Showing posts with label Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan. Show all posts
Showing posts with label Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

IHSG Diperkirakan Melemah Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG pada Rabu (21/1) diprediksi berada pada rentang support 5.118-5.145 dan resisten 5.172-5.186. Pola  Hammer bertahan di atas area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan penurunan namun, dengan histogram negatif yang mendatar.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan. Laju IHSG hampir mendekati area target resisten (5.168-5.186) dan juga sempat berada di bawah area target support (5.128-5.147).


Laju penguatan IHSG yang terlihat masih galau untuk bergerak naik memberikan posisi yang cukup rentan jika terjadi pembalikan arah turun. Akan tetapi, kami berharap masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dengan asumsi didukung oleh laju bursa saham global yang dapat bergerak di zona hijau.


Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 21.750-22.525. Hammer di area LBB. Volume beli mencoba meningkat. William’s %R bergerak naik. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 22.300.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran support-resisten Rp 10.075-11.000. Hammer di area LBB. Parabollic SAR mulai tertahan penurunannya diiringi peningkatan stochastic. Bottom fishing, akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 10.700.   Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.395-3.625. White marubozu dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli masih meningkat. Target resisten Rp 3.420 terlampaui diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli selama bertahan di atas Rp 3.480 per saham.


Berikutnya saham PT Bank Pembangunan Jawa Timur (BJTM) dalam kisaran support-resisten Rp 495-530. Spinning di bawah upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Trading buy selama berada di atas Rp 505.   Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.860-1.985. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 1.900 terlampaui diikuti kenaikan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.890.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.295-3.500. White marubozu lewati middle Bollinger band (MBB ). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.425.


Pada perdagangan Selasa (20/1), IHSG  ditutup menguat 13,997 poin (0,27%) ke posisi 5.166,090.  Sepanjang perdagangan, indeks melaju variatif dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Indeks mencapai level tertingginya di posisi penutupan 5.166,090 atau menguat 13,997 poin dan mencapai level terlemahnya 5.121,815 atau sempat turun 30,278 poin.


Masih maraknya aksi jual membuat laju IHSG terlihat tertahan meskipun dapat bertahan positif. Penguatan yang terjadi belum terlihat terlalu signifikan seiring masih minimnya sentimen. Belum lagi laju rupiah yang masih betah di zona merah dan asing yang juga masih belum beranjak dari aksi jualnya turut menahan penguatan IHSG.


Hingga penutupan kemarin (Selasa (20/1) asing secara total year to date, telah jualan sebanyak Rp 1,84 triliun. Laju IHSG pun, dapat bergerak sesuai skenario kami di mana, melihat dari pembentukan pola seharusnya mengindikasikan adanya potensi kenaikan kembali namun, belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali.


Diharapkan kondisi global tidak terlalu negatif sehingga dapat memberikan sentimen penguatan pada IHSG. Good news-nya, masih adanya perlawanan beli terhadap beberapa saham-saham pertambangan yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar dan masuk dalam top gainer yang juga disertai dengan penguatan saham-saham perdagangan mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya.


Begitupun dengan positifnya laju bursa saham Asia turut mendukung penguatan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp705,79 miliar menjadi net sell Rp337,63 miliar).   Meski nilai tukar yuan menguat pasca merespons kenaikan data Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan  China namun, tidak diikuti oleh rupiah yang masih betah di zona merah. Tampaknya rilis GDP tersebut secara tidak langsung membuat laju Yen mengalami pelemahan terhadap dolar AS. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 28, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (29/12) diprediksi berada pada rentang support 5.135-5.155 dan resisten 5.172-5.188.  Indeks membentuk pola Shooting star di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba melanjutkan kenaikan. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.155-5.164) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.120-5.129).  Jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun.


Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, di antaranya: Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 5.875-6.150. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 5.950.   Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.300-3.545. Hanging man di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.495 terlampaui diikuti peningkatan mass index & Relative Strength Index (RSI). Accumulated buy selama berada di atas Rp 3.490.  Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran Rp 435-464. Separating lines dekati UBB. Parabollic SAR bertahan naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 445 per saham.


Berikutnya saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 102-113. Doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI mulai berbalik naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 103.   Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 3.110-3.270. White marubozu di area upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.175 terlampaui diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.235.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.055-2.210. Seprating lines dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI berbalik naik diiringi peningkatan RoC. Accumulated buy selama berada di atas Rp 2.165.


Pada perdagangan Rabu (24/10), sehari sebelum Natal,  IHSG  ditutup menguat 27,915 poin (0,54%) ke angka 5.166,983.  Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.175,383 atau menguat 36,315 poin dengan level terlemah 5.140,968. Laju IHSG jelang libur Natal mampu bertahan di zona positif seperti yang kami harapkan sebelumnya. Dalam ulasan sebelumnya, kami katakana, tampaknya jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.  Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun. Masih positifnya laju bursa saham AS dan Eropa yang dibarengi dengan penguatan bursa saham Asia memberikan aura positif.


Menguatnya  laju saham-saham perdagangan, perkebunan, dan masih positifnya dukungan beberapa saham 2nd liner turut membantu hijaunya IHSG. Meskipun laju rupiah masih melanjutkan pelemahannya dan masih berlanjutnya aksi jual asing juga tidak menghalangi hijaunya laju IHSG. [geng].



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 21, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG pada perdagangan Senin (22/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.118-5.138 dan resisten 5.153-5.171.   Pola  long legged doji lewati area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih melanjutkan penguatan setelah berbalik naik. Laju IHSG dapat melampaui area target resisten (5.120-5.138) dan mampu bertahan di atas target support (5.070-5.090).


Sebelumnya, kenaikan yang terjadi nyaris menutup utang gap 5.069-5.094 meski kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076 dan masih adanya utang gap di 5.126-5.150 yang belum tertutupi. Kali ini pun IHSG kembali meninggalkan utang gap 5.113-5.127.  Meski masih ada ruang untuk kembali melanjutkan penguatan, potensi tersebut dapat terganggu jika volume jual mulai membesar dibandingkan volume beli seiring keinginan untuk profit taking. Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan mulai adanya tren kenaikan. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff, laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.950-6.175. Spinning dekati area Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli masih terjaga diimbangi masih meningkatnya stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 6.000.  Saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 500-560. Three white soldier dekati upper bollinger band. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiring kenaikan volume beli dan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 530.  Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran Rp 1.230-1.325. Three white soldier dekati UBB. Parabollic SAR meningkat diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.275.


Berikutnya saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.075-13.325. Spinning dekati area Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R masih bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Waspadai utang gap Rp 13.050-13.100. Trading buy selama berada di atas Rp 13.150.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 3.325-3.480. White marubozu dekati upper bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.330 terlampaui. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 3.450.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.870. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R masih bergerak naik didukung peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 2.795.


Pada perdagangan Jumat (19/12), IHSG  ditutup menguat 31,276 (0,61%) ke posisi 5.144,621. Penguatan tersebut masih lebih rendah dibandingkan level tertingginya sepanjang perdagangan yang menguat 49,026 poin ke 5.162,371. Di sisi lain, intraday terendah di posisi 5.127,723 atau menguat 14,3 poin.  Masih adanya imbas hasil pertemuan The Fed yang masih bersabar dalam menaikan suku bunganya dan laju rupiah yang juga masih kembali terapresiasi membuat laju IHSG masih bersemangat untuk bergerak naik. Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali melakukan akumulasi beli.


Maraknya aksi beli tersebut berimbas pada menguatnya hampir semua saham dan juga membuat seluruh indeks saham bergerak positif. Laju positif  IHSG juga didukung menguatnya saham-saham di bursa saham Asia yang terkena imbas positif dari bursa saham Eropa dan AS.  Tetapi, di balik euforia penguatan tersebut tanpa disadari IHSG kembali membuka utang gap 5.113-5.127 di mana utang gap 5.059-5.076 belum terlunasi karena lonjakan kenaikan sebelumnya dan masih jualannya asing seiring berlanjutnya aksi profit taking yang mereka lakukan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 808,69 miliar menjadi net sell Rp 1,9 triliun). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 18, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (19/12) IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.070-5.090 dan resisten 5.120-5.138.   Pola  White marubozu berada di atas area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai berkurang pelemahannya dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik naik. Laju IHSG dpat melampaui area target resisten (5.055-5.068) dan mampu bertahan di atas target support (5.014-5.022). Kenaikan yang terjadi nyaris menutup utang gap 5.069-5.094 meski kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076 dan masih adanya utang gap di 5.126-5.150 yang belum tertutupi.  Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan mulai adanya tren kenaikan. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff maka laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.760-2.865. Separating lines dekati middle Bollinger band (MBB). William’s %R mulai berbalik naik didukung peningkatan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 2.790.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.900-31.950. Separating lines lewati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi terlampauinya target resisten Rp 31.625. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 31.650.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.025-10.300. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Mass index masih bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 10.050.


Berikutnya saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.190-1.240. Spinning di area upper Bollinger band (UBB). Parabollic SAR masih naik namun, volume beli berkurang. Trading sell jika Rp 1.200 gagal bertahan.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.550-16.000. Ladder bottom di atas lower Bollinger band (LBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 15.750.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.075-13.500. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diiringi peningkatan MFI. Masih ada ruang untuk naik namun, waspada utang gap Rp 13.025-13.100. Trading buy selama berada di atas Rp 13.300.


Pada perdagangan Kamis (18/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat\77,696 poin (1,54%) ke posisi 5.113,345 yang merupakan level tertingginya sepanjang perdagangan. Di sisi lain, level terendah kemarin di level 5.076,226 atau menguat 40,577 poin.  Dirilisnya pemberitaan terkait hasil rapat the Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang belum mensinyalkan akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, membuat laju bursa saham AS bergerak di zona hijau dan berimbas pada laju IHSG yang terkena sentimen positifnya.


Pelaku pasar tentunya kembali melakukan aksi beli terhadap saham-saham yang sebelumnya masih dinilai cukup rendah dibandingkan penurunan tajam sebelumnya. Saham-saham big caps kembali menjadi perburuan pelaku pasar dan kembali dalam jajaran top gainer.  Meski laju bursa saham Asia cenderung variatif dan aksi jual asing kembali meningkat namun, berlanjutnya penguatan rupiah cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau. Bahkan sempat hampir menutup utang gap 5.069-5.094 meski lonjakan tersebut kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell  ,5 miliar menjadi net sell Rp 808,69 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, December 15, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Selasa (16/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130.   Pola hammer berada di area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.172-5.183) dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah di mana target support (5.138-5.152) telah terlewati.  Pergerakan IHSG kembali meninggalkan utang gap di 5.126-5.150. Meski menawarkan peluang investasi menarik, terutama dari posisi nya yang berada di level yang cukup rendah namun, belum didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking.


Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.340-3.425. Doji star dekati upper bollinger band (UBB). Willam’s %R bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 3.370.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.175-1.345. Three white soldier di area UBB. MFI bergerak naik. Target resisten Rp 1.245 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.270.


Kemudian saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 16.750-17.150. Black marubozu menuju lower bollinger band (LBB). Tren turun masih terjadi didukung MFI dan volatility. Trading sell jika Rp 16.850 gagal bertahan.  Saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.740-1.895. Long legged doji di atas LBB. RoC bergerak naik diikuti stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.820.  Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 3.890-4.000. Morning star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volume jual kian berkurang diidukung peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 3.930.  Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran Rp 1.425-1.555. Ladder bottom dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volatility meningkat didukung parabollic SAR yang mencoba balik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 1.480.


Pada perdagangan Senin (15/12), IHSG  ditutup melemah 52,001 poin (1,01%) ke posisi 5.108,432. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.126,071 dan terendah 5.094,262. Laju IHSG bergerak sejalan dengan ulasan kami sebelumnya. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 14, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG Senin (15/12) diprediksi berada pada rentang support 5.138-5.152 dan resisten 5.172-5.183.  Indeks berpeluang membentuk pola three white soldier bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.162-5.172) meski tidak bertahan lama dan mampu terjaga di atas target support (5.135-5.142).


Pergerakan IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 7.050-7.350. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 7.125.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.520-1.635. Hanging man mendekati upper bollinger band (UBB). Volume beli naik seiring kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.585.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.800-7.150. Inverted hammer menuju Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun diikuti penurunan RoC. Trading sell jika Rp 6.850 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 109-118. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volatility bergerak turun diiringi penurunan momentum. Buy on weakness jika di bawah Rp 111.  Saham PT Multipolar (MLPL) dalam kisaran Rp 870-925. Spinning di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Momentum & RoC bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 885.


Pada perdagangan Jumat (12/12), IHSG  ditutup menguat 7,7 poin (0,15%) ke posisi Rp5.160,433. Penguatan tersebut jauh lebih rendah dari level tertingginya 5.178,515 atau menguat 25,820 poin dengan level terendah 5.150,585 atau turun 2,110 poin.


Positifnya laju bursa saham AS mampu memberikan imbas positf bagi laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG yang mampu kembali berada di zona positif. Penguatan beberapa saham-saham otomotif cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau yang dibarengi dengan penguatan pada saham-saham manufaktur.


Di awal perdagangan, laju IHSG masih terlihat menguat meski sempat melemah jelang akhir sesi 1. Di sesi kedua, laju IHSG mendapat dorongan beli hingga mendekati level 5.170-an. Akan tetapi, seperti biasa, setiap kali ada kenaikan selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung dan membuat IHSG kembali akan bergerak turun.  Laju IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 5.170-an terlihat kurang dapat bertahan hingga kembali terperosok. Meski  demikian, penurunan yang terjadi masih dapat berakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp -512,11 miliar menjadi net buy Rp 42,38 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 11, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Jumat (12/12), diperkirakan berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172.  Indeks berpeluang membentuk pola three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.


Sementara relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.175-5.189) dan sempat masuk ke target support (5.115-5.148). IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual.  Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 2.980-3.175. Three white soldier dekati upper bollinger band. Parabollic SAR bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama di atas Rp 3.060.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.750-13.450. Bullish harami di area middle bollinger band (MBB). Volatility meningkat diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama di atas Rp 13.250.    Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp 4.500-4.625. Hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 4.585.


Berikutnya saham PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran Rp 2.240-2.375. Shooting star jauhi lower bollinger band (LBB). Target resisten Rp 2.300 terlampaui diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama di atas Rp 2.305.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.125-2.300. Black marubozu di area Lower bollinger band. Relative Strength Index (RSI) bergerak penurunan diiringi penurunan mass index. Trading sell jika Rp 2.145 gagal bertahan. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.350-24.275. Spinning di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 23.950.


Pada perdagangan Kamis (11/12) IHSG  ditutup melemah 12,712 poin (0,25%) ke posisi 5.152,695. Pelemahan tersebut, setelah indeks sempat menguat 1,293 poin ke 5.166,700 yang merupakan level teratinggi Kamis, pada pukul 15.50 WIB. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level terlemahnya 5.137 setelah turun 28,2 poin sesaat setelah pembukaan sesi satu.


Tampaknya harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG, tidak terjadi di mana aksi jual kembali terjadi dan menekan IHSG ke zona merah. Padahal, laju IHSG sepanjang intraday perdagangan cukup bagus pergerakannya di mana cenderung naik setelah menyentuh level terendahnya di 5.137,20 meski sejak awal pembukaan sudah berada di zona merah. [geng]


 



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 7, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (8/12) diprediksi berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.   Indeks berpeluang membentuk pola Gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.187-5.204) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.163).


Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi. Meski masih ada potensi naik namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipetimbangkan, antara lain:  Saham PT Samudera Indonesia (SMDR) dalam kisaran Rp 14.150-15.200. Hanging man dekati UBB. Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama di atas Rp 14.825. Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.150-10.675. Inverted hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 10.300.


Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 4.075-4.190. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 4.085 terlampaui & mencoba testing resisten berikutnya didukung masih naiknya RoC dan William’s %R. Utang gap masih Rp 3.940-3.955 dan Rp 4.060-4.100. Trd sell jika Rp 4.120 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.250-13.525. Bullish harami bertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 13.300.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.375-32.100. Three outside up di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 31.600.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.165-1.210. Gravestone doji di bawah UBB. Target resisten Rp 1.185 sempat terlampaui namun, tidak kuat & cenderung turun. William’s %R mulai turun. Trading sell jika Rp 1.170 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG  ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke posisi 5.187,994. Penguatan tersebut setelah sepenjang perdagangan Jumat ini, indeks menguat 29,064 poin ke level tertingginya 5.206,224 dan terendah 5.185.  IHSG memperlihatkan laju variatifnya di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.


Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 (USD 111,14 miliar vs USD 111,97 miliar) sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.  Oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking, pasca-IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Beruntung masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp-5,56 miliar menjadi net sell Rp-737,03 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 30, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (1/12) diprediksi berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan IHSG masih belum dapat menyentuh target resisten (5.153-5.164) dan masih sempat bertahan di kisaran area target support (5.115-5.128). Tipisnya pergerakan IHSG membuat kami belum mengubah target resisten maupun support.  Di sisi lain, laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai poensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 18.600-19.250. Spinning di area middle bollinger band (MBB). Volume beli mulai meningkat diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 18.975.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 9.800-10.275. Spinning di area UBB. Volatility bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten Rp 10.100 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 10.100.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.790-2.855. Hammer dekati UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.


Kemudian  saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.185-1.250. Bearish engulfing dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak turun seiring dengan penurunan volume beli. Trading sell jika Rp 1.195 gagal bertahan.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 3.000-3.100. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Parabollic SAR bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.050.  Saham PT Ciputra Developemnt (CTRA) dalam kisaran Rp 1.280-1.345. Three outside down menjauhi UBB. Volume jual meningkat diikuti penurunan MFI. Trading sell jika Rp 1.150 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG  ditutup menguat 4,573 poin (0,09%) ke posisi 5.149,888. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.149,888 dan terendah 5.126,980.  Seperti yang kami ulas sebelumnya di mana IHSG akan mengalami pembalikan arah di awal sebelum kembali menguat. Di akhir pekan, terlihat laju IHSG yang tidak terlalu berbeda dengan ulasan kami di mana sempat mengalami pelemahan di awal, akhirnya IHSG mampu kembali bertengger di zona hijau. Masih melemahnya laju rupiah memberikan imbas negatif di mana pelaku pasar sempat melakukan aksi jual.


Penguatan yang terjadi sebelumnya sempat juga dimanfaatkan untuk profit taking. Namun demikian, di sesi kedua aksi beli kembali terjadi, terutama pada saham-saham properti dan manufaktur sehingga mampu kembali menarik IHSG kembali ke zona hijau meski tidak terlalu signifikan.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi rupiah masih terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 552,72 miliar menjadi net buy Rp 28,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 27, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (28/11) diperkirakan berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola separating lines dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan  IHSG sempat menyentuh target resisten (5.141-5.148) dan berhasil bertahan di atas kisaran area target support (5.095-5.100). Mulai tipisnya kenaikan memberikan ruang terbatas bagi IHSG untuk dapat bergerak naik secara signifikan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.275. Bullish engulfing di atas middle bollinger band (MBB). Volume beli meningkat diikuti kenaikan stochastic.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.835. Bearish harami di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.840 gagal tercapai. William’s %R mulai berbalik turun. Trading sell jika Rp 2.800 gagal tercapai.  Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.350-10.550. Inverted hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Volume cenderung negatif diiringi laju Relative Strength Index (RSI) yang cenderung turun. Trading sell jika Rp 10.425 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.285. Shooting star dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.225.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.400-1.495. Shooting star dekati UBB. Volatility meningkat diiringi peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.450.  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.650-6.825. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 6.700.


Pada perdagangan Kamis (27/11)  IHSG  ditutup menguat 12,279 poin (0,24%) ke posisi 5.145,315. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.148,413 dan terendah 5.134,702.  Kembali laju IHSG mirip dengan ulasan kami sebelumnya. IHSG mencoba bertahan di zona hijau namun, masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Terlihat  angin segar masih mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun sempat terganggu dengan mulai adanya pergerakan negatif dari beberapa laju bursa saham Asia.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing turut menopang penguatan IHSG meskipun terhambat dengan kembalinya rupiah yang terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 260,85 miliar menjadi net buy Rp 552,72 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 25, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Rabu (26/11) diprediksi berada pada rentang support 5.097-5.107 dan resisten 5.131-5.151.  Indeks berpeluang membentuk pola bearish evening star bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang turun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan kenaikannya. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.153-5.165) namun, mampu bertahan di area target support (5.100-5.130) dan berakhir di area tersebut.


Penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. Masih ada peluang bagi IHSG untuk berbalik naik jika ditopang oleh aksi beli. Apalagi jika laju bursa saham global mampu menguat maka seharusnya dapat berimbas positif pada IHSG.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.250-1.500. White marubozu sentuh UBB. Relative Strength Index (RSI) meningkat diikuti peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 1.400 gagal bertahan. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.100-31.850. White marubozu di bawah UBB. Volume beli meningkat diiringi peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 31.650.


Berikutnya saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.750-6.075. Spinning di atas middle bollinger band (MBB). Stochastic mencoba naik ditopang peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 5.825.  Saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp 590-665. Piercing line di atas Middle Bollinger Band (MBB). RMI & mass indeks berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 600.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.200-3.385. Hammer di area UBB. Parabollic SAR bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.320.


Pada perdagangan Selasa (25/11) IHSG  ditutup melemah 22,819 poin (0,44%) ke posisi 5.118,945. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.149,479 atau menguat 7,7 poin. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.118,945 pada detik-detik penutupan.


Meski laju bursa saham AS positif namun, tidak banyak diikuti oleh sejumlah bursa saham Asia. IHSG salah satunya yang bersama dengan beberapa laju bursa saham Asia lainnya a.l HSI, Kospi, ASX, dan beberapa lainnya bergerak di zona merah.  Mulai terbatasnya penguatan IHSG setelah menyentuh level high di 5.157,08 di perdagangan sebelumnya seiring dengan aksi jual pelaku pasar dengan memanfaatkan kenaikan tersebut. Kembali terdepresiasinya rupiah menahan potensi kenaikan lanjutan IHSG sehingga berlanjut naiknya laju bursa saham Asia dan masihnya asing melakukan pembelian tidak terlalu cukup banyak membantu IHSG untuk melanjutkan kenaikan. [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 16, 2014

IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (17/11) diprediksi diprediksi berada pada rentang support 5.028-5.038 dan resisten 5.055-5.072.   Indeks berpeluang membentuk pola doji star di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat tertahan di target resisten (5.065-5.072) dan mampu bertahan di kisaran target support (5.027-5.035).


Pergerakan IHSG terlihat kurang mampu bertahan di kisaran resistennya seiring berkurangnya volume beli dan lebih banyak aksi profit taking. Posisi IHSG pun masih rawan terkoreksi jika tidak adanya sentimen-sentimen positif yang dapat menahan potensi pelemahan tersebut. Waspadai potensi pelemahan (jika ada).


Sementara untuk sejumlaj saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.500-16.100. Three white soldier dekati upper bollinger band (UBB). Volume beli masih meningkat namun, mass index cenderung datar. Trading sell jika Rp 15.900.  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.750-6.050. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 5.825.


Berikutnya saham PT Matahari Departement Strore (LPPF) dalam kisaran Rp 15.050-15.375. Tweezers top di bawah UBB. Volume beli mulai berkurang diiringi penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 15.150 gagal bertahan.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.800-19.275. Hammer di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 19.250 hampir tercapai. MFI bergerak naik diikuti kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 19.150.


Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.  Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (14/11) IHSG  ditutup menguat tipis 0,82 poin (0,016%) ke angka 5.049,488. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.068,077 dan terendah 5.035,461.


Laju IHSG di awal sesi bergerak kurang lebih seperti perkiraan  sebelumnya.  Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif jelang akhir pekan.


IHSG pun lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah sepanjang sesi perdagangan meskipun sempat mengalami kenaikan di awal sesi namun, masih cenderung maraknya aksi jual membuat IHSG terlempar ke teritori negatif.  Bahkan berita positif terkait rencana Eropa untuk menambah investasi di Indonesia tidak terlalu ditanggapi karena tertutupi sentimen kembali terdepresiasinya rupiah dan belum jelasnya kepastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sentimen negatif lainnya datang dari transaksi asing yang kembali tercatat nett sell (dari nett buy Rp 149,66 miliar menjadi nett sell Rp 227,48 miliar). [geng]



IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, November 3, 2014

IHSG Berpotensi Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Selasa (4/11) diprediksi berada pada rentang support 5.055-5.075 dan resisten 5.096-5.115.   Indeks berpeluang membentuk pola  Hanging man di bawah upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung naik dengan histogram positif yang memanjang.


Selain itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung turun tipis. Laju IHSG sempat berada di target resisten (5.095-5.114) dan sempat berada di target support (5.055-5.072). Laju IHSG di satu sisi memiliki peluang kenaikan namun, juga menyimpan potensi untuk mengalami penurunan lanjutan jika aksi profit taking masih mewarnai transaksi. Untuk itu, tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.475-9.075. Three white soldier di bawah UBB. Target resisten Rp 8.675 terlampaui diikuti kenaikan RSI namun, william’s %R bergerak turun. Trading sell jika Rp 8.800 gagal bertahan.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.165-1.225. White marubozu dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.950-11.175. Hanging man di bawah UBB. RMI bergerak naik namun, diikuti penurunan volume & mass index. Trading sell jika Rp 11.050 gagal bertahan.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.125-30.650. Hammer di bawah middle Bollinger band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 30.400.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.000-1.060. Hammer di bawah UBB. Parabollic SAR bergerak naik. Target resisten Rp 1.045 tersentuh diiringi kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.035.


Pada perdagangan Senin (3/11)  IHSG  ditutup melemah 4,038 poin (0,079%) ke posisi 5.085,509. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.103,698 dan terendah 5.060,316.


 Sentimen negatif berupa profit taking mulai terlihat sejak awal sesi perdagangan. Aksi jual pun tak terhindarkan yang membawa IHSG berada dalam penurunannya secara intraday perdagangan. Padahal, penurunan ini terjadi di tengah menguatnya laju pasar obligasi dan tercatatnya nett buy asing (dari posisi net buy Rp325 miliar menjadi net buy Rp 224 miliar). [geng]



IHSG Berpotensi Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 2, 2014

IHSG Diperkirakan Bergerak Positif, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG pada Senin (3/11) diprediksi berada pada rentang support 5.055-5.072 dan resisten 5.095-5.114.   Indeks berpeluang membentuk pola Double hammer di atas middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung naik dengan histogram positif yang memanjang.  The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikannya. Laju IHSG mampu melampaui target resisten (5.067-5.085) dan dapat bertahan di atas target support (5.015-5.048).


Laju IHSG mencoba kembali bertahan di zona positifnya dengan menguji tren kenaikannya. Jika rilis data-data ekonomi di awal bulan dapat memberikan sentimen positif, laju IHSG pun berpeluang kembali menguat.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.800-11.150. Hammer dekati upper bollinger band (UBB). William’s %R melanjutkan kenaikan. Resisten Rp 10.975 terlewati. Maintained buy selama di atas Rp 11.000.  Saham PT Gudang Garam (GGRM) dalam kisaran Rp 55.800-58.000. Bullish engulfing dekati Middle Bollinger Bands (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi kenaikan The Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama di atas Rp 57.700.


Berikutnya saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 440-475. Dragonfly doji di bawah UBB. Target Rp 450 tercapai diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama di atas Rp 445. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran Rp 23.600-24.250. Tweezers top di atas Middle Bollinger Bands (MBB). ROC bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama di atas Rp 23.975.


Kemudian saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 17.900-18.650. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 17.800 terlewati diiringi kenaikan parabollic SAR. Maintained buy selama di atas Rp 18.300.  Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.000-23.650. Three white soldier sentuh upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 23.500 tercapai diiringi kenaikan terbatas mass index. Trading buy selama di atas Rp 23.450.


