Showing posts with label bursa regional. Show all posts
Showing posts with label bursa regional. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

Saham Unggulan Menguat, IHSG Bergerak Positif

Financeroll – Di tengah deraan tekanan jual investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 9 poin.   Penguatan saham-saham unggulan membuat Indeks bertahan di zona hijau. Setelah sempat naik cukup tinggi hingga ke level 5.059, Indeks langsung bergerak datar. Tekanan jual investor asing masih kencang.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 4,020 poin (0,08%) ke level 5.030,048. Laju penguatannya tertahan oleh aksi jual investor asing.   Saham-saham unggulan yang sudah anjlok dalam beberapa perdagangan terakhir kini jadi incaran investor. Saham perbankan dan pertambangan naik cukup tinggi.


Pada akhir perdagangan, Rabu (17/12), IHSG ditutup bertambah 9,621 poin (0,19%) ke level 5.035,649. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup tumbuh 2,711 poin (0,31%) ke level 864,794.  Transaksi investor asing di seluruh pasar tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 52,898 miliar. Tapi jika dilihat di pasar reguler saja, penjualannya mencapai Rp 897,68 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 329.383 kali dengan volume 8,761 miliar lembar saham senilai Rp 7,098 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 133 turun, dan 88 saham stagnan.  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan dengan positif sore hari ini, kecuali pasar saham Hang Seng. Aksi beli sudah mulai kembali ramai.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Impack (IMPC) naik Rp 1.900 ke Rp 5.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.000 ke Rp 6.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 675 ke Rp 59.175, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 17.250.


Beberapa saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Elang mahkota (EMTK) turun Rp 1.100 ke Rp 6.100, Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 14.200, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 30.700, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 445 ke Rp 3.655.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 64,41 poin (0,38%) ke level 16.819,73, Indeks Hang Seng melemah 84,66 poin (0,37%) ke level 2.585,84, Indeks Komposit Shanghai melonjak 39,50 poin (1,31%) ke level 3.061,02, dan  Indeks Straits Times bertambah 14,15 poin (0,44%) ke level 3.229,24. [geng]



Saham Unggulan Menguat, IHSG Bergerak Positif

Friday, November 14, 2014

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

 


Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir datar menutup perdagangan akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,030 poin (0,02%) ke level 5.047,638. Investor kembali memilih lakukan aksi tunggu sampai ada kepastian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Indeks bergerak fluktuatif, naik-turun antara zona positif dan negatif. Belum ada katalis positif yang bisa jadi penggerak saham-saham.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu.


Bursa domestik hanya sempat naik ke posisi tertingginya hari ini di 5.068 tapi setelah itu langsung jatuh lagi ke zona merah. Investor domestik yang paling aktif bertransaksi.  Pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat (14/11), IHSG naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,965 poin (0,11%) ke level 865,517.


Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak banyak berubah. Investor asing juga masih memilih untuk melepas saham sejak pagi tadi.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 229,803 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler ada pembelian bersih Rp 213,935 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.194 kali dengan volume 5,11 miliar lembar saham senilai Rp 4,699 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 92 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Bursa saham Tiongkok kena koreksi akibat aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.825 ke Rp 11.600, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 375 ke Rp 15.975, Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 24.200, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 260 ke Rp 3.500.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.000 ke Rp 8.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 17.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 375 ke Rp 11.975.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 98,04 poin (0,56%) ke level 17.490,83, Indeks Hang Seng bertambah 67,44 poin (0,28%) ke level 24.087,38, Indeks Komposit Shanghai melemah 6,78 poin (0,27%) ke level 2.478,82, dan  Indeks Straits Times menguat 4,84 poin (0,15%) ke level 3.309,77. [geng]



Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

Monday, November 10, 2014

Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Financeroll  - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS.  Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran  tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif.


Data “Non-Farm Payrolls” hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan “Average Hourly Earnings” sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%.  Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia.  Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro.


Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar.   Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000.  Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri.


Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538.  Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam.  Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan.


Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53,  Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan  Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]



Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Thursday, November 6, 2014

Pre Opening: Bursa Global Positif, IHSG Berpotensi Menguat

Financeroll –  Untuk perdagangan akhir pekan  ini, IHSG berpotensi balik arah dan membukukan penguatan. IHSG akan bergerak dikisaran support 4.995 dan resistance 5.104.  Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. IHSG bergerak melemah dan ditutup pada level 5.034, atau turun -0,64% pada perdagangan kemarin.


Relatif menguatnya Dow Jones serta bursa regional diharapkan dapat memperbaiki sentimen. IHSG diperkirakan masih bergerak negatif diikuti oleh terbentuknya pola long black candle kemarin. Namun, adanya beberapa level support kemungkinan dapat membatasi peluang pelemahan.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikan seiring komitmen bank sentral Eropa untuk menambah stimulus demi menjaga ekonomi. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,40% dan indeks S&P500 sebesar +0,38%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh perkembangan bursa AS. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,51% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,16%.


Sedangkan  harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun – 0,08% ke level USD 77,85 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,18% ke posisi USD 1.140,60 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Bursa Global Positif, IHSG Berpotensi Menguat

Friday, October 24, 2014

Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik  

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (24/10) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat  sore melemah sebesar delapan poin menjadi Rp 12.070 dibanding sebelumnya Rp 12.062 per dolar AS.  Penguatan rupiah tertahan terhadap dolar AS menyusul penurunan rata-rata klaim pengangguran Amerika Serikat yang mencerminkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja membaik.  Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 30 poin di tengah perdagangan yang sepi. Aksi lepas saham investor domestik membuat indeks sulit bergerak ke atas. Pelaku pasar memilih aksi tunggu sampai ada kejelasan mengenai struktur kabinet pemerintahan baru.


Adanya klaim tunjangan pengangguran AS yang membaik dipandang bagus oleh investor karena merupakan salah satu indikator bagi pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong penguatan dolar AS.  Meski  demikian, lanjut dia, penguatan mata uang dolar AS masih cenderung tertahan seiring investor juga masih menantikan data AS, seperti data penjualan rumah baru, jika data perumahan itu lebih rendah dari perkiraan maka bisa menekan turun nilai tukar dolar AS.  Sentimen dari dalam negeri terkait penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga dapat berdampak positif bagi rupiah karena dapat menyehatkan neraca transaksi berjalan.


Diharapkan perbaikan neraca perdagangan dapat terus berlanjut, membaiknya neraca keuangan Indonesia maka akan membuat kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin membaik dan dampaknya akan positif bagi rupiah ke depannya.  Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Jumat ini (24/10), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.065 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 12.034 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG terkoreksi 28,203 poin (0,55%) ke level 5.075,315 di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Investor domestik melepas saham sejak pagi tadi.  Investor asing masih berburu saham, siang ini mencatat transaksi beli bersih tapi dengan nilai yang tipis. Aksi jual saham banyak dilakukan investor domestik.  Pada akhir perdagangan akhir pekan  IHSG mundur 30,450 poin (0,60%) ke level 5.073,068. Sementara Indeks unggulan LQ45 berkurang 5,169 poin (0,60%) ke level 862,550. Saham-saham perkebunan masih bisa menguat, ditahan positif oleh aksi beli beli. Namun sembilan sektor lainnya terpuruk, yang jatuh paling dalam sektor aneka industri.


Tercatat investor asing masih konsisten membeli saham. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 41,979 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 151.680 kali dengan volume 3,089 miliar lembar saham senilai Rp 3,746 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 161 turun, dan 78 saham stagnan.


Beberapa bursa Asia menutup perdagangan di zona merah meski ada sentimen positif dari Wall Street tadi malam. Investor mulai mengambil untung atas reli yang terjadi sejak awal pekan ini.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 menanjak 152,68 poin (1,01%) ke level 15.291,64, Indeks Hang Seng melemah 30,98 poin (0,13) ke level 23.302,20, Indeks Komposit Shanghai menipis 0,14 poin (0,01%) ke level 2.302,28, dan  Indeks Straits Times turun 12,10 poin (0,37%) ke level 3.224,40. [geng]



Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik