Showing posts with label mata uang domestik. Show all posts
Showing posts with label mata uang domestik. Show all posts

Sunday, November 16, 2014

Senin Siang, Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp  12.174 / USD

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp 12.174 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.200 per dolar AS.


Mata uang rupiah bergerak menguat di tengah antisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memberikan kesempatan bagi mata uang domestik untuk berada di area positif.


Sentimen dari tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang dipertahankan juga masih menjadi sentimen positif bagi rupiah.  Meski sifatnya spekulatif, pelaku pasar perlu juga perlu mengantisipasi potensi pembalikan arah.  Meski demikian,   penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS masih dalam kisaran terbatas dibayangi polemik di parlemen terkait dengan rencana Pemerintah untuk mengambil kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi itu.


Selain itu,  penilaian fundamental Indonesia yang masih lemah juga dapat menjadi salah satu sentimen negatif bagi laju rupiah.  Di sisi lain, belum jelasnya langkah pemerintah Jepang untuk menunda kenaikan pajak penjualan membuat mata uang yen Jepang cenderung melemah, kondisi itu dapat memberi sentimen negatif bagi nilai tukar di kawasan Asia, termasuk rupiah. [geng]



Senin Siang, Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp  12.174 / USD

Thursday, October 9, 2014

Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.192 / USD

Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, melemah 26 poin menjadi Rp 12.192 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.166 per dolar AS.  Masih adanya faktor negatif dari sisi fundamental ekonomi global dan politik di dalam negeri membuat laju mata uang rupiah tertahan sehingga kembali berada dalam area negatif.


Dari eksternal,  bank sentral Eropa (ECB) yang cenderung mendukung kebijakan moneter secara agresif mengembalikan tren penguatan dolar AS yang beberapa hari terakhir ini sempat mengalami koreksi.  ECB bersiap untuk mengambil stimulus moneter tambahan untuk menahan ancaman deflasi di kawasan Eropa.  Dari dalam negeri, pelaku pasar saham asing yang cenderung kembali melakukan aksi lepas mendorong permintaan dolar AS meningkat di dalam negeri sehingga menekan mata uang domestik.


Masih adanya faktor negatif dari sisi fundamental dan politik dapat meredakan sentimen penguatan rupiah pada hari ini.   Sementara itu, pelemahan rupiah masih cenderung terbatas menyusul belum adanya kepastian waktu bank sentral AS (the Fed) untuk menaikkan suku bunganya.  Kurs Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan, dan diharapkan juga Bank Indonesia (BI)  dapat menjaga fluktuasi mata uang domestik tidak terlalu lebar. [geng]



Jumat Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.192 / USD