Pada perdagangan Jumat (31/10) IHSG  ditutup menguat 30,698 poin (0,61%) ke 5.089,547. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.089,547 dan terendah 5.060,596. Bursa domestik akhirnya mampu menjawab keraguan kami. Sebelumnya kami perkirakan, laju IHSG kembali diuji apakah mampu bertahan dari mulai kembalinya gempuran aksi jual atau dapat kembali rebound. Dan ternyata, laju IHSG bergerak positif di akhir pekan kemarin.


Kondisi tersebut berbarengan dengan akhir masa rilis laporan keuangan emiten. Respons pelaku pasar beragam terhadap rilis kinerja emiten. Terutama untuk emiten-emiten berbasis komoditas yang mampu berada di atas estimasi kami memberikan sentimen positif.


Selain sentimen dari sisi rilis kinerja emiten, kembali terapresiasinya rupiah turut menambah sentimen positif. Bahkan tampaknya hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di mana berakhirnya Quantitative Easing (QE) juga tidak berpengaruh banyak karena tertutupi sentimen positif tersebut. [geng]



IHSG Diperkirakan Bergerak Positif, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, October 14, 2014

IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG pada perdagangan Rabu (15/10) diprediksi berada pada rentang support 4.885-4.905 dan resisten 4.934-4.958.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk  pola piercing line di atas lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahannya.


Laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4.880-4.895) dan sempat menyentuh target resisten (4.927-4.965) meski akhirnya berada di bawah target tersebut.   IHSG mulai di persimpangan antara melanjutkan kenaikan maupun berbalik melemah.  Untuk itu, diharapkan ada sentimen positif dari bursa saham global dan dibarengi dengan berlanjutnya aksi beli untuk menahan pelemahan IHSG sehingga dapat kembali melanjutkan kenaikannya.


Sementara untuk sejumlah saham yang perlu dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 5.650-5.925. Tweezers bottom bertahan di atas LBB. Target Rp 5.700 dapat ditahan diikuti kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp 5.750.  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.750-7.050. Separating lines di area Middle Bollinger band (MBB). Relative Strength Index (RSI) mulai bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Maintained buy selama berada di atas Rp 6.925.  Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp 2.530-2.615. Three white soldier di area middle Bollinger band (MBB). Target resisten level di Rp 2.615 mampu dilewati & bertahan, melanjutkan pergerakan naik diikuti peningkatan mass index. Maintained buy selama berada di atas Rp 2.665.


Kemudian saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.720-3.100. Ladder bottom di atas LBB. Setelah target resisten Rp 2.795 dapat ditembus dan bertahan, kembali mencoba mendekati target resisten berikutnya. Trading buy selama berada di atas Rp 2.985.  Saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.430-1.565. Separating lines dekati upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diikuti terlewatinya target resisten Rp 1.465. Trading buy selama berada di atas Rp 1.490.  Saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 390-415. Separating lines di area Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi kenaikan volume beli. Maintained buy selama berada di atas Rp 400.


Pada perdagangan Selasa (14/10) IHSG  ditutup menguat 9,529 poin (0,194%) ke posisi 4.922,582. Laju IHSG seperti perkiraan kami di mana masih dalam fase penurunan hingga kembali ke fase Juli 2014 namun, diharapkan dapat lebih terbatas agar tidak melemah lebih dalam. Bahkan laju IHSG mampu melewati estimasi kami yang hingga akhir sesi mampu bertahan di zona positif meskipun jika dilihat secara intraday perdagangan cenderung sideways.


Di sisi lain,  asing masih dalam posisi jualan yang mencapai nett sell Rp216,93 miliar lebih rendah dari sebelumnya Rp 595,28 miliar. Akan tetapi, sempat menghijaunya laju bursa saham Asia, walaupun di akhir sesi kembali merah, dapat memberikan sentimen positif yang membuat pelaku pasar melakukan aksi beli meski terbatas.  Maraknya aksi beli pada saham-saham konsumer dan manufaktur cukup memberikan amunisi untuk bertahannya IHSG di zona hijau. Tak ketinggalan, kembali terapresiasinya rupiah cukup membantu sentiment positif. [geng]



IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan