Showing posts with label Jumat Siang. Show all posts
Showing posts with label Jumat Siang. Show all posts

Thursday, January 15, 2015

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.564 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi hingga siang  melemah sebesar 16 poin menjadi Rp 12.564 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.548 per dolar AS.  Bank sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) memangkas suku bunganya pada Kamis (15/1), membuat aset “safe haven” seperti dolar AS terpantau menguat setelah sebelumnya cenderung defensif.


Investor melihat langkah SNB itu sebagai sinyal bahwa Swiss cemas dengan perekonomiannya dan Eropa.  Di sisi lain, lanjut dia, merebaknya kecemasan atas perekonomian dunia juga cukup membebani kinerja rupiah di awal sesi Asia. Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan aktivitas investasi dan konsumsi di banyak perekonomian cukup lemah, termasuk di Tiongkok.



Meski demikian,   sikap Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan level suku bunga acuan (BI rate) mungkin dapat meredam potensi pelemahan rupiah yang berlebih. Bank Indonesia, kemarin (Kamis, 15/1) tetap mempertahankan suku bunga di level 7,75 persen. Kebijakan suku bunga yang tinggi tersebut masih dibutuhkan untuk meredam inflasi dan membantu perbaikan defisit neraca transaksi berjalan.


Secara teknikal,  mata uang rupiah masih berada dalam sentimen pelemahan, diperkirakan pergerakan rupiah di kisaran Rp12.520-Rp12.615 per dolar AS pada akhir pekan ini (Jumat, 16/1) ini.  Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa level BI rate itu menandakan tingkat inflasi masih sesuai dengan ekspektasi dan masih sesuai dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia di tengah melambatnya perekonomian global.  Masih adanya ekspektasi positif akan menopang rupiah tidak tertekan terlalu dalam. [geng]



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.564 / USD

Thursday, January 1, 2015

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp  12.430 / USD

Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah Jumat pagi bergerak melemah sebesar 43 poin menjadi Rp 12.430 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.387 per dolar AS, menyusul data inflasi dan neraca perdagangan yang dirilis BPS.   Dari sisi fundamental, data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pagi ini cukup membebani kinerja rupiah.


Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi Desember 2014 mencapai 2,46% sehingga laju inflasi tahun kalender 2014 maupun secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 8,36%.  Inflasi lebih tinggi dari prediksi kalangan analis sebesar 7,92%. Meningkatnya inflasi dapat menggerogoti daya beli konsumen sehingga dapat membuat ancaman berlanjutnya perlambatan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2014.


Di sisi lain,  neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 20 juta pada November 2014, juga masih lebih rendah dari ekspektasi kalangan pasar.  Performa ekspor masih rendah sehingga surplus di bawah ekspektasi, mengisyaratkan Indonesia masih akan alami defisit neraca transaksi berjalan yang dapat memberi sentimen negatif terhadap Rupiah. [geng]



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp  12.430 / USD

Thursday, December 18, 2014

Jumat Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.468 / USD

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (19/12) pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 94 poin menjadi Rp 12.468 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.562 per dolar AS.  Kurs  nilai tukar rupiah kembali mengalami apresiasi dimana masih adanya intervensi dari Bank Indonesia (BI) sehingga ruang penguatan masih cukup terbuka bagi mata uang domestik.


Pernyataan BI yang dinilai cukup positif dimana memberikan sinyal kepastian level yang akan dijaga, yaitu di level Rp 11.900 – Rp 12.300 per dolar AS.  Di sisi lain, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan sinyal belum akan menaikan suku bunga AS (Fed rate) memberikan angin segar bagi mata uang rupiah untuk dapat bertahan di area positif.


Sentimen mata uang ’emerging market’, termasuk rupiah kembali berbalik positif, salah satu faktor utama dari penguatan kurs “emerging market” itu yakni aksi sebagian investor yang mulai mengabaikan sentimen Fed rate.  Situasi itu, membuka potensi bagi investor untuk kembali masuk ke dalam negeri setelah sempat melepas portofolionya di ’emerging market’ akibat cukup kuatnya ekspektasi the Fed akan menaikan suku bunganya.  Selain itu,   sentimen dari dalam negeri juga cukup positif seiring dengan munculnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur.  [geng]



Jumat Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.468 / USD

Thursday, November 6, 2014

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Financeroll - Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (7/11)  pagi hingga siang bergerak melemah tipis sebesar enam poin menjadi Rp 12.154 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.148 per dolar AS.  Dolar AS bertahan di area positif terhadap dolar AS pada perdangan akhir pekan sesi pagi ini menyusul data klaim penganguran AS lebih baik dari perkiraan.


Jumlah masyarakat di AS yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan penganguran dilaporkan turun sekitar 10.000 menjadi 278.000 pada pekan lalu, atau lebih baik dari perkiraan 285.000.


Di sisi lain,  penambahan stimulus dari bank sentral Jepang membuat perbedaan kebijakan dengan bank sentral AS (Federal Reserve) sehingga membuat nilai tukar yen Jepang merosot dan berdampak pada mata uang Asia lainnya termasuk rupiah.  Sementara The Fed sesuai perkiraan mengakhiri program pembelian obligasi dan semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga. Dolar AS berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini.


Pemerintah yang kembali memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 5,2 persen secara tahunan, semakin jauh dari target APBN Perubahan 2014 sebesar 5,5 persen dapat menjadi salah satu sentimen negatif rupiah.  Meski demikian,  masih adanya sentimen positif yang berasal dari bank sentral Euro (ECB) yang pro stimulus masih dapat memberikan peluang bagi penguatan harga aset rupiah hari ini. [geng]


 



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.154 / USD

Thursday, October 9, 2014

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.192 / USD

Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, melemah 26 poin menjadi Rp 12.192 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.166 per dolar AS.  Masih adanya faktor negatif dari sisi fundamental ekonomi global dan politik di dalam negeri membuat laju mata uang rupiah tertahan sehingga kembali berada dalam area negatif.


Dari eksternal,  bank sentral Eropa (ECB) yang cenderung mendukung kebijakan moneter secara agresif mengembalikan tren penguatan dolar AS yang beberapa hari terakhir ini sempat mengalami koreksi.  ECB bersiap untuk mengambil stimulus moneter tambahan untuk menahan ancaman deflasi di kawasan Eropa.  Dari dalam negeri, pelaku pasar saham asing yang cenderung kembali melakukan aksi lepas mendorong permintaan dolar AS meningkat di dalam negeri sehingga menekan mata uang domestik.


Masih adanya faktor negatif dari sisi fundamental dan politik dapat meredakan sentimen penguatan rupiah pada hari ini.   Sementara itu, pelemahan rupiah masih cenderung terbatas menyusul belum adanya kepastian waktu bank sentral AS (the Fed) untuk menaikkan suku bunganya.  Kurs Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan, dan diharapkan juga Bank Indonesia (BI)  dapat menjaga fluktuasi mata uang domestik tidak terlalu lebar. [geng]



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.192 / USD