Showing posts with label Saham PT Astra Agro Lestari (AALI). Show all posts
Showing posts with label Saham PT Astra Agro Lestari (AALI). Show all posts

Monday, January 5, 2015

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG Selasa (6/1) diprediksi berada pada rentang support 5.195-5.210 dan resisten 5.236-5.240.  Pola Evening star menjauhi area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek.


Sedangkan Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R  mulai bergerak turun. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5.250-5.258) dan berada di bawah target support (5.215-5.235). Tampaknya masih adanya penilaian posisi IHSG yang dinilai tinggi membuat aksi profit taking dapat berlanjut sehingga dapat mempengaruhi laju IHSG yang mulai kurang dapat mempertahankan tren kenaikannya.  IHSG  berpeluang melanjutkan  pelemahan  sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran support-resisten Rp 24.325-24.800. Hanging man dekati UBB. MFI masih naik namun, mass index mulai turun. Trading sell jika Rp 24.575 gagal bertahan.  Saham PT Arwana Citramulia (ARNA) dalam kisaran support-resisten Rp 845-975. Bullish harami cross dekati UBB. RoC bertahan naik diimbangi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 910.  Saham PT Modern Internasional (MDRN) dalam kisaran support-resisten Rp 640-720. Hammer dekati UBB. Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 660.


Kemudian saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 32.200-32.650. Bearish harami cross gagal dekati UBB. Target Rp 32.475 mulai ragu bertahan diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 32.425 gagal bertahan.   Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.855-1.955. Shooting star di area UBB. Target Rp 1.900 dapat terlampaui  seiring meningkatnya volume beli diiringi peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 1.915 gagal bertahan.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran support-resisten Rp 1.675-1.755. Shooting star terjadi 4x berturut yang diikuti terlampauinya target resisten Rp 1.715 dan kenaikan parabolic SAR dan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.700.


Pada perdagangan Senin (5/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22,774 poin (0,43%) ke posisi 5.219,995.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.233,66 atau turun 9,109 poin dan mencapai level terlemahnya 5.206,285 atau melemah 36,484 poin.


Laju IHSG seperti yang kami ulas sebelumnya di mana mulai terlihat adanya pelemahan. Kami sampaikan sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut. Selain masih sepinya aktivitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.  Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235 maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah.


Mayoritas indeks sektoral mengalami pelemahan. Hanya indeks konsumer yang menguat dan itu pun karena dukungan signifikan dari GGRM dan MYOR. Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 4,17 miliar menjadi net sell Rp 144,23 miliar).


Pergerakan  rupiah makin menunjukan pelemahannya di awal pekan ini. Apalagi setelah laju Euro melemah setelah terdapat sentiment dari rencana European Central Bank (ECB) yang akan mempertimbangkan untuk segera merealisasikan program pembelian obligasi dari beberapa Negara di Euro Zone dan kekhawatiran akan kembali terjadinya krisis Yunani, terutama beredarnya spekulasi akan keluarnya Yunani dari Zona Euro.


Berlanjutnya pelemahan pada laju harga minyak mentah membuat pelaku pasar lebih memilih ke aset save heaven, dolar AS dan Yen. Laju rupiah berada di bawah target level support 12.482. Masih adanya sentiment negative membuat laju rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahan. Waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran 12.470-12.482 berdasarkan kurs tengah BI.  [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, January 1, 2015

Membuka 2015, IHSG Berpotensi Menguat

Financeroll – Mengawali  perdagangan hari pertama 2015, Jumat (2/1/), laju IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.170-5.193 dan resisten 5.237-5.250. I.   Pola Three white soldier berpeluang mendekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) berhasil membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram positif yang memanjang.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.187-5.200) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.135-5.155).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.850-24.500. Shooting star dekati UBB. MFI dan momentum mampu terjaga kenaikannya. Accumulated buy selama berada di atas Rp 24.200.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 17.175-17.500. Hammer di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli mencoba meningkat diiringi penguatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 12.300.   Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.925-7.125. Tweezers top dekati UBB. Parabollic SAR masih bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 7.000.


Berikutnya saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.650-32.500. White marubozu dekati UBB. RoC bergerak naik diiringi peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 32.250 gagal bertahan. Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.620-1.710. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 1.685 mampu dilampaui diimbangi kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.650. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.825-2.925. White marubozu dekati UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Accumulated buy selama berada di atas Rp 2.850.


Pada perdagangan terakhir 2014, Selasa (30/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947.  Sepanjang 2014, IHSG menguat 952,767 poin (22,29%) dibandingkan penutupan IHSG tahun 2013 di posisi 4.274,18 per 30 Desember 2013.  Indeks mencapai level tertingginya di level penutupan tersebut dan sempat mencapai level terlemah di sesi pertama di angka 5.175,642 atau turun 2,731 poin.


Laju IHSG akhirnya mampu kembali melanjutkan penguatannya di tengah melemahnya sejumlah bursa saham Asia. Laju IHSG masih dimungkinkan kembali melanjutkan penguatan dengan asumsi pelaku pasar tidak banyak melakukan aksi profit taking massif di tengah minimnya waktu perdagangan dan data-data makro nantinya dapat memberikan sentiment positif.


Meski Indonesia masih dirundung duka jelang akhir tahun atas berbagai tragedi musibah yang terjadi namun, tidak menghalangi riuh suasana penutupan IHSG di akhir tahun ini yang mampu berakhir di zona hijau. Eforia pelaku pasar pun terlihat di mana laju IHSG melonjak jelang akhir penutupan sehingga mampu melampaui target pencapaian kami di 5.200. Padahal, sebelumnya banyak yang tidak begitu yakin dengan perkiraan tersebut.


Tampaknya pelaku pasar yang masih bertahan di IDX, masih melakukan upaya pembelian untuk menjaga laju IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya. Bahkan, transaksi asing berbalik mencatatkan pembelian bersih. Begitu juga dengan penguatan rupiah; hingga positifnya saham-saham perdagangan, perkebunan, aneka industry, dan beberapa saham second liner turut membantu terwujudnya penutupan IHSG di teritori positif.  Keinginan untuk dapat menutup perdagangan di teritori positif mampu membuat IHSG melupakan untuk sementara waktu utang gapnya di level 5.059-5.076 dan 5.113-5.125. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp84,08 miliar menjadi net buy Rp 2,5 triliun).  [geng]



Membuka 2015, IHSG Berpotensi Menguat

Thursday, October 30, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG  pada Jumat (31/10) diprediksi berada pada rentang support 5.015-5.048 dan resisten 5.067-5.085.  IHSG akan berada pada rentang support 5.015-5.048 dan resisten 5.067-5.085. Hammer di atas middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali tertahan kenaikannya.


Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.085-5.092) dan sempat masuk ke target support (5.010-5.050). Indeks  kembali diuji apakah mampu bertahan dari mulai kembalinya gempuran aksi jual atau dapat kembali rebound.  Tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan lanjutan jika sentimen global kurang memberikan aura positif.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 21.150-23.500. Three outside up sentuh upper Bollinger band (UBB). Volume beli meningkat diiringi kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 22.950. Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 6.750-6.975. Hanging man sentuh upper Bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik namun, William’s %R mulai menurun. Target resisten Rp 7.000 gagal tercapai. Trading sell jika Rp 6.875 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.700-5.975. Three outside up di atas middle Bollinger band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Target Rp 5.800 masih dapat bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 5.750.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.050-1.085. Hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.060.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 2.535-2.665. Hanging man di bawah UBB. MFI & Parabollic SAR bergerak naik. Target Rp 2.600 berhasil dilampaui. Trading buy selama berada di atas Rp 2.610.


Pada perdagangan Kamis (30/10)  IHSG  ditutup turun 15,207 poin (0,3%) ke posisi 5.058,849. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.074,659 dan terendahnya 5.032,596. IHSG bergerak sesuai ekspektasi. Meski secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan yang memanfaatkan penguatan tersebut jika sentimen yang ada berbalik melemah. IHSG pun kembali melemah dengan kembali adanya aksi jual pelaku pasar. [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan