5.176,262. Sementara Indeks LQ45 menanjak 2,218 poin (0,25%) ke level 893,118.  Kemarin IHSG naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 108,25 poin (0,62%) ke level 17.258,05, Indeks Hang Seng naik 92,01 poin (0,38%) ke level 24.043,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,84 poin (0,63%) ke level 3.192,90, dan  Indeks Straits Times bertambah 9,07 poin (0,27%) ke level 3.343,09.


Sementara Wall Street bergerak datar setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015 dan 2016. Pelaku pasar memprediksi bank sentral di dunia akan mengambil langka agresif untuk menggenjot ekonomi.  Bursa-bursa di Asia rata-rata bergerak positif pagi hari ini. Sentimen dari turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF membayangi pergerakan pasar. [geng]



Bursa Regional Bergerak Positif,  IHSG Lanjutkan Penguatan

Investor Aktif Bertransaksi, Pasar uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll  - Pada perdagangan Selasa (20/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  sore bergerak melemah dua poin menjadi Rp 12.592 dibanding sebelumnya di posisi Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 13 poin, balik arah ke zona hijau berkat aksi beli investor domestik. Dana asing Rp 337 miliar mengalir keluar lantai bursa, total sudah Rp 2,7 triliun sejak awal tahun.  Setelah naik sampai ke 5.162, Indeks langsung terkena koreksi.


Produk domestik bruto (PDB) tahunan Tiongkok tumbuh 7,3 persen pada kuartal ke-4 2014, lebih tinggi dari estimasi 7,2 persen.   Produksi industri Tiongkok meningkat 7,9 persen untuk bulan Desember 2014, lebih baik dari prediksi kenaikan 7,4 persen.  Tiongkok yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia itu menjadi salah satu penopang bagi mata uang Rupiah sehingga tidak tertekan lebih dalam terhadap dolar AS.  Keputusan pemerintah Indonesia yang kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta menurunkan harga elpiji 12 Kg dan semen dapat meredakan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi Indonesia.


Meski demikian,  sentimen dari bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) masih cukup kuat masih membebani laju rupiah. Federal Reserve telah memberi sinyal untuk mulai menaikan suku bunga tahun ini, hal itu berbeda dengan kebijakan negara maju lainnya.  Pada minggu lalu, bank sentral Swiss telah memberlakukan suku bunga negatif 0,75 persen dan kebijakan ini juga diikuti oleh bank sentral Denmark yang kemarin menurunkan suku bunga depositonya menjadi minus 0,2 persen.  Kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (20/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.659 dibanding hari sebelumnya, Senin (19/1) di posisi Rp 12.612 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG melemah 25,705 poin (0,50%) ke level 5.126,388 terkena tekanan jual investor asing. Indeks menjadi satu-satunya yang ‘merah’ di antara bursa Asia yang kompak menguat.  Investor domestik masih jadi penggerak bursa sejak awal tahun ini dengan konsisten membeli saham. Sedangkan investor asing belum berhenti melepas saham.  Tercatat aksi beli investor domestik di saham-saham unggulan berhasil membawa Indeks balik arah ke zona hijau jelang penutupan perdagangan.


Pada akhir  perdagangan, Selasa (20/1), IHSG menguat 13,997 poin (0,27%) ke level 5.166,090. Sementara Indeks LQ45 naik 3,636 poin (0,41%) ke level 890,900.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 337,631 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 232.303 kali dengan volume 5,987 miliar lembar saham senilai Rp 6,269 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 169 turun, dan 101 saham stagnan.


Sementara bursa-bursa regional akhirnya bergerak kompak menguat hingga penutupan perdagangan hari ini. Ekonomi Tiongkok yang tumbuh lambat tidak jadi penghambat laju bursa regional.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 352,01 poin (2,07%) ke level 17.366,30, Indeks Hang Seng naik 212,67 poin (0,90%) ke level 23.951,16, Indeks Komposit Shanghai menanjak 56,70 poin (1,82%) ke level 3.173,05, dan  Indeks Straits Times menguat 23,76 poin (0,72%) ke level 3.331,46. [geng]



Investor Aktif Bertransaksi, Pasar uang Domestik Bergerak Variatif

Monday, January 19, 2015

Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Dibuka Datar

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pagi ini dengan stagnan. Bursa Asia yang rata-rata menguat memberi sentimen positif.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,277 poin (0,04%) ke level 5.154,370. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,577 poin (0,07%) ke level 887,841.


Pada awal perdagangan, Selasa (20/1), IHSG bertambah 3,742 poin (0,07%) ke level 5.155,835. Indeks LQ45 tumbuh 1,058 poin (0,12%) ke level 888,322.  Investor domestik masih menjadi penggerak bursa sejak awal tahun ini dengan konsisten membeli saham. Sedangkan investor asing belum berhenti melepas saham.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 6,593 poin (0,13%) ke level 5.158,686. Sementara Indeks LQ45 naik 1,695 poin (0,19%) ke level 888,959.  Kemarin IHSG menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 220,37 poin (1,30%) ke level 17.234,66, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai bertambah 9,48 poin (0,30%) ke level 3.125,83, dan  Indeks Straits Times naik 21,26 poin (0,64%) ke level 3.328,96.


Sementara Wall Street tutup memperingati hari Martin Luther King. Bursa Eropa diperdagangkan positif menjelang rapat ECB 22 Januari mendatang. Pelaku pasar berharap adanya stimulus dari Bank Sentral Eropa untuk mengantisipasi memburuknya perekonomian Eropa.   Rata-rata bursa Asia masih bisa menguat pagi hari ini meski tanpa sokongan bursa global. Pelaku pasar memantau perkembangan di Uni Eropa dan data ekonomi Tiongkok. [geng]



Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Dibuka Datar

Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (19/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.603 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan naik tipis 3 poin. Investor domestik menahan IHSG dengan aksi beli di saham unggulan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,780 poin (0,07%) ke level 5.152,159.


Penurunan harga BBM itu diperkirakan membuat laju inflasi menurun sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun ekspektasi penurunan inflasi itu sejauh ini hanya mampu mengangkat performa di pasar surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun.  Tekanan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bertahan.  Potensi penguatan mata uang rupiah masih ada, namun tetap perlu mewaspadai setiap sentimen negatif yang muncul.  Pasca rilis penurunan harga bahan bakar minyak subsidi hingga harga semen masih berpotensi untuk mendukung rupiah untuk berbalik positif.


Nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan.  Di sisi lain,  Bank Indonesia (BI)  yang mempertahankan tingkat suku bunga acauan (BI rate) di level 7,75% masih akan direspon positif seiring tidak terlalu reaktifnya BI menanggapi sentimen yang ada.


Dari bursa saham,  Indeks  sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Sejumlah saham lapis dua yang terkena aksi jual investor asing. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan agrikultur.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (19/1), IHSG ditutup menguat tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,921 poin (0,10%) ke level 887,264.


Tercatat transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 705,79 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.222 kali dengan volume 6,355 miliar lembar saham senilai Rp 5,805 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 141 turun, dan 95 saham stagnan.


Di sisi lain, pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.  Bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 150,13 poin (0,89%) ke level 17.014,29, Indeks Hang Seng anjlok 365,03 poin (1,51%) ke level 23.738,49, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 260,14 poin (7,70%) ke level 3.116,35, dan  Indeks Straits Times menguat 5,26 poin (0,16%) ke level 3.305,94. [geng]


 



Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Sunday, January 18, 2015

Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat  tinggi di awal perdagangan tapi siang ini berakhir stagnan. Investor domestik tak kuat mengimbangi aksi jual investor asing.  Indeks sempat naik sampai ke titik tertingginya di 5.171 tapi hanya bertahan sebentar karena aksi jual masih marak.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (19/1), IHSG menipis 0,261 poin (0,01%) ke level 5.148,118. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,754 poin (0,09%) ke level 887,097.  Saham-saham lapis dua yang terkena aksi jual. Tiga sektor akhirnya melemah, yaitu sektor industri dasar, infrastruktur, dan manufaktur.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.249 kali dengan volume 2,705 miliar lembar saham senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 105 turun, dan 78 saham stagnan.  Pasar saham Tiongkok anjlok sangat dalam setelah pemerintah setempat menghentikan perdagangan tiga broker terbesarnya untuk investigasi soal transaksi marjin yang berisiko tinggi.


Sedangkan saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.350, Lion Metal (LION) naik Rp 200 ke Rp 9.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 10.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 175 ke Rp 15.075.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 775 ke Rp 14.225, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Blue Bird (BIRD) turun Rp 500 ke Rp 11.600, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 400 ke Rp 1.200.


Sementara itu, bursa-bursa Asia lainnya masih bisa menguat didorong oleh sentimen positif dari Wall Street semalam, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 137,29 poin (0,81%) ke level 17.001,45, Indeks Hang Seng anjlok 274,65 poin (1,14%) ke level 23.828,87, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 212,78 poin (6,30%) ke level 3.163,72, dan  Indeks Straits Times menguat 7,44 poin (0,23%) ke level 3.308,12. [geng]


 



Sesi Pertama: Sempat Menguat, IHSG Bergerak Landai

Thursday, January 15, 2015

Bursa Regional Bergerak Positif, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29 poin, kompak menguat bersama bursa-bursa regional. Saham-saham unggulan dikoleksi investor domestik.  Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan, sampai ke level 5.193. Aksi jual investor asing menghambat penguatan IHSG.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,648 poin (0,40%) ke level 5.180,316. meski investor asing gencar melepas saham. Saham-saham unggulan menahan Indeks di jalur hijau.  Sembilan indeks sektoral berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang masih merah. Investor juga masih menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).


Pada akhir perdagangan, Kamis (15/1), IHSG ditutup melaju 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,712. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,749 poin (0,76%) ke level 893,685.  Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa sejak awal tahun ini. Transaksi investor asing sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 620,14 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 229.336 kali dengan volume 7,082 miliar lembar saham senilai Rp 6,111 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 99 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa regional bisa menepis sentimen negatif dari pasar global, mulai dari melemahnya Wall Street hingga harga minyak dunia yang tiarap. Bursa regional kompak menguat di akhir perdagangan hari ini.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 475 ke Rp 11.575, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.850, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 14.650, dan Impack (IMPC) naik Rp 275 ke Rp 5.775.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Trikomsel (TRIO) turun Rp 330 ke Rp 1.065, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 175 ke Rp 11.700, Siloam (SILO) turun Rp 125 ke Rp 13.100, dan Logindo (LEAD) turun Rp 105 ke Rp 2.220.


Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 melompat 312,74 poin (1,86%) ke level 17.108,70, Indeks Hang Seng naik 238,31 poin (0,99%) ke level 24.350,91, Indeks Komposit Shanghai meroket 114,02 poin (3,54%) ke level 3.336,45, dan  Indeks Straits Times menguat 11,19 poin (0,34%) ke level 3.337,35. [geng]


 



Bursa Regional Bergerak Positif, IHSG Ditutup Menguat

Tuesday, January 13, 2015

Sesi Pertama:  Transaksi Terbatas, IHSG Bergerak Varaitif

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variatif dalam rentang yang sempit. Akhirnya Indeks berakhir datar siang hari ini.  Indeks tak bertahan lama di zona hijau. Aksi jual investor asing memaksa Indeks jatuh ke teritori negatif, sampai di titik terendahnya di 5.199,775.


Menutup perdagangan Sesi I, Rabu (14/1), IHSG menipis 0,687 poin (0,01%) ke level 5.213,672. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,599 poin (0,07%) ke level 898,153.  Investor asing masih terus melepas saham. Sejak awal tahun ini pemodal asing sudah mencatat penjualan bersih senilai Rp 268,7 miliar.


Beberapa saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Empat sektor masih bertahan positif, yaitu pertambangan, konsumer, finansial, dan manufaktur.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 131.486 kali dengan volume 3,416 miliar lembar saham senilai Rp 2,47 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 134 turun, dan 99 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 15.675, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.425, Blue Bird Tbk naik naik Rp 375 ke Rp 11.075, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 11.550.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 650 ke Rp 3.255, Mayora (MYOR) turun Rp 375 ke Rp 21.025, Siloam (SILO) turun Rp 275 ke Rp 13.225, dan Solus Tunas (SUPR) turun Rp 200 ke Rp 7.500.


Sejumlah bursa di Asia bergerak mix hingga rehat siang hari ini. Sentimen rendahnya harga minyak dunia masih membayangi pergerakan pasar. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 203,22 poin (1,19%) ke level 16.884,49, Indeks Hang Seng naik 55,13 poin (0,23%) ke level 24.271,10, Indeks Komposit Shanghai menguat 12,05 poin (0,37%) ke level 3.247,35, dan  Indeks Straits Times menipis 2,40 poin (0,07%) ke level 3.338,67. [geng]


 



Sesi Pertama:  Transaksi Terbatas, IHSG Bergerak Varaitif

Investor Domestik Aktif  Bertransaksi, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin berkat aksi borong saham investor domestik. Pemodal asing masih lepas saham, sedikit menghambat laju penguatan Indeks.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Indeks sempat menanjak kembali ke level 5.200 tapi akhirnya terhambat oleh tekanan jual di saham-saham unggulan.


Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini tak bertahan lama.  Pada akhir perdagangan, Selasa (13/1), IHSG ditutup bertambah 26,426 poin (0,51%) ke level 5.214,359. Sementara unggulan Indeks LQ45 ditutup melaju 6,723 poin (0,75%) ke level 897,554.


Tercatat Dana asing terus mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 368,252 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 278.199 kali dengan volume 10.944 miliar lembar saham senilai Rp 7,708 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 152 turun, dan 85 saham stagnan.


Sementara nilai dan volume perdagangan hari ini melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK).  Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi tadi. Sore ini juga ditutup variatif, pasar saham Jepang dan Singapura saja yang melemah.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 33.000, Bank of India (BSWD) naik Rp 505 ke Rp 2.565, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 24.650, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 17.475.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 145.000, SMART (SMAR) turun Rp 400 ke Rp 6.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 325 ke Rp 11.200, dan Impack (IMPC) turun Rp 300 ke Rp 5.500.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 110,02 poin (0,64%) ke level 17.087,71, Indeks Hang Seng naik 189,51 poin (0,79%) ke level 24.215,97, Indeks Komposit Shanghai menguat 5,98 poin (0,19%) ke level 3.235,30, dan  Indeks Straits Times turun 5,99 poin (0,18%) ke level 3.338,90. [geng]


 



Investor Domestik Aktif  Bertransaksi, IHSG Ditutup Menguat

Monday, January 12, 2015

Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menanjak kembali ke level 5.200. Penguatan ini terhambat oleh tekanan jual di saham-saham unggulan.  Beberapa saham lapis dua naik cukup tinggi pagi hari ini. Investor asing masih juga menjual saham, dan ini sudah terjadi sejak awal tahun.


Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (13/1), IHSG menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,983 poin (0,56%) ke level 895,814.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh aksi jual investor asing.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.186 kali dengan volume 7,276 miliar lembar saham senilai Rp 5,024 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan.  Nilai dan volume perdagangan siang ini melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK).


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 148.000, Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 33.075, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 325 ke Rp 10.800.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.500 ke Rp 6.500, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.700, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.800, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 12.050.


Sementara itu, pergerakan bursa-bursa di regional masih sama seperti pagi tadi. Sentimen negatif dari Wall Street dan lesunya harga minyak masih memberi tekanan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 247,15 poin (1,44%) ke level 16.950,58, Indeks Hang Seng menguat 135,28 poin (0,56%) ke level 24.161,74, Indeks Komposit Shanghai naik 9,43 poin (0,29%) ke level 3.238,75, dan  Indeks Straits Times berkurang 7,94 poin (0,24%) ke level 3.336,95. [geng]



Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Aksi Jual Menekan, IHSG Terkikis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis  28 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG melemah 33,177 poin (0,64%) ke level 5.183,488 di tengah perdagangan yang sepi. Aksi ambil untung masih banyak dilakukan investor asing.


Sejumlah indeks sektoral di lantai bursa melemah, dipimpin oleh sektor konsumer dan agrikultur. Asing ambil untung marak dilakukan investor asing.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (12/1), IHSG mundur 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,933. Sementara Indeks unggulan LQ45 berkurang 7,997 poin (0,89%) ke level 890,831.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 67,904 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 235,273 miliar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.179 kali dengan volume 6,999 miliar lembar saham senilai Rp 4,824 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 176 turun, dan 98 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 650 ke Rp 12.300, Blue Bird (BIRD) naik Rp 475 ke Rp 10.475, Danayasa (SCBD) naik Rp 395 ke Rp 2.195, dan Pembangunan Jaya (PJAA) naik Rp 390 ke Rp 2.590.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 14.000 ke Rp 146.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.125 ke Rp 32.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 725 ke Rp 14.625, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 450 ke Rp 12.500.


Beberapa bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan dengan positif sore ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang anjlok cukup dalam akibat tekanan jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 30,63 poin (0,18%) ke level 17.197,73, Indeks Hang Seng bertambah 106,51 poin (0,45%) ke level 24.026,46, Indeks Komposit Shanghai anjlok 56,10 poin (1,71%) ke level 3.229,32, dan Indeks Straits Times menguat 8,52 poin (0,26%) ke level 3.346,96. [geng]


 



Aksi Jual Menekan, IHSG Terkikis

Sunday, January 11, 2015

Sesi Pertama: Transaksi Terbatas,  IHSG Terkoreksi

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi  33 poin di tengah transaksi  yang terbatas. Aksi ambil untung masih banyak dilakukan investor asing.  Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang pekan lalu naik cukup tinggi. Indeks hanya bertahan sebentar di zona hijau, setelah itu kembali meluncur tajam.


Menutup  perdagangan Sesi I, Senin (12/1), IHSG melemah 33,177 poin (0,64%) ke level 5.183,488. Sementara Indeks unggulan  LQ45 turun turun 7,790 poin (0,87%) ke level 891,038.  Beberapa indeks sektoral di lantai bursa melemah, dipimpin oleh sektor konsumer dan agrikultur. Asing ambil untung marak dilakukan investor asing.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 120.257 kali dengan volume 3,273 miliar lembar saham senilai Rp 2,372 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 162 turun, dan 79 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Harga minyak dunia yang terus melemah memberi sentimen negatif.Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Danayasa (SCBD) naik Rp 400 ke Rp 2.200, Pembangunan Jaya (PJAA) naik Rp 400 ke Rp 2.600, Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 14.500, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 200 ke Rp 10.200.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 32.275, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 14.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 475 ke Rp 59.525, dan SMART (SMAT) turun Rp 450 ke Rp 7.000.


Sementara itu,  bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 30,63 poin (0,18%) ke level 17.197,73, Indeks Hang Seng bertambah 13,28 poin (0,06%) ke level 23.933,23, Indeks Komposit Shanghai anjlok 69,64 poin (2,12%) ke level 3.215,77, dan  Indeks Straits Times menipis 0,63 poin (0,02%) ke level 3.337,81. [geng]



Sesi Pertama: Transaksi Terbatas,  IHSG Terkoreksi

Bursa Global Melambat, IHSG Tertekan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan di zona merah. Melemahnya bursa global memberi sentimen negatif.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 13,916 poin (0,27%) ke level 5.202,749. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 3,521 poin (0,39%) ke level 895,307.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (12/1), IHSG terpangkas 10,160 poin (0,19%) ke level 5.106,505. Indeks LQ45 terkoreksi 2,177 poin (0,24%) ke level 896,651.  Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang pekan lalu naik cukup tinggi. Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi pagi ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 7,064 poin (0,14%) ke level 5.209,601. Sementara Indeks LQ45 mundur 1,594 poin (0,18%) ke level 897,192.  Akhir pekan lalu IHSG berakhir naik tipis 4 poin setelah menghabiskan waktu di zona hijau seharian. Investor asing sudah mulai membeli saham.


Sedangkan situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 30,63 poin (0,18%) ke level 17.197,73, Indeks Hang Seng naik 84,42 poin (0,35%) ke level 23.919,95, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,04 poin (0,24%) ke level 3.285,41, dan  Indeks Straits Times bertambah 4,53 poin (0,14%) ke level 3.342,97.


Di sisi lain, Wall Street mengalami koreksi akibat data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mixed. Jumlah tenaga meningkat tapi kenaikan gaji tidak sesuai ekspektasi.  Bursa-bursa regional bergerak mixed merespons sentimen negatif dari pasar global. Beberapa pasar saham masih ada yang mampu menguat. [geng]



Bursa Global Melambat, IHSG Tertekan

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll - Pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (12/1)  diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5169-5247.  Sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain:  INDF, TLKM, BBNI, WIKA, BMRI, BBRI, ADHI, UNVR, dan  ASRI.


Jika IHSG berpotensi melemah. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.167 dan resistance 5.262.  Dari dalam negeri, Indonesia berencana menjalin kerjasama resiprokal dengan lima negara diantaranya, Malaysia, Singapura, Tiongkok untuk menarik premi reasuransi dari luar negeri. Dengan demikian, defisit neraca pembayaran dari transaksi reasuransi bisa berkurang. Pemerintah menargetkan nilai premi yang bisa ditahan ke luar negeri berkurang hingga 50% dalam tiga tahun ke depan.


Tercatatpada perdagangan Jumat (9/1)  ditutup menguat 0,09% pada level 5216, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5240. Sektor perkebunan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp 895,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat keraguan akan rencana program stimulus Eropa dan kecemasan menjelang dimulainya earning season.


Sebelumnya indeks menguat karena membaiknya data tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls bulan Desember tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 252 ribu orang, setelah bulan lalu terjadi penyerapan sebanyak 253 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6% dari 5,8%. Namun indeks berbalik melemah akibat data rata-rata upah per jam pekerja yang turun 0,2%, yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2006.


 Pada pekan ini, earning season akan dimulai di Wall Street dengan dirilisnya laporan keuangan Alcoa pada hari Senin. Data ekonomi AS yang akan dirili s pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, Fed Beige Book, PPI, Empire manufacturing, Philadelphia Fed, CPI, industrial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, RDG BI pada Kamis pekan ini.


Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga melemah. Indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terlihat turun -0,11%.  Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi sebesar -0,95%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -0,84%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -1,19% ke level USD 48,36 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1,19% ke posisi USD 1.217 per troy ounce.


Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan akir pekan ditutup mengalami pelemahan. Indeks Dow Jones mengalami pelemahan sebesar 0,95% ke level 17,737.37, Indeks S&P500 ditutup turun 0,84% di level 2,044.81 dan indeks Nasdaq melemah 0,68% di level 4,704.07. Pelemahan di tengah rilisnya data unemployment rate yang lebih baik menjadi 5.6% dari sebelumnya 5.8%. Di sisi lain, rilisnya data non farm payrolls naik lebih rendah menjadi 252.000 dari sebelumnya 353.000 turut mempengaruhi pergerakan bursa Wall Street. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Thursday, January 8, 2015

Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan positif dengan menguat 17 poin. Indeks hampir menyentuh posisi rekor tertinggi yang diraihnya September lalu.  Kabar baik juga datang dari Eropa, yang beberapa hari lalu sempat menjadi penyebab sentimen negatif. Bank sentral Uni Eropa (ECB) berkomitmen untuk mengerahkan segala daya demi mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (9/1), IHSG menguat 17,853 poin (0,34%) ke level 5.229,681. Sementara Indeks unggulan LQ45 naik 4,358 poin (0,49%) ke level 902,359.  Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks sempat naik cukup tinggi hingga ke titik tertingginya di level 5.238,386.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 135.086 kali dengan volume 5,219 miliar lembar saham senilai Rp 4,167 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 92 turun, dan 108 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih kompak bergerak di zona hijau hingga siang hari ini. Sentimen positif dari pasar global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 850 ke Rp 26.075, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 725 ke Rp 15.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 68.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 17.225.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 21.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 60.450, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 33.050, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 4.800.


Sementara bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 101,89 poin (0,59%) ke level 17.268,99, Indeks Hang Seng melonjak 247,83 poin (1,04%) ke level 24.083,36, Indeks Komposit Shanghai naik 8,17 poin (0,25%) ke level 3.301,63, dan  Indeks Straits Times tumbuh 5,87 poin (0,18%) ke level 3.350,98. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Tuesday, January 6, 2015

Aksi Ambil Untung Reda, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit setelah melemah sejak awal pekan ini. Aksi beli selektif mendorong IHSG naik tipis 6 poin.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,494 poin (0,13%) ke level 5.175,554. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,643 poin (0,18%) ke level 889,846.


Pada awal perdagangan, Rabu (7/1), IHSG dibuka bertambah 7,619 poin (0,15%) ke level 5.176,679. Indeks LQ45 dibuka maju 1,906 poin (0,21%) ke level 890,109.  Saham-saham yang sudah murah jadi sasaran aksi beli. Investor domestik yang semangat berburu saham pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu  JATS, IHSG melaju 25,417 poin (0,49%) ke level 5.194,387. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,227 poin (0,59%) ke level 893,430.  Kemarin IHSG melemah 50 poin menyusul koreksi di yang terjadi atas 234 saham di lantai bursa. Tekanan jual gencar dilakukan investor asing.


Di sisi lain, Wall Street kembali menutup perdagangan dengan negatif di hari kelimanya berturut-turut. Jatuhnya harga minyak dunia dan melambatnya pertumbuhan sektor jasa di AS memberi tekanan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata pagi hari ini melemah. Hanya bursa saham Singapura yang bisa menguat.


Sementara situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 2,86 poin (0,02%) ke level 16.880,33, Indeks Hang Seng melemah 235,91 poin (0,99%) ke level 23.485,41, Indeks Komposit Shanghai turun 22,66 poin (0,68%) ke level 3.328,79, dan  Indeks Straits Times menguat 17,75 poin (0,54%) ke level 3.299,70. [geng]


 



Aksi Ambil Untung Reda, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Sunday, January 4, 2015

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin di awal pekan pertama 2015. Investor yang sudah selesai menjalani vakansi  kini mulai mengambil untung.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 13,085 poin (0,25%) ke level 5.229,684. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 3,311 poin (0,37%) ke level 899,819.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (5/1), IHSG dibuka berkurang 10,733 poin (0,21%) ke level 5.231,581. Indeks LQ45 dibuka mundur 2,825 poin (0,31%) ke level 900,305.  Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik sampai pada perdagangan perdana IHSG tahun 2015 Jumat lalu. Aksi beli selektif masih ada, tapi hanya di beberapa lapisan saham saja.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 18,071 poin (0,34%) ke level 5.224,698. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 4,072 poin (0,45%) ke level 899,058.  Akhir pekan lalu IHSG berhasil bertahan di zona hijau di hari perdagangan pertama 2015. Indeks tidak pernah menyentuh teritori negatif.


Sedangkan situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 196,26 poin (1,12%) ke level 17.254,51, Indeks Hang Seng turun 127,17 poin (0,53%) ke level 23.730,65, Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,24 poin (1,43%) ke level 3.280,92, dan  Indeks Straits Times melemah 16,43 poin (0,49%) ke level 3.354,16.


Membuka  perdagangan 2015, bursa saham Amerika Serikat (AS) berjalan datar pekan lalu. Para pelaku pasar sepertinya baru akan ‘panas’ pada awal pekan depan.  Bursa-bursa di Asia pagi hari ini rata-rata dibuka melemah, memberi sentimen negatif kepada pergerakan IHSG. Pelaku pasar mulai mengambil untung atas penguatan di akhir tahun lalu. [geng]



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Saturday, January 3, 2015

Dalam Sepekan, IHSG Menguat

Financeroll – Meski waktu transaksi terbatas, IHSG dalam sepekan terakhir mampu mempertahankan Penguatannya.  Indeks sempat terimbas negatif oleh defisit neraca perdagangan.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 75,787 poin (1,46%) ke posisi 5.242,77 pada pekan yang berakhir Jumat, 2 Januari 2015 dibandingkan pekan sebelumnya yang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2014 atau sehari sebelum Natal 2014 di angka 5.166,983.


Aksi jual asing masih mendominasi dibandingkan dengan aksi belinya, laju IHSG mampu bertahan di zona hijau di awal pekan.  Di tengah minimnya waktu transaksi di pekan ini, laju IHSG masih dapat menapak di teritori positif.  Pergerakan positif ini,  berbarengan dengan laju rupiah yang mampu berbalik positif setelah dalam pekan sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah.


Laju IHSG pun sejalan dengan estimasi kami sebelumnya di mana kami tuliskan tampaknya jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.  Meski Indonesia masih dirundung duka jelang akhir tahun atas berbagai tragedi musibah yang terjadi, tidak menghalangi riuh suasana dan euforia pelaku pasar di mana penutupan IHSG di akhir tahun 2014 yang mampu berakhir di zona hijau.  Bahkan mampu melampaui target pencapaian kami di 5.200 di mana sebelumnya banyak yang tidak begitu yakin dengan perkiraan tersebut.


Pelaku pasar yang masih bertahan di bursa domestik, masih melakukan upaya pembelian untuk menjaga laju IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya.  Bahkan transaksi asing yang berbalik mencatatkan pembelian bersih.  Keinginan untuk dapat menutup perdagangan di teritori positif mampu membuat IHSG melupakan untuk sementara waktu utang gapnya di level 5.059-5.076 dan 5.113-5.125.  IHSG di akhir pekan yang merupakan awal dari hari perdagangan perdana 2015 masih dapat menguat.


Meski kembali mencatatkan nett sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik di mana neraca perdagangan kembali defisit dan melonjaknya inflasi di atas perkiraan tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.  [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Menguat

Friday, January 2, 2015

Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih  bertahan di zona hijau. Selama hari ini, Indeks tidak  menyentuh teritori negatif. Perdagangan perdana pada 2015 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Menutup perdagangan Jumat (2/1), IHSG berada di posisi 5.242,77, naik 15,82 poin atau 0,3%.  Indeks unggulan LQ45 ditutup 903,13, menguat 4,55 poin atau 0,51%.


Sepanjang perdagangan hari ini, perdagangan belum terlalu semangat. Ini merupakan fenomena yang terjadi setiap awal tahun, dan kebetulan hari ini merupakan hari kejepit nasional sehingga banyak investor yang masih meliburkan diri.  Hanya terjadi 155.661 kali transaksi yang melibatkan 5,6 miliar unit saham senilai Rp 4,57 triliun. Sebanyak 149 saham menguat, 136 melemah, dan 79 stagnan.


Tercatat saham barang konsumsi merupakan yang paling diburu investor, dengan penguatan mencapai 1,26%. Sementara saham yang cukup banyak dilepas adalah aneka industri sehingga sektor ini melemah 0,5%.  Sejumlah saham yang menguat signifikan dan menjadi top gainers antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 di posisi Rp 61.800, Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI) naik Rp 740 menjadi Rp 4.980, dan Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 700 menjadi Rp 7.450.


Sejumlah saham yang melemah dan masuk jajaran top losers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 menjadi Rp 68.000, Matahari Department Store (LPPF) turun Rp 225 menjadi Rp 14.775, dan Bank Mestika Dharma (BBMD) turun Rp 200 menjadi Rp 1.400.  Bursa saham regional bergerak mixed cenderung menguat. Berikut perkembangan sejumlah bursa saham di Asia:  Hang Seng naik 252,78 poin (1,07%) menjadi 23.857,82, KOSPI menguat 10,85 poin (0,57%) menjadi 1.926,44, dan Straits Times menguat 2,92 poin (0,09%) menjadi 3.368,07. [geng]


 



Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Tuesday, December 30, 2014

Investor Aktif Bertransaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (30/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp 12.445 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.435 per dolar AS.  Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 48 poin.   Sebelumnya, Indeks sempat jatuh ke zona merah tapi hanya sampai di 5.175 setelah itu naik kembali. Rentang pergerakan IHSG lebih tipis dibandingkan perdagangan kemarin.


Investor masih terlihat waspada mencermati perkembangan ekonomi global. Kondisi itu membuat outlook mata uang rupiah menjadi netral.  Mata uang rupiah kembali berada di area negatif setelah sempat menguat tipis pada perdagangan kemarin.  Faktor global mendorong mata uang rupiah pada akhir tahun ini kembali tertekan.


Masih adanya sentimen pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali membayangi laju mata uang rupiah, beberapa data-data ekonomi AS diantaranya tingkat keyakinan konsumen dan klaim pengangguran diekspektasikan positif. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (30/12) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.436 dibandingkan hari sebelumnya, Senin (29/12) di posisi Rp 12.434 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, Selasa (30/12), IHSG naik tipis 7,610 poin (0,15%) ke level 5.185,983. Indeks bertahan di zona hijau meski bursa-bursa di Asia berjatuhan ke zona merah.  Selain itu, aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan posisi IHSG tetap positif.


Maraknya aksi beli jelang penutupan perdagangan langsung membuat IHSG melambung.  pada akhir perdagangan terakhir tahun ini, IHSG melonjak 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 5,767 poin (0,65%) ke level 898,581.


Tercatat seluruh indeks sektoral pun akhirnya menguat berkat aksi beli tersebut. Investor asing masih terus melepas saham sampai hari ini.  Transaksi investor asing di pasar reguler tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 15,947 miliar. Sedangkan di seluruh pasar terpantau net buy (beli bersih) sebesar Rp 2,495 triliun akibat transaksicrossing saham.


Transaksi  berjalan cukup ramai dengan frekuensi sebanyak 212.309 kali dengan volume 10,797 miliar lembar saham senilai Rp 9,089 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 131 turun, dan 72 saham stagnan.  Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) senilai Rp 2,5 triliun oleh broker CLSA Indonesia (KZ).


Di sisi lain, bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini berubah 180 derajat menjadi kompak melemah. Rendahnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif.  Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 279,07 poin (1,57%) ke level 17.450,77, Indeks Hang Seng menanjak 272,08 poin (1,14%) ke level 23.501,10, Indeks Komposit Shanghai menipis 2,20 poin (0,07%) ke level 3.165,81, dan  Indeks Straits Times berkurang 5,18 poin (0,15%) ke level 3.362,51. [geng]



Investor Aktif Bertransaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif