Showing posts with label Sugeng Riayadi. Show all posts
Showing posts with label Sugeng Riayadi. Show all posts

Sunday, December 21, 2014

Sesi Pertama: Minim Transaksi. IHSG Melemah Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis di tengah perdagangan yang kurang bergairah. Investor sudah giat berburu saham dalam dua perdagangan terakhir sehingga hari ini menarik nafas dulu.  Setelah naik ke titik tertingginya di 5.167, Indeks langsung kena aksi ambil untung. Aksi ini membuat Indeks akhirnya bergerak datar.


Menutup  perdagangan Sesi I, Senin (22/12), IHSG menipis 1,082 poin (0,02%) ke level 5.143,439. Sementara LQ45 berkurang 0,692 poin (0,08%) ke level 886,764.  Pagi tadi masih banyak indeks sektoral di lantai bursa yang menguat, kali ini seimbang antara yang hijau dan merah.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 116.053 kali dengan volume 5,5 miliar lembar saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 150 turun, dan 73 saham stagnan.  Bursa-bursa regional bergerak variatif cenderung menguat hingga siang hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang masih melemah.


Adapun saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.800, Blue Bird (BIRD) naik Rp 250 ke Rp 9.175, Wilar (CEKA) naik Rp 200 ke Rp 1.700, dan Metropolitan (KMPI) naik Rp 200 ke Rp 14.600.


Beberapa saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.100 ke Rp 4.500, Mayora (MYOR) turun Rp 675 ke Rp 20.775, Matahari (LPPF) turun Rp 325 ke Rp 14.325, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 13.500.


Sedangkan bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 31,86 poin (0,18%) ke level 17.589,54, Indeks Hang Seng menanjak 270,65 poin (1,17%) ke level 23.387,28, Indeks Komposit Shanghai naik 12,26 poin (0,39%) ke level 3.120,85, dan  Indeks Straits Times menguat 35,38 poin (1,08%) ke level 3.314,91. [geng]



Sesi Pertama: Minim Transaksi. IHSG Melemah Tipis

Wednesday, November 19, 2014

Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Financeroll - Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi melemah 12 poin menjadi Rp 12.154 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.142 per dolar AS.  Mata uang rupiah yang sempat menguat setelah pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, mulai bergerak melemah terpengaruh sentimen penguatan dolar AS di kawasan Asia.


Euforia BBM masih ada, rupiah terbawa arus global. Akan tetapi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS paling tipis di antara mata uang di kawasan Asia.  Membaiknya data konstruksi Amerika Serikat berhasil mendorong penguatan mata uang dolar AS di kawasan Asia. Selain itu, adanya ekspektasi positif terhadap angka PMI (Purchasing Managers Index) manufaktur AS yang diperkirakan naik menambah sentimen bagi dolar AS.


Selain itu,  ekspektasi kurang baiknya data manufaktur Tiongkok juga berpeluang mempertahankan sentimen pelemahan rupiah terhadap dolar AS.  Data-data ekonomi Amerika Serikat cenderung sesuai ekspektasi yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada 2015 mendatang.


Dalam beberapa bulan mendatang, pasar akan mencermati keputusan kapan The Fed mulai menaikkan suku bunga acuannya.   Beberapa kalangan analis memprediksi kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS akan mulai dilakukan secara bertahap pada pertengahan semester ke dua 2015. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Sunday, November 16, 2014

Aksi Jual Lebih Dominan, IHSG Tertekan di Jalur Merah

Financeroll – Pergerakn Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan negatif.  Aksi jual sudah muncul sejak awal perdagangan.  Membuka perdagangan preopening, IHSG melemah 12,188 poin (0,24%) ke level 5.037,300. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 berkurang 3,065 poin (0,35%) ke level 862,452.


Pada awal perdagangan awal pekan, Senin (17/11), IHSG dibuka menipis 3,712 poin (0,07%) ke level 5.045,776. Indeks LQ45 dibuka mundur 0,532 poin (0,06%) ke level 864,985.  Tak lama IHSG berhasil baik arah ke zona hijau meski dengan poin yang tipis. IHSG bisa positif berkat aksi beli investor domestik.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 6,383 poin (0,13%) ke level 5.055,871. Sementara Indeks LQ45 naik 1,386 poin (0,16%) ke level 866,912.  Akhir pekan lalu IHSG berakhir datar menutup perdagangan akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG ujung-ujungnya hanya naik tipis kurang dari satu poin.


Adapun situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 292,40 poin (1,67%) ke level 17.198,43, Indeks Hang Seng naik 204,36 poin (0,85%) ke level 24.291,74, Indeks Komposit Shanghai menguat 23,73 poin (0,96%) ke level 2.502,55, dan Indeks Straits Times menipis 3,28 poin (0,10%) ke level 3.312,39.


Sementara Wall Street menutup pekan keempatnya dengan positif. Tapi pada perdagangan Jumat berakhir stagnan akibat pergerakan saham yang fluktuatif.  Bursa-bursa regional bergerak mix pagi hari ini, beberapa yang masih bisa menguat adalah pasar saham Hong Kong dan Tiongkok. Stagnannya bursa global membuat bursa Asia mixed. [geng]



Aksi Jual Lebih Dominan, IHSG Tertekan di Jalur Merah

Friday, November 14, 2014

Jumat Sore, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp Rp 12.194 / USD

Financeroll – Bergerak  dalam  kisaran terbatas, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (14/11) sore, menguat tipis enam poin menjadi Rp 12.194 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.200 per dolar AS.  Laju mata uang rupiah mampu bergerak positif meski masih dalam kisaran yang terbatas, ekonomi Jerman dan Perancis yang tumbuh pada kuartal III 2014 menjadi salah satu sentimen positif.


Produk domestik bruto (PDB) Jerman naik sekitar 0,1% periode Juli-September dan Perancis 0,3% pada kuartal ketiga, setelah mengalami kontraksi 0,1% pada kuartal kedua. Meski  demikian,   data dari negara itu yang merupakan salah satu pusat perekonomian di Eropa masih memberikan sinyal pertumbuhan yang lambat sehingga ada kekhawatiran di sebagain kalangan pelaku pasar keuangan.  Kondisi itu membuat pergerakan mata uang rupiah cenderung mendatar.


Sentimen dari tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang dipertahankanm masih menjadi sentimen positif bagi rupiah.  Meski sifatnya spekulatif namun pelaku pasar perlu juga mengantisipasi potensi pembalikan arah setelah kenaikan ini.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia  (BI) tercatat mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.206 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.191 per dolar AS. [geng]



Jumat Sore, Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp Rp 12.194 / USD