Showing posts with label Aksi Ambil Untung Menekan. Show all posts
Showing posts with label Aksi Ambil Untung Menekan. Show all posts

Sunday, January 4, 2015

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin di awal pekan pertama 2015. Investor yang sudah selesai menjalani vakansi  kini mulai mengambil untung.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 13,085 poin (0,25%) ke level 5.229,684. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 3,311 poin (0,37%) ke level 899,819.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (5/1), IHSG dibuka berkurang 10,733 poin (0,21%) ke level 5.231,581. Indeks LQ45 dibuka mundur 2,825 poin (0,31%) ke level 900,305.  Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik sampai pada perdagangan perdana IHSG tahun 2015 Jumat lalu. Aksi beli selektif masih ada, tapi hanya di beberapa lapisan saham saja.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 18,071 poin (0,34%) ke level 5.224,698. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 4,072 poin (0,45%) ke level 899,058.  Akhir pekan lalu IHSG berhasil bertahan di zona hijau di hari perdagangan pertama 2015. Indeks tidak pernah menyentuh teritori negatif.


Sedangkan situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 196,26 poin (1,12%) ke level 17.254,51, Indeks Hang Seng turun 127,17 poin (0,53%) ke level 23.730,65, Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,24 poin (1,43%) ke level 3.280,92, dan  Indeks Straits Times melemah 16,43 poin (0,49%) ke level 3.354,16.


Membuka  perdagangan 2015, bursa saham Amerika Serikat (AS) berjalan datar pekan lalu. Para pelaku pasar sepertinya baru akan ‘panas’ pada awal pekan depan.  Bursa-bursa di Asia pagi hari ini rata-rata dibuka melemah, memberi sentimen negatif kepada pergerakan IHSG. Pelaku pasar mulai mengambil untung atas penguatan di akhir tahun lalu. [geng]



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Monday, November 24, 2014

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah Tipis

Financeroll  – Laju indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 4 poin terkena aksi ambil untung. Posisi Indeks sudah cukup tinggi berkat penguatan sejak akhir pekan lalu.  Membuka perdagangan preopening, IHSG menipis 4,730 poin (0,09%) ke level 5.137,034. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 berkurang 1,189 poin (0,13%) ke level 885,740.


Pada awal perdagangan, Selasa (25/11), IHSG dibuka turun tipis 4,689 poin (0,09%) ke level 5.137,075. Indeks LQ45 dibuka melemah tipis 0,815 poin (0,09%) ke level 886,993.  Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi jadi sasaran aksi jual. Penjualan banyak dilakukan investor domestik.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG mundur 1,999 poin (0,04%) ke level 5.139,765. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,565 poin (0,05%) ke level 886,528.  Kemarin IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatan sepanjang hari. Indeks menutup perdagangan dengan melaju 29 poin.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 58,18 poin (0,34%) ke level 17.415,69, Indeks Hang Seng melonjak 456,02 poin (1,95%) ke level 23.893,14, Indeks Komposit Shanghai menguat 6,17 poin (0,24%) ke level 2.539,05, dan  Indeks Straits Times menipis 0,18 poin (0,01%) ke level 3.340,35.


Sementara itu, Wall Street berakhir positif menyambut baik rencana stimulus pemerintah Tiongkok. Aksi korporasi emiten mendorong Dow Jones dan S&P cetak rekor.  Pelonggaran kebijakan moneter beberapa bank sentral di dunia memberi sentimen positif. Rata-rata bursa Asia dibuka menguat pagi ini, kecuali pasar saham Singapura dan Indonesia. [geng]



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah Tipis

Monday, October 27, 2014

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan  48 poin akibat aksi ambil untung investor lokal di hari pertama Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dana asing masuk lantai bursa sekitar Rp 600 miliar.


IHSG tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.024.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115 gara-gara aksi lepas saham investor lokal. Pemodal domestik mulai mengambil untung.


Selain itu, aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (27/10), IHSG ditutup anjlok 48,776 poin (0,96%) ke level 5.024,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup jatuh 11,208 poin (1,30%) ke level 851,342.


Tercatat investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 660,68 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.439 kali dengan volume 4,223 miliar lembar saham senilai Rp 4,176 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 194 turun, dan 80 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 70.750, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 450 ke Rp 8.325, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, dan ABM (ABMM) naik Rp 175 ke Rp 2.850.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.950, Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 15.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.050.


Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixedcenderung melemah. Hanya bursa saham Jepang yang menguat sendirian di Asia.  Beriktu situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 97,08 poin (0,63%) ke level 15.388,72, Indeks Hang Seng melemah 158,97 poin (0,68%) ke level 23.143,23, Indeks Komposit Shanghai turun 11,84 poin (0,51%) ke level 2.290,44, dan  Indeks Straits Times menipis 1,89 poin (0,06%) ke level 3.220,66. [geng]


 



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah