Showing posts with label middle bollinger band. Show all posts
Showing posts with label middle bollinger band. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

Membuka 2015, IHSG Berpotensi Menguat

Financeroll – Mengawali  perdagangan hari pertama 2015, Jumat (2/1/), laju IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.170-5.193 dan resisten 5.237-5.250. I.   Pola Three white soldier berpeluang mendekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) berhasil membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram positif yang memanjang.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.187-5.200) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.135-5.155).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.850-24.500. Shooting star dekati UBB. MFI dan momentum mampu terjaga kenaikannya. Accumulated buy selama berada di atas Rp 24.200.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 17.175-17.500. Hammer di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli mencoba meningkat diiringi penguatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 12.300.   Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.925-7.125. Tweezers top dekati UBB. Parabollic SAR masih bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 7.000.


Berikutnya saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.650-32.500. White marubozu dekati UBB. RoC bergerak naik diiringi peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 32.250 gagal bertahan. Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.620-1.710. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 1.685 mampu dilampaui diimbangi kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.650. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.825-2.925. White marubozu dekati UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Accumulated buy selama berada di atas Rp 2.850.


Pada perdagangan terakhir 2014, Selasa (30/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947.  Sepanjang 2014, IHSG menguat 952,767 poin (22,29%) dibandingkan penutupan IHSG tahun 2013 di posisi 4.274,18 per 30 Desember 2013.  Indeks mencapai level tertingginya di level penutupan tersebut dan sempat mencapai level terlemah di sesi pertama di angka 5.175,642 atau turun 2,731 poin.


Laju IHSG akhirnya mampu kembali melanjutkan penguatannya di tengah melemahnya sejumlah bursa saham Asia. Laju IHSG masih dimungkinkan kembali melanjutkan penguatan dengan asumsi pelaku pasar tidak banyak melakukan aksi profit taking massif di tengah minimnya waktu perdagangan dan data-data makro nantinya dapat memberikan sentiment positif.


Meski Indonesia masih dirundung duka jelang akhir tahun atas berbagai tragedi musibah yang terjadi namun, tidak menghalangi riuh suasana penutupan IHSG di akhir tahun ini yang mampu berakhir di zona hijau. Eforia pelaku pasar pun terlihat di mana laju IHSG melonjak jelang akhir penutupan sehingga mampu melampaui target pencapaian kami di 5.200. Padahal, sebelumnya banyak yang tidak begitu yakin dengan perkiraan tersebut.


Tampaknya pelaku pasar yang masih bertahan di IDX, masih melakukan upaya pembelian untuk menjaga laju IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya. Bahkan, transaksi asing berbalik mencatatkan pembelian bersih. Begitu juga dengan penguatan rupiah; hingga positifnya saham-saham perdagangan, perkebunan, aneka industry, dan beberapa saham second liner turut membantu terwujudnya penutupan IHSG di teritori positif.  Keinginan untuk dapat menutup perdagangan di teritori positif mampu membuat IHSG melupakan untuk sementara waktu utang gapnya di level 5.059-5.076 dan 5.113-5.125. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp84,08 miliar menjadi net buy Rp 2,5 triliun).  [geng]



Membuka 2015, IHSG Berpotensi Menguat

Sunday, December 28, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (29/12) diprediksi berada pada rentang support 5.135-5.155 dan resisten 5.172-5.188.  Indeks membentuk pola Shooting star di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba melanjutkan kenaikan. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.155-5.164) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.120-5.129).  Jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun.


Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, di antaranya: Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 5.875-6.150. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 5.950.   Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.300-3.545. Hanging man di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.495 terlampaui diikuti peningkatan mass index & Relative Strength Index (RSI). Accumulated buy selama berada di atas Rp 3.490.  Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran Rp 435-464. Separating lines dekati UBB. Parabollic SAR bertahan naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 445 per saham.


Berikutnya saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 102-113. Doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI mulai berbalik naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 103.   Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 3.110-3.270. White marubozu di area upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.175 terlampaui diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.235.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.055-2.210. Seprating lines dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI berbalik naik diiringi peningkatan RoC. Accumulated buy selama berada di atas Rp 2.165.


Pada perdagangan Rabu (24/10), sehari sebelum Natal,  IHSG  ditutup menguat 27,915 poin (0,54%) ke angka 5.166,983.  Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.175,383 atau menguat 36,315 poin dengan level terlemah 5.140,968. Laju IHSG jelang libur Natal mampu bertahan di zona positif seperti yang kami harapkan sebelumnya. Dalam ulasan sebelumnya, kami katakana, tampaknya jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.  Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun. Masih positifnya laju bursa saham AS dan Eropa yang dibarengi dengan penguatan bursa saham Asia memberikan aura positif.


Menguatnya  laju saham-saham perdagangan, perkebunan, dan masih positifnya dukungan beberapa saham 2nd liner turut membantu hijaunya IHSG. Meskipun laju rupiah masih melanjutkan pelemahannya dan masih berlanjutnya aksi jual asing juga tidak menghalangi hijaunya laju IHSG. [geng].



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 14, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG Senin (15/12) diprediksi berada pada rentang support 5.138-5.152 dan resisten 5.172-5.183.  Indeks berpeluang membentuk pola three white soldier bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.162-5.172) meski tidak bertahan lama dan mampu terjaga di atas target support (5.135-5.142).


Pergerakan IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 7.050-7.350. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 7.125.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.520-1.635. Hanging man mendekati upper bollinger band (UBB). Volume beli naik seiring kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.585.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.800-7.150. Inverted hammer menuju Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun diikuti penurunan RoC. Trading sell jika Rp 6.850 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 109-118. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volatility bergerak turun diiringi penurunan momentum. Buy on weakness jika di bawah Rp 111.  Saham PT Multipolar (MLPL) dalam kisaran Rp 870-925. Spinning di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Momentum & RoC bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 885.


Pada perdagangan Jumat (12/12), IHSG  ditutup menguat 7,7 poin (0,15%) ke posisi Rp5.160,433. Penguatan tersebut jauh lebih rendah dari level tertingginya 5.178,515 atau menguat 25,820 poin dengan level terendah 5.150,585 atau turun 2,110 poin.


Positifnya laju bursa saham AS mampu memberikan imbas positf bagi laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG yang mampu kembali berada di zona positif. Penguatan beberapa saham-saham otomotif cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau yang dibarengi dengan penguatan pada saham-saham manufaktur.


Di awal perdagangan, laju IHSG masih terlihat menguat meski sempat melemah jelang akhir sesi 1. Di sesi kedua, laju IHSG mendapat dorongan beli hingga mendekati level 5.170-an. Akan tetapi, seperti biasa, setiap kali ada kenaikan selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung dan membuat IHSG kembali akan bergerak turun.  Laju IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 5.170-an terlihat kurang dapat bertahan hingga kembali terperosok. Meski  demikian, penurunan yang terjadi masih dapat berakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp -512,11 miliar menjadi net buy Rp 42,38 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, November 26, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Kamis (27/11) diprediksi berada pada rentang support 5.095-5.100 dan resisten 5.141-5.148.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya. Laju IHSG sempat menyentuh target resisten (5.131-5.151) dan berhasil bertahan di kisaran tersebut dan sempat menyentuh area target support (5.097-5.107).


Indeks mencoba bertahan di zona hijau,  namun masih diperlukan  dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.840. Spinning di bawah upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.  Saham PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam kisaran Rp 890-965. Shooting star lewati UBB. Stochastic mulai melemah. Target resisten Rp 950 tidak tercapai. Trading sell jika Rp 920 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) dalam kisaran Rp 280-310. White marubozu sentuh UBB. MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 294.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.000-13.650. Shooting star di area UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 13.150.  Saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp 605-635. Hanging man dekati UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 620.


Pada perdagangan Rabu (26/11) IHSG  ditutup menguat 14,091 poin (0,28%) ke posisi 5.133,036. Sepanjang perdagangan, indeks sempat mencapai level terlemahnya 5.107,572 dan tertingginya 5.137,064.  Tidak banyak berbeda dari ulasan kami sebelumnya dimana kami tuliskan Penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. Masih ada peluang bagi IHSG untuk berbalik naik jika ditopang oleh aksi beli. Apalagi jika laju bursa saham global mampu menguat maka seharusnya dapat berimbas positif pada IHSG.


Di sisi lain, positifnya sejumlah laju bursa saham Asia meski di penutupan bursa saham AS cenderung melemah, memberikan sentimen positif bagi IHSG. Padahal di awal perdagangan laju IHSG cenderung melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar.  Tetapi, tidak adanya sentimen negatif signifikan di pasar membuat pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi sehingga membuat IHSG mampu bergerak naik bertahap. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, November 17, 2014

IHSG Berpeluang Rebound, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Selasa (18/11) diprediksi berada pada kisaran support 5.035-5.042 dan resisten 5.062-5.075.  Indeks berpeluang membentuk pola inverted hammer bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat melampaui di target resisten (5.055-5.072) meski berakhir di bawah target tersebut dan sempat berada di kisaran target support (5.028-5.038).


IHSG terlihat masih menunggu momen yang tepat  untuk bergerak rebound dan bertahan di zona positifnya. Apalagi sentimen dari global kurang mampu memberikan hawa positif pada IHSG. Laju IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak akan jauh berbeda di mana masih menyimpan potensi pelemahan. Tetap waspadai pembalikan arah.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 17.700-18.550. Morning star di atas lower Bollinger Band (LBB). Stochastic mencoba berbalik arah seiring tersentuhnya target resisten Rp 18.300. Maintained buy selama berada di atas Rp 18.300.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.950-9.275. Tweezers bottom di bawah UBB. Volume beli masih naik diiringi peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 9.075.


Berikutnya saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 2.850-3.010. Shooting star di area UBB. Parabollic SAR masih naik namun, target resisten Rp 2.970 belum tercapai. Trading sell jika Rp 2.895 gagal bertahan.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 11.900-12.425. Bullish harami di atas LBB. Relative Strength Index (RSI) mencoba berbalik arah diikuti peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.250.


Kemudian saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.215-1.325. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 1.265 terlewati diiringi kenaikan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.275.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.350-31.425. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti terlewatinya target resisten Rp 31.000. Trading buy selama berada di atas Rp 31.000.


Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG  ditutup menguat tipis 4,455 poin (0,088%) ke angka 5.053,943.  Laju rupiah mampu bergerak di teritori positif di awal pekan. Pergerakan sejumlah mata uang Asia Pasifik bergerak menguat dan berimbas positif pada laju IHSG. Nilai tukar Yuan menguat menyusul resminya bursa saham Hong Kong dan Shanghai terkoneksi dalam lalu lintas perdagangan yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan Yuan.


Di sisi lain, rendahnya pertumbuhan GDP Jepang telah membuat laju Yen meningkat dan berimbas pada laju mata uang Asia lainnya. Laju rupiah di atas level resisten Rp 12.194. Laju penguatan rupiah terbantukan dengan terapresiasinya nilai tukar regional terhadap dolar AS. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan pada rupiah.  Adanya penyatuan jaringan transaksi antara bursa saham Shanghai dan HSI tidak membuat kedua bursa saham tersebut bergerak positif. Maraknya pemberitaan terkait masuknya ekonomi Jepang dalam resesi dengan minusnya pertumbuhan ekonominya menambah sentiment negatif.


Sentimen negatif dari Jepang turut dirasakan sejumlah bursa saham Eropa yang mengalami pelemahan. Rendahnya pertumbuhan neraca perdagangan Italia turut direspon negative dan menutupi kenaikan neraca perdagangan Zona Euro.  Laju bursa saham AS diperkirakan juga dapat mengalami hal yang sama dimana turut mengalami pelemahan seiring dengan berita negatif dari Jepang. Pelaku pasa menantikan data industrial production dan manufacturing production. [geng]



IHSG Berpeluang Rebound, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 16, 2014

IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (17/11) diprediksi diprediksi berada pada rentang support 5.028-5.038 dan resisten 5.055-5.072.   Indeks berpeluang membentuk pola doji star di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat tertahan di target resisten (5.065-5.072) dan mampu bertahan di kisaran target support (5.027-5.035).


Pergerakan IHSG terlihat kurang mampu bertahan di kisaran resistennya seiring berkurangnya volume beli dan lebih banyak aksi profit taking. Posisi IHSG pun masih rawan terkoreksi jika tidak adanya sentimen-sentimen positif yang dapat menahan potensi pelemahan tersebut. Waspadai potensi pelemahan (jika ada).


Sementara untuk sejumlaj saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.500-16.100. Three white soldier dekati upper bollinger band (UBB). Volume beli masih meningkat namun, mass index cenderung datar. Trading sell jika Rp 15.900.  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.750-6.050. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 5.825.


Berikutnya saham PT Matahari Departement Strore (LPPF) dalam kisaran Rp 15.050-15.375. Tweezers top di bawah UBB. Volume beli mulai berkurang diiringi penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 15.150 gagal bertahan.  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.800-19.275. Hammer di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 19.250 hampir tercapai. MFI bergerak naik diikuti kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 19.150.


Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.  Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 545-615. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 580 tercapai. Mass index bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 570.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (14/11) IHSG  ditutup menguat tipis 0,82 poin (0,016%) ke angka 5.049,488. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.068,077 dan terendah 5.035,461.


Laju IHSG di awal sesi bergerak kurang lebih seperti perkiraan  sebelumnya.  Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif jelang akhir pekan.


IHSG pun lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah sepanjang sesi perdagangan meskipun sempat mengalami kenaikan di awal sesi namun, masih cenderung maraknya aksi jual membuat IHSG terlempar ke teritori negatif.  Bahkan berita positif terkait rencana Eropa untuk menambah investasi di Indonesia tidak terlalu ditanggapi karena tertutupi sentimen kembali terdepresiasinya rupiah dan belum jelasnya kepastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sentimen negatif lainnya datang dari transaksi asing yang kembali tercatat nett sell (dari nett buy Rp 149,66 miliar menjadi nett sell Rp 227,48 miliar). [geng]



IHSG Rawan Koreksi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 13, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Jumat (14/11) diprediksi berada pada rentang support 5.027-5.035 dan resisten 5.065-5.072.  Secara teknis indeks berpeluang membentuk pola dragonfly doji di area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak turun tipis dengan histogram negatif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.


IHSG gagal mendekati kisaran target resisten (5.055-5.070) namun, mampu bertahan di atas kisaran target support (5.015-5.027). Laju IHSG masih terlihat berkurang penguatannya. Di satu sisi mencoba bergerak naik namun, terhalangi dengan adanya aksi profit taking.  Tampaknya rilis BI rate telah diantisipasi di mana tidak adanya perubahan. Diharapkan laju IHSG jikapun masih melemah, kami harapkan dapat melemah tipis agar tidak merubah haluan menjadi tren pelemahan jangka pendek.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.450-19.250. Bullish harami di atas Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R mencoba berbalik naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 18.950.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.705-2.755. Dragonfly doji di area Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 2.715 dapat terjaga. Mass indeks masih terlihat naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.725.  Saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam kisaran Rp 9.200-9.650. Hanging man di area upper Bollinger band. Target Rp 9.550 gagal tercapai diikuti terbatasnya laju RMI. Trading sell jika Rp 9.450 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.950-3.225. Hammer di atas Lower Bollinger Band (LBB). Parabollic SAR berbalik naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.090.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.260-2.375. Tweezers top di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Target Rp 2.385 gagal didekati diiringi penurunan RoC. Trading Sell jika Rp 2.280 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.925-9.225. Three white soldier dekati Upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 9.150 berhasil dilewati diimbangi dengan kenaikan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 9.050.


Pada perdagangan Kamis (13/11) IHSG  ditutup terkoreksi tipis 0,173 poin (0,003%) ke posisi 5.048,668.  Laju IHSG pun bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar masih dalam posisi jualan sehingga membuat IHSG melanjutkan pelemahannya dari sebelumnya. Secara intraday sempat mengalami pelemahan dalam namun, secara bertahap dapat kembali menguat meski belum dapat melampaui level sehari sebelumnya.


Melemahnya sejumlah saham-saham blue chip akhibat profit taking membuat IHSG kian melemah namun, dapat diimbangi dengan terapresiasinya rupiah setelah dirilis tetapnya BI rate dan imbas cenderung positifnya laju bursa saham utama Asia dan Eropa. Adapun asing kembali melakukan nett buy (dari nett buy Rp 2,13 triliun menjadi nett buy Rp 149,66 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 9, 2014

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Senin (10/11) diprediksi berada pada rentang support 5.019-5.025 dan resisten 5.050-5.082.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola black marubozu lewati middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.


IHSG gagal mendekati target resisten (5.076-5.093) dan berada di bawah target support (5.048-5.054). Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif  hingga akhir pekan nanti  akhir pekan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.185-3.300. Shooting star di atas Middle Bollinger Band (MBB).Target resisten Rp 3.275 sempat dilampaui diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.185.  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.500-5.800. Hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R berbalik naik diiringi peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 5.700.


Berikutnya saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 435-480. Double black crows lewati Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 450 terlewati diikuti penurunan MFI. Trading sell jika Rp 440 gagal bertahan.  Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.070-1.125. Bullish harami bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI), Trading buy selama berada di atas Rp 1.090.


Kemudian saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.540-1.645. Hanging man di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik. Target resiten Rp 1.600 sempat tersentuh diiringi kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.600.  Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) dalam kisaran Rp 106-115. Spinning di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 108.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (7/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 46,807 poin (0,930%) ke posisi 4.987,424. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.040,971 dan terendah 4.979,196.


Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan mendarat di zona merah. Masih berlanjutnya aksi profit taking membuat IHSG sulit keluar dari pelemahannya. Kondisi yang sama seperti sehari sebelumnya di mana positifnya laju bursa saham AS dan Eropa tampaknya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang kembali melanjutkan penurunan.


Tampaknya masih adanya imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisinya untuk memenuhi target pertumbuhan dalam APBN dan berbaliknya asing mencatatkan nett sell, dari nett buy Rp 351,25 miliar menjadi nett sell Rp 183,75 miliar, kurang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.  Padahal laju Rupiah sedang mengalami kenaikan namun, tertutupi oleh sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat IHSG makin menderita. [geng]



IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, October 30, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG  pada Jumat (31/10) diprediksi berada pada rentang support 5.015-5.048 dan resisten 5.067-5.085.  IHSG akan berada pada rentang support 5.015-5.048 dan resisten 5.067-5.085. Hammer di atas middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali tertahan kenaikannya.


Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.085-5.092) dan sempat masuk ke target support (5.010-5.050). Indeks  kembali diuji apakah mampu bertahan dari mulai kembalinya gempuran aksi jual atau dapat kembali rebound.  Tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan lanjutan jika sentimen global kurang memberikan aura positif.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 21.150-23.500. Three outside up sentuh upper Bollinger band (UBB). Volume beli meningkat diiringi kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 22.950. Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 6.750-6.975. Hanging man sentuh upper Bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik namun, William’s %R mulai menurun. Target resisten Rp 7.000 gagal tercapai. Trading sell jika Rp 6.875 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.700-5.975. Three outside up di atas middle Bollinger band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Target Rp 5.800 masih dapat bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 5.750.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.050-1.085. Hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.060.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 2.535-2.665. Hanging man di bawah UBB. MFI & Parabollic SAR bergerak naik. Target Rp 2.600 berhasil dilampaui. Trading buy selama berada di atas Rp 2.610.


Pada perdagangan Kamis (30/10)  IHSG  ditutup turun 15,207 poin (0,3%) ke posisi 5.058,849. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.074,659 dan terendahnya 5.032,596. IHSG bergerak sesuai ekspektasi. Meski secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan yang memanfaatkan penguatan tersebut jika sentimen yang ada berbalik melemah. IHSG pun kembali melemah dengan kembali adanya aksi jual pelaku pasar. [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, October 20, 2014

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Selasa (21/10) diprediksi berada pada rentang support 5.015-5.030 dan resisten 5.065-5.107.  Secara teknis indkes berpeluang membentuk pola shooting star di atas middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) melanjutkan pergerakan positif setelah terbentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan.


Pergerakan IHSG mampu melampaui kisaran target resisten (5.032-5.055). Meski laju IHSG bergerak naik signifikan namun, meninggalkan utang gap besar di level 4.976-5.040.  Terlihat mulai adanya aksi jual jelang akhi sesi dan berpotensi mengalami pelemahan jika aksi jual kian besar.  Meski demikian, diharapkan positifnya laju bursa saham global masih dapat mengimbangi aksi jual sehingga IHSG tidak melemah dalam.


Sementara itu, untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.935. Shooting star di atas Middle Bollinger Band (MBB). Resisten Rp 2.860 berhasil ditembus namun, berakhir di bawah target tersebut. William’s %R bergerak naik. Buy on weakness jika di bawah Rp 2.830. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.650-11.150. Shooting star dekati upper Bollinger band (UBB). Stochastic masih bergerak naik. Target resisten Rp 10.875 terlampaui & meninggalkan utang gap Rp 10.375-10.700. Trading sell jika Rp 10.600 gagal bertahan.  Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.570-1.645. Shooting star dekati upper bollinger band (UBB). Target resisten Rp 1.590 terlampaui diikuti peningkatan parabollic SAR namun, meninggalkan utang gap Rp 1.505-1.575. Trading sell jika Rp 1.570 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.100-32.350. Black marubozu di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 32.100 berhasil dilampaui. Relative Strength Index (RSI) naik terbatas. Trading sell jika Rp 31.100 gagal bertahan.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.955-3.150. Separating lines di atas Middle Bollinger Band (MBB). Laju uptrend masih terjaga diiringi kenaikan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.075.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 3.150-3.235. Shooting star di atas lower Bollinger band (LBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.155.


Pada perdagangan Senin (20/10)  IHSG  ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) ke posisi 5.040,532. Intraday tertinggi 5.101,213 dan terendah 5.040,532.  Laju IHSG tampak semringah dengan hadirnya sejumlah sentiment positif. Antara lain, imbas masih menghijaunya laju bursa saham Asia yang yang terimbas juga oleh masih positifnya laju bursa saham AS. Penguatan bursa saham AS terjadi seiring positifnya data-data ekonomi yang dirilis seperti naiknya building permits, housing starts, dan consumer sentiment.


Lalu berbalik positifnya laju rupiah setelah memanfaatkan pelemahan dolar AS, hingga kembali tercatatnya net buy asing dari posisi net sell Rp 691,38 menjadi net buy Rp 760,24 miliar.  Secara kebetulan, penguatan IHSG juga terjadi di tengah pelantikan JKJK secara resmi sebagai Presiden dan Wapres.  Di sisi lain, secara historikal seperti laju IHSG sebelumnya di mana ketika terjadi kenaikan signifikan maka akan juga dimanfaatkan untuk profit taking dari sebagian pelaku pasar. Terlihat secara intraday perdagangan, laju IHSG mulai berkurang penguatannya saat menyentuh level tertingginya di 5.100-an. [geng]


 



IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, October 19, 2014

IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (20/10) diprediksi berada pada rentang support 4.950-4.988 dan resisten 5.032-5.055.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola morning star dekati middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali mencoba golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali naik.


IHSG diperkirakan mampu bertahan di atas kisaran target support (4.920-4.932) dan melewati target resisten (4.955-4.981). Laju IHSG diliputi sentimen positif dan membuatnya berpeluang melanjutkan kenaikannya.  Meski demikian, diharapkan penguatan yang terjadi tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking agar peluang kenaikan IHSG dapat berlanjut.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.200-10.875. Morning star lewati Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli meningkat diiringi kenaikan Moving Average Convergence-Divergence (MACD) setelah golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 10.500. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.750-32.100. Bullish engulfing lewati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp 31.900.


Berikutnya saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.500-1.590. Shooting star dekati upper bollinger band (UBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.530.  Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 2.700-2.845. White marubozu dekati UBB. Momentum bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Resisten Rp 2.750 berhasil ditembus. Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.  Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 540-650. Shooting star di area Middle Bollinger Band (MBB). Resisten Rp 560 berhasil ditembus diikuti kenaikan MFI & mass index. Terdapat utang gap Rp 545-550. Trading buy selama berada di atas Rp 580.


Pada perdagangan Jumat (17/10) IHSG  ditutup menguat 77,332 poin (1,562%) ke posisi 5.028,946. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.043,765 dan terendah 4.953,499.  Akhir pekan yang positif bagi IHSG. Indeks mampu kembali menapak di zona hijau. Pelaku pasar kembali antusias mengakumulasi saham-saham yang sehari sebelumnya melemah maupun beberapa saham yang masih menyimpan potensi kenaikan.


Laju IHSG pun  mendapat angin segar setelah merespons pernyataan salah satu Kepala The Fed St. Louis, yang menyampaikan masih diperlukannya program pembelian obligasi atau pemberian stimulus bagi ekonomi AS. “Tujuannya untuk mengatasi rendahnya inflasi dan rilis kenaikan manufacturing dan industrial production yang dibarengi penurunan initial jobless claims.


Selain itu,  IHSG juga secara kebetulan mendapat sentimen positif dari laju obligasi yang bergerak menguat. Selain itu, juga kebetulan, maraknya pemberitaan terkait pertemuan Jokowi dengan Prabowo yang dinilai dapat mencairkan ketegangan politik saat ini. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, October 16, 2014

IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Jumat (17/10) diprediksi berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981.  Secara teknis, indeks membentuk pola inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R sedikit mengalami penurunan.


Pergerakan IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4.933-4.950) dan sempat melewati target resisten (4.967-4.975) meskipun gagal bertahan dan kembali berada di bawah target resisten tersebut.  Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau. Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa saham global tak kunjung membaik.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.425-5.700. Hanging man lewati area Middle Bollinger band (MBB). Target resisten 5.600 mampu berhasil bertahan yang didukung kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp 5.550.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.170-1.245. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB) melanjutkan penguatan sebelumnya yang diiringi kenaikan parabolic SAR. Resisten Rp 1.195 sempat terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 510-575. Belt hold di atas lower Bollinger band (LBB). Volume beli mulai meningkat diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 540.  Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.085-1.200. Target support Rp 1.185 mampu ditahan diikuti masih berlanjutnya kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp 1.140.  Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 3.795-4.100. Three white soldier di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan volume beli. Maintained buy selama berada di atas Rp 3.955.


Pada perdagangan Kamis (16/10) IHSG  ditutup melemah 11,326 poin (0,228%) ke posisi 4.951,614. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 4.976,397 dan terendah 4.925,031.  Laju IHSG yang di awal sesi masih bergerak di zona merah seiring dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan.


Meski demikian  di sesi kedua, laju IHSG mampu berbalik menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah.  Posisi asing masih tetap jualan yang mencapai nett sell Rp 327,04 miliar lebih tinggi dari sehari sebelumnya Rp 183 miliar.  Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau. Rupiah yang sempat kembali terapresiasi juga tidak cukup kuat mengimbangi laju IHSG.  Hijaunya mayoritas sektor saham juga sempat membawa IHSG ke zona hijau namun, dengan kembalinya aksi jual pelaku pasar membuat hanya sektor industri dasar, properti, dan pertambangan yang menghijau. [geng]



IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan