Showing posts with label indeks unggulan LQ45. Show all posts
Showing posts with label indeks unggulan LQ45. Show all posts

Tuesday, December 30, 2014

Perdagangan Tutup Tahun, IHSG Menguat Signifikan

Financeroll – Dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), pada perdagangan tutup tahun 2014, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 48 poin.   Sebelumnya, Indeks sempat jatuh ke zona merah tapi hanya sampai di 5.175 setelah itu naik kembali. Rentang pergerakan IHSG lebih tipis dibandingkan perdagangan kemarin.  Pada akhir perdagangan terakhir tahun ini, IHSG melonjak 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 5,767 poin (0,65%) ke level 898,581.


Menutup  perdagangan Sesi I, Selasa (30/12), IHSG naik tipis 7,610 poin (0,15%) ke level 5.185,983. Indeks bertahan di zona hijau meski bursa-bursa di Asia berjatuhan ke zona merah.  Selain itu, aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan posisi IHSG tetap positif. Maraknya aksi beli jelang penutupan perdagangan langsung membuat IHSG melambung.


Tercatat seluruh indeks sektoral pun akhirnya menguat berkat aksi beli tersebut. Investor asing masih terus melepas saham sampai hari ini.  Transaksi investor asing di pasar reguler tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 15,947 miliar. Sedangkan di seluruh pasar terpantau net buy (beli bersih) sebesar Rp 2,495 triliun akibat transaksicrossing saham.


Transaksi  hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi sebanyak 212.309 kali dengan volume 10,797 miliar lembar saham senilai Rp 9,089 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 131 turun, dan 72 saham stagnan.  Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) senilai Rp 2,5 triliun oleh broker CLSA Indonesia (KZ).


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 390.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.325 ke Rp 60.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.000 ke Rp 5.000, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 835 ke Rp 4.240.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.350 ke Rp 16.000, Buana Finance (BBLD) turun Rp 625 ke Rp 1.875, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 275 ke Rp 4.750, dan Bumi Teknologi (BTEK) turun Rp 240 ke Rp 1.260.


Di sisi lain, bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini berubah 180 derajat menjadi kompak melemah. Rendahnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif.  Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 279,07 poin (1,57%) ke level 17.450,77, Indeks Hang Seng menanjak 272,08 poin (1,14%) ke level 23.501,10, Indeks Komposit Shanghai menipis 2,20 poin (0,07%) ke level 3.165,81, dan  Indeks Straits Times berkurang 5,18 poin (0,15%) ke level 3.362,51. [geng]



Perdagangan Tutup Tahun, IHSG Menguat Signifikan

Thursday, December 4, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung, Tekan Laju IHSG

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melewati  lagi level psikologis 5.200.  Meski demikian,  laju IHSG harus melambat akibat aksi ambil untung.  Indeks belum masuk teritori negatif sejak pembukaan perdagangan. Aksi beli membuat seluruh indeks sektoral berhasil menguat.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (5/12), IHSG menguat tipis 9,562 poin (0,18%) ke level 5.186,722. Sementara Indeks  unggulan LQ45 bertambah 1,387 poin (0,16%) ke level 893,569.  Laju penguatan Indeks mulai melambat setelah mencapai titik tertingginya di 5.206. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik tinggi.


Aksi jual ini tidak sampai membuat IHSG jatuh ke zona merah. Aksi ini terjadi di saham-saham tambang dan konstruksi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.723 kali dengan volume 3,731 miliar lembar saham senilai Rp 2,717 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 120 turun, dan 90 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 161.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 24.075, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 15.750, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 6.300.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori  top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 59.550, Lionmesh (LION) turun Rp 400 ke Rp 6.600, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 18.075, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 6.800.


Tercatat pergerakan bursa-bursa regional masih seperti pagi tadi, bergerak variatif. Beberapa bertahan di zona merah, seperti pasar saham Hong Kong dan Singapura.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 2,20 poin (0,01%) ke level 17.885,01, Indeks Hang Seng naik 175,13 poin (0,73%) ke level 24.007,69, Indeks Komposit Shanghai melemah 18,18 poin (0,63%) ke level 2.881,27, dan  Indeks Straits Times menguat 16,30 poin (0,49%) ke level 3.321,12. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung, Tekan Laju IHSG

Tuesday, December 2, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melambat

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kena aksi ambil untung sampai melemah 15 poin. Posisi Indeks sudah jenuh beli akibat penguatan di beberapa perdagangan terakhir.  Menutup perdagangan Sesi I, Rabu (3/12), IHSG melemah 15,368 poin (0,30%) ke level 5.160,425. Sementara Indeks unggulan LQ45 turun 3,733 poin (0,42%) ke level 889,845.


Setelah sampai di titik tertingginya di 5.187, indeks langsung terkena koreksi. Hanya sektor agrikultur yang masih bertahan di zona hijau, sembilan sektor lainnya melemah.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.017 kali dengan volume 3,111 miliar lembar saham senilai Rp 2,789 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 151 turun, dan 96 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah SMART (SMAR) naik Rp 475 ke Rp 7.975, Matahari DS (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 15.350, Matahari Putra (MPPA) naik Rp 135 ke Rp 3.510, dan Humpuss (HITS) naik Rp 130 ke Rp 650.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 23.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 17.350, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.225, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 300 ke Rp 10.175.


Tercatat bursa-bursa di Asia bergerak variatif hingga siang hari ini. Aksi ambil untung mulai muncul, membuat bursa Hong Kong jatuh ke zona merah.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 86,94 poin (0,49%) ke level 17.750,16, Indeks Hang Seng melemah 98,31 poin (0,42%) ke level 23.555,99, Indeks Komposit Shanghai bertambah 12,93 poin (0,47%) ke level 2.776,48, dan Indeks Straits Times menguat 11,34 poin (0,34%) ke level 3.333,66. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melambat

Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu lanjutkan penguatan dengan poin yang tipis. Aksi beli asing berlanjut meski masih belum terlalu ramai.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 4,468 poin (0,09%) ke level 5.180,261. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,124 poin (0,13%) ke level 894,702.


Pada awal perdagangan, Rabu (3/12), IHSG dibuka bertambah 6,237 poin (0,12%) ke level 5.182,030. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 0,588 poin (0,07%) ke level 893,459.  Aksi ambil untung di saham-saham unggulan menghambat laju IHSG. Saham-saham di LQ45 ada yang jadi sasaran aksi jual.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG naik 3,892 poin (0,08%) ke level 5.182,036. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,047 poin (0,01%) ke level 893,531.  Kemarin IHSG naik 11 poin buntuti penguatan bursa-bursa regional. Harapan perbaikan ekonomi Tiongkok membuat pelaku pasar berani berburu saham.


Sementara itu, Wall Street ditutup positif berkat saham-saham energi yang rebound. Indeks Dow Jones mencetak rekor lagi.  Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini mengikuti rekor Wall Street semalam. Investor mulai pede berburu saham lagi.


Adapun situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menanjak 194,31 poin (1,10%) ke level 17.857,53, Indeks Hang Seng naik 83,11 poin (0,35%) ke level 23.737,41, Indeks Komposit Shanghai menguat 8,47 poin (0,31%) ke level 2.772,01, dan  Indeks Straits Times bertambah 1,73 poin (0,05%) ke level 3.324,05. [geng]


 



Aksi Beli Lebih Dominan, IHSG Naik Tipis

Monday, December 1, 2014

Sesi Pertama: Investor Domestik Aktif, IHSG Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 22 poin berkat aksi beli investor domestik. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif.  Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Indeks terus menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.193.


Menutup perdagangan sesi I, Selasa (2/12), IHSG bertambah 22,570 poin (0,44%) ke level 5.186,858. Sementara Indeks unggulan LQ45 melaju 4,657 poin (0,52%) ke level 895,356.  Aksi beli berhasil menahan Indeks di zona hijau. Saham-saham di sektor konstruksi memimpin penguatan, dibuntuti saham-saham komoditas.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 137.869 kali dengan volume 3,281 miliar lembar saham senilai Rp 2,614 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 96 turun, dan 67 saham stagnan.  Bursa-bursa regional yang pagi tadi melemah kini kompak menguat. Koreksi saham yang sudah terjadi kemarin dan pagi tadi langsung dimanfaatkan untuk aksi beli.


Sedangkan saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 725 ke Rp 6.1425, Samudera Indonesia (SDMR) naik Rp 300 ke Rp 13.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.325, dan Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 25.650.


Sejumlah  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 5.400, Danayasa (SCBD) turun Rp 225 ke Rp 1.850, Matahari (LPPF) turun Rp 175 ke Rp 15.025, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 110 ke Rp 4.990.


Sedangkan bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:   Indeks Nikkei 225 naik 39.71 poin (0,23%) ke level 17.629,81, Indeks Hang Seng menguat 81,79 poin (0,35%) ke level 23.449,24, Indeks Komposit Shanghai bertambah 18,99 poin (0,71%) ke level 2.699,14, dan Indeks Straits Times tumbuh 27,72 poin (0,84%) ke level 3.333,36. [geng]


 



Sesi Pertama: Investor Domestik Aktif, IHSG Menguat

Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5 poin di tengah negatifnya bursa global dan regional. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif. Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,327 poin (0,10%) ke level 5.169,615. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,340 poin (0,15%) ke level 892,039.


Membuka perdagangan, Selasa (1/12), IHSG bertambah 11,641 poin (0,23%) ke level 5.175,929. Indeks LQ45 melaju 2,842 poin (0,32%) ke level 893,541.  Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Saham-saham komoditas menguat cukup tinggi.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 13,374 poin (0,26%) ke level 5.177,662. Sementara Indeks LQ45 naik 2,976 poin (0,33%) ke level 893,834.  Kemarin IHSG naik 14 poin berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks semakin mendekati level 5.200.


Sementara situasi di bursa-bursa regional pagi hari Ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 39,54 poin (0,22%) ke level 17.550,56, Indeks Hang Seng anjlok 620,00 poin (2,58%) ke level 23.367,45, Indeks Komposit Shanghai turun 1,10 poin (0,04%) ke level 2.681,25, dan  Indeks Straits Times naik 24,54 poin (0,74%) ke level 3.330,18.


Semalam Wall Street terkoreksi cukup tajam di awal pekan. Pemicunya data ekonomi yang lesu dari seluruh dunia ditambah musim belanja liburan yang kurang bergairah.  Beberapa bursa di Asia pagi ini rata-rata melemah setelah merespons koreksi tajam Wall Street semalam. Hanya pasar saham Singapura yang bisa menemani IHSG di zona hijau. [geng]


 



Bursa Global Melambat, IHSG Naik Tipis

Sunday, November 30, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Masih Stagnan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan stagnan. Investor masih wait and see alias menunggu pengumuman data inflasi siang nanti.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 0,492 poin (0,01%) ke level 5.150,380. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,124 poin (0,01%) ke level 886,458.


Membuka perdagangan awal pekan, Senin (1/12), IHSG dibuka bertambah 2,985 poin (0,06%) ke level 5.152,871. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 1,375 poin (0,16%) ke level 887,709.  Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan tingkat inflasi siang nanti. Investor masih menahan diri dalam bertransaksi.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat tipis 1,046 poin (0,02%) ke level 5.150,934. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,647 poin (0,07%) ke level 886,628.  Akhir pekan lalu IHSG bergerak di teritori negatif sepanjang hari. Namun jelang penutupan, terjadi lonjakan yang membuat IHSG mengakhiri perdagangan di zona hijau.


Sementara itu, Wall Street berakhir stagnan menjelang hari raya Thanksgiving. Untungnya perdagangan berakhir lebih awal karena saham-saham energi sudah mulai merosot gara-gara harga minyak dunia yang anjlok.  Bursa-bursa di Asia bergerak variatif pagi hari ini. Harga minyak dunia yang terus-terusan jatuh memberi sentimen negatif.


Sedangkan  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 155,66 poin (0,89%) ke level 17.615,51, Indeks Hang Seng menipis 16,83 poin (0,07%) ke level 23.987,45, Indeks Komposit Shanghai menguat 19,53 poin (0,73%) ke level 2.702,37, dan  Indeks Straits Times turun tipis 3,52 poin (0,11%) ke level 3.346,98. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Masih Stagnan

Monday, November 24, 2014

Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (24/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, menguat sebesar 17 poin menjadi Rp 12.129 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.146 per dolar AS.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sepanjang hari. Indeks menutup perdagangan dengan melaju 29 poin.  Pada pembukaan  IHSG menguat 21,903 poin (0,43%) ke level 5.133,948 mengekor penguatan bursa-bursa regional.


Kebijakan Tiongkok itu akan merangsang permintaan ekspornya, Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang Tiongkok akan mendapatkan imbas positif.  Dari dalam negeri,  sentimen dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diikuti dengan kebijakan Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,75% masih dirasakan positif meski cenderung mulai mereda.  Keputusan bank sentral Tiongkok yang menurunkan suku bunga pinjaman dan deposito masing-masing menjadi 5,6% dan 2,75% telah meningkatkan harapan akan membaiknya kondisi perekonomian mitra dagang utama Indonesia tersebut.


Investor masih khawatir dengan outlook kebijakan moneter AS. Pasar masih khawatir menghadapi prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed rate) pada tahun 2015 mendatang yang dapat menjaga kinerja dolar AS tetap baik.  Seiring dengan penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI, mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.122 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.161 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks terus menanjak secara perlahan sejak pembukaan perdagangan. Indeks semakin mendekati level psikologis 5.200.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik 28,982 poin (0,57%) ke level 5.141,027 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Saham pertambangan dan perkebunan memimpin penguatan.


Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks pada perdagangan hari ini ada di level 5.157,084. Laju penguatan indeks sempat tertahan aksi jual di saham-saham konstruksi.  Menutup perdagangan awal pekan  IHSG melaju 29,719 poin (0,58%) ke level 5.141,764. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 8,371 poin (0,95%) ke level 886,929.


Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat, hanya sektor konstruksi yang melemah. Pelaku pasar domestik mendominasi transaksi di bursa hari ini.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 142,943 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 212,008 miliar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.749 kali dengan volume 6,521 miliar lembar saham senilai Rp 5,042 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 130 turun, dan 91 saham stagnan.  Pergerakan bursa-bursa regional menjadi variatif hingga siang hari ini. Bursa saham Singapura terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Rencana stimulus pemerintah Tiongkok membuatnya bursanya naik tinggi.


Sementara Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong menanjak cukup tinggi didorong sentimen positif rencana pemberan stimulus dari pemerintah Tiongkok. Bursa saham Jepang hari ini tidak berdagangan menyambut libur nasioanal.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng melonjak 456,02 poin (1,95%) ke level 23.893,14,  Indeks Komposit Shanghai menanjak 46,09 poin (1,85%) ke level 2.532,88, dan  ndeks Straits Times turun 4,47 poin (0,13%) ke level 3.340,85. [geng]



Bursa Regional Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Wednesday, November 19, 2014

Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis 54 poin lantaran aksi jual semakin masif.  Investor asing mulai mengambil untung.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,741 poin (0,09%) ke level 5.123,192 akibat terkena aksi ambil untung. Saham-saham yang sudah naik tinggi sejak beberapa perdagangan terakhir mulai terkoreksi.


Sejak pembukaan, indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah Indeks hari ini ada di level 5.071.  Menutup perdagangan Sesi I, Kamis (20/11), IHSG jatuh 54,023 poin (1,05%) ke level 5.073,910. Sementara Indeks unggulan LQ45 anjlok 10,966 poin (1,24%) ke level 870,272.


Di sisi lain, sentimen dari bursa global juga mendorong investor lakukan aksi jual. Hanya dua indeks sektoral yang bertahan positif, yaitu agrikultur dan pertambangan.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.377 kali dengan volume 3,328 miliar lembar saham senilai Rp2,481 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 179 turun, dan 58 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 725 ke Rp 24.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 140 ke Rp 4.600.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 62.775, Jembo Cable (JECC) turun Rp 740 ke Rp 2.235, Indocement (INTP) turun Rp 525 ke Rp 23.950, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.


Sementara itu, sencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun rata-rata terkena koreksi hingga siang hari ini. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik tipis 15,01 poin (0,09%) ke level 17.303,76, Indeks Hang Seng bertambah 15,64 poin (0,07%) ke level 23.388,95, Indeks Komposit Shanghai berkurang 2,34 poin (0,10%) ke level 2.448,65, dan  Indeks Straits Times melemah 11,80 poin (0,35%) ke level 3.322,76. [geng]


 



Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Tuesday, November 18, 2014

Aksi Beli Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Selasa (18/11) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat sebesar 55 poin menjadi Rp 12.125 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.180 per dolar AS.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memanjak 48 poin   menjelang penutupan perdagangan.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,301 poin (0,40%) ke level 5.074,244 berkat perburuan saham investor asing. Dana asing pun kembali mengalir masuk lantai bursa.


Selain itu, pelaku pasar keuangan di dalam negeri menyambut baik kebijakan pemerintah yang menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Adanya kepastian kenaikan harga BBM subsidi itu, mendorong kepercayaan investor bahwa ekonomi Indonesia ke depan dapat menjadi lebih baik.


Dinaikkannya BBM subsidi itu diharapkan dapat membuka ruang fiskal Indonesia untuk mendorong pembangunan infrastruktur.  Membaiknya infrastruktur, akan menjadi daya tarik investor untuk menempatkan dananya ke Indonesia.    Pelaku pasar sedang menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga inflasi pascakenaikan harga BBM subsidi.


Sentimen dari dipangkasnya anggaran untuk BBM subsidi dapat memberikan lebih banyak dana luang untuk belanja modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depannya.  Dana luang itu dapat digunakan untuk keperluan lainnya, terutama belanja infrastruktur dan permodalan, yang mana dapat mendorong outlook perekonomian dalam jangka panjang.  Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, kurs tengah BI mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.146 dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp  12.193 per dolar AS.


Dari bursa saham,  menutup perdagangan, Selasa (18/11)  IHSG melaju 48,526 poin (0,96%) ke level 5.102,469. Sementara Indeks unggulan LQ45 menanjak 9,368 poin (1,08%) ke level 876,586. Seluruh indeks sektoral akhirnya berhasil menguat sore hari ini. Sektor yang naik paling tinggi adalah industri dasar.


Tercatat transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.677 kali dengan volume 6,306 miliar lembar saham senilai Rp 5,309 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 111 turun, dan 78 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.225 ke Rp 62.425, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 31.600, Asahimas (AMFG) naik Rp 500 ke Rp 7.500, dan Multi Prima (PLIN) naik Rp 350 ke Rp 2.550.


Sementara itu, bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari ini. Rencana stimulus di Jepang dan Uni Eropa menjadi katalis pendorong aksi beli pelaku pasar Asia.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 370,26 poin (2,18%) ke level 17.344,06, Indeks Hang Seng anjlok 267,91 poin (1,13%) ke level 23.529,17, Indeks Komposit Shanghai melemah 17,64 poin (0,71%) ke level 2.456,37, dan  Indeks Straits Times naik 19,64 poin (0,60%) ke level 3.308,31. [geng]



Aksi Beli Menguat, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Monday, November 17, 2014

Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi,   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 23 poin.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 23,161 poin (0,46%) ke level 5.077,104. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 5,824 poin (0,67%) ke level 873,042.


Pada awal perdagangan, Selasa (18/11), IHSG melaju 34,938 poin (0,69%) ke level 5.088,881. Indeks LQ45 menanjak 7,864 poin (0,91%) ke level 875,082.  Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 35,036 poin (0,69%) ke level 5.088,979. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,685 poin (0,89%) ke level 874,903.  Kemarin IHSG masih bergerak lesu di awal pekan hanya naik 4 poin. Investor masih menanti kepastian rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


 Adapun  situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 324,37 poin (1,91%) ke level 17.298,17, Indeks Hang Seng menipis 9,12 poin (0,04%) ke level 23.787,96, Indeks Komposit Shanghai melemah 2,84 poin (0,11%) ke level 2.471,17, dan  Indeks Straits Times naik 15,05 poin (0,46%) ke level 3.303,72.


Sementara itu, Indeks S&P 500 di pasar saham Wall Street berhasil mencetak rekor berkat aksi korporasi emiten bernilai USD  100 miliar. Sentimen negatif  Jepang yang masuk resesi bisa ditepis dengan baik. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pagi hari ini. Bursa Jepang sudah pulih dari keterpurukan kemarin pasca ekonominya diumumkan masuk resesi. [geng]


 



Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Sunday, November 16, 2014

Sesi Pertama: Transaksi Terbatas, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Financeroll – Di tengah minimnya transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 10 poin. Aksi beli selektif investor domestik yang membawa IHSG positif.  Menutup perdagangan Sesi I, Senin (17/11), IHSG naik 10,512 poin (0,21%) ke level 5.060,000. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat 2,214 poin (0,26%) ke level 867,731.


Beberapa saham unggulan jadi incaran investor, terutama di sektor komoditas dan konsumer. Beberapa saham lapis dua yang dijual jadi penghambat laju IHSG.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.605 kali dengan volume 2,058 miliar lembar saham senilai Rp 1,833 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 111 turun, dan 84 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 60.825, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 18.350, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 4.600, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.550.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 575 ke Rp 18.625, Adira Finance (ADMF) turun Rp 275 ke Rp 7.725, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 225 ke Rp 11.375, dan Warran Bali (BALI-W) turun Rp 160 ke Rp 1.630.


Tercatat bursa-bursa regional rata-rata melemah hingga siang hari ini. Ekonomi Jepang yang masuk resesi jadi sentimen negatif di mata pelaku pasar Asia.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 412,21 poin (2,36%) ke level 17.078,62, Indeks Hang Seng melemah 113,21 poin (0,47%) ke level 23.974,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 16,98 poin (0,68%) ke level 2.495,80, dan  Indeks Straits Times turun 19,19 poin (0,58%) ke level 3.296,48. [geng]


 



Sesi Pertama: Transaksi Terbatas, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Aksi Jual Lebih Dominan, IHSG Tertekan di Jalur Merah

Financeroll – Pergerakn Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan negatif.  Aksi jual sudah muncul sejak awal perdagangan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 12,188 poin (0,24%) ke level 5.037,300. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 berkurang 3,065 poin (0,35%) ke level 862,452.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (17/11), IHSG dibuka menipis 3,712 poin (0,07%) ke level 5.045,776. Indeks LQ45 dibuka mundur 0,532 poin (0,06%) ke level 864,985.  Tak lama IHSG berhasil baik arah ke zona hijau meski dengan poin yang tipis. IHSG bisa positif berkat aksi beli investor domestik.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 6,383 poin (0,13%) ke level 5.055,871. Sementara Indeks LQ45 naik 1,386 poin (0,16%) ke level 866,912.  Akhir pekan lalu IHSG berakhir datar menutup perdagangan akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin.


Adapun situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 292,40 poin (1,67%) ke level 17.198,43, Indeks Hang Seng naik 204,36 poin (0,85%) ke level 24.291,74, Indeks Komposit Shanghai menguat 23,73 poin (0,96%) ke level 2.502,55, dan Indeks Straits Times menipis 3,28 poin (0,10%) ke level 3.312,39.


Sementara Wall Street menutup pekan keempatnya dengan positif. Tapi pada perdagangan Jumat berakhir stagnan akibat pergerakan saham yang fluktuatif.  Bursa-bursa regional bergerak mix pagi hari ini, beberapa yang masih bisa menguat adalah pasar saham Hong Kong dan Tiongkok. Stagnannya bursa global membuat bursa Asia mixed. [geng]



Aksi Jual Lebih Dominan, IHSG Tertekan di Jalur Merah

Thursday, November 13, 2014

Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Financeroll – Setelah seharian bergerak di zona merah,  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stagnan. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menanti kepastian naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.


Pada awal perdagangan pagi tadi IHSG menipis 2,343 poin (0,05%) ke level 5.046,498 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik kini terkena koreksi.  Investor domestik sudah semangat jual saham sejak pagi tadi. Sementara asing masih wait and see sambil menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan alias BI Rate.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,417 poin (0,25%) ke level 5.036,424 terkena aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.   Indeks hanya sempat naik sampai titik tertingginya di level 5.052. Selebihnya pergerakan Indeks lebih banyak dihabiskan di zona merah.


Pada akhir perdagangan, Kamis (13/11), IHSG ditutup menipis 0,173 poin (0,01%) ke level 5.048,668. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 1,354 poin (0,16%) ke level 864,552.  Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ditahan di 7,5%. Posisi ini sama dengan posisi BI rate dalam setahun terakhir.


Tercatat dana asing masih mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 149,661 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.405 kali dengan volume 3,843 miliar lembar saham senilai Rp 3,539 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 145 turun, dan 102 saham stagnan.


Volume dan nilai perdagangan setengah hari ini jauh di bawah rata-rata harian sebesar volume 5 miliar lembar saham dan Rp 6 triliun.   Bursa-bursa di Asia rata-rata mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya pasar saham Tiongkok yang melemah. Sentimen negatif sempat datang dari Eropa setelah regulator setempat menjatuhkan penalti atas skandal manipulasi pasar valuta asing.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.000, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 23.925, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 15.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.250.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.225 ke Rp 9.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.075 ke Rp 8.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 1.020 ke Rp 4.180.


Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 195,74 poin (1,14%) ke level 17.392,79, Indeks Hang Seng naik 81,76 poin (0,34%) ke level 24.019,94, Indeks Komposit Shanghai melemah 8,87 poin (0,36%) ke level 2.485,61, dan  Indeks Straits Times bertambah 25,20 poin (0,77%) ke level 3.308,91. [geng]



Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Melambat

Monday, November 10, 2014

Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Financeroll  - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS.  Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran  tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif.


Data “Non-Farm Payrolls” hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan “Average Hourly Earnings” sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%.  Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia.  Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro.


Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar.   Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS.


Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000.  Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri.


Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538.  Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam.  Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan.


Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53,  Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan  Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]



Minim Transaksi, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif Financeroll - Pada perdagangan Senin (10/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 29 poin menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.178 per dolar AS. Penguatan indeks dolar AS terhenti di pasar uang dalam negeri menyusul data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan pasar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 22 poin lantaran tekanan jual investor asing. Banyak investor lakukan aksi tunggu, perdagangan berjalan sepi. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Indeks mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Data "Non-Farm Payrolls" hanya tumbuh sekitar 214.000 pekerja dan "Average Hourly Earnings" sebesar 0,1% untuk bulan Oktober tahun ini, di bawah perkiraan analis yang masing-masing sebesar 235.000 dan 0,2%. Hasil data tenaga kerja itu cukup berpengaruh ke pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS pun berbalik melemah terhadap mata uang utama dunia. Laju rupiah terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya sehingga berimbas pada laju mata uang euro. Laju rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, lajunya masih rentan terhadap pembalikan arah menyusul sentimen BBM di dalam negeri yang masih dipantau pasar. Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.138 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.149 per dolar AS. Dari bursa saham, Indeks tak mampu bertahan lama di zona hijau. Setelah mencapai titik tertingginya di 5.008, Indeks langsung jatuh lagi ke zona merah. Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,463 poin (0,13%) ke level 4.980,961 akibat tekanan jual investor asing. Indeks pun gagal balik ke level 5.000. Aksi jual investor asing terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan masih diburu oleh investor dalam negeri. Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG melemah 22,037 poin (0,44%) ke level 4.965,387. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,748 poin (0,44%) ke level 843,538. Akhirnya hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam. Transaksi hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.04 kali dengan volume 4,568 miliar lembar saham senilai Rp 3,958 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 173 turun, dan 79 saham stagnan. Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup positif pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang menemani Indonesia di teritori negatif karena sama-sama terkena tekanan jual. Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 99,85 poin (0,59%) ke level 16.780,53, Indeks Hang Seng naik 194,46 poin (0,83%) ke level 23.744,70, Indeks Komposit Shanghai melonjak 55,50 poin (2,30%) ke level 2.473,67, dan Indeks Straits Times menguat 17,85 poin (0,54%) ke level 3.304,24. [geng]

Sunday, November 9, 2014

Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguat secara perlahan berkat aksi beli selektif. Posisi Indeks sudah cukup rendah akibat tekanan jual di akhir pekan lalu.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik 9,876 poin (0,20%) ke level 4.997,3. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat 2,483 poin (0,29%) ke level 849,769.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (10/11), IHSG dibuka bertambah 11,123 poin (0,22%) ke level 4.998,547. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 2,474 poin (0,29%) ke level 849,760.  Aksi beli selektif dilakukan investor lokal. Aksi beli ini membuat saham-saham unggulan berhasil menguat pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menguat 8,444 poin (0,17%) ke level 4.995,868. Sementara Indeks LQ45 naik 1,532 poin (0,20%) ke level 848,954.  Akhir pekan lalu IHSG anjlok 46 gara-gara tekanan jual investsor asing. Indeks pun balik lagi ke kisaran 4.900-an.


Sementara itu, nilai tukar dolar di pasar dunia turun, sementara pasar saham Wall Street stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Padahal laporan ekonomi di AS menyatakan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, dan penurunan pengangguran.  Rata-rata bursa regional pagi hari ini bergerak positif. Hanya bursa saham Jepang yang melemah karena sudah naik tinggi sepanjang pekan lalu.


Sedangkan pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 melemah 101,37 poin (0,60%) ke level 16.779,01, Indeks Hang Seng melonjak 431,39 poin (1,83%) ke level 23.981,63, Indeks Komposit Shanghai menguat 11,70 poin (0,48%) ke level 2.429,87, dan  Indeks Straits Times naik 24,87 poin (0,76%) ke level 3.311,26.  [geng]



Aksi Beli Mendominasi, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Thursday, November 6, 2014

Sempat Melemah, IHSG Berbalik ke Jalur Hijau

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan dengan melemah tipis. Namun aksi beli investor domestik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.  Membuka perdagangan preopening, IHSG menipis 0,866 poin (0,02%) ke level 5.033,365. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 berkurang 0,217 poin (0,03%) ke level 857,399.


Pada awal perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11), IHSG naik tipia 3,274 poin (0,07%) ke level 5.037,505. Indeks LQ45 menguat tipis 0,697 poin (0,08%) ke level 858,313.  Aksi beli belum terlalu ramai pagi hari ini. Saham-saham unggulan yang diincar investor akhirnya bisa menguat, seperti di sektor tambang dan konsumer.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 2,416 poin (0,05%) ke level 5.036,647. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 0,248 poin (0,03%) ke level 857,828.  Kemarin IHSG terpangkas 32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.


Adapun situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 103,39 poin (0,62%) ke level 16.895,87, Indeks Hang Seng melemah 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan  Indeks Straits Times bertambah 5,22 poin (0,16%) ke level 3.296,18.


Sementara itu, Wall Street bertahan di zona hijau setelah melawati perdagangan yang fluktuatif. Dow Jones dan S&P 500 berhasil cetak rekor baru.  Bursa-bursa regional pagi ini rata-rata dibuka di zona hijau memanfaatkan momentum rekor Wall Street semalam. Pasar saham Hong Kong malah ketinggalan di teritori negatif. [geng]


 



Sempat Melemah, IHSG Berbalik ke Jalur Hijau

Tuesday, November 4, 2014

Sesi Pertama: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 4 poin merespons lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investor menahan diri untuk bertransaksi dalam jumlah banyak.  IHSG naik secara perlahan di zona hijau meski poin yang dicetaknya tidak terlalu banyak. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan.


Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,01% di triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,12% (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.  Menutup perdagangan Sesi I, Rabu (4/11), IHSG naik tipis 4,858 poin (0,10%) ke level 5.075,798. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,225 poin (0,23%) ke level 864,514.


Data pertumbuhan ekonomi RI yang melambat membuat laju IHSG tersendat. Aksi beli asing yang pagi tadi cukup ramai kini mulai seret.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.677 kali dengan volume 3,681 miliar lembar saham senilai Rp 2,307 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 136 turun, dan 78 saham stagnan.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 925 ke Rp 7.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 18.425, Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 23.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 23.400.


Tercatat  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 14.250, XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.225, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 26.300, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 125 ke Rp 60.575.


Sementara itu, beberapa bursa regional masih bergerak fluktuatif hingga siang hari ini. Turunnya harga minyak dunia diperkirakan mempengaruhi kinerja emiten energi.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 40,78 poin (0,24) ke level 16.903,25, Indeks Hang Seng melemah 122,08 poin (0,51%) ke level 23.723,58, Indeks Komposit Shanghai turun 11,83 poin (0,49%) ke level 2.418,84, dan  Indeks Straits Times menguat 5,39 poin (0,16%) ke level 3.286,96. [geng]



Sesi Pertama: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Naik Tipis

Sunday, November 2, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 12 poin terkena aksi ambil untung investor domestik. Pekan lalu IHSG memang sudah naik cukup tinggi.  Namun aksi jual investor domestik membuat Indeks harus jatuh ke zona merah. Indeks terus turun hingga ke titik terendahnya hari ini di level 5.072.


Menutup perdagangan Sesi I, Senin (3/11), IHSG turun 12,287 poin (0,24%) ke level 5.077,260. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 1,788 poin (0,21%) ke level 866,263.  Penguatan saham-saham berbasis perkebunan menahan koreksi IHSG sehingga tidak jatuh terlalu dalam. Tujuh sektor melemah, dipimpin sektor industri dasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.172 kali dengan volume 2,555 miliar lembar saham senilai Rp 2,355 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 148 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa-bursa regional bergerak variatif hingga siang hari ini setelah pasar saham Tiongkok jatuh ke teritori negatif. Rekor Wall Street pekan lalu masih memberi sentimen positif.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.900, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 375 ke Rp 8.875, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 9.100, dan Alakasa (ALKA) naik Rp 150 ke Rp 750.


Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 13.900 ke Rp 388.100, Malindo (MAIN) turun Rp 650 ke Rp 2.475, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 20.575, dan Indospring (INDS) turun Rp 405 ke Rp 1.695.


Sedangkan  bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Hang Seng menipis 24,24 poin (0,10%) ke level 23.973,82, Indeks Komposit Shanghai naik 14,82 poin (0,61%) ke level 2.435,00, Indeks Straits Times menguat 12,05 poin (0,37%) ke level 3.286,30. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Monday, October 27, 2014

Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll – Pergerakan  nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (27/10) sore, melemah 28 poin menjadi Rp 12.097 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.069 per dolar AS.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan  48 poin akibat aksi ambil untung investor lokal di hari pertama Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dana asing masuk lantai bursa sekitar Rp 600 miliar.


Selain itu, ekspektasi hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini yang diperkirakan menghentikan program pembelian obligasinya menambah sentimen negatif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.  Setelah program stimulus the Fed berakhir, pasar akan fokus pada kondisi ekonomi AS mengantisipasi program kenaikan Fed rate yang diperkirakan bisa lebih cepat.


The Fed selalu mepertimbangkan kondisi ekonomi seperti tingkat pengangguran dan inflasi, sejauh ini data itu masih belum mencapai target.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini bergerak menguat menjadi Rp 12.042 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.065 per dolar AS.


Dari bursa saham, IHSG tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.024.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115 gara-gara aksi lepas saham investor lokal. Pemodal domestik mulai mengambil untung. Aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (27/10), IHSG ditutup anjlok 48,776 poin (0,96%) ke level 5.024,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup jatuh 11,208 poin (1,30%) ke level 851,342.


Tercatat investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 660,68 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.439 kali dengan volume 4,223 miliar lembar saham senilai Rp 4,176 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 194 turun, dan 80 saham stagnan.


Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixedcenderung melemah. Hanya bursa saham Jepang yang menguat sendirian di Asia.  Beriktu situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 97,08 poin (0,63%) ke level 15.388,72, Indeks Hang Seng melemah 158,97 poin (0,68%) ke level 23.143,23, Indeks Komposit Shanghai turun 11,84 poin (0,51%) ke level 2.290,44, dan  Indeks Straits Times menipis 1,89 poin (0,06%) ke level 3.220,66. [geng]


 



Minim Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat