Showing posts with label IHSG Diperkirakan Melemah. Show all posts
Showing posts with label IHSG Diperkirakan Melemah. Show all posts

Tuesday, December 16, 2014

Pre Opening: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Diperkirakan Melemah

Financeroll – Hari ini, Rabu (17/12) IHSG diperkirakan akan bergerak melemah di kisaran 5.000-5.070 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  ADRO, BJTM, ANTM, JPRS, dan DSFI.  Pada perdagangan Selasa (16/12) IHSG turun 82 poin (-1,61%) ke level 5.026,03 mengikuti pelemahan rupiah setelah asing keluar dari Indonesia melalui penjualan SUN dan pasar modal.  Secara teknikal, indeks turun disertai volume dan kembali membuat gap di 5.069-5.126 dan tutup dibawah MA50. Stochastic, RSI, dan MACD masih negatif.


Keluarnya dana asing dari pasar saham terus berlanjut pada perdagangan kemarin hingga mencapai Rp 1,24 triliun, membuat IHSG kembali anjlok 1,6% di 5.026,028.  Selain kemerosotan harga minyak mentah, data permulaan aktivitas manufaktur China yang keluar kemarin turut memperburuk situasi pasar karena mengindikasikan terjadinya kontraksi untuk pertama kali dalam tujuh bulan terakhir. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4965 dan resisten di 5050.


Indeks China HSBC Flash Manufacturing PMI Desember turun ke 49,5 di bawah estimasi 49,8 dan angka bulan sebelumnya 50,0. Sementara bursa global bergerak bervariasi tadi malam. Setelah kekacauan di pasar saham dan uang akibat kejatuhan harga minyak dan mata uang ruble Rusia, pasar saham Eropa tadi malam menguat dipicu data aktivitas manufaktur dan jasa yang menunjukkan peningkatan.


Sementara Wall Street ditutup di teritori negatif. Indeks Eurostoxx naik 2,25%. Indeks Flash Manufacturing PMI Zona Euro naik ke 50,8 di atas estimasi 50,5 dan angka bulan lalu 50,1. Perekonomian Jerman, menjadi motor ekonomi kawasan tersebut, menunjukkan peningkatan aktivitas tercermin dari indeks Flash Manufacturing Jerman naik ke 51,2 dari bulan sebelumnya 49,5.


Sebaliknya data Flash Manufacturing di AS tadi malam menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Indeks Flash Manufacturing AS Desember turun ke 53,7 dari bulan lalu 54,8 dan di bawah perkiraan 56,1. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam masing-masing terkoreksi 0,65% dan 0,85%. Sedangkan harga minyak di AS rebound tipis di USD 56,01/barrel.


Pasar saham tengah menunggu hasil FOMC Meeting yang akan berakhir Rabu (17/12) ini yang diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan kebijakan tingkat bunga mendekati nol hingga pertengahan tahun depan. Pada perdagangan hari ini setelah mengalami koreksi 2,6% dalam dua sesi perdagangan terakhir, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi, berpeluang rebound terbatas terutama ditopang peluang penguatan rupiah atas Dolar AS yang telah terkoreksi tajam dan reboundnya harga minyak meredahkan tekanan jual di saham berbasiskan komoditas. [geng]



Pre Opening: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Diperkirakan Melemah

Monday, December 15, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Selasa (16/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130.   Pola hammer berada di area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.172-5.183) dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah di mana target support (5.138-5.152) telah terlewati.  Pergerakan IHSG kembali meninggalkan utang gap di 5.126-5.150. Meski menawarkan peluang investasi menarik, terutama dari posisi nya yang berada di level yang cukup rendah namun, belum didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking.


Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.340-3.425. Doji star dekati upper bollinger band (UBB). Willam’s %R bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 3.370.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.175-1.345. Three white soldier di area UBB. MFI bergerak naik. Target resisten Rp 1.245 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.270.


Kemudian saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 16.750-17.150. Black marubozu menuju lower bollinger band (LBB). Tren turun masih terjadi didukung MFI dan volatility. Trading sell jika Rp 16.850 gagal bertahan.  Saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.740-1.895. Long legged doji di atas LBB. RoC bergerak naik diikuti stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.820.  Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 3.890-4.000. Morning star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volume jual kian berkurang diidukung peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 3.930.  Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran Rp 1.425-1.555. Ladder bottom dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volatility meningkat didukung parabollic SAR yang mencoba balik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 1.480.


Pada perdagangan Senin (15/12), IHSG  ditutup melemah 52,001 poin (1,01%) ke posisi 5.108,432. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.126,071 dan terendah 5.094,262. Laju IHSG bergerak sejalan dengan ulasan kami sebelumnya. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 18, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollPergerakan IHSG pada Rabu (19/11) diprediksi berada pada rentang support 5.060-5.085 dan resisten 5.110-5.115.  Indeks berpeluang membentuk pola hanging man di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat.  RSI, Stochastic, dan William’s %R bergerak naik. Laju IHSG mampu melampaui target resisten (5062-5075) dan mampu bertahan di atas kisaran target support (5035-5042).   Laju IHSG yang diperkirakan akan melemah tertopang  rebound dengan adanya sentimen dari kenaikan harga BBM bersubsidi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.000-11.275. Long legged doji di bawah UBB. Stochastic bergerak naik namun, target resisten Rp 11.200 gagal tercapai. Trading sell jika Rp11.100 gagal bertahan. Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp 2.970-3.125. Shooting star sentuh UBB. New break high namun, terdapat utang gap Rp 2.965-2.975. Target resisten Rp 3.000 tercapai dengan dukungan kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 3.050 gagal bertahan.


Kemudian saham PT PP London Sumatera Indonesia (LSIP) dalam kisaran Rp 1.895-1.965. Morning doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.905.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.180-3.315. Three inside up di area Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 3.250 terlewati. RoC & RMI bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 3.270.


Pada perdagangan Selasa (18/11)  IHSG  ditutup menguat 48,526 poin (0,96%) ke posisi 5.102,469. Intraday tertinggi 5.102,469 dan terendah 5.068,281.  Meski laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung melemah, IHSG mampu bergerak positif seiring maraknya aksi beli. Para pelaku pasar, terutama investor asing, tampaknya merespons positif diumumkannya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 meskipun mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 4, 2014

Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Financeroll – Hari ini, Rabu  (5/11), IHSG diperkirakan masih akan melemah di kisaran 5.050-5.125 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  GGRM, LPPF, ERAA, PWON, dan SILO.  Secara teknikal, indeks diperkirakan turun disertai volume namun masih di atas MA5-nya. Stochastic dan RSI berpeluang death cross sementara MACD positif divergence.


Pada perdagangan Selasa (4/11) IHSG naik turun 15 poin (-0,3%) ke level 5.070,94 di tengah sikap pasar yang wait & see menunggu kejelasan tentang kenaikan harga BBM.  Saham-saham yang menjadi pemberat bursa kemarin diantaranya:  BBCA, TLKM, ASII, BBRI, dan UNVR. Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 600 juta dengan saham-saham yang banyak dibeli asing  antara lain:  BMRI, ASII, GGRM, LPPF, dan KLBF.


Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup mix. Melemahnya indeks S&P500 dipicu oleh turunnya harga saham energi setelah harga minyak mentah berlanjut melemah pada level terendah selama tiga tahun terakhir hingga sempat pada level USD  75,84 per barel.  Turunnya harga minyak ini karena pemangkasan ongkos kirim dari Arab Saudi dan spekulasi akan meningkatnya suplay. Data factory orders turun 0,6%, sesuai dengan estimasi. Data neraca perdagangan AS bulan September menunjukkan defisit yang melebar 7,6% menjadi USD  43 miliar, yang terbesar sejak bulan Mei.


Selain itu, melebarnya defisit tersebut akibat turunnya ekspor, yang mengindikasikan ekonomi AS mulai terpengaruh oleh melambatnya ekonomi global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia semakin intens setelah Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi area euro dan menyatakan kemungkinan inflasi akan lebih rendah dari prediksi ECB.  Pada pertemuan ECB 6 November nanti akan semakin kuat tekanan kepada ECB untuk mempertimbangkan stimulus tambahan. [geng]



Pre Opening: Nantikan Sentimen Penggerak, IHSG Diperkirakan Melemah

Thursday, October 16, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Jumat (17/10) diprediksi berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981.  Secara teknis, indeks membentuk pola inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R sedikit mengalami penurunan.


Pergerakan IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4.933-4.950) dan sempat melewati target resisten (4.967-4.975) meskipun gagal bertahan dan kembali berada di bawah target resisten tersebut.  Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau. Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa saham global tak kunjung membaik.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.425-5.700. Hanging man lewati area Middle Bollinger band (MBB). Target resisten 5.600 mampu berhasil bertahan yang didukung kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp 5.550.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.170-1.245. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB) melanjutkan penguatan sebelumnya yang diiringi kenaikan parabolic SAR. Resisten Rp 1.195 sempat terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 510-575. Belt hold di atas lower Bollinger band (LBB). Volume beli mulai meningkat diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 540.  Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.085-1.200. Target support Rp 1.185 mampu ditahan diikuti masih berlanjutnya kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp 1.140.  Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 3.795-4.100. Three white soldier di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan volume beli. Maintained buy selama berada di atas Rp 3.955.


Pada perdagangan Kamis (16/10) IHSG  ditutup melemah 11,326 poin (0,228%) ke posisi 4.951,614. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 4.976,397 dan terendah 4.925,031.  Laju IHSG yang di awal sesi masih bergerak di zona merah seiring dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan.


Meski demikian  di sesi kedua, laju IHSG mampu berbalik menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah.  Posisi asing masih tetap jualan yang mencapai nett sell Rp 327,04 miliar lebih tinggi dari sehari sebelumnya Rp 183 miliar.  Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau. Rupiah yang sempat kembali terapresiasi juga tidak cukup kuat mengimbangi laju IHSG.  Hijaunya mayoritas sektor saham juga sempat membawa IHSG ke zona hijau namun, dengan kembalinya aksi jual pelaku pasar membuat hanya sektor industri dasar, properti, dan pertambangan yang menghijau. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, October 13, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Selasa (14/10) diprediksi berada pada rentang support 4.880-4.895 dan resisten 4.927-4.965.  Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola inverted hammer mendekati lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan pelemahannya.


Laju IHSG mampu bertahan di kisaran target support (4.900-4.945) dan sempat menyentuh target resisten (4.974-4.989) meski akhirnya kembali ke kisaran target support.   Laju IHSG masih dalam fase penurunan hingga kembali ke fase Juli 2014.  Akan tetapi, diharapkan dapat lebih terbatas agar tidak melemah lebih dalam.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.650-2.795. Bullish harami di atas LBB. Level 2.650 mampu bertahan dan mencoba berbalik naik didukung peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 2.655.  Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp 2.530-2.615. Separating lines dekati middle Bollinger band (MBB). Setelah level 2.500 mampu bertahan, WIKA kembali mencoba bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp 2.580.


Kemudian saham PT Multistrada Arah Sarana (MASA) dalam kisaran Rp 405-455. Meeting lines di atas upper Bollinger band (UBB). Setelah penguatan signifikan dan tidak mampu bertahan di atas Rp 420, MASA terkonsolidsasi, Relative Strength Index (RSI) bergerak turun. Trading sell jika Rp 415 gagal bertahan.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 14.625-15.375. Hanging man dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Maintained buy selama berada di atas Rp 15.075.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.150-1.245. Three inside up di atas LBB. Level Rp 1.150 mampu ditahan diikuti kenaikan RoC dan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 1.190.


Pada perdagangan Senin (13/10) IHSG  ditutup melemah 49,907 poin (1,006%) ke posisi 4.913,053. Tampaknya laju IHSG yang sebelumnya kami harapkan bahwa di akhir pekan ada sentimen positif yang membuat IHSG berpeluang membentuk tren kenaikan jangka pendek dan melanjutkan kenaikannya meski terbatas, tidak terjadi. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, October 8, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG Kamis (9/10) diprediksi berada pada rentang support 4.925-4.936 dan resisten 4.978-5.010.  Indeks berpeluang membentuk pola separating lines kembali mendekati lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali melanjutkan pelemahannya dengan histogram negatif yang memanjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik melemah.  Laju IHSG berada di bawah kisaran target support (4.985-5.020).


Setelah target support kembali ditabrak, laju IHSG berpeluang kembali bergerak turun.  Apalagi dengan masih belum adanya sentimen positif yang mampu membalikkan pasar. Dorongan  IHSG pun untuk bergerak naik menjadi berkurang.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.400-31.000. Inverted hammer di atas LBB. Volume jual lebih rendah dari sebelumnya yang didukung rendahnya Relative Strength Index (RSI). Buy on weakness jika berada di bawah Rp 3.0475. Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.100-1.190. Piercing line mencoba dekati middle Bollinger band (MBB). Stochastic mulai berbalik naik diikuti peningkatan Moving Average Convergence-Divergence (MACD).


Berikutnya saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.225-1.390. Three white soldier dekati upper Bollinger band (UBB). Relative Strength Index (RSI) masih bergerak naik namun, william’s %R mulai turun. Trading sell jika Rp 1.300 gagal bertahan.  Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 12.200-12.750. Spinning mendekati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic berbalik arah dari area oversold diiringi peningkatan mass index. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.450.  Saham PT Modern Internasional (MDRN) dalam kisaran Rp 660-685. White marubozu di atas LBB. RoC berbalik naik diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 670.


Pada perdagangan Rabu (8/10) IHSG  ditutup melemah 74,322 poin (1,477%) ke posisi 4.958,519. Intraday terlemah 4.958,519 dan tertinggi 5.032,841.  Sekali lagi IHSG kembali mengalami pelemahan. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin itu sekiranya yang dapat kami gambarkan pada IHSG yang kembali merah. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan