Showing posts with label Moving Average Convergence-Divergence. Show all posts
Showing posts with label Moving Average Convergence-Divergence. Show all posts

Monday, January 19, 2015

IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (20/1), laju IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.147 dan resisten 5.168-5.186.   Pola doji star dekati area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali melanjutkan penurunan setelah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan. Laju IHSG sempat berada di area target resisten (5.155-5.206) meski belum cukup kuat mendekati target resisten berikutnya dan juga sempat masuk di area target support (5.130-5.138).


Melihat dari pembentukan pola, seharusnya mengindikasikan adanya potensi kenaikan kembali namun, belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali. Diharapkan kondisi global tidak terlalu negatif sehingga dapat memberikan sentimen penguatan pada IHSG.


Dari dalam negeri, sentimen dari penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum cukup mampu mempertahankan penguatan rupiah. Laju rupiah berada di bawah target level support 12.605. Potensi perubahan masih dimungkinkan, seperti yang sempat kami sampaikan sebelumnya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.990-2.100. Shooting star dekati upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.005 terlampaui namun, diiringi aksi jual. MFI bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading sell jika Rp 1.995 gagal bertahan.   Saham PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran support-resisten Rp  680-745. Morning star di atas LBB. Momentum mencoba menguat diiringi peningkatan mass indeks. Trading buy selama berada di atas Rp 690.   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.900-3.005. Inverted hammer di atas LBB. MFI dan william’s %R mencoba berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.920.


Berikutnya saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.570-1.725. Long legged doji sentuh UBB. Parabollic SAR mulai bergerak turun diikuti kenaikan volume jual. Trading sell jika Rp 1.595 gagal bertahan.   Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.330-3.420. Morning star di atas LBB. Volume beli naik tipis diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.375.   Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 10.275-10.650. Three inside up dekati middle Bollinger band. Parabollic SAR naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 10.350.


Pada perdagangan Senin (19/1),  IHSG  ditutup menguat 3,714 poin (0,07%) ke posisi 5.152,093. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.171,684 atau menguat 23,305 poin dan mencapai level terlemahnya 5.132,706 atau turun 15,673 poin.


Laju IHSG mengawali pekan ini dengan pergerakan variatif. Tidak berbeda jauh dengan ulasan kami sebelumnya di mana adanya sentimen positif dari penurunan harga BBM dan elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspons positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut.  Jika pelemahan masih berlanjut kemungkinan IHSG akan menutup utang gap 5.113-5.125 dulu. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan meskipun kami masih berharap adanya technical rebound.


Pergerakan  IHSG sesekali berada di zona merah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. Di satu sisi, pelaku pasar mencoba mengakumulasi beli saham-saham yang telah melemah sebelumnya dengan memanfaatkan sentimen kenaikan bursa saham Asia yang terimbas positif kenaikan bursa saham AS. Akan tetapi, di sisi lain ada juga pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual seiring masih variatifnya sentimen yang ada.


Tarik menarik inilah yang membuat laju IHSG naik turun dalam rentang terbatas. Laju rupiah yang kembali melemah dan asing yang masih doyan jualan menambah sentimen negatif meski akhirnya mampu ditutup naik tipis. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell sell Rp 333,54 miliar menjadi net sell Rp 705,79 miliar).


Pascapenguatan di akhir pekan kemarin, laju rupiah kembali melemah seiring pelaku pasar melakukan peralihan ke Yen yang sedang bergerak menguat. Penguatan yen dipicu antisipasi sentimen negatif dari China berupa pengendalian margin trading yang dipersepsikan kemungkinan adanya pembatasan transaksi tersebut.


Belum munculnya sentimen positif signifikan masih akan membuat laju rupiah variatif dengan cenderung melemah. Tetap perlu mewaspadai setiap potensi perubahan. Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran support-resisten 12.620-12.600 per dolar AS berdasarkan kurs tengah BI.   Sentimen positif dari kenaikan consumer confidence Jepang mampu memberikan sentiment positif bagi Nikkei sehingga dapat mengimbangi penguatan Yen seiring rilis penurunan industrial production dan capacity utilization. Di sisi lain, penguatan laju bursa saham lainnya dipengaruhi positifnya laju bursa saham AS yang berakhir positif di akhir pekan sebelumnya. [geng]



IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, January 6, 2015

IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG pada Rabu (7/1) diperkirakan berada pada rentang support 5.145-5.150 dan resisten 5.175-5.196.  Pola Inverted hammer dekati area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak turun dengan histogram positif yang memendek.


Sedangkan Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan pelemahan. Laju IHSG berada di bawah area target resisten (5.236-5.240) dan berada di bawah target support (5.195-5.210).  Belum adanya sentimen positif dan masih adanya penilaian masih tingginya posisi IHSG dapat membuat IHSG berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya. Adanya utang gap 5.194-5.206 setidaknya dapat menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran support-resisten Rp 390-434, hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun namun, mass index bertahan naik. Buy on weakness  jika di bawah Rp 400.  Saham PT Rukun Raharja (RAJA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.500-1.650. Three white soldier lewati Upper Bollinger band (UBB). Volume beli melonjak namun, momentum bergerak turun. Trading sell jika Rp 1.605 gagal bertahan.   Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran support-resisten Rp 1.210-1.325. Ladder bottom di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Akumulasi beli selama berada di atas Rp 1.280.


Berikutnya saham PT Blue Bird (BIRD) dalam kisaran support-resisten Rp  9.565-9.750. Hammer di bawah UBB. Momentum mencoba bertahan naik meski stochastic bergerak mendatar. Trading buy selama berada di atas Rp 9.600.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.040-1.100. Meeting lines di atas lower Bollinger band (LBB). William’s %R mencoba berbalik naik diiringi mulai adanya kenaikan tipis volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 1.060.


Pada perdagangan Selasa (6/1/2015), IHSG  ditutup melemah 50,935 poin (0,98%) ke posisi 5.169,060.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.194,803 atau melemah 25,192 poin dan mencapai level terlemahnya 5.169,06 atau anjlok 50,935 poin.  Berlanjutnya pelemahan di sejumlah laju bursa saham global membuat laju IHSG kurang bergairah. Pelaku pasar pun cenderung lebih banyak melakukan aksi jual seiring kondisi bursa saham global dan sentimen yang ada kurang kondusif.


Kurs rupiah yang kian tertekan turut memberikan sentimen negatif yang menghampiri laju IHSG. Tidak jauh berbeda dengan pergerakan sehari sebelumnya di mana tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 144,23 miliar menjadi net sell Rp 440,45 miliar).


Laju rupiah belum menunjukkan adanya perbaikan di mana masih menunjukan pelemahan lanjutannya. Masih adanya imbas dari berlanjutnya pelemahan harga kontrak minyak mentah dunia di mana pelaku pasar lebih memilih pada aset-aset safe heaven, di antaranya dolar AS.  Di sisi lain,  adanya kekhawatiran terhadap masalah Yunani yang melemahkan euro juga turut berimbas negatif pada rupiah. Terapresiasinya yuan seiring rilis rencana pemerintah China untuk mendorong pengerjaan proyek infrastruktur senilai 7 triliun Yuan, belum cukup mampu direspons positif pelaku pasar.


Laju rupiah berada di bawah target level support 12.600.  Sentiment negatif membuat laju rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahan. Meski diharapkan dapat lebih terbatas namun, tetap waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah.  Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran support-resisten Rp  12.665-12.649 berdasarkan kurs tengah BI.


Laju bursa saham Asia di hari kedua pekan ini belum menunjukkan adanya perbaikan. Kembali berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah dunia kembali memukul laju bursa saham Asia. Apalagi dengan kembali naiknya nilai tukar Yen turut direspons negatif dengan pelemahan sejumlah indeks saham Jepang.  Saham-saham migas masih menjadi sasaran aksi jual pelaku pasar. Di lain sisi, laju sejumlah indeks saham China mampu bertahan di zona hijau di tengah kabar spekulasi Shenzhen akan diikutsertakan pada trading link antara Shanghai dan Hong Kong.


Kekhawatiran kami akan melemahnya harga minyak di bawah level USD 50 per barel juga membuat pelaku pasar di bursa saham Eropa turut khawatir dan lebih banyak melakukan aksi jual. Belum selesai masalah minyak yang berimbas pada pelemahan harga saham-saham migas, sentimen dari Yunani turut menghantui laju bursa saham Eropa.


Turunnya ekspor dan impor Inggris serta kenaikan defisit neraca perdagangannya turut direspons negatif. Bahkan naiknya consumer confidence Perancis dan investec services PMI Italia tidak terlalu ditanggapi pelaku pasar. [geng]



IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, January 5, 2015

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG Selasa (6/1) diprediksi berada pada rentang support 5.195-5.210 dan resisten 5.236-5.240.  Pola Evening star menjauhi area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek.


Sedangkan Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R  mulai bergerak turun. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5.250-5.258) dan berada di bawah target support (5.215-5.235). Tampaknya masih adanya penilaian posisi IHSG yang dinilai tinggi membuat aksi profit taking dapat berlanjut sehingga dapat mempengaruhi laju IHSG yang mulai kurang dapat mempertahankan tren kenaikannya.  IHSG  berpeluang melanjutkan  pelemahan  sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran support-resisten Rp 24.325-24.800. Hanging man dekati UBB. MFI masih naik namun, mass index mulai turun. Trading sell jika Rp 24.575 gagal bertahan.  Saham PT Arwana Citramulia (ARNA) dalam kisaran support-resisten Rp 845-975. Bullish harami cross dekati UBB. RoC bertahan naik diimbangi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 910.  Saham PT Modern Internasional (MDRN) dalam kisaran support-resisten Rp 640-720. Hammer dekati UBB. Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 660.


Kemudian saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 32.200-32.650. Bearish harami cross gagal dekati UBB. Target Rp 32.475 mulai ragu bertahan diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 32.425 gagal bertahan.   Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.855-1.955. Shooting star di area UBB. Target Rp 1.900 dapat terlampaui  seiring meningkatnya volume beli diiringi peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 1.915 gagal bertahan.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran support-resisten Rp 1.675-1.755. Shooting star terjadi 4x berturut yang diikuti terlampauinya target resisten Rp 1.715 dan kenaikan parabolic SAR dan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.700.


Pada perdagangan Senin (5/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22,774 poin (0,43%) ke posisi 5.219,995.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.233,66 atau turun 9,109 poin dan mencapai level terlemahnya 5.206,285 atau melemah 36,484 poin.


Laju IHSG seperti yang kami ulas sebelumnya di mana mulai terlihat adanya pelemahan. Kami sampaikan sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut. Selain masih sepinya aktivitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.  Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235 maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah.


Mayoritas indeks sektoral mengalami pelemahan. Hanya indeks konsumer yang menguat dan itu pun karena dukungan signifikan dari GGRM dan MYOR. Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 4,17 miliar menjadi net sell Rp 144,23 miliar).


Pergerakan  rupiah makin menunjukan pelemahannya di awal pekan ini. Apalagi setelah laju Euro melemah setelah terdapat sentiment dari rencana European Central Bank (ECB) yang akan mempertimbangkan untuk segera merealisasikan program pembelian obligasi dari beberapa Negara di Euro Zone dan kekhawatiran akan kembali terjadinya krisis Yunani, terutama beredarnya spekulasi akan keluarnya Yunani dari Zona Euro.


Berlanjutnya pelemahan pada laju harga minyak mentah membuat pelaku pasar lebih memilih ke aset save heaven, dolar AS dan Yen. Laju rupiah berada di bawah target level support 12.482. Masih adanya sentiment negative membuat laju rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahan. Waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran 12.470-12.482 berdasarkan kurs tengah BI.  [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, January 4, 2015

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Kenaikan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Senin (5/1) diprediksi berada pada rentang support 5.215-5.235 dan resisten 5.250-5.258.  Pola spinning mendekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan kenaikan setelah terbentuk golden cross meski terbatas dengan histogram positif yang memanjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan.


Pergerakan IHSG sempat masuk pada area target resisten (5.237-5.250) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.170-5.193). Laju IHSG yang terlihat masih mampu melanjutkan kenaikan mulai terbatas kenaikannya.  Selain masih sepinya aktivitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.  Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235, kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran Rp 290-315. Ladder bottom di area middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading  buy selama berada di atas Rp 305.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.660-1.715. Three white soldier dekati UBB. Target resisten Rp 1.710 hampir tersentuh. Volume beli mendukung dekati target resisten tersebut. Trading buy selama berada di atas Rp 1.685.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 32.250-32.675. Separating lines dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Kenaikan mulai terbatas setelah target resisten Rp 32.500 terlampaui. Trading sell jika Rp 32.475 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.785-1.900. White marubozu lewati Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.855.   Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.835-7.550. White marubozu lewati UBB. Relative Strength Index (RSI) & parabolic SAR mengalami lonjakan. Waspadai utang gap Rp 6.775-6.850. Trading sell jika Rp 7.400 gagal bertahan. Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.010-1.055. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.020.


Pada debut perdagangan 2015, Jumat (2/1), IHSG  ditutup menguat 15,822 poin (0,30%) ke posisi 5.242,769.  Sepanjang perdagangan awal 2015 ini, IHSG sempat mencapai level tertingginya 5.247,938 atau menguat 20,991 poin dan mencapai level terlemahnya 5.230,750 atau menguat 3,803 poin.


Di tengah sempitnya hari perdagangan dan kemungkinan masih adanya hawa libur tahun baru, tak menyurutkan IHSG untuk melaju di zona hijau. Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli meskipun volume transaksi agak sedikit surut. Penguatan pada saham-saham consumer, perkebunan, dan properti masih dapat menyokong penguatan IHSG. Di sisi lain, kembali tercatatnya nett sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik di mana neraca perdagangan kembali defisit dan melonjaknya inflasi di atas perkiraan tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.


Lagipula, rasanya tidak pas jika setelah dibuka oleh Presiden RI, Jokowi, yang mau menyempatkan datang untuk membuka perdagangan awal tahun di tengah kesibukannya mengawasi jalannya proses evakuasi korban AirAsia lalu disuguhkan dengan pemandangan melemahnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, investor juga telah diberikan kado akhir tahun di mana subsidi untuk bahan bakar Ron 88 (premium) telah dihapus sebagian untuk memberikan ruang fiskal yang lebih baik sehingga paling tidak kado tersebut dapat mengimbangi sentiment negative dari rilis data-data makroekonomi RI. Adapun transaksi asing tercatat nett sell tipis (dari net buy Rp 2,5 triliun menjadi net sell Rp 4,17 miliar).


Sementara itu, laju nilai tukar rupiah bergerak di zona merah di tengah sempitnya hari perdagangan dan berbarengan dengan rilis berita penyempurnaan PBI Nomor 16/21/PBI/2014 tanggal 29 Desember 2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank dan Surat Edaran Ekstern Nomor 16/24/DKEM tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank. [geng]



IHSG Diperkirakan Lanjutkan Kenaikan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 18, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (19/12) IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.070-5.090 dan resisten 5.120-5.138.   Pola  White marubozu berada di atas area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai berkurang pelemahannya dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik naik. Laju IHSG dpat melampaui area target resisten (5.055-5.068) dan mampu bertahan di atas target support (5.014-5.022). Kenaikan yang terjadi nyaris menutup utang gap 5.069-5.094 meski kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076 dan masih adanya utang gap di 5.126-5.150 yang belum tertutupi.  Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan mulai adanya tren kenaikan. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff maka laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.760-2.865. Separating lines dekati middle Bollinger band (MBB). William’s %R mulai berbalik naik didukung peningkatan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 2.790.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.900-31.950. Separating lines lewati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi terlampauinya target resisten Rp 31.625. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 31.650.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.025-10.300. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Mass index masih bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 10.050.


Berikutnya saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.190-1.240. Spinning di area upper Bollinger band (UBB). Parabollic SAR masih naik namun, volume beli berkurang. Trading sell jika Rp 1.200 gagal bertahan.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.550-16.000. Ladder bottom di atas lower Bollinger band (LBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 15.750.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.075-13.500. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diiringi peningkatan MFI. Masih ada ruang untuk naik namun, waspada utang gap Rp 13.025-13.100. Trading buy selama berada di atas Rp 13.300.


Pada perdagangan Kamis (18/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat\77,696 poin (1,54%) ke posisi 5.113,345 yang merupakan level tertingginya sepanjang perdagangan. Di sisi lain, level terendah kemarin di level 5.076,226 atau menguat 40,577 poin.  Dirilisnya pemberitaan terkait hasil rapat the Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang belum mensinyalkan akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, membuat laju bursa saham AS bergerak di zona hijau dan berimbas pada laju IHSG yang terkena sentimen positifnya.


Pelaku pasar tentunya kembali melakukan aksi beli terhadap saham-saham yang sebelumnya masih dinilai cukup rendah dibandingkan penurunan tajam sebelumnya. Saham-saham big caps kembali menjadi perburuan pelaku pasar dan kembali dalam jajaran top gainer.  Meski laju bursa saham Asia cenderung variatif dan aksi jual asing kembali meningkat namun, berlanjutnya penguatan rupiah cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau. Bahkan sempat hampir menutup utang gap 5.069-5.094 meski lonjakan tersebut kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell  ,5 miliar menjadi net sell Rp 808,69 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 14, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG Senin (15/12) diprediksi berada pada rentang support 5.138-5.152 dan resisten 5.172-5.183.  Indeks berpeluang membentuk pola three white soldier bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.162-5.172) meski tidak bertahan lama dan mampu terjaga di atas target support (5.135-5.142).


Pergerakan IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 7.050-7.350. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 7.125.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.520-1.635. Hanging man mendekati upper bollinger band (UBB). Volume beli naik seiring kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.585.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.800-7.150. Inverted hammer menuju Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun diikuti penurunan RoC. Trading sell jika Rp 6.850 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 109-118. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volatility bergerak turun diiringi penurunan momentum. Buy on weakness jika di bawah Rp 111.  Saham PT Multipolar (MLPL) dalam kisaran Rp 870-925. Spinning di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Momentum & RoC bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 885.


Pada perdagangan Jumat (12/12), IHSG  ditutup menguat 7,7 poin (0,15%) ke posisi Rp5.160,433. Penguatan tersebut jauh lebih rendah dari level tertingginya 5.178,515 atau menguat 25,820 poin dengan level terendah 5.150,585 atau turun 2,110 poin.


Positifnya laju bursa saham AS mampu memberikan imbas positf bagi laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG yang mampu kembali berada di zona positif. Penguatan beberapa saham-saham otomotif cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau yang dibarengi dengan penguatan pada saham-saham manufaktur.


Di awal perdagangan, laju IHSG masih terlihat menguat meski sempat melemah jelang akhir sesi 1. Di sesi kedua, laju IHSG mendapat dorongan beli hingga mendekati level 5.170-an. Akan tetapi, seperti biasa, setiap kali ada kenaikan selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung dan membuat IHSG kembali akan bergerak turun.  Laju IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 5.170-an terlihat kurang dapat bertahan hingga kembali terperosok. Meski  demikian, penurunan yang terjadi masih dapat berakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp -512,11 miliar menjadi net buy Rp 42,38 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 7, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (8/12) diprediksi berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.   Indeks berpeluang membentuk pola Gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.187-5.204) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.163).


Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi. Meski masih ada potensi naik namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipetimbangkan, antara lain:  Saham PT Samudera Indonesia (SMDR) dalam kisaran Rp 14.150-15.200. Hanging man dekati UBB. Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama di atas Rp 14.825. Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.150-10.675. Inverted hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 10.300.


Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 4.075-4.190. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 4.085 terlampaui & mencoba testing resisten berikutnya didukung masih naiknya RoC dan William’s %R. Utang gap masih Rp 3.940-3.955 dan Rp 4.060-4.100. Trd sell jika Rp 4.120 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.250-13.525. Bullish harami bertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 13.300.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.375-32.100. Three outside up di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 31.600.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.165-1.210. Gravestone doji di bawah UBB. Target resisten Rp 1.185 sempat terlampaui namun, tidak kuat & cenderung turun. William’s %R mulai turun. Trading sell jika Rp 1.170 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG  ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke posisi 5.187,994. Penguatan tersebut setelah sepenjang perdagangan Jumat ini, indeks menguat 29,064 poin ke level tertingginya 5.206,224 dan terendah 5.185.  IHSG memperlihatkan laju variatifnya di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.


Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 (USD 111,14 miliar vs USD 111,97 miliar) sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.  Oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking, pasca-IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Beruntung masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp-5,56 miliar menjadi net sell Rp-737,03 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 4, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG pada Jumat (5/12) diprediksi berada pada rentang support 5.145-5.163 dan resisten 5.187-5.204.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya.


Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.190-5.197) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.159). Masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG menjadi terhambat meski masih ditahan dengan adanya aksi beli.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.350. Inverted hammer di atas middle Bollinger band (MBB). Stochastic mencoba naik. Target resisten Rp 31.500 terlampaui. Trading buy selama berada di atas Rp31.525.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.130-1.185. White marubozu di bawah UBB. William’s %R berbalik naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 1.170.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.800-13.650. Morning star di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti


Pada perdagangan Kamis (4/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,116 poin (0,22%) ke posisi 5.177,160.  Penguatan tersebut setelah indeks menguat 33,287 poin ke level tertingginya 5.199,331. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.160,781 sepanjang perdagangan.


Kenaikan yang terjadi juga tidak mampu bertahan lama. Setelah menyentuh level tertingginya 5.198,97, laju IHSG mulai lelah hingga terperosok melemah.  Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak melampaui level sebelumnya sehingga secara intraday perdagangan, laju IHSG masih membukukan penguatan.  Saham-saham agri, pertambangan, dan aneka industri masih mampu menopang laju kenaikan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp -298,99 miliar menjadi net sell Rp-5,56 miliar).


Sementara itu, penilaian pesimisme masih terjadi di laju rupiah yang masih melanjutkan pelemahan. Bahkan, level psikologis 12.300 telah terlewati. Sentimen dari berbalik naiknya harga saham-saham produsen dan kenaikan data ISM non manufacturing PMI memberikan sedikit pandangan bahwa ekonomi AS akan segera pulih, meski bertahap.


Dari eskternal, masih menguatnya laju bursa saham AS memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia yang masih dapat bergerak variatif cenderung positif. Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif.  Tidak hanya itu, perkiraan akan meningkatnya nilai transaksi di bursa saham China yang berimbas positif bagi para sekuritas; masih berlanjutnya pelemahan Yen; membaiknya neraca perdagangan Australia; hingga masih stabilnya rilis GDP Korea Selatan turut membantu hadirnya sentimen positif.


Di sisi lain, laju bursa saham Eropa yang di awal sesi masih bergerak menguat, jelang penutupan justru berbalik ke zona merah. Pelaku pasar merespons negatif pernyataan President European Central Bank (ECB), Mario Draghi, yang masih akan melakukan pengukuran dan pembahasan lebih lanjut terhadap kebutuan stimulus tahun depan.  Tentu pernyataan tersebut direspons negatif karena terlihat European Central Bank (ECB) masih ragu dalam mengucurkan stimulus dan juga belum siap. Sentimen positif dari kenaikan halifax house price Inggris, penurunan yield obligasi 10 tahun Spanyol, tidak berubahnya kebijakan stimulus BoE; hingga bertahannya suku bunga ECB rate di 0,5% terimbangi dengan sentimen pernyataan tersebut. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, December 3, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll  – Laju IHSG pada Kamis (4/12) diprediksi berada pada rentang support 5.145-5.159 dan resisten 5.190-5.197. Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Evening star di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik melemah meski terbatas.


Laju IHSG hampir mendekati target resisten (5.189-5.200) namun, sempat masuk di kisaran area target support (5.155-5.169) dan berakhir di kisaran target support tersebut. Mulai adanya aksi-aksi profit taking akan membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan. Apalagi jika ditambah dengan adanya penilaian banyaknya saham-saham yang telahoverbought yang akan memicu aksi jual. IHSG pun berpotensi kembali melemah namun, jika rilis data-data ekonomi dunia termasuk Indonesia dapat direspons positif, pelemahan IHSG pun dapat ditahan.


Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.380-3.545. Shooting star sentuh area UBB. Target resisten Rp 3.425 terlampaui & meninggalkan utang gap Rp 3.375-3.385. Willam’s % bergerak turun. Trading sell jika Rp 3.465 gagal bertahan. Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.700-13.100. Piercing lines di atas middle bollinger band (MBB). RoC bergerak naik diiringi peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 12.850. Saham PT Tunas Baru Lampung (TBLA) dalam kisaran Rp 780-810, bullish harami di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik didukung volume beli dan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 790.


Berikutnya saham PT Mitra Adi Perkasa (MAPI) dalam kisaran Rp 5.490-5.800. Hanging man di bawah UBB. Momentum naik tipis namun, MFI bergerak turun. Trading sell jika Rp 5.675 gagal bertahan. Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.080-1.135. Shooting star di bawah UBB. Volatility naik diikuti peningkatan stochastic dan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 1.090. Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran Rp 1.235-1.300. Hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.255. Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.300. Separating lines sentuh UBB. Volatiliy meningkat yang diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.250.


Pada perdagangan Rabu (3/12) IHSG ditutup melemah 9,749 poin (0,188%) ke posisi 5.166,044. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.187,35 dan terendah 5.157. Terlihat memang hawa profit taking sejak awal perdagangan di mana hanya sesaat berada di zona hijau namun, di tengah sesi 1 pergerakannya kian menurun. Meski di sesi kedua ada perlawanan naik namun, belum cukup mampu melampaui level sebelumnya.


Maraknya aksi profit taking yang melanda hampir sebagian besar saham-saham big caps, dapat diimbangi oleh masih menguatnya saham-saham infrastruktur dan beberapa perkebunan. Mulai berbalik nett sell investor asing dan kembali melemahnya dolar AS membuat IHSG tertahan di zona merah. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp 161,76 miliar menjadi net sell Rp -298,99 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, December 2, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Rabu (3/12) diprediksi berada pada rentang support 5.155-5.169 dan resisten 5.189-5.200.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.172-5.186) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.128-5.148).


Kembali IHSG bergerak dalam rentang tipis. Hawa profit taking mulai terasa sehingga dapat menahan potensi penguatan lebih lanjut. Diharapkan sentiment rilis data-data ekonomi masih dapat dirilis positif agar laju penguatan dapat terjaga. Tetap cermati perubahan volume transaksi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.055-1.125. Shooting star di atas middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.075.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp16.400-16.875. Bearish harami sentuh UBB. Target support Rp 16.625 terlewati diikuti pelemahan RoC dan RMI. Trading sell jika Rp 16.425 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 980-1.045. Bullish engulfing dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.165.


Kemudian saham PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp 1.750-1.875. Three white soldier dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 1.785.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.245-3.450. Separating lines dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti target resisten Rp 3.300 terlampaui. Trading buy selama berada di atas Rp 3.365.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.500-11.750. Doji star sentuh UBB. Mass index bergerak turun diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 11.600 gagal bertahan.


Pada perdagangan Selasa (2/12)  IHSG  ditutup menguat 11,505 poin (0,22%) ke posisi 5.175,793. Penguatan tersebut setelah sepanjang perdagangan sempat naik 29,759 poin ke level tertingginya 5.194,047 dan terendah 5.166,629.  Laju IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun sempat pesimis akan adanya pelemahan terutama setelah laju bursa saham AS dan Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan sebelumnya. IHSG mendapat sentimen positif dari laju bursa saham Asia yang bergerak positif seiring ekspektasi akan adanya pelonggaran moneter.


Di sisi lain, penilaian akan diuntungkannya beberapa saham dengan pelemahan harga minyak mentah turut membuat saham-saham tersebut bergerak positif dan berimbas pada laju IHSG. Masih berlanjutnya nett buy investor asing dan mulai tertahannya pelemahan dolar AS mampu menambah sentiment positif. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 67,71 miliar menjadi net buy Rp 161,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, December 1, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll  – Pergerakan IHSG pada Selasa (2/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.148 dan resisten 5.172-5.186.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.153-5.164) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.115-5.128).


Meski telah dirilis data-data ekonomi,  namun tampaknya gairah trading pelaku pasar sedikit berkurang. Sepertinya pelaku pasar tidak hanya merespons dan mengantisipasi kondisi makro dalam negeri namun, juga mencermati sentimen global terutama dengan masih berlanjutnya penurunan harga minyak yang berimbas pada harga-harga komoditas dan masih melemahnya sejumlah indeks manufaktur.  Potensi laju IHSG yang dapat tertahan dan kembali melemah masih dimungkinkan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 16.000-16.875. Three line strike sentuh UBB. Target resisten Rp 16.100 jauh terlampaui diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 16.625 gagal bertahan.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.895. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 2.850 dapat dilampaui diiringi kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 2.870.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.180-1.235. Piercing lines di atas Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diimbangi peningkatan william’s %R. Trading buy selama di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Waskita Karya (WSKT) dalam kisaran Rp 1.030-1.145. Shooting star sentuh UBB. Mass index bergerak naik diikuti lonjakan volume beli. Trading sell jika Rp 1.095 gagal bertahan.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.420-1.500. Hammer masih tertahan di bawah UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan RMI. Trading buy selama di atas Rp 1.470.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.700-6.950. Doji star tertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli mencoba naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 6.775.


Pada perdagangan Senin (1/12),  IHSG  ditutup menguat 14,4 poin (0,28%) ke posisi 5.164,288. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.167,691 dan terendah 5.134,754. Dalam ulasan sebelumnya kami sampaikan laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan.


Laju IHSG pun memang sempat mengalami pelemahan, terutama setelah dirilis inflasi yang di atas perkiraan kami. Rilis inflasi sebesar 1,50% secara bulanan hanya beda tipis dari perkiraan kami di kisaran 1,30%-1,49% namun, lebih rendah dari 7,73% – 8,05% secara tahunan membuat efek negatif dari kenaikan inflasi tersebut tereduksi.  Terlebih pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.


Bahkan efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober senilai USD 23,2 juta sesuai harapan kami di mana agar neraca perdagangan Oktober dapat lebih baik dari sebelumnya dan berharap dapat dirilis di bawah estimasi kami yang diekspektasikan masih defisit dengan nilai sebesar USD -123 juta hingga USD -204 juta.  Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi Rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 28,76 miliar menjadi net buy Rp 67,71 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 30, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (1/12) diprediksi berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan IHSG masih belum dapat menyentuh target resisten (5.153-5.164) dan masih sempat bertahan di kisaran area target support (5.115-5.128). Tipisnya pergerakan IHSG membuat kami belum mengubah target resisten maupun support.  Di sisi lain, laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai poensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 18.600-19.250. Spinning di area middle bollinger band (MBB). Volume beli mulai meningkat diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 18.975.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 9.800-10.275. Spinning di area UBB. Volatility bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten Rp 10.100 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 10.100.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.790-2.855. Hammer dekati UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.


Kemudian  saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.185-1.250. Bearish engulfing dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak turun seiring dengan penurunan volume beli. Trading sell jika Rp 1.195 gagal bertahan.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 3.000-3.100. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Parabollic SAR bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.050.  Saham PT Ciputra Developemnt (CTRA) dalam kisaran Rp 1.280-1.345. Three outside down menjauhi UBB. Volume jual meningkat diikuti penurunan MFI. Trading sell jika Rp 1.150 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG  ditutup menguat 4,573 poin (0,09%) ke posisi 5.149,888. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.149,888 dan terendah 5.126,980.  Seperti yang kami ulas sebelumnya di mana IHSG akan mengalami pembalikan arah di awal sebelum kembali menguat. Di akhir pekan, terlihat laju IHSG yang tidak terlalu berbeda dengan ulasan kami di mana sempat mengalami pelemahan di awal, akhirnya IHSG mampu kembali bertengger di zona hijau. Masih melemahnya laju rupiah memberikan imbas negatif di mana pelaku pasar sempat melakukan aksi jual.


Penguatan yang terjadi sebelumnya sempat juga dimanfaatkan untuk profit taking. Namun demikian, di sesi kedua aksi beli kembali terjadi, terutama pada saham-saham properti dan manufaktur sehingga mampu kembali menarik IHSG kembali ke zona hijau meski tidak terlalu signifikan.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi rupiah masih terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 552,72 miliar menjadi net buy Rp 28,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 27, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (28/11) diperkirakan berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola separating lines dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan  IHSG sempat menyentuh target resisten (5.141-5.148) dan berhasil bertahan di atas kisaran area target support (5.095-5.100). Mulai tipisnya kenaikan memberikan ruang terbatas bagi IHSG untuk dapat bergerak naik secara signifikan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.275. Bullish engulfing di atas middle bollinger band (MBB). Volume beli meningkat diikuti kenaikan stochastic.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.835. Bearish harami di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.840 gagal tercapai. William’s %R mulai berbalik turun. Trading sell jika Rp 2.800 gagal tercapai.  Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.350-10.550. Inverted hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Volume cenderung negatif diiringi laju Relative Strength Index (RSI) yang cenderung turun. Trading sell jika Rp 10.425 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.285. Shooting star dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.225.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.400-1.495. Shooting star dekati UBB. Volatility meningkat diiringi peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.450.  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.650-6.825. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 6.700.


Pada perdagangan Kamis (27/11)  IHSG  ditutup menguat 12,279 poin (0,24%) ke posisi 5.145,315. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.148,413 dan terendah 5.134,702.  Kembali laju IHSG mirip dengan ulasan kami sebelumnya. IHSG mencoba bertahan di zona hijau namun, masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Terlihat  angin segar masih mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun sempat terganggu dengan mulai adanya pergerakan negatif dari beberapa laju bursa saham Asia.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing turut menopang penguatan IHSG meskipun terhambat dengan kembalinya rupiah yang terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 260,85 miliar menjadi net buy Rp 552,72 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, November 26, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Kamis (27/11) diprediksi berada pada rentang support 5.095-5.100 dan resisten 5.141-5.148.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya. Laju IHSG sempat menyentuh target resisten (5.131-5.151) dan berhasil bertahan di kisaran tersebut dan sempat menyentuh area target support (5.097-5.107).


Indeks mencoba bertahan di zona hijau,  namun masih diperlukan  dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.840. Spinning di bawah upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.  Saham PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam kisaran Rp 890-965. Shooting star lewati UBB. Stochastic mulai melemah. Target resisten Rp 950 tidak tercapai. Trading sell jika Rp 920 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) dalam kisaran Rp 280-310. White marubozu sentuh UBB. MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 294.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.000-13.650. Shooting star di area UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 13.150.  Saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp 605-635. Hanging man dekati UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 620.


Pada perdagangan Rabu (26/11) IHSG  ditutup menguat 14,091 poin (0,28%) ke posisi 5.133,036. Sepanjang perdagangan, indeks sempat mencapai level terlemahnya 5.107,572 dan tertingginya 5.137,064.  Tidak banyak berbeda dari ulasan kami sebelumnya dimana kami tuliskan Penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. Masih ada peluang bagi IHSG untuk berbalik naik jika ditopang oleh aksi beli. Apalagi jika laju bursa saham global mampu menguat maka seharusnya dapat berimbas positif pada IHSG.


Di sisi lain, positifnya sejumlah laju bursa saham Asia meski di penutupan bursa saham AS cenderung melemah, memberikan sentimen positif bagi IHSG. Padahal di awal perdagangan laju IHSG cenderung melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar.  Tetapi, tidak adanya sentimen negatif signifikan di pasar membuat pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi sehingga membuat IHSG mampu bergerak naik bertahap. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 25, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Rabu (26/11) diprediksi berada pada rentang support 5.097-5.107 dan resisten 5.131-5.151.  Indeks berpeluang membentuk pola bearish evening star bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang turun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan kenaikannya. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.153-5.165) namun, mampu bertahan di area target support (5.100-5.130) dan berakhir di area tersebut.


Penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. Masih ada peluang bagi IHSG untuk berbalik naik jika ditopang oleh aksi beli. Apalagi jika laju bursa saham global mampu menguat maka seharusnya dapat berimbas positif pada IHSG.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.250-1.500. White marubozu sentuh UBB. Relative Strength Index (RSI) meningkat diikuti peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 1.400 gagal bertahan. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.100-31.850. White marubozu di bawah UBB. Volume beli meningkat diiringi peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 31.650.


Berikutnya saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.750-6.075. Spinning di atas middle bollinger band (MBB). Stochastic mencoba naik ditopang peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 5.825.  Saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp 590-665. Piercing line di atas Middle Bollinger Band (MBB). RMI & mass indeks berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 600.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.200-3.385. Hammer di area UBB. Parabollic SAR bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.320.


Pada perdagangan Selasa (25/11) IHSG  ditutup melemah 22,819 poin (0,44%) ke posisi 5.118,945. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.149,479 atau menguat 7,7 poin. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.118,945 pada detik-detik penutupan.


Meski laju bursa saham AS positif namun, tidak banyak diikuti oleh sejumlah bursa saham Asia. IHSG salah satunya yang bersama dengan beberapa laju bursa saham Asia lainnya a.l HSI, Kospi, ASX, dan beberapa lainnya bergerak di zona merah.  Mulai terbatasnya penguatan IHSG setelah menyentuh level high di 5.157,08 di perdagangan sebelumnya seiring dengan aksi jual pelaku pasar dengan memanfaatkan kenaikan tersebut. Kembali terdepresiasinya rupiah menahan potensi kenaikan lanjutan IHSG sehingga berlanjut naiknya laju bursa saham Asia dan masihnya asing melakukan pembelian tidak terlalu cukup banyak membantu IHSG untuk melanjutkan kenaikan. [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, November 19, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Kamis (20/11) diprediksi berada pada rentang support 5.090-5.105 dan resisten 5.132-5.145.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih bergerak naik.


Indeks  sempat mampu bertahan di target resisten (5.110-5.115) namun, gagal mendekati kisaran target support (5.060-5.085). Meski menguat namun, laju IHSG meninggalkan utang gap 5.102-5.111 yang diperkirakan akan rentan terjadi pembalikan arah melemah jika tidak ditopang adanya sentiment positif.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Gudang Garam (GGRM) dalam kisaran Rp 62.450-64.275. Three white soldier di bawah UBB. Parabollic SAR bergerak naik diikuti kenaikan volume namun, mass index bergerak turun. Trading sell jika Rp 63.650 gagal bertahan.  Saham PT Modernland Realty (MDLN) dalam kisaran Rp 495-535. Hammer di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI mulai bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 515.


Berikutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.000-11.225. Bearish engulfing cross di bawah UBB. Mass index bergerak turun, diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Target resisten Rp 11.275 gagal tercapai. Trading sell jika Rp 11.075 gagal bertahan Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.010-1.065. Shooting star di bawah Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI), trading buy selama berada di atas Rp 1.020.


Pada perdagangan Rabu (19/11) IHSG  ditutup menguat 25,464 poin (0,499%) ke angka 5.127,933. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.140,978 dan terendah 5.111,696.


Dalam pergerakan intraday perdagangan, IHSG justru mengalami kenaikan. Meskipun kami masih gagal paham alasan detil BI rate dinaikan. Dari yang kami lihat bahwa pelaku pasar, terutama asing, merespons positif kenaikan BI rate.


BI menanggapi dengan cepat imbas kenaikan harga BBM terhadap potensi lonjakan inflasi nantinya. Pergerakan harga saham-saham yang berkaitan dengan BI rate seperti keuangan, properti, dan lainnya yang sebelumnya kami perkirakan akan mengalami pelemahan, justru hampir sebagian besar menguat. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 18, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollPergerakan IHSG pada Rabu (19/11) diprediksi berada pada rentang support 5.060-5.085 dan resisten 5.110-5.115.  Indeks berpeluang membentuk pola hanging man di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat.  RSI, Stochastic, dan William’s %R bergerak naik. Laju IHSG mampu melampaui target resisten (5062-5075) dan mampu bertahan di atas kisaran target support (5035-5042).   Laju IHSG yang diperkirakan akan melemah tertopang  rebound dengan adanya sentimen dari kenaikan harga BBM bersubsidi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.000-11.275. Long legged doji di bawah UBB. Stochastic bergerak naik namun, target resisten Rp 11.200 gagal tercapai. Trading sell jika Rp11.100 gagal bertahan. Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp 2.970-3.125. Shooting star sentuh UBB. New break high namun, terdapat utang gap Rp 2.965-2.975. Target resisten Rp 3.000 tercapai dengan dukungan kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 3.050 gagal bertahan.


Kemudian saham PT PP London Sumatera Indonesia (LSIP) dalam kisaran Rp 1.895-1.965. Morning doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.905.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.180-3.315. Three inside up di area Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 3.250 terlewati. RoC & RMI bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 3.270.


Pada perdagangan Selasa (18/11)  IHSG  ditutup menguat 48,526 poin (0,96%) ke posisi 5.102,469. Intraday tertinggi 5.102,469 dan terendah 5.068,281.  Meski laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung melemah, IHSG mampu bergerak positif seiring maraknya aksi beli. Para pelaku pasar, terutama investor asing, tampaknya merespons positif diumumkannya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 meskipun mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, November 17, 2014

IHSG Berpeluang Rebound, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Selasa (18/11) diprediksi berada pada kisaran support 5.035-5.042 dan resisten 5.062-5.075.  Indeks berpeluang membentuk pola inverted hammer bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat melampaui di target resisten (5.055-5.072) meski berakhir di bawah target tersebut dan sempat berada di kisaran target support (5.028-5.038).


IHSG terlihat masih menunggu momen yang tepat  untuk bergerak rebound dan bertahan di zona positifnya. Apalagi sentimen dari global kurang mampu memberikan hawa positif pada IHSG. Laju IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak akan jauh berbeda di mana masih menyimpan potensi pelemahan. Tetap waspadai pembalikan arah.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 17.700-18.550. Morning star di atas lower Bollinger Band (LBB). Stochastic mencoba berbalik arah seiring tersentuhnya target resisten Rp 18.300. Maintained buy selama berada di atas Rp 18.300.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.950-9.275. Tweezers bottom di bawah UBB. Volume beli masih naik diiringi peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 9.075.


Berikutnya saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 2.850-3.010. Shooting star di area UBB. Parabollic SAR masih naik namun, target resisten Rp 2.970 belum tercapai. Trading sell jika Rp 2.895 gagal bertahan.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 11.900-12.425. Bullish harami di atas LBB. Relative Strength Index (RSI) mencoba berbalik arah diikuti peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.250.


Kemudian saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.215-1.325. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 1.265 terlewati diiringi kenaikan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.275.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.350-31.425. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti terlewatinya target resisten Rp 31.000. Trading buy selama berada di atas Rp 31.000.


Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG  ditutup menguat tipis 4,455 poin (0,088%) ke angka 5.053,943.  Laju rupiah mampu bergerak di teritori positif di awal pekan. Pergerakan sejumlah mata uang Asia Pasifik bergerak menguat dan berimbas positif pada laju IHSG. Nilai tukar Yuan menguat menyusul resminya bursa saham Hong Kong dan Shanghai terkoneksi dalam lalu lintas perdagangan yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan Yuan.


Di sisi lain, rendahnya pertumbuhan GDP Jepang telah membuat laju Yen meningkat dan berimbas pada laju mata uang Asia lainnya. Laju rupiah di atas level resisten Rp 12.194. Laju penguatan rupiah terbantukan dengan terapresiasinya nilai tukar regional terhadap dolar AS. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan pada rupiah.  Adanya penyatuan jaringan transaksi antara bursa saham Shanghai dan HSI tidak membuat kedua bursa saham tersebut bergerak positif. Maraknya pemberitaan terkait masuknya ekonomi Jepang dalam resesi dengan minusnya pertumbuhan ekonominya menambah sentiment negatif.


Sentimen negatif dari Jepang turut dirasakan sejumlah bursa saham Eropa yang mengalami pelemahan. Rendahnya pertumbuhan neraca perdagangan Italia turut direspon negative dan menutupi kenaikan neraca perdagangan Zona Euro.  Laju bursa saham AS diperkirakan juga dapat mengalami hal yang sama dimana turut mengalami pelemahan seiring dengan berita negatif dari Jepang. Pelaku pasa menantikan data industrial production dan manufacturing production. [geng]



IHSG Berpeluang Rebound, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 16, 2014

IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollLaju IHSG pada Senin (17/11) diprediksi diprediksi berada pada rentang support 5.028-5.038 dan resisten 5.055-5.072.   Indeks berpeluang membentuk pola doji star di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat tertahan di target resisten (5.065-5.072) dan mampu bertahan di kisaran target support (5.027-5.035).


Pergerakan IHSG terlihat kurang mampu bertahan di kisaran resistennya seiring berkurangnya volume beli dan lebih banyak aksi profit taking. Posisi IHSG pun masih rawan terkoreksi jika tidak adanya sentimen-sentimen positif yang dapat menahan potensi pelemahan tersebut. Waspadai potensi pelemahan (jika ada).


Sementara untuk sejumlaj saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.500-16.100. Three white soldier dekati upper bollinger band (UBB). Volume beli masih meningkat namun, mass index cenderung datar. Trading sell jika Rp 15.900.  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.750-6.050. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 5.825.


Berikutnya saham PT Matahari Departement Strore (LPPF) dalam kisaran Rp 15.050-15.375. Tweezers top di bawah UBB. Volume beli mulai berkurang diiringi penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 15.150 gagal bertahan.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.800-19.275. Hammer di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 19.250 hampir tercapai. MFI bergerak naik diikuti kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 19.150.


Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.  Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (14/11) IHSG  ditutup menguat tipis 0,82 poin (0,016%) ke angka 5.049,488. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.068,077 dan terendah 5.035,461.


Laju IHSG di awal sesi bergerak kurang lebih seperti perkiraan  sebelumnya.  Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif jelang akhir pekan.


IHSG pun lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah sepanjang sesi perdagangan meskipun sempat mengalami kenaikan di awal sesi namun, masih cenderung maraknya aksi jual membuat IHSG terlempar ke teritori negatif.  Bahkan berita positif terkait rencana Eropa untuk menambah investasi di Indonesia tidak terlalu ditanggapi karena tertutupi sentimen kembali terdepresiasinya rupiah dan belum jelasnya kepastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sentimen negatif lainnya datang dari transaksi asing yang kembali tercatat nett sell (dari nett buy Rp 149,66 miliar menjadi nett sell Rp 227,48 miliar). [geng]



IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 13, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Jumat (14/11) diprediksi berada pada rentang support 5.027-5.035 dan resisten 5.065-5.072.  Secara teknis indeks berpeluang membentuk pola dragonfly doji di area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak turun tipis dengan histogram negatif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.


IHSG gagal mendekati kisaran target resisten (5.055-5.070) namun, mampu bertahan di atas kisaran target support (5.015-5.027). Laju IHSG masih terlihat berkurang penguatannya. Di satu sisi mencoba bergerak naik namun, terhalangi dengan adanya aksi profit taking.  Tampaknya rilis BI rate telah diantisipasi di mana tidak adanya perubahan. Diharapkan laju IHSG jikapun masih melemah, kami harapkan dapat melemah tipis agar tidak merubah haluan menjadi tren pelemahan jangka pendek.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.450-19.250. Bullish harami di atas Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R mencoba berbalik naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 18.950.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.705-2.755. Dragonfly doji di area Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 2.715 dapat terjaga. Mass indeks masih terlihat naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.725.  Saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam kisaran Rp 9.200-9.650. Hanging man di area upper Bollinger band. Target Rp 9.550 gagal tercapai diikuti terbatasnya laju RMI. Trading sell jika Rp 9.450 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.950-3.225. Hammer di atas Lower Bollinger Band (LBB). Parabollic SAR berbalik naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.090.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.260-2.375. Tweezers top di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Target Rp 2.385 gagal didekati diiringi penurunan RoC. Trading Sell jika Rp 2.280 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.925-9.225. Three white soldier dekati Upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 9.150 berhasil dilewati diimbangi dengan kenaikan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 9.050.


Pada perdagangan Kamis (13/11) IHSG  ditutup terkoreksi tipis 0,173 poin (0,003%) ke posisi 5.048,668.  Laju IHSG pun bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar masih dalam posisi jualan sehingga membuat IHSG melanjutkan pelemahannya dari sebelumnya. Secara intraday sempat mengalami pelemahan dalam namun, secara bertahap dapat kembali menguat meski belum dapat melampaui level sehari sebelumnya.


Melemahnya sejumlah saham-saham blue chip akhibat profit taking membuat IHSG kian melemah namun, dapat diimbangi dengan terapresiasinya rupiah setelah dirilis tetapnya BI rate dan imbas cenderung positifnya laju bursa saham utama Asia dan Eropa. Adapun asing kembali melakukan nett buy (dari nett buy Rp 2,13 triliun menjadi nett buy Rp 149,66 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan