Showing posts with label Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12154 / USD. Show all posts
Showing posts with label Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12154 / USD. Show all posts

Wednesday, November 19, 2014

Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Financeroll - Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi melemah 12 poin menjadi Rp 12.154 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.142 per dolar AS.  Mata uang rupiah yang sempat menguat setelah pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, mulai bergerak melemah terpengaruh sentimen penguatan dolar AS di kawasan Asia.


Euforia BBM masih ada, rupiah terbawa arus global. Akan tetapi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS paling tipis di antara mata uang di kawasan Asia.  Membaiknya data konstruksi Amerika Serikat berhasil mendorong penguatan mata uang dolar AS di kawasan Asia. Selain itu, adanya ekspektasi positif terhadap angka PMI (Purchasing Managers Index) manufaktur AS yang diperkirakan naik menambah sentimen bagi dolar AS.


Selain itu,  ekspektasi kurang baiknya data manufaktur Tiongkok juga berpeluang mempertahankan sentimen pelemahan rupiah terhadap dolar AS.  Data-data ekonomi Amerika Serikat cenderung sesuai ekspektasi yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada 2015 mendatang.


Dalam beberapa bulan mendatang, pasar akan mencermati keputusan kapan The Fed mulai menaikkan suku bunga acuannya.   Beberapa kalangan analis memprediksi kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS akan mulai dilakukan secara bertahap pada pertengahan semester ke dua 2015. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Thursday, November 6, 2014

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Financeroll - Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (7/11)  pagi hingga siang bergerak melemah tipis sebesar enam poin menjadi Rp 12.154 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.148 per dolar AS.  Dolar AS bertahan di area positif terhadap dolar AS pada perdangan akhir pekan sesi pagi ini menyusul data klaim penganguran AS lebih baik dari perkiraan.


Jumlah masyarakat di AS yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan penganguran dilaporkan turun sekitar 10.000 menjadi 278.000 pada pekan lalu, atau lebih baik dari perkiraan 285.000.


Di sisi lain,  penambahan stimulus dari bank sentral Jepang membuat perbedaan kebijakan dengan bank sentral AS (Federal Reserve) sehingga membuat nilai tukar yen Jepang merosot dan berdampak pada mata uang Asia lainnya termasuk rupiah.  Sementara The Fed sesuai perkiraan mengakhiri program pembelian obligasi dan semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga. Dolar AS berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini.


Pemerintah yang kembali memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 5,2 persen secara tahunan, semakin jauh dari target APBN Perubahan 2014 sebesar 5,5 persen dapat menjadi salah satu sentimen negatif rupiah.  Meski demikian,  masih adanya sentimen positif yang berasal dari bank sentral Euro (ECB) yang pro stimulus masih dapat memberikan peluang bagi penguatan harga aset rupiah hari ini. [geng]


 



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD