Showing posts with label harga BBM bersubsidi. Show all posts
Showing posts with label harga BBM bersubsidi. Show all posts

Sunday, November 23, 2014

Kenaikan Harga BBM Berkontribusi 2,55% Inflasi

Financeroll – Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi diperkirakan ikut berkontribusi sebesar 2,55% terhadap inflasi Sumatra Barat dalam tiga bulan mendatang.


Kepala Divisi Ekonomi dan Moneter Kanwil Bank Indonesia Wilayah VIII Padang Erwin Syafii menyebutkan dampak inflasi terbesar akibat kenaikan BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 itu dirasakan pada November tahun ini.


Kontribusinya terhadap inflasi Sumbar diperkirakan sekitar 2,55%, cukup tinggi. Semua pihak harus terlibat mengantrol laju inflasi.


Dampak yang paling besar dirasakan pada bulan November karena harga-harga kebutuhan pokok dan ongkos transportasi ikut melonjak akibak kenaikan harga BBM itu. Bulan berikutnya hanya lah dampak turunan yang diperkirakan tidak sebesar bulan ini.


Proyeksi inflasi tahunan akan menjadi 8,7%-9,1% (yoy) akibat kenaikan tersebut. Optimistis meski sejumlah komoditas pokok mengalami kenaikan harga, inflasi Sumbar diyakini tetap di bawah dua digit.


Kuncinya pemerintah daerah bisa menjamin mobilitas barang terkendali dan ketersediaan barang di pasaran juga terjaga.


Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah mengeluarkan lima kebijakan sebagai langkah antisipasi agar inflasi tetap terjaga.


Lima langkah tersebut adalah pertama, menghimbau kepada masyarakat agar kenaikan harga BBm tersebut tidak diikuti dengan kenaikan harga barang-barang lain secara berlebihan seperti tarif angkutan umum dan harga barang lainnya.


Kedua, bekerjasama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar khusus untuk komoditas beras di sejumlah pasar strategis, ketiga, melakukan koordinasi dengan distributor bahan kebutuhan pokok agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.


Selanjutnya, melakukan monitoring pergerakan harga secara ketat untuk mengidentifikasi apabila terjadi kenaikan harga di luar kewajaran, dan kelima, memperkuat koordinasi dan kerjasama antar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten dan kota dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan pangan di setiap daerah.


Kebijakan ini harus sama-sama dijalankan dan diawasi, sehingga dampak dari kenaikan BBM bisa diminimalisir.



Kenaikan Harga BBM Berkontribusi 2,55% Inflasi

Tuesday, November 18, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollPergerakan IHSG pada Rabu (19/11) diprediksi berada pada rentang support 5.060-5.085 dan resisten 5.110-5.115.  Indeks berpeluang membentuk pola hanging man di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat.  RSI, Stochastic, dan William’s %R bergerak naik. Laju IHSG mampu melampaui target resisten (5062-5075) dan mampu bertahan di atas kisaran target support (5035-5042).   Laju IHSG yang diperkirakan akan melemah tertopang  rebound dengan adanya sentimen dari kenaikan harga BBM bersubsidi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.000-11.275. Long legged doji di bawah UBB. Stochastic bergerak naik namun, target resisten Rp 11.200 gagal tercapai. Trading sell jika Rp11.100 gagal bertahan. Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp 2.970-3.125. Shooting star sentuh UBB. New break high namun, terdapat utang gap Rp 2.965-2.975. Target resisten Rp 3.000 tercapai dengan dukungan kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 3.050 gagal bertahan.


Kemudian saham PT PP London Sumatera Indonesia (LSIP) dalam kisaran Rp 1.895-1.965. Morning doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.905.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.180-3.315. Three inside up di area Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 3.250 terlewati. RoC & RMI bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 3.270.


Pada perdagangan Selasa (18/11)  IHSG  ditutup menguat 48,526 poin (0,96%) ke posisi 5.102,469. Intraday tertinggi 5.102,469 dan terendah 5.068,281.  Meski laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung melemah, IHSG mampu bergerak positif seiring maraknya aksi beli. Para pelaku pasar, terutama investor asing, tampaknya merespons positif diumumkannya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 meskipun mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 16, 2014

Senin Siang, Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp  12.174 / USD

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp 12.174 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.200 per dolar AS.


Mata uang rupiah bergerak menguat di tengah antisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memberikan kesempatan bagi mata uang domestik untuk berada di area positif.


Sentimen dari tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang dipertahankan juga masih menjadi sentimen positif bagi rupiah.  Meski sifatnya spekulatif, pelaku pasar perlu juga perlu mengantisipasi potensi pembalikan arah.  Meski demikian,   penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS masih dalam kisaran terbatas dibayangi polemik di parlemen terkait dengan rencana Pemerintah untuk mengambil kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi itu.


Selain itu,  penilaian fundamental Indonesia yang masih lemah juga dapat menjadi salah satu sentimen negatif bagi laju rupiah.  Di sisi lain, belum jelasnya langkah pemerintah Jepang untuk menunda kenaikan pajak penjualan membuat mata uang yen Jepang cenderung melemah, kondisi itu dapat memberi sentimen negatif bagi nilai tukar di kawasan Asia, termasuk rupiah. [geng]



Senin Siang, Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp  12.174 / USD