Showing posts with label IHSG Diperkirakan Menguat. Show all posts
Showing posts with label IHSG Diperkirakan Menguat. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (29/12) diprediksi berada pada rentang support 5.135-5.155 dan resisten 5.172-5.188.  Indeks membentuk pola Shooting star di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba melanjutkan kenaikan. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.155-5.164) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.120-5.129).  Jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun.


Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, di antaranya: Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 5.875-6.150. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 5.950.   Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.300-3.545. Hanging man di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.495 terlampaui diikuti peningkatan mass index & Relative Strength Index (RSI). Accumulated buy selama berada di atas Rp 3.490.  Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran Rp 435-464. Separating lines dekati UBB. Parabollic SAR bertahan naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 445 per saham.


Berikutnya saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 102-113. Doji star dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI mulai berbalik naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 103.   Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 3.110-3.270. White marubozu di area upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.175 terlampaui diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 3.235.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.055-2.210. Seprating lines dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI berbalik naik diiringi peningkatan RoC. Accumulated buy selama berada di atas Rp 2.165.


Pada perdagangan Rabu (24/10), sehari sebelum Natal,  IHSG  ditutup menguat 27,915 poin (0,54%) ke angka 5.166,983.  Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.175,383 atau menguat 36,315 poin dengan level terlemah 5.140,968. Laju IHSG jelang libur Natal mampu bertahan di zona positif seperti yang kami harapkan sebelumnya. Dalam ulasan sebelumnya, kami katakana, tampaknya jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.  Terlihat meski aksi jual asing masih ada dan utang gap terdekat 5.113-5.127 belum tertutupi namun, laju IHSG tetap menguat. Diharapkan laju kenaikan ini dapat bertahan hingga penutupan akhir tahun. Masih positifnya laju bursa saham AS dan Eropa yang dibarengi dengan penguatan bursa saham Asia memberikan aura positif.


Menguatnya  laju saham-saham perdagangan, perkebunan, dan masih positifnya dukungan beberapa saham 2nd liner turut membantu hijaunya IHSG. Meskipun laju rupiah masih melanjutkan pelemahannya dan masih berlanjutnya aksi jual asing juga tidak menghalangi hijaunya laju IHSG. [geng].



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 21, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG pada perdagangan Senin (22/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.118-5.138 dan resisten 5.153-5.171.   Pola  long legged doji lewati area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih melanjutkan penguatan setelah berbalik naik. Laju IHSG dapat melampaui area target resisten (5.120-5.138) dan mampu bertahan di atas target support (5.070-5.090).


Sebelumnya, kenaikan yang terjadi nyaris menutup utang gap 5.069-5.094 meski kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076 dan masih adanya utang gap di 5.126-5.150 yang belum tertutupi. Kali ini pun IHSG kembali meninggalkan utang gap 5.113-5.127.  Meski masih ada ruang untuk kembali melanjutkan penguatan, potensi tersebut dapat terganggu jika volume jual mulai membesar dibandingkan volume beli seiring keinginan untuk profit taking. Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan mulai adanya tren kenaikan. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff, laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.950-6.175. Spinning dekati area Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli masih terjaga diimbangi masih meningkatnya stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 6.000.  Saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 500-560. Three white soldier dekati upper bollinger band. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiring kenaikan volume beli dan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 530.  Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran Rp 1.230-1.325. Three white soldier dekati UBB. Parabollic SAR meningkat diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.275.


Berikutnya saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.075-13.325. Spinning dekati area Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R masih bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Waspadai utang gap Rp 13.050-13.100. Trading buy selama berada di atas Rp 13.150.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 3.325-3.480. White marubozu dekati upper bollinger band (UBB). Target resisten Rp 3.330 terlampaui. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 3.450.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.870. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R masih bergerak naik didukung peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 2.795.


Pada perdagangan Jumat (19/12), IHSG  ditutup menguat 31,276 (0,61%) ke posisi 5.144,621. Penguatan tersebut masih lebih rendah dibandingkan level tertingginya sepanjang perdagangan yang menguat 49,026 poin ke 5.162,371. Di sisi lain, intraday terendah di posisi 5.127,723 atau menguat 14,3 poin.  Masih adanya imbas hasil pertemuan The Fed yang masih bersabar dalam menaikan suku bunganya dan laju rupiah yang juga masih kembali terapresiasi membuat laju IHSG masih bersemangat untuk bergerak naik. Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali melakukan akumulasi beli.


Maraknya aksi beli tersebut berimbas pada menguatnya hampir semua saham dan juga membuat seluruh indeks saham bergerak positif. Laju positif  IHSG juga didukung menguatnya saham-saham di bursa saham Asia yang terkena imbas positif dari bursa saham Eropa dan AS.  Tetapi, di balik euforia penguatan tersebut tanpa disadari IHSG kembali membuka utang gap 5.113-5.127 di mana utang gap 5.059-5.076 belum terlunasi karena lonjakan kenaikan sebelumnya dan masih jualannya asing seiring berlanjutnya aksi profit taking yang mereka lakukan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 808,69 miliar menjadi net sell Rp 1,9 triliun). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, December 7, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Positifnya bursa dunia diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan membentuk pola doji serta adanya minat jual asing minggu lalu. Peluang penguatan terlihat masih akan dibatasi oleh adanya level psikologis 5,200.   Sehingga, diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan, seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia. Kenaikan ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat +0,33% dan +0,17% pada akhir pekan lalu.


Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin. Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.


Jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.250 dan support 5.118.   IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik +0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,01%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga inyak mentah WTI turun -1,77% ke level USD 65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,25% ke posisi USD 1.190,40 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (8/12) diprediksi berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.   Indeks berpeluang membentuk pola Gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.187-5.204) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.163).


Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi. Meski masih ada potensi naik namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipetimbangkan, antara lain:  Saham PT Samudera Indonesia (SMDR) dalam kisaran Rp 14.150-15.200. Hanging man dekati UBB. Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama di atas Rp 14.825. Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.150-10.675. Inverted hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 10.300.


Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 4.075-4.190. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 4.085 terlampaui & mencoba testing resisten berikutnya didukung masih naiknya RoC dan William’s %R. Utang gap masih Rp 3.940-3.955 dan Rp 4.060-4.100. Trd sell jika Rp 4.120 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.250-13.525. Bullish harami bertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 13.300.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.375-32.100. Three outside up di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 31.600.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.165-1.210. Gravestone doji di bawah UBB. Target resisten Rp 1.185 sempat terlampaui namun, tidak kuat & cenderung turun. William’s %R mulai turun. Trading sell jika Rp 1.170 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG  ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke posisi 5.187,994. Penguatan tersebut setelah sepenjang perdagangan Jumat ini, indeks menguat 29,064 poin ke level tertingginya 5.206,224 dan terendah 5.185.  IHSG memperlihatkan laju variatifnya di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.


Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 (USD 111,14 miliar vs USD 111,97 miliar) sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.  Oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking, pasca-IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Beruntung masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp-5,56 miliar menjadi net sell Rp-737,03 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 4, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan  IHSG pada Jumat (5/12) diprediksi berada pada rentang support 5.145-5.163 dan resisten 5.187-5.204.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya.


Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.190-5.197) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.159). Masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG menjadi terhambat meski masih ditahan dengan adanya aksi beli.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.350. Inverted hammer di atas middle Bollinger band (MBB). Stochastic mencoba naik. Target resisten Rp 31.500 terlampaui. Trading buy selama berada di atas Rp31.525.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.130-1.185. White marubozu di bawah UBB. William’s %R berbalik naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 1.170.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.800-13.650. Morning star di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti


Pada perdagangan Kamis (4/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,116 poin (0,22%) ke posisi 5.177,160.  Penguatan tersebut setelah indeks menguat 33,287 poin ke level tertingginya 5.199,331. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.160,781 sepanjang perdagangan.


Kenaikan yang terjadi juga tidak mampu bertahan lama. Setelah menyentuh level tertingginya 5.198,97, laju IHSG mulai lelah hingga terperosok melemah.  Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak melampaui level sebelumnya sehingga secara intraday perdagangan, laju IHSG masih membukukan penguatan.  Saham-saham agri, pertambangan, dan aneka industri masih mampu menopang laju kenaikan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp -298,99 miliar menjadi net sell Rp-5,56 miliar).


Sementara itu, penilaian pesimisme masih terjadi di laju rupiah yang masih melanjutkan pelemahan. Bahkan, level psikologis 12.300 telah terlewati. Sentimen dari berbalik naiknya harga saham-saham produsen dan kenaikan data ISM non manufacturing PMI memberikan sedikit pandangan bahwa ekonomi AS akan segera pulih, meski bertahap.


Dari eskternal, masih menguatnya laju bursa saham AS memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia yang masih dapat bergerak variatif cenderung positif. Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif.  Tidak hanya itu, perkiraan akan meningkatnya nilai transaksi di bursa saham China yang berimbas positif bagi para sekuritas; masih berlanjutnya pelemahan Yen; membaiknya neraca perdagangan Australia; hingga masih stabilnya rilis GDP Korea Selatan turut membantu hadirnya sentimen positif.


Di sisi lain, laju bursa saham Eropa yang di awal sesi masih bergerak menguat, jelang penutupan justru berbalik ke zona merah. Pelaku pasar merespons negatif pernyataan President European Central Bank (ECB), Mario Draghi, yang masih akan melakukan pengukuran dan pembahasan lebih lanjut terhadap kebutuan stimulus tahun depan.  Tentu pernyataan tersebut direspons negatif karena terlihat European Central Bank (ECB) masih ragu dalam mengucurkan stimulus dan juga belum siap. Sentimen positif dari kenaikan halifax house price Inggris, penurunan yield obligasi 10 tahun Spanyol, tidak berubahnya kebijakan stimulus BoE; hingga bertahannya suku bunga ECB rate di 0,5% terimbangi dengan sentimen pernyataan tersebut. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, December 2, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Rabu (3/12) diprediksi berada pada rentang support 5.155-5.169 dan resisten 5.189-5.200.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.172-5.186) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.128-5.148).


Kembali IHSG bergerak dalam rentang tipis. Hawa profit taking mulai terasa sehingga dapat menahan potensi penguatan lebih lanjut. Diharapkan sentiment rilis data-data ekonomi masih dapat dirilis positif agar laju penguatan dapat terjaga. Tetap cermati perubahan volume transaksi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.055-1.125. Shooting star di atas middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.075.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp16.400-16.875. Bearish harami sentuh UBB. Target support Rp 16.625 terlewati diikuti pelemahan RoC dan RMI. Trading sell jika Rp 16.425 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 980-1.045. Bullish engulfing dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.165.


Kemudian saham PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp 1.750-1.875. Three white soldier dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 1.785.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.245-3.450. Separating lines dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti target resisten Rp 3.300 terlampaui. Trading buy selama berada di atas Rp 3.365.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.500-11.750. Doji star sentuh UBB. Mass index bergerak turun diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 11.600 gagal bertahan.


Pada perdagangan Selasa (2/12)  IHSG  ditutup menguat 11,505 poin (0,22%) ke posisi 5.175,793. Penguatan tersebut setelah sepanjang perdagangan sempat naik 29,759 poin ke level tertingginya 5.194,047 dan terendah 5.166,629.  Laju IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun sempat pesimis akan adanya pelemahan terutama setelah laju bursa saham AS dan Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan sebelumnya. IHSG mendapat sentimen positif dari laju bursa saham Asia yang bergerak positif seiring ekspektasi akan adanya pelonggaran moneter.


Di sisi lain, penilaian akan diuntungkannya beberapa saham dengan pelemahan harga minyak mentah turut membuat saham-saham tersebut bergerak positif dan berimbas pada laju IHSG. Masih berlanjutnya nett buy investor asing dan mulai tertahannya pelemahan dolar AS mampu menambah sentiment positif. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 67,71 miliar menjadi net buy Rp 161,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, December 1, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll  – Pergerakan IHSG pada Selasa (2/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.148 dan resisten 5.172-5.186.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.153-5.164) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.115-5.128).


Meski telah dirilis data-data ekonomi,  namun tampaknya gairah trading pelaku pasar sedikit berkurang. Sepertinya pelaku pasar tidak hanya merespons dan mengantisipasi kondisi makro dalam negeri namun, juga mencermati sentimen global terutama dengan masih berlanjutnya penurunan harga minyak yang berimbas pada harga-harga komoditas dan masih melemahnya sejumlah indeks manufaktur.  Potensi laju IHSG yang dapat tertahan dan kembali melemah masih dimungkinkan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 16.000-16.875. Three line strike sentuh UBB. Target resisten Rp 16.100 jauh terlampaui diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 16.625 gagal bertahan.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.895. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 2.850 dapat dilampaui diiringi kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 2.870.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.180-1.235. Piercing lines di atas Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diimbangi peningkatan william’s %R. Trading buy selama di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Waskita Karya (WSKT) dalam kisaran Rp 1.030-1.145. Shooting star sentuh UBB. Mass index bergerak naik diikuti lonjakan volume beli. Trading sell jika Rp 1.095 gagal bertahan.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.420-1.500. Hammer masih tertahan di bawah UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan RMI. Trading buy selama di atas Rp 1.470.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.700-6.950. Doji star tertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli mencoba naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 6.775.


Pada perdagangan Senin (1/12),  IHSG  ditutup menguat 14,4 poin (0,28%) ke posisi 5.164,288. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.167,691 dan terendah 5.134,754. Dalam ulasan sebelumnya kami sampaikan laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan.


Laju IHSG pun memang sempat mengalami pelemahan, terutama setelah dirilis inflasi yang di atas perkiraan kami. Rilis inflasi sebesar 1,50% secara bulanan hanya beda tipis dari perkiraan kami di kisaran 1,30%-1,49% namun, lebih rendah dari 7,73% – 8,05% secara tahunan membuat efek negatif dari kenaikan inflasi tersebut tereduksi.  Terlebih pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.


Bahkan efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober senilai USD 23,2 juta sesuai harapan kami di mana agar neraca perdagangan Oktober dapat lebih baik dari sebelumnya dan berharap dapat dirilis di bawah estimasi kami yang diekspektasikan masih defisit dengan nilai sebesar USD -123 juta hingga USD -204 juta.  Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi Rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 28,76 miliar menjadi net buy Rp 67,71 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 30, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (1/12) diprediksi berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan IHSG masih belum dapat menyentuh target resisten (5.153-5.164) dan masih sempat bertahan di kisaran area target support (5.115-5.128). Tipisnya pergerakan IHSG membuat kami belum mengubah target resisten maupun support.  Di sisi lain, laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai poensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 18.600-19.250. Spinning di area middle bollinger band (MBB). Volume beli mulai meningkat diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 18.975.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 9.800-10.275. Spinning di area UBB. Volatility bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten Rp 10.100 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 10.100.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.790-2.855. Hammer dekati UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak naik diikuti peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.


Kemudian  saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.185-1.250. Bearish engulfing dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak turun seiring dengan penurunan volume beli. Trading sell jika Rp 1.195 gagal bertahan.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 3.000-3.100. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Parabollic SAR bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.050.  Saham PT Ciputra Developemnt (CTRA) dalam kisaran Rp 1.280-1.345. Three outside down menjauhi UBB. Volume jual meningkat diikuti penurunan MFI. Trading sell jika Rp 1.150 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (28/11) IHSG  ditutup menguat 4,573 poin (0,09%) ke posisi 5.149,888. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.149,888 dan terendah 5.126,980.  Seperti yang kami ulas sebelumnya di mana IHSG akan mengalami pembalikan arah di awal sebelum kembali menguat. Di akhir pekan, terlihat laju IHSG yang tidak terlalu berbeda dengan ulasan kami di mana sempat mengalami pelemahan di awal, akhirnya IHSG mampu kembali bertengger di zona hijau. Masih melemahnya laju rupiah memberikan imbas negatif di mana pelaku pasar sempat melakukan aksi jual.


Penguatan yang terjadi sebelumnya sempat juga dimanfaatkan untuk profit taking. Namun demikian, di sesi kedua aksi beli kembali terjadi, terutama pada saham-saham properti dan manufaktur sehingga mampu kembali menarik IHSG kembali ke zona hijau meski tidak terlalu signifikan.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi rupiah masih terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 552,72 miliar menjadi net buy Rp 28,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 27, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (28/11) diperkirakan berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola separating lines dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan  IHSG sempat menyentuh target resisten (5.141-5.148) dan berhasil bertahan di atas kisaran area target support (5.095-5.100). Mulai tipisnya kenaikan memberikan ruang terbatas bagi IHSG untuk dapat bergerak naik secara signifikan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.275. Bullish engulfing di atas middle bollinger band (MBB). Volume beli meningkat diikuti kenaikan stochastic.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.835. Bearish harami di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.840 gagal tercapai. William’s %R mulai berbalik turun. Trading sell jika Rp 2.800 gagal tercapai.  Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.350-10.550. Inverted hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Volume cenderung negatif diiringi laju Relative Strength Index (RSI) yang cenderung turun. Trading sell jika Rp 10.425 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.285. Shooting star dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.225.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.400-1.495. Shooting star dekati UBB. Volatility meningkat diiringi peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.450.  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.650-6.825. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 6.700.


Pada perdagangan Kamis (27/11)  IHSG  ditutup menguat 12,279 poin (0,24%) ke posisi 5.145,315. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.148,413 dan terendah 5.134,702.  Kembali laju IHSG mirip dengan ulasan kami sebelumnya. IHSG mencoba bertahan di zona hijau namun, masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Terlihat  angin segar masih mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun sempat terganggu dengan mulai adanya pergerakan negatif dari beberapa laju bursa saham Asia.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing turut menopang penguatan IHSG meskipun terhambat dengan kembalinya rupiah yang terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 260,85 miliar menjadi net buy Rp 552,72 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, November 26, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Kamis (27/11) diprediksi berada pada rentang support 5.095-5.100 dan resisten 5.141-5.148.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya. Laju IHSG sempat menyentuh target resisten (5.131-5.151) dan berhasil bertahan di kisaran tersebut dan sempat menyentuh area target support (5.097-5.107).


Indeks mencoba bertahan di zona hijau,  namun masih diperlukan  dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.840. Spinning di bawah upper Bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.  Saham PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam kisaran Rp 890-965. Shooting star lewati UBB. Stochastic mulai melemah. Target resisten Rp 950 tidak tercapai. Trading sell jika Rp 920 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) dalam kisaran Rp 280-310. White marubozu sentuh UBB. MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 294.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.000-13.650. Shooting star di area UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 13.150.  Saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp 605-635. Hanging man dekati UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 620.


Pada perdagangan Rabu (26/11) IHSG  ditutup menguat 14,091 poin (0,28%) ke posisi 5.133,036. Sepanjang perdagangan, indeks sempat mencapai level terlemahnya 5.107,572 dan tertingginya 5.137,064.  Tidak banyak berbeda dari ulasan kami sebelumnya dimana kami tuliskan Penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. Masih ada peluang bagi IHSG untuk berbalik naik jika ditopang oleh aksi beli. Apalagi jika laju bursa saham global mampu menguat maka seharusnya dapat berimbas positif pada IHSG.


Di sisi lain, positifnya sejumlah laju bursa saham Asia meski di penutupan bursa saham AS cenderung melemah, memberikan sentimen positif bagi IHSG. Padahal di awal perdagangan laju IHSG cenderung melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar.  Tetapi, tidak adanya sentimen negatif signifikan di pasar membuat pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi sehingga membuat IHSG mampu bergerak naik bertahap. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, November 19, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Kamis (20/11) diprediksi berada pada rentang support 5.090-5.105 dan resisten 5.132-5.145.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih bergerak naik.


Indeks  sempat mampu bertahan di target resisten (5.110-5.115) namun, gagal mendekati kisaran target support (5.060-5.085). Meski menguat namun, laju IHSG meninggalkan utang gap 5.102-5.111 yang diperkirakan akan rentan terjadi pembalikan arah melemah jika tidak ditopang adanya sentiment positif.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Gudang Garam (GGRM) dalam kisaran Rp 62.450-64.275. Three white soldier di bawah UBB. Parabollic SAR bergerak naik diikuti kenaikan volume namun, mass index bergerak turun. Trading sell jika Rp 63.650 gagal bertahan.  Saham PT Modernland Realty (MDLN) dalam kisaran Rp 495-535. Hammer di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI mulai bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 515.


Berikutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.000-11.225. Bearish engulfing cross di bawah UBB. Mass index bergerak turun, diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Target resisten Rp 11.275 gagal tercapai. Trading sell jika Rp 11.075 gagal bertahan Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.010-1.065. Shooting star di bawah Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI), trading buy selama berada di atas Rp 1.020.


Pada perdagangan Rabu (19/11) IHSG  ditutup menguat 25,464 poin (0,499%) ke angka 5.127,933. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.140,978 dan terendah 5.111,696.


Dalam pergerakan intraday perdagangan, IHSG justru mengalami kenaikan. Meskipun kami masih gagal paham alasan detil BI rate dinaikan. Dari yang kami lihat bahwa pelaku pasar, terutama asing, merespons positif kenaikan BI rate.


BI menanggapi dengan cepat imbas kenaikan harga BBM terhadap potensi lonjakan inflasi nantinya. Pergerakan harga saham-saham yang berkaitan dengan BI rate seperti keuangan, properti, dan lainnya yang sebelumnya kami perkirakan akan mengalami pelemahan, justru hampir sebagian besar menguat. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, November 11, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (11/11)  mengalami apresiasi dan kembali ke level 5.000, sejumlah saham bisa menjadi pilihan.  Ada beberapa saham yang dapat dijadikan alternatif pada perdagangan Rabu (12/11).  Saham itu yakni PT Kalbe Farma (KLBF), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Wijaya Karya Beton (WTON),  dan PT Ace Hardware (ACES).


Kemarin saham KLBF ditutup pada harga Rp 1.690, artinya ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 sebesar 35,6 kali, price to book value (PBV) 7 kali dan return on equity (ROE) 19,4 persen.  Direkomendasikan  akumulasi untuk saham emiten obat dan farmasi ini dalam pattern sideways untuk meredakan tekanan jual sebelumnya dengan target resistance atas di Rp 1.720.  Entry (1) Rp 1.665, entry (2) Rp 1.655, serta cut loss point Rp 1.645.


Untuk saham BBNI,   proses recovery di short term trend di saham emiten perbankan big cap BUMN ini masih bisa berlanjut hingga Rp 5.950.  Rekomendasi akumulasi untuk kontinuasimomentum minor dan medium uptrend.Entry (1) Rp 5.725, entry (2) Rp 5.675, dancut loss point Rp 5.600.  Saham BBNI saat ini berada di posisi Rp 5.800. Dengan harga itu, BBNI ditransaksikan pada price earning (2014) mencapai 10,6 kali, price to book value (PBV) 1,9 kali dan return on equity (ROE) 17,5 persen.


Adapun saham WTON  bila terjadi breakout dari konsolidasi selama tiga minggu saham emiten beton dapat membentuk proses pembentukan pattern minor uptrend channel untuk menuju target proyeksi atas di Rp 1.220.  Dengan harga saat ini, Rp 1.180, saham WTON ditransaksikan pada price earning(PE) 2014 sebesar 34,4 kali, price to book value (PBV) 4,8 kali dan return on equity(ROE) 14,4 persen.  Entry (1) Rp 1.160,entry (2) Rp 1.140, dan cut loss point Rp 1.110.


Konsolidasi medium term yang terjadi ada saham ACES yang bergerak di bisnis retail alat rumah tangga ini berpotensi untukbreakout dengan target proyeksi atas di Rp 860. HD Capital menyarankan investor untuk akumulasi secara moderat sebelum hal itu terjadi.


Direkomendasikan untuk  beli dengan entry (1) Rp 795, entry (2) Rp 785, dan cut loss point Rp 775.  Pada saat ini, saham ACES berada di level harga Rp 815 sehingga ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 mencapai 28 kali, price to book value (PBV) 6,4 kali dan return on equity (ROE) 23 persen. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, October 23, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Potensi kenaikan IHSG diprediksi terlihat cukup besar untuk menuju resistance 5.165. Laju IHSG pada Jumat (24/10) diperkirakan  akan berada pada kisaran support 5.054 dan resisten 5.165.  Setelah berhasil menutup perdagangan dengan angka cukup menggembirakan, potensi kenaikan masih terlihat cukup besar untuk menuju resistance 5.165.


Pada perdagangan Kamis (23/10) IHSG  ditutup menguat 29,195 poin (0,575%) ke posisi 5.103,518. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.103,518 dan terendah 5.069,322.  Untuk time frame jangