Showing posts with label Kamis Siang. Show all posts
Showing posts with label Kamis Siang. Show all posts

Wednesday, December 3, 2014

Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.307 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (4/12) pagi hingga siang melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 12.307 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.294 per dolar AS.  Data mengenai AS yang diumumkan tadi malam tidak sepenuhnya baik tetapi dolar AS tetap bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.


Data ADP (automatic data processing) pekerja AS bulan November hasilnya sekitar 208.000, turun dari data pada bulan sebelumnya 230.000, sementara data ISM (Institute for Supply Management) non manufaktur AS mengalami kenaikan.  Di sisi lain, investor juga sedang menanti hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) nanti malam, investor mengharapkan adanya stimulus tambahan karena melihat data ekonomi di negara-negara kawasan Eropa yang masih buruk.


Meski demikian,  pelemahan mata uang rupiah masih tertahan seiring dengan langkah Bank Indonesia yang cukup aktif melakukan intervensi di pasar uang domestik.  Kurs Rupiah melemah bersama dengan beberapa mata uang lainnya di Asia. BI menyatakan telah melakukan intervensi untuk mengurangi tekanan pelemahan.


Kurs rupiah diperkirakan masih akan berada dalam area pelemahan walaupun ruang depresiasinya sudah semakin terbatas.  Meski dari dalam negeri terdapat sentiment positif terkait dengan membaiknya neraca perdagangan Indonesia, namun belum cukup kuat mengimbangi laju dolar AS.  Rilis kenaikan  chain store sales  (data yang mengukur volume penjualan bulanan di toko-toko jaringan ritel), dan belanja konstruksi memberikan sentimen positif pada dolar AS. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.307 / USD

Wednesday, November 19, 2014

Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Financeroll - Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi melemah 12 poin menjadi Rp 12.154 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.142 per dolar AS.  Mata uang rupiah yang sempat menguat setelah pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, mulai bergerak melemah terpengaruh sentimen penguatan dolar AS di kawasan Asia.


Euforia BBM masih ada, rupiah terbawa arus global. Akan tetapi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS paling tipis di antara mata uang di kawasan Asia.  Membaiknya data konstruksi Amerika Serikat berhasil mendorong penguatan mata uang dolar AS di kawasan Asia. Selain itu, adanya ekspektasi positif terhadap angka PMI (Purchasing Managers Index) manufaktur AS yang diperkirakan naik menambah sentimen bagi dolar AS.


Selain itu,  ekspektasi kurang baiknya data manufaktur Tiongkok juga berpeluang mempertahankan sentimen pelemahan rupiah terhadap dolar AS.  Data-data ekonomi Amerika Serikat cenderung sesuai ekspektasi yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada 2015 mendatang.


Dalam beberapa bulan mendatang, pasar akan mencermati keputusan kapan The Fed mulai menaikkan suku bunga acuannya.   Beberapa kalangan analis memprediksi kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS akan mulai dilakukan secara bertahap pada pertengahan semester ke dua 2015. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Wednesday, October 22, 2014

Kamis Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.018 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi hingga siang melemah lima poin menjadi Rp 12.018 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.013 per dolar AS.  Mata uang rupiah melemah tipis di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman kabinet RI periode 2014-2019 masih ditunggu pelaku pasar uang.


Sementara itu, Presiden dan Wakil Presiden RI menunda untuk mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya.  Tekanan nilai tukar rupiah juga seiring dengan pelemahan yang terjadi pada pasar surat utang negara (SUN) setelah beberapa hari terakhir ini mengalami penguatan cukup signifikan.


Hari ini pelemahan rupiah dapat berpeluang berlanjut, kondisi itu juga bisa didorong dari pelemahan mata uang lain terhadap dolar AS di pasar Asia.  Meski  demikian,   membaiknya data Tiongkok pada hari ini diharapkan dapat mencegah pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.


Data manufaktur Tiongkok diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran investor atas kondisi perekonomian terbesar ke dua dunia. Indeks manufaktur Tiongkok versi HSBC mencapai level 50.4 untuk bulan Oktober; lebih tinggi dari prediksi 50.3.  Dengan aktivitas manufaktur Tiongkok yang meningkat itu maka dapat memberikan harapan membaiknya kinerja ekonominya di kuartal keempat sehingga Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang Tiongkok mendapat sentimen positif yang akhirnya dapat menjaga rupiah bergerak stabil. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.018 / USD

Wednesday, October 8, 2014

Kamis Siang, Rupiah Mengaut ke Posisi Rp 12.200 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (9/10) pagi hingga siang bergerak menguat 35 poin menjadi Rp 12.200 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.235 per dolar AS.  Masih adanya kecemasan perlambatan ekonomi global membuat prospek perbaikan ekonomi AS juga akan terkendali sehingga apresiasi dolar AS cenderung tertahan.


Dolar AS berbalik melemah terhadap hampir semua mata uang utama dunia pascarilis hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan bahwa kebijakan Bank Sentral AS (the Fed) juga mencemaskan dampak perlambatan global terhadap prospek ekonomi AS.  Beberapa petinggi the Fed menilai pertumbuhan ekonomi global yang lebih lemah dari harapan bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS.


Di sisi lain,   AS juga khawatir terhadap perlambatan ekonomi dan inflasi di Eropa akan mendorong keberlanjutan apresiasi dolar AS, yang nantinya dapat mengekang ekspor dan kenaikan harga.  Saat ini cenderung konsolidasi. Namun secara keseluruhan, rally penguatan dolar AS masih akan berlanjut.


Meski laju dolar AS berbalik melemah seiring imbas penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap outlook pertumbuhan ekonomi global, namun potensi berbalik arah masih cukup kuat.  Di tengah kondisi ekonomi global yang melambat, mata uang ’safe haven’ seperti dolar AS akan tetap diminati. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Mengaut ke Posisi Rp 12.200 / USD