Showing posts with label IHSG Melemah. Show all posts
Showing posts with label IHSG Melemah. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Dalam Sepekan, IHSG Melemah 26,1 Poin

Financeroll – Dalam sepekan IHSG masih tertahan  di zona merah jika dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya.  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 26,1 poin (0,49%) ke posisi 5.216,67 pada pekan yang berakhir Jumat, 9 Januari 2015 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 2 Januari di posisi 5.242,77.


Penguatan IHSG di akhir pekan belum mampu imbangi penguatan di minggu sebelumnya.  IHSG di awal pekan, mulai terlihat adanya pelemahan.  Sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut.  Selain masih sepinya aktivitas transaksi  mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.


Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235 maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah.  Sebagian indeks sektoral mengalami pelemahan. Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Ditambah dengan masih berlanjutnya pelemahan di sejumlah laju bursa saham global membuat laju IHSG kurang bergairah.


Pelaku pasar pun cenderung lebih banyak melakukan aksi jual seiring kondisi bursa saham global dan sentimen yang ada kurang kondusif.  Sempat rebound-nya sejumlah laju bursa saham Asia memberikan sentimen positif bagi IHSG di mana mampu bergerak positif sepanjang sesi perdagangan dan pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali masuk melakukan aksi beli.


Adanya utang gap 5.194-5.206 menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.  Meski laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya dan kembalinya nett sell asing meski tipis tidak membuat laju IHSG terpuruk.  Laju IHSG masih dapat melanjutkan pergerakan positifnya seiring masih adanya aksi beli meski terlihat tidak sebesar sebelumnya.   Meski indeks utama bursa saham Asia bergerak naik namun, tertahan dengan melemahnya laju bursa saham China dan masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah meski tidak sedalam sehari sebelumnya.


Begitu juga dengan masih berlanjutnya nett sell asing yang lebih besar dari sebelumnya.  Penguatan masih berlanjut di akhir pekan meski kami mengkhawatirkan adanya profit taking yang dapat menahan laju penguatan IHSG.  Akan tetapi,   profit taking dapat diimbangi dengan laju bursa saham Asia yang terimbas positif bursa saham global sebelumnya dan didukung penguatan nilai tukar rupiah. [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Melemah 26,1 Poin

Monday, January 5, 2015

Sesi Pertama: Saham Unggulan Terpangkas, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lagi dari level 5.200 setelah terkena tekanan jual. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.  Aksi ambil untung langsung marak terjadi sejak awal pembukaan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan.


Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (6/1), IHSG anjlok 40,943 poin (0,78%) ke level 5.179,052. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,653 poin (0,85%) ke level 890,617.  Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak melemah sejak pagi tadi. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks siang ini ada di level 5.176,339.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.800 kali dengan volume 3,019 miliar lembar saham senilai Rp 2,341 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 205 turun, dan 66 saham stagnan.  Bursa-bursa regional pun akhirnya menyerah dan jatuh secara kompak ke zona merah. Pagi tadi bursa saham Tiongkok masih bisa menguat.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 825 ke Rp 23.925, Eratex (ERTX) naik Rp 125 ke Rp 770, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 95 ke Rp 3.800, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 75 ke Rp 16.950.


Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.025 ke Rp 62.675, Indo Tambangraya (IMTG) turun Rp 825 ke Rp 14.675, Astra Agro (AALI) turun Rp 475 ke Rp 24.200, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 440 ke Rp 1.500.


Adapun kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 483,87 poin (2,78%) ke level 16.924,84, Indeks Hang Seng jatuh 347,76 poin (1,47%) ke level 23.373,56, Indeks Komposit Shanghai berkurang 34,82 poin (1,04%) ke level 3.315,70, dan  Indeks Straits Times turun 50,17 poin (1,51%) ke level 3.278,11. [geng]



Sesi Pertama: Saham Unggulan Terpangkas, IHSG Melemah

Sunday, January 4, 2015

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin di awal pekan pertama 2015. Investor yang sudah selesai menjalani vakansi  kini mulai mengambil untung.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 13,085 poin (0,25%) ke level 5.229,684. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 3,311 poin (0,37%) ke level 899,819.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (5/1), IHSG dibuka berkurang 10,733 poin (0,21%) ke level 5.231,581. Indeks LQ45 dibuka mundur 2,825 poin (0,31%) ke level 900,305.  Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik sampai pada perdagangan perdana IHSG tahun 2015 Jumat lalu. Aksi beli selektif masih ada, tapi hanya di beberapa lapisan saham saja.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 18,071 poin (0,34%) ke level 5.224,698. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 4,072 poin (0,45%) ke level 899,058.  Akhir pekan lalu IHSG berhasil bertahan di zona hijau di hari perdagangan pertama 2015. Indeks tidak pernah menyentuh teritori negatif.


Sedangkan situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 196,26 poin (1,12%) ke level 17.254,51, Indeks Hang Seng turun 127,17 poin (0,53%) ke level 23.730,65, Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,24 poin (1,43%) ke level 3.280,92, dan  Indeks Straits Times melemah 16,43 poin (0,49%) ke level 3.354,16.


Membuka  perdagangan 2015, bursa saham Amerika Serikat (AS) berjalan datar pekan lalu. Para pelaku pasar sepertinya baru akan ‘panas’ pada awal pekan depan.  Bursa-bursa di Asia pagi hari ini rata-rata dibuka melemah, memberi sentimen negatif kepada pergerakan IHSG. Pelaku pasar mulai mengambil untung atas penguatan di akhir tahun lalu. [geng]



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Sunday, December 14, 2014

Indeks Unggulan Melambat, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka di jalur merah. IHSG bergerak mengikuti Wall Street yang juga terkoreksi cukup dalam.  Pada perdagangan Senin (15/12), IHSG dibuka di posisi 5.124,26. Turun 36,17 poin atau 0,7%.  Indeks unggulan LQ45 dibuka di 878,89. Melemah 9,13 poin atau 1,03%.


Tercatat Indeks bergerak mengikuti Wall Street, yang ditutup merah akhir pekan lalu. Bahkan Indeks Dow Jones Industrial Average turun sampai 1,79% sementara Indeks S&P 500 melorot 1,62%.  Harga minyak yang masih dalam tren turun menyebabkan investor global cenderung melakukan aksi jual. Selain itu, investor juga harap-harap cemas menunggu pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves pada Selasa dan Rabu pekan ini.


Sementara bursa regional juga bergerak cenderung melemah mengekor Wall Street. Berikut perkembangan sejumlah bursa di Asia: Hang Seng melemah 63,34 poin (0,27%) di posisi 23.249,2, KOSPI melemah 11,66 poin (0,61%) menjadi 1.910,05, dan Straits Times melemah 28,2 poin (0,85%) di posisi 3.295,93.


Dari dalam negeri, hampir tidak ada sentimen positif yang bisa menggerakkan pasar. Aksi window dressingyang bisa menjadi penopang penguatan IHSG masih belum terlalu terlihat.  Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga masih dalam tren melemah. Mengutip Reuters, dolar AS dibuka di posisi Rp 12.455. Menguat dibandingkan saat penutupan akhir pekan lalu yaitu Rp 12.410. [geng]



Indeks Unggulan Melambat, IHSG Melemah

Wednesday, November 19, 2014

Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis 54 poin lantaran aksi jual semakin masif.  Investor asing mulai mengambil untung.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,741 poin (0,09%) ke level 5.123,192 akibat terkena aksi ambil untung. Saham-saham yang sudah naik tinggi sejak beberapa perdagangan terakhir mulai terkoreksi.


Sejak pembukaan, indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah Indeks hari ini ada di level 5.071.  Menutup perdagangan Sesi I, Kamis (20/11), IHSG jatuh 54,023 poin (1,05%) ke level 5.073,910. Sementara Indeks unggulan LQ45 anjlok 10,966 poin (1,24%) ke level 870,272.


Di sisi lain, sentimen dari bursa global juga mendorong investor lakukan aksi jual. Hanya dua indeks sektoral yang bertahan positif, yaitu agrikultur dan pertambangan.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.377 kali dengan volume 3,328 miliar lembar saham senilai Rp2,481 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 179 turun, dan 58 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 725 ke Rp 24.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 140 ke Rp 4.600.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 62.775, Jembo Cable (JECC) turun Rp 740 ke Rp 2.235, Indocement (INTP) turun Rp 525 ke Rp 23.950, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.


Sementara itu, sencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun rata-rata terkena koreksi hingga siang hari ini. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik tipis 15,01 poin (0,09%) ke level 17.303,76, Indeks Hang Seng bertambah 15,64 poin (0,07%) ke level 23.388,95, Indeks Komposit Shanghai berkurang 2,34 poin (0,10%) ke level 2.448,65, dan  Indeks Straits Times melemah 11,80 poin (0,35%) ke level 3.322,76. [geng]


 



Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Thursday, November 6, 2014

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,113 poin (0,06%) ke level 5.069,945 mengekor penguatan bursa regional dan global. Aksi jual investor asing masih berlanjut.


Tercatat indeks masih bisa bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Saham-saham unggulan di sektor komoditas masih bisa menguat.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 4,117 poin (0,08%) ke level 5.062,715. Indeks berjalan datar di tengah perdagangan yang sepi. Investor cenderung wait and see karena minim sentimen positif.


Indeks hanya naik ke titik tertingginya hari ini di 5.074 setelah itu turun lagi. Pelaku pasar masih menunggu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.  Pada akhir perdagangan, Kamis (6/11), IHSG ditutup terkoreksi 32,601 poin (0,64%) ke level 5.034,231. Sementara Indeks unggulan LQ45 terpangkas 6,442 poin (0,75%) ke level 857,616.


Sejumlah saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor asing. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 240,463 di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler net sell Rp 55,234 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.334 kali dengan volume 4,791 miliar lembar saham senilai Rp 4,639 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 174 turun, dan 79 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore hari ini. Minimnya sentimen positif membuat pasar saham regional bergerak lesu.


Untuk saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.075, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.850, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 225 ke Rp 11.025, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 175 ke Rp 7.625.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 525 ke Rp 11.975, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 61.300, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 290 ke Rp 1.705.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 144,84 poin (0,86%) ke level 16.792,48, Indeks Hang Seng turun 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan Indeks Straits Times menguat tipis 2,86 poin (0,09%) ke level 3.290,52. [geng]


 



Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah

Sunday, November 2, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 12 poin terkena aksi ambil untung investor domestik. Pekan lalu IHSG memang sudah naik cukup tinggi.  Namun aksi jual investor domestik membuat Indeks harus jatuh ke zona merah. Indeks terus turun hingga ke titik terendahnya hari ini di level 5.072.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (3/11), IHSG turun 12,287 poin (0,24%) ke level 5.077,260. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 1,788 poin (0,21%) ke level 866,263.  Penguatan saham-saham berbasis perkebunan menahan koreksi IHSG sehingga tidak jatuh terlalu dalam. Tujuh sektor melemah, dipimpin sektor industri dasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.172 kali dengan volume 2,555 miliar lembar saham senilai Rp 2,355 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 148 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa-bursa regional bergerak variatif hingga siang hari ini setelah pasar saham Tiongkok jatuh ke teritori negatif. Rekor Wall Street pekan lalu masih memberi sentimen positif.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 375 ke Rp 8.875, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 9.100, dan Alakasa (ALKA) naik Rp 150 ke Rp 750.


Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 13.900 ke Rp 388.100, Malindo (MAIN) turun Rp 650 ke Rp 2.475, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 20.575, dan Indospring (INDS) turun Rp 405 ke Rp 1.695.


Sedangkan  bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Hang Seng menipis 24,24 poin (0,10%) ke level 23.973,82, Indeks Komposit Shanghai naik 14,82 poin (0,61%) ke level 2.435,00, Indeks Straits Times menguat 12,05 poin (0,37%) ke level 3.286,30. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Monday, October 27, 2014

Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan  48 poin akibat aksi ambil untung investor lokal di hari pertama Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dana asing masuk lantai bursa sekitar Rp 600 miliar.


IHSG tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.024.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115 gara-gara aksi lepas saham investor lokal. Pemodal domestik mulai mengambil untung.


Selain itu, aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (27/10), IHSG ditutup anjlok 48,776 poin (0,96%) ke level 5.024,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup jatuh 11,208 poin (1,30%) ke level 851,342.


Tercatat investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 660,68 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.439 kali dengan volume 4,223 miliar lembar saham senilai Rp 4,176 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 194 turun, dan 80 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 70.750, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 450 ke Rp 8.325, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, dan ABM (ABMM) naik Rp 175 ke Rp 2.850.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.950, Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 15.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.050.


Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixedcenderung melemah. Hanya bursa saham Jepang yang menguat sendirian di Asia.  Beriktu situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 97,08 poin (0,63%) ke level 15.388,72, Indeks Hang Seng melemah 158,97 poin (0,68%) ke level 23.143,23, Indeks Komposit Shanghai turun 11,84 poin (0,51%) ke level 2.290,44, dan  Indeks Straits Times menipis 1,89 poin (0,06%) ke level 3.220,66. [geng]


 



Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah  32 poin lantaran  aksi lepas saham investor lokal. Investor domestik mulai mengambil untung.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 13,186 poin (0,26%) ke level 5.086,254 jelang pelantikan Kabinet Kerja di Istana Negara hari ini.


Indeks  tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.039.  Menutup perdagangan Sesi I, Senin (27/10), IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 7,930 poin (0,92%) ke level 854,620.


Di sisi lain, aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 89.543 kali dengan volume 2,261 miliar unit saham senilai Rp 1,78 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 139 turun, dan 87 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 56.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 175 ke Rp 8.050, dan Argha Karya (AKPI) naik Rp 150 ke Rp 900.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, Matahari (LPPF) turun Rp 650 ke Rp 15.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 30.200.


Sementara bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Hasil stress test terhadap bank-bank di Eropa yang positif memberi sedikit dorongan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 naik 106,50 poin (0,70%) ke level 15.398,14, Indeks Hang Seng melemah 196,58 poin (0,84%) ke level 23.105,62, Indeks Komposit Shanghai turun 14,64 poin (0,64%) ke level 2.287,64, dan  Indeks Straits Times menguat tipis 0,96 poin (0,03%) ke level 3.223,51. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Monday, October 13, 2014

Minim Sentimen Penggerak, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 49 poin lantaran   tekanan jual sejak awal perdagangan. Dana asing masih terus mengalir keluar lantai bursa.  Indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh titik terendahnya hari ini di level 4.920.


Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 32,308 poin (0,65%) ke level 4.930,652 gara-gara tekanan jual yang belum mereda. Tak satu pun indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.  Seluruh indeks sektoral pun berjatuhan ke zona merah. Sektor tambang memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam hingga 2,3%.


Pada akhiur perdagangan awal pekan, Senin (13/10), IHSG ditutup terkoreksi 49,907 poin (1,01%) ke level 4.913,053. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 10,373 poin (1,24%) ke level 828,303.  Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 590,577 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.109 kali dengan volume 3,252 miliar lembar saham senilai Rp 3,691 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 191 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa Asia rata-rata menutup perdagangan di zona merah hari ini, hanya pasar saham Hong Kong yang bisa menguat. Bursa Jepang hari ini tidak berdagang karena libur.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 595 ke Rp 4.095, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.100, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 250 ke Rp 1.830, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 200 ke Rp 7.500.


Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Taisho (SQMI) turun Rp 2.000 ke Rp 328.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.675 ke Rp 22.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 18.200, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 625 ke Rp 12.175.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng naik 54,84 poin (0,24%) ke level 23.143,38,  Indeks Komposit Shanghai turun 8,53 poin (0,36%) ke level 2.366,01, dan Indeks Straits Times melemah 24,35 poin (0,76%) ke level 3.199,52. [geng]



Minim Sentimen Penggerak, IHSG Melemah