Showing posts with label bursa-bursa di Asia. Show all posts
Showing posts with label bursa-bursa di Asia. Show all posts

Friday, November 14, 2014

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

 


Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir datar menutup perdagangan akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,030 poin (0,02%) ke level 5.047,638. Investor kembali memilih lakukan aksi tunggu sampai ada kepastian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Indeks bergerak fluktuatif, naik-turun antara zona positif dan negatif. Belum ada katalis positif yang bisa jadi penggerak saham-saham.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu.


Bursa domestik hanya sempat naik ke posisi tertingginya hari ini di 5.068 tapi setelah itu langsung jatuh lagi ke zona merah. Investor domestik yang paling aktif bertransaksi.  Pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat (14/11), IHSG naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,965 poin (0,11%) ke level 865,517.


Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak banyak berubah. Investor asing juga masih memilih untuk melepas saham sejak pagi tadi.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 229,803 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler ada pembelian bersih Rp 213,935 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.194 kali dengan volume 5,11 miliar lembar saham senilai Rp 4,699 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 92 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Bursa saham Tiongkok kena koreksi akibat aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.825 ke Rp 11.600, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 375 ke Rp 15.975, Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 24.200, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 260 ke Rp 3.500.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.000 ke Rp 8.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 17.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 375 ke Rp 11.975.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 98,04 poin (0,56%) ke level 17.490,83, Indeks Hang Seng bertambah 67,44 poin (0,28%) ke level 24.087,38, Indeks Komposit Shanghai melemah 6,78 poin (0,27%) ke level 2.478,82, dan  Indeks Straits Times menguat 4,84 poin (0,15%) ke level 3.309,77. [geng]



Akhir Pekan, IHSG Ditutup Mendatar

Thursday, November 13, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Financeroll – Setelah seharian bergerak di zona merah,  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stagnan. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menanti kepastian naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Pada awal perdagangan pagi tadi IHSG menipis 2,343 poin (0,05%) ke level 5.046,498 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik kini terkena koreksi.  Investor domestik sudah semangat jual saham sejak pagi tadi. Sementara asing masih wait and see sambil menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan alias BI Rate.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,417 poin (0,25%) ke level 5.036,424 terkena aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.   Indeks hanya sempat naik sampai titik tertingginya di level 5.052. Selebihnya pergerakan Indeks lebih banyak dihabiskan di zona merah.


Pada akhir perdagangan, Kamis (13/11), IHSG ditutup menipis 0,173 poin (0,01%) ke level 5.048,668. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 1,354 poin (0,16%) ke level 864,552.  Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ditahan di 7,5%. Posisi ini sama dengan posisi BI rate dalam setahun terakhir.


Tercatat dana asing masih mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 149,661 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.405 kali dengan volume 3,843 miliar lembar saham senilai Rp 3,539 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 145 turun, dan 102 saham stagnan.


Volume dan nilai perdagangan setengah hari ini jauh di bawah rata-rata harian sebesar volume 5 miliar lembar saham dan Rp 6 triliun.   Bursa-bursa di Asia rata-rata mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya pasar saham Tiongkok yang melemah. Sentimen negatif sempat datang dari Eropa setelah regulator setempat menjatuhkan penalti atas skandal manipulasi pasar valuta asing.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.000, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 23.925, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 15.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.250.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.225 ke Rp 9.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.075 ke Rp 8.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 1.020 ke Rp 4.180.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 195,74 poin (1,14%) ke level 17.392,79, Indeks Hang Seng naik 81,76 poin (0,34%) ke level 24.019,94, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,87 poin (0,36%) ke level 2.485,61, dan  Indeks Straits Times bertambah 25,20 poin (0,77%) ke level 3.308,91. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Sunday, October 12, 2014

Bursa Global Melambat, IHSG Ikut Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 25 poin terkena sentimen negatif dari bursa global dan regional. Aksi jual investor asing pun berlanjut.  Membuka perdagangan pre opening, IHSG melemah 25,596 poin (0,52%) ke level 4.937,364. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 turun 6,412 poin (0,76%) ke level 832,264.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (13/10), IHSG dibuka berkurang 26,538 poin (0,53%) ke level 4.936,422. Indeks LQ45 dibuka terpangkas 6,532 poin (0,78%) ke level 832,144.  Indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral pun berjatuhan ke zona merah.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terkoreksi 29,340 poin (0,59%) ke level 4.933,620. Sementara Indeks LQ45 turun 6,554 poin (0,78%) ke level 832,122.  Akhir pekan lalu IHSG terpangkas 30 poin di tengah perdagangan yang sepi. Dana asing kembali keluar lantai bursa nilainya sekitar Rp 600 miliar.


Sementara itu, sejumlah saham di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) turun dalam pada perdagangan Jumat waktu setempat. Nasdaq jatuh cukup dalam lebih dari 2%, karena prediksi suramnya bisnis semikonduktor.  Bursa-bursa di Asia terjebak di teritori negatif pagi ini, tak satu pun bisa menguat. Bursa saham Jepang hari ini tidak berdagang.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Hang Seng anjlok 445,99 poin (1,90%) ke level 23.088,54, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,56 poin (0,36%) ke level 2.365,98, dan  Indeks Straits Times turun 9,10 poin (0,28%) ke level 3.214,77. [geng]


 



Bursa Global Melambat, IHSG Ikut Melemah