Showing posts with label jajaran top gainers. Show all posts
Showing posts with label jajaran top gainers. Show all posts

Monday, January 12, 2015

Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menanjak kembali ke level 5.200. Penguatan ini terhambat oleh tekanan jual di saham-saham unggulan.  Beberapa saham lapis dua naik cukup tinggi pagi hari ini. Investor asing masih juga menjual saham, dan ini sudah terjadi sejak awal tahun.


Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (13/1), IHSG menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,983 poin (0,56%) ke level 895,814.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh aksi jual investor asing.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.186 kali dengan volume 7,276 miliar lembar saham senilai Rp 5,024 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan.  Nilai dan volume perdagangan siang ini melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK).


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 148.000, Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 33.075, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 325 ke Rp 10.800.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.500 ke Rp 6.500, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.700, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.800, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 12.050.


Sementara itu, pergerakan bursa-bursa di regional masih sama seperti pagi tadi. Sentimen negatif dari Wall Street dan lesunya harga minyak masih memberi tekanan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 247,15 poin (1,44%) ke level 16.950,58, Indeks Hang Seng menguat 135,28 poin (0,56%) ke level 24.161,74, Indeks Komposit Shanghai naik 9,43 poin (0,29%) ke level 3.238,75, dan  Indeks Straits Times berkurang 7,94 poin (0,24%) ke level 3.336,95. [geng]



Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Thursday, January 8, 2015

Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan positif dengan menguat 17 poin. Indeks hampir menyentuh posisi rekor tertinggi yang diraihnya September lalu.  Kabar baik juga datang dari Eropa, yang beberapa hari lalu sempat menjadi penyebab sentimen negatif. Bank sentral Uni Eropa (ECB) berkomitmen untuk mengerahkan segala daya demi mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (9/1), IHSG menguat 17,853 poin (0,34%) ke level 5.229,681. Sementara Indeks unggulan LQ45 naik 4,358 poin (0,49%) ke level 902,359.  Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks sempat naik cukup tinggi hingga ke titik tertingginya di level 5.238,386.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 135.086 kali dengan volume 5,219 miliar lembar saham senilai Rp 4,167 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 92 turun, dan 108 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih kompak bergerak di zona hijau hingga siang hari ini. Sentimen positif dari pasar global bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pasar.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 850 ke Rp 26.075, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 725 ke Rp 15.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 68.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 17.225.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 21.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 60.450, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 33.050, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 4.800.


Sementara bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menguat 101,89 poin (0,59%) ke level 17.268,99, Indeks Hang Seng melonjak 247,83 poin (1,04%) ke level 24.083,36, Indeks Komposit Shanghai naik 8,17 poin (0,25%) ke level 3.301,63, dan  Indeks Straits Times tumbuh 5,87 poin (0,18%) ke level 3.350,98. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Beli Lebih Masif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Sunday, December 21, 2014

Sesi Pertama: Minim Transaksi. IHSG Melemah Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis di tengah perdagangan yang kurang bergairah. Investor sudah giat berburu saham dalam dua perdagangan terakhir sehingga hari ini menarik nafas dulu.  Setelah naik ke titik tertingginya di 5.167, Indeks langsung kena aksi ambil untung. Aksi ini membuat Indeks akhirnya bergerak datar.


Menutup  perdagangan Sesi I, Senin (22/12), IHSG menipis 1,082 poin (0,02%) ke level 5.143,439. Sementara LQ45 berkurang 0,692 poin (0,08%) ke level 886,764.  Pagi tadi masih banyak indeks sektoral di lantai bursa yang menguat, kali ini seimbang antara yang hijau dan merah.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.053 kali dengan volume 5,5 miliar lembar saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 150 turun, dan 73 saham stagnan.  Bursa-bursa regional bergerak variatif cenderung menguat hingga siang hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang masih melemah.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.800, Blue Bird (BIRD) naik Rp 250 ke Rp 9.175, Wilar (CEKA) naik Rp 200 ke Rp 1.700, dan Metropolitan (KMPI) naik Rp 200 ke Rp 14.600.


Beberapa saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.100 ke Rp 4.500, Mayora (MYOR) turun Rp 675 ke Rp 20.775, Matahari (LPPF) turun Rp 325 ke Rp 14.325, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 13.500.


Sedangkan bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 31,86 poin (0,18%) ke level 17.589,54, Indeks Hang Seng menanjak 270,65 poin (1,17%) ke level 23.387,28, Indeks Komposit Shanghai naik 12,26 poin (0,39%) ke level 3.120,85, dan  Indeks Straits Times menguat 35,38 poin (1,08%) ke level 3.314,91. [geng]



Sesi Pertama: Minim Transaksi. IHSG Melemah Tipis

Wednesday, November 19, 2014

Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis 54 poin lantaran aksi jual semakin masif.  Investor asing mulai mengambil untung.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,741 poin (0,09%) ke level 5.123,192 akibat terkena aksi ambil untung. Saham-saham yang sudah naik tinggi sejak beberapa perdagangan terakhir mulai terkoreksi.


Sejak pembukaan, indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah Indeks hari ini ada di level 5.071.  Menutup perdagangan Sesi I, Kamis (20/11), IHSG jatuh 54,023 poin (1,05%) ke level 5.073,910. Sementara Indeks unggulan LQ45 anjlok 10,966 poin (1,24%) ke level 870,272.


Di sisi lain, sentimen dari bursa global juga mendorong investor lakukan aksi jual. Hanya dua indeks sektoral yang bertahan positif, yaitu agrikultur dan pertambangan.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.377 kali dengan volume 3,328 miliar lembar saham senilai Rp2,481 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 179 turun, dan 58 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 725 ke Rp 24.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 140 ke Rp 4.600.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 62.775, Jembo Cable (JECC) turun Rp 740 ke Rp 2.235, Indocement (INTP) turun Rp 525 ke Rp 23.950, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.


Sementara itu, sencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun rata-rata terkena koreksi hingga siang hari ini. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik tipis 15,01 poin (0,09%) ke level 17.303,76, Indeks Hang Seng bertambah 15,64 poin (0,07%) ke level 23.388,95, Indeks Komposit Shanghai berkurang 2,34 poin (0,10%) ke level 2.448,65, dan  Indeks Straits Times melemah 11,80 poin (0,35%) ke level 3.322,76. [geng]


 



Sesi Pertama:  Aksi Jual Masif, IHSG Melemah

Sunday, November 16, 2014

Sesi Pertama: Transaksi Terbatas, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Financeroll – Di tengah minimnya transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 10 poin. Aksi beli selektif investor domestik yang membawa IHSG positif.  Menutup perdagangan Sesi I, Senin (17/11), IHSG naik 10,512 poin (0,21%) ke level 5.060,000. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat 2,214 poin (0,26%) ke level 867,731.


Beberapa saham unggulan jadi incaran investor, terutama di sektor komoditas dan konsumer. Beberapa saham lapis dua yang dijual jadi penghambat laju IHSG.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.605 kali dengan volume 2,058 miliar lembar saham senilai Rp 1,833 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 111 turun, dan 84 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 60.825, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 18.350, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 4.600, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.550.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 575 ke Rp 18.625, Adira Finance (ADMF) turun Rp 275 ke Rp 7.725, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 225 ke Rp 11.375, dan Warran Bali (BALI-W) turun Rp 160 ke Rp 1.630.


Tercatat bursa-bursa regional rata-rata melemah hingga siang hari ini. Ekonomi Jepang yang masuk resesi jadi sentimen negatif di mata pelaku pasar Asia.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 412,21 poin (2,36%) ke level 17.078,62, Indeks Hang Seng melemah 113,21 poin (0,47%) ke level 23.974,17, Indeks Komposit Shanghai menguat 16,98 poin (0,68%) ke level 2.495,80, dan  Indeks Straits Times turun 19,19 poin (0,58%) ke level 3.296,48. [geng]


 



Sesi Pertama: Transaksi Terbatas, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

Thursday, November 6, 2014

Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi cukup dalam gara-gara aksi jual investor asing. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya bursa yang merah di regional. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 0,866 poin (0,02%) ke level 5.033,365. Namun aksi beli investor domestik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.


Terpantau Indeks tak bertahan lama di zona hijau, hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.040,971. Tekanan jual dari investor asing membuat indeks jatuh lagi ke teritori negatif.  Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (7/11), IHSG turun 24,939 poin (0,50%) ke level 5.009,292. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 5,493 poin (0,64%) ke level 852,123.


Selain itu, tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat, semua merah gara-gara aksi jual. Saham-saham unggulan yang pagi tadi naik siang ini langsung kena koreksi.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.469 kali dengan volume 2,864 miliar lembar saham senilai Rp 2,097 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 147 turun, dan 78 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tower Bersama (TBIG) naik Rp 400 ke Rp 9.125, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 11.050, First Media (KBLV) naik Rp 205 ke Rp 2.900, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 6.375.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indofood (INDF) turun Rp 425 ke Rp 23.125, Pioneerindo (PTSP) turun Rp 350 ke Rp 5.500, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 225 ke Rp 8.575, dan BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 12.775.


Beberapa bursa regional kompak menguat hingga siang hari ini. Sentimen positif datang dari Wall Street yang semalam berhasil cetak rekor baru.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 naik 72,13 poin (0,43%) ke level 16.864,61, Indeks Hang Seng bertambah 33,33 poin (0,14%) ke level 23.682,64, Indeks Komposit Shanghai menguat 14,43 poin (0,59%) ke level 2.440,29, dan  Indeks Straits Times tumbuh 4,14 poin (0,13%) ke level 3.295,10. [geng]



Sesi Pertama: Aksi Jual Mendominasi, IHSG Terpangkas

Tuesday, November 4, 2014

Sesi Pertama: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Naik Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 4 poin merespons lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investor menahan diri untuk bertransaksi dalam jumlah banyak.  IHSG naik secara perlahan di zona hijau meski poin yang dicetaknya tidak terlalu banyak. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan.


Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,01% di triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,12% (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.  Menutup perdagangan Sesi I, Rabu (4/11), IHSG naik tipis 4,858 poin (0,10%) ke level 5.075,798. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 0,225 poin (0,23%) ke level 864,514.


Data pertumbuhan ekonomi RI yang melambat membuat laju IHSG tersendat. Aksi beli asing yang pagi tadi cukup ramai kini mulai seret.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.677 kali dengan volume 3,681 miliar lembar saham senilai Rp 2,307 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 136 turun, dan 78 saham stagnan.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 925 ke Rp 7.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 18.425, Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 23.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 23.400.


Tercatat  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 14.250, XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.225, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 26.300, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 125 ke Rp 60.575.


Sementara itu, beberapa bursa regional masih bergerak fluktuatif hingga siang hari ini. Turunnya harga minyak dunia diperkirakan mempengaruhi kinerja emiten energi.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 40,78 poin (0,24) ke level 16.903,25, Indeks Hang Seng melemah 122,08 poin (0,51%) ke level 23.723,58, Indeks Komposit Shanghai turun 11,83 poin (0,49%) ke level 2.418,84, dan  Indeks Straits Times menguat 5,39 poin (0,16%) ke level 3.286,96. [geng]



Sesi Pertama: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Naik Tipis

Monday, October 27, 2014

Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah  32 poin lantaran  aksi lepas saham investor lokal. Investor domestik mulai mengambil untung.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 13,186 poin (0,26%) ke level 5.086,254 jelang pelantikan Kabinet Kerja di Istana Negara hari ini.


Indeks  tersendat oleh aksi ambil untung investor domestik sehingga akhirnya jatuh ke zona merah. Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.039.  Menutup perdagangan Sesi I, Senin (27/10), IHSG turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115. Sementara Indeks unggulan LQ45 melemah 7,930 poin (0,92%) ke level 854,620.


Di sisi lain, aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 89.543 kali dengan volume 2,261 miliar unit saham senilai Rp 1,78 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 139 turun, dan 87 saham stagnan.


Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 56.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 175 ke Rp 8.050, dan Argha Karya (AKPI) naik Rp 150 ke Rp 900.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, Matahari (LPPF) turun Rp 650 ke Rp 15.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 30.200.


Sementara bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Hasil stress test terhadap bank-bank di Eropa yang positif memberi sedikit dorongan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 naik 106,50 poin (0,70%) ke level 15.398,14, Indeks Hang Seng melemah 196,58 poin (0,84%) ke level 23.105,62, Indeks Komposit Shanghai turun 14,64 poin (0,64%) ke level 2.287,64, dan  Indeks Straits Times menguat tipis 0,96 poin (0,03%) ke level 3.223,51. [geng]


 



Sesi Pertama: Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Melemah

Wednesday, October 22, 2014

Sesi Pertama: Investor Asing Masih Aktif, IHSG Lanjutkan Penguatan

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendekati level 5.100 berkat aksi beli investor asing. Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor.  Indeks bergerak naik-turun sejak pembukaan perdagangan. Investor domestik kembali melepas saham, membuat indeks turun ke titik terendahnya di kisaran 5.069.


Menutup perdagangan Sesi I, Kamis (23/10), IHSG naik 12,927 poin (0,25%) ke level 5.087,250. Sementara Indeks unggulan LQ45 menguat 2,147 poin (0,25%) ke level 864,611.  Beberapa saham yang kemarin naik cukup tinggi sempat dilepas untuk ambil untung. Untungnya aksi beli kembali muncul dan mendorong indeks balik arah ke zona hijau.


Tercatat posisi tertinggi yang bisa dicapai Indeks hari ini di 5.093. Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor menunggu pengumuman jajaran kabinet Presiden RI Joko Widodo.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 99.028 kali dengan volume 2,314 miliar lembar saham senilai Rp 2,458 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 92 turun, dan 101 saham stagnan.


Sementara saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Adira Finance (ADMF) naik Rp 725 ke Rp 11.325, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 21.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.725, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 225 ke Rp 11.400.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.775, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 425 ke Rp 3.375, Matahari (LPPF) turun Rp 225 ke Rp 15.775, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 6.400.


Sementara sejumlah bursa regional siang hari ini balik arah ke zona merah padahal pagi tadi masih banyak yang menguat. Hanya bursa Singapura yang berhasil bertahan positif. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 13,67 poin (0,09%) ke level 15.182,10, Indeks Hang Seng berkurang 83,69 poin (0,36%) ke level 23.320,28, Indeks Komposit Shanghai melemah 20,93 poin (0,90%) ke level 2.305,63, dan  Indeks Straits Times naik 23,79 poin (0,74%) ke level 3.226,53. [geng]


 



Sesi Pertama: Investor Asing Masih Aktif, IHSG Lanjutkan Penguatan

Tuesday, October 14, 2014

Aksi Beli Muncul, IHSG Ditutup Menguat

Fiananceroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 9 poin di tengah perdagangan yang sepi. Aksi beli selektif terhadap saham-saham murah jadi pendorong naiknya IHSG.  Indeks sudah masuk area jenuh jual, tapi aksi lepas saham masih terus terjadi. Untungnya sudah mulai muncul aksi beli sehingga Indeks balik arah ke zona hijau.


Menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik 10,083 poin (0,21%) ke level 4.923,136 berkat aksi beli di saham-saham yang sudah murah. Posisi IHSG sudah jenuh jual alias oversold.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 4.941. Saham-saham yang sudah terkoreksi tajam alias murah langsung dibeli investor.


Pada penutupan  perdagangan, Selasa (14/10), IHSG naik tipis 9,529 poin (0,19%) ke level 4.922,582. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 3,041 poin (0,37%) ke level 831,344.  Aksi beli didominasi investor lokal. Pelaku pasar asing masih melepas saham, sore ini transaksinya tercatat (foreign net sell) senilai Rp 435,162 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.422 kali dengan volume 3,697 miliar lembar saham senilai Rp 4,078 triliun. Sebanyak 144 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak melemah. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya pasar modal yang menguat di Asia.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 30.400, Unilever (UNVR) naik Rp 425 ke Rp 30.925, Matahari (MPPA) naik Rp 275 ke Rp 3.000, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 56.800.


Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 1.000 ke Rp 327.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 22.300, Trikomsel (TRIO) turun Rp 330 ke Rp 1.270, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 305 ke Rp 1.525


Sementara  situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 terjun 364,04 poin (2,38%) ke level 14.936,51, Indeks Hang Seng melemah 95,41 poin (0,41%) ke level 23.047,97, Indeks Komposit Shanghai naik 6,53 poin (0,28%) ke level 2.359,47, dan  Indeks Straits Times menipis 1,65 poin (0,05%) ke level 3.200,50. [geng]



Aksi Beli Muncul, IHSG Ditutup Menguat

Thursday, October 9, 2014

Aksi Jual Berlangsung Masif, IHSG Tertahan di Jalur Merah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 37 poin akibat aksi jual yang terjadi sejak pagi tadi. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual.  Aksi jual saham langsung muncul sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh hingga ke titik terendah siang ini di level 4.933,38.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (10/10), IHSG terpangkas 37,625 poin (0,75%) ke level 4.954,254. Sementara Indeks unggulan LQ45 terkoreksi 7,190 poin (0,85%) ke level 837,206.  Ekonomi Jerman yang melambat ditambah rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga menjadi sentimen negatif di pasar.


Beberapa saham konsumer bisa bertahan positif berkat aksi beli selektif. Sayangnya sembilan sektor lainnya melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.874 kali dengan volume 1,918 miliar lembar saham senilai Rp 2,063 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 194 turun, dan 66 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 725 ke Rp 56.525, Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 161.000, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 375 ke Rp 8.300, dan Bali Towerindo (BALI) naik Rp 100 ke Rp 2.350.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 24.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 475 ke Rp 18.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 425 ke Rp 21.900, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 15.400.


Sejumlah bursa di Asia masih tak berdaya di teritori negatif. Sentimen melambatnya ekonomi dunia memicu aksi jual di pelaku pasar regional. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 209,22 poin (1,35%) ke level 15.269,71, Indeks Hang Seng jatuh 386,72 poin (1,64%) ke level 23.147,81, Indeks Komposit Shanghai turun 14,09 poin (0,59%) ke level 2.375,28, dan  Indeks Straits Times melemah 29,70 poin (0,91%) ke level 3.229,55. [geng]



Aksi Jual Berlangsung Masif, IHSG Tertahan di Jalur Merah