Showing posts with label Minim Sentimen Penggerak. Show all posts
Showing posts with label Minim Sentimen Penggerak. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Minim Sentimen Penggerak, IHSG Bergerak Datar

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan stagnan, hanya naik tipis 1 poin. Belum ada sentimen positif yang bisa jadi katalis penggerak IHSG.  Membuka  perdagangan preopening, IHSG naik tipis 1,666 poin (0,03%) ke level 5.134,702. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,419 poin (0,05%) ke level 885,006.


Pada awal perdagangan, Kamis (27/11), IHSG dibuka bertambah 7,094 poin (0,14%) ke level 5.140,130. Indeks LQ45 tumbuh 1,590 poin (0,18%) ke level 886,825.  Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang kemarn sudah terkoreksi. Saham-saham komoditas memimpin penguatan.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG maju 10,151 poin (0,20%) ke level 5.143,187. Sementara Indeks LQ45 naik 2,371 poin (0,27%) ke level 886,958.  Kemarin IHSG berhasil rebound 14 poin berkat penguatan saham-saham di sektor aneka industri. Aksi beli mulai marak jelang penutupan perdagangan.


Adapun  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 52,34 poin (0,30%) di posisi 17.331,24, Indeks Hang Seng melonjak 268,07 poin (1,12%) ke level 24.111,98, Indeks Komposit Shanghai menanjak 36,75 poin (1,43%) ke level 2.604,35, dan  Indeks Straits Times naik 4,08 poin (0,12%) ke level 3,353,74.


Sementara itu, Wall Street menutup perdagangan di zona hijau didorong penguatan saham-saham teknologi. Indeks S&P 500 dan Dow Jones kembali cetak rekor baru.  Bursa-bursa regional pagi ini bergerak variatif, cenderung menguat. Hanya pasar saham Jepang yang masih melemah. [geng]



Minim Sentimen Penggerak, IHSG Bergerak Datar

Monday, October 27, 2014

Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll – Pergerakan  nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (27/10) sore, melemah 28 poin menjadi Rp 12.097 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.069 per dolar AS.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan  48 poin akibat aksi ambil untung investor lokal di hari pertama Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dana asing masuk lantai bursa sekitar Rp 600 miliar.


Selain itu, ekspektasi hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini yang diperkirakan menghentikan program pembelian obligasinya menambah sentimen negatif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.  Setelah program stimulus the Fed berakhir, pasar akan fokus pada kondisi ekonomi AS mengantisipasi program kenaikan Fed rate yang diperkirakan bisa lebih cepat.


The Fed selalu mepertimbangkan kondisi ekonomi seperti tingkat pengangguran dan inflasi, sejauh ini data itu masih belum mencapai target.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini bergerak menguat menjadi Rp 12.042 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.065 per dolar AS.


Dari bursa saham, IHSG tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.024.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115 gara-gara aksi lepas saham investor lokal. Pemodal domestik mulai mengambil untung. Aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (27/10), IHSG ditutup anjlok 48,776 poin (0,96%) ke level 5.024,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup jatuh 11,208 poin (1,30%) ke level 851,342.


Tercatat investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 660,68 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.439 kali dengan volume 4,223 miliar lembar saham senilai Rp 4,176 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 194 turun, dan 80 saham stagnan.


Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixedcenderung melemah. Hanya bursa saham Jepang yang menguat sendirian di Asia.  Beriktu situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 97,08 poin (0,63%) ke level 15.388,72, Indeks Hang Seng melemah 158,97 poin (0,68%) ke level 23.143,23, Indeks Komposit Shanghai turun 11,84 poin (0,51%) ke level 2.290,44, dan  Indeks Straits Times menipis 1,89 poin (0,06%) ke level 3.220,66. [geng]


 



Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Friday, October 24, 2014

Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik  

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (24/10) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat  sore melemah sebesar delapan poin menjadi Rp 12.070 dibanding sebelumnya Rp 12.062 per dolar AS.  Penguatan rupiah tertahan terhadap dolar AS menyusul penurunan rata-rata klaim pengangguran Amerika Serikat yang mencerminkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja membaik.  Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 30 poin di tengah perdagangan yang sepi. Aksi lepas saham investor domestik membuat indeks sulit bergerak ke atas. Pelaku pasar memilih aksi tunggu sampai ada kejelasan mengenai struktur kabinet pemerintahan baru.


Adanya klaim tunjangan pengangguran AS yang membaik dipandang bagus oleh investor karena merupakan salah satu indikator bagi pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong penguatan dolar AS.  Meski  demikian, lanjut dia, penguatan mata uang dolar AS masih cenderung tertahan seiring investor juga masih menantikan data AS, seperti data penjualan rumah baru, jika data perumahan itu lebih rendah dari perkiraan maka bisa menekan turun nilai tukar dolar AS.  Sentimen dari dalam negeri terkait penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga dapat berdampak positif bagi rupiah karena dapat menyehatkan neraca transaksi berjalan.


Diharapkan perbaikan neraca perdagangan dapat terus berlanjut, membaiknya neraca keuangan Indonesia maka akan membuat kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin membaik dan dampaknya akan positif bagi rupiah ke depannya.  Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Jumat ini (24/10), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.065 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 12.034 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG terkoreksi 28,203 poin (0,55%) ke level 5.075,315 di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Investor domestik melepas saham sejak pagi tadi.  Investor asing masih berburu saham, siang ini mencatat transaksi beli bersih tapi dengan nilai yang tipis. Aksi jual saham banyak dilakukan investor domestik.  Pada akhir perdagangan akhir pekan  IHSG mundur 30,450 poin (0,60%) ke level 5.073,068. Sementara Indeks unggulan LQ45 berkurang 5,169 poin (0,60%) ke level 862,550. Saham-saham perkebunan masih bisa menguat, ditahan positif oleh aksi beli beli. Namun sembilan sektor lainnya terpuruk, yang jatuh paling dalam sektor aneka industri.


Tercatat investor asing masih konsisten membeli saham. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 41,979 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 151.680 kali dengan volume 3,089 miliar lembar saham senilai Rp 3,746 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 161 turun, dan 78 saham stagnan.


Beberapa bursa Asia menutup perdagangan di zona merah meski ada sentimen positif dari Wall Street tadi malam. Investor mulai mengambil untung atas reli yang terjadi sejak awal pekan ini.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 menanjak 152,68 poin (1,01%) ke level 15.291,64, Indeks Hang Seng melemah 30,98 poin (0,13) ke level 23.302,20, Indeks Komposit Shanghai menipis 0,14 poin (0,01%) ke level 2.302,28, dan  Indeks Straits Times turun 12,10 poin (0,37%) ke level 3.224,40. [geng]



Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik  

Monday, October 13, 2014

Minim Sentimen Penggerak, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 49 poin lantaran   tekanan jual sejak awal perdagangan. Dana asing masih terus mengalir keluar lantai bursa.  Indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh titik terendahnya hari ini di level 4.920.


Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 32,308 poin (0,65%) ke level 4.930,652 gara-gara tekanan jual yang belum mereda. Tak satu pun indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.  Seluruh indeks sektoral pun berjatuhan ke zona merah. Sektor tambang memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam hingga 2,3%.


Pada akhiur perdagangan awal pekan, Senin (13/10), IHSG ditutup terkoreksi 49,907 poin (1,01%) ke level 4.913,053. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 10,373 poin (1,24%) ke level 828,303.  Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 590,577 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.109 kali dengan volume 3,252 miliar lembar saham senilai Rp 3,691 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 191 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa Asia rata-rata menutup perdagangan di zona merah hari ini, hanya pasar saham Hong Kong yang bisa menguat. Bursa Jepang hari ini tidak berdagang karena libur.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 595 ke Rp 4.095, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.100, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 250 ke Rp 1.830, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 200 ke Rp 7.500.


Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Taisho (SQMI) turun Rp 2.000 ke Rp 328.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.675 ke Rp 22.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 18.200, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 625 ke Rp 12.175.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng naik 54,84 poin (0,24%) ke level 23.143,38,  Indeks Komposit Shanghai turun 8,53 poin (0,36%) ke level 2.366,01, dan Indeks Straits Times melemah 24,35 poin (0,76%) ke level 3.199,52. [geng]



Minim Sentimen Penggerak, IHSG Melemah