Showing posts with label area middle bollinger band. Show all posts
Showing posts with label area middle bollinger band. Show all posts

Tuesday, January 6, 2015

IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG pada Rabu (7/1) diperkirakan berada pada rentang support 5.145-5.150 dan resisten 5.175-5.196.  Pola Inverted hammer dekati area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak turun dengan histogram positif yang memendek.


Sedangkan Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan pelemahan. Laju IHSG berada di bawah area target resisten (5.236-5.240) dan berada di bawah target support (5.195-5.210).  Belum adanya sentimen positif dan masih adanya penilaian masih tingginya posisi IHSG dapat membuat IHSG berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya. Adanya utang gap 5.194-5.206 setidaknya dapat menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran support-resisten Rp 390-434, hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun namun, mass index bertahan naik. Buy on weakness  jika di bawah Rp 400.  Saham PT Rukun Raharja (RAJA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.500-1.650. Three white soldier lewati Upper Bollinger band (UBB). Volume beli melonjak namun, momentum bergerak turun. Trading sell jika Rp 1.605 gagal bertahan.   Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran support-resisten Rp 1.210-1.325. Ladder bottom di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Akumulasi beli selama berada di atas Rp 1.280.


Berikutnya saham PT Blue Bird (BIRD) dalam kisaran support-resisten Rp  9.565-9.750. Hammer di bawah UBB. Momentum mencoba bertahan naik meski stochastic bergerak mendatar. Trading buy selama berada di atas Rp 9.600.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.040-1.100. Meeting lines di atas lower Bollinger band (LBB). William’s %R mencoba berbalik naik diiringi mulai adanya kenaikan tipis volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 1.060.


Pada perdagangan Selasa (6/1/2015), IHSG  ditutup melemah 50,935 poin (0,98%) ke posisi 5.169,060.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.194,803 atau melemah 25,192 poin dan mencapai level terlemahnya 5.169,06 atau anjlok 50,935 poin.  Berlanjutnya pelemahan di sejumlah laju bursa saham global membuat laju IHSG kurang bergairah. Pelaku pasar pun cenderung lebih banyak melakukan aksi jual seiring kondisi bursa saham global dan sentimen yang ada kurang kondusif.


Kurs rupiah yang kian tertekan turut memberikan sentimen negatif yang menghampiri laju IHSG. Tidak jauh berbeda dengan pergerakan sehari sebelumnya di mana tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 144,23 miliar menjadi net sell Rp 440,45 miliar).


Laju rupiah belum menunjukkan adanya perbaikan di mana masih menunjukan pelemahan lanjutannya. Masih adanya imbas dari berlanjutnya pelemahan harga kontrak minyak mentah dunia di mana pelaku pasar lebih memilih pada aset-aset safe heaven, di antaranya dolar AS.  Di sisi lain,  adanya kekhawatiran terhadap masalah Yunani yang melemahkan euro juga turut berimbas negatif pada rupiah. Terapresiasinya yuan seiring rilis rencana pemerintah China untuk mendorong pengerjaan proyek infrastruktur senilai 7 triliun Yuan, belum cukup mampu direspons positif pelaku pasar.


Laju rupiah berada di bawah target level support 12.600.  Sentiment negatif membuat laju rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahan. Meski diharapkan dapat lebih terbatas namun, tetap waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah.  Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran support-resisten Rp  12.665-12.649 berdasarkan kurs tengah BI.


Laju bursa saham Asia di hari kedua pekan ini belum menunjukkan adanya perbaikan. Kembali berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah dunia kembali memukul laju bursa saham Asia. Apalagi dengan kembali naiknya nilai tukar Yen turut direspons negatif dengan pelemahan sejumlah indeks saham Jepang.  Saham-saham migas masih menjadi sasaran aksi jual pelaku pasar. Di lain sisi, laju sejumlah indeks saham China mampu bertahan di zona hijau di tengah kabar spekulasi Shenzhen akan diikutsertakan pada trading link antara Shanghai dan Hong Kong.


Kekhawatiran kami akan melemahnya harga minyak di bawah level USD 50 per barel juga membuat pelaku pasar di bursa saham Eropa turut khawatir dan lebih banyak melakukan aksi jual. Belum selesai masalah minyak yang berimbas pada pelemahan harga saham-saham migas, sentimen dari Yunani turut menghantui laju bursa saham Eropa.


Turunnya ekspor dan impor Inggris serta kenaikan defisit neraca perdagangannya turut direspons negatif. Bahkan naiknya consumer confidence Perancis dan investec services PMI Italia tidak terlalu ditanggapi pelaku pasar. [geng]



IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 11, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollLaju IHSG pada perdagangan Jumat (12/12), diperkirakan berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172.  Indeks berpeluang membentuk pola three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.


Sementara relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.175-5.189) dan sempat masuk ke target support (5.115-5.148). IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual.  Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 2.980-3.175. Three white soldier dekati upper bollinger band. Parabollic SAR bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama di atas Rp 3.060.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.750-13.450. Bullish harami di area middle bollinger band (MBB). Volatility meningkat diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama di atas Rp 13.250.    Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp 4.500-4.625. Hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 4.585.


Berikutnya saham PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran Rp 2.240-2.375. Shooting star jauhi lower bollinger band (LBB). Target resisten Rp 2.300 terlampaui diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama di atas Rp 2.305.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.125-2.300. Black marubozu di area Lower bollinger band. Relative Strength Index (RSI) bergerak penurunan diiringi penurunan mass index. Trading sell jika Rp 2.145 gagal bertahan. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.350-24.275. Spinning di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 23.950.


Pada perdagangan Kamis (11/12) IHSG  ditutup melemah 12,712 poin (0,25%) ke posisi 5.152,695. Pelemahan tersebut, setelah indeks sempat menguat 1,293 poin ke 5.166,700 yang merupakan level teratinggi Kamis, pada pukul 15.50 WIB. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level terlemahnya 5.137 setelah turun 28,2 poin sesaat setelah pembukaan sesi satu.


Tampaknya harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG, tidak terjadi di mana aksi jual kembali terjadi dan menekan IHSG ke zona merah. Padahal, laju IHSG sepanjang intraday perdagangan cukup bagus pergerakannya di mana cenderung naik setelah menyentuh level terendahnya di 5.137,20 meski sejak awal pembukaan sudah berada di zona merah. [geng]


 



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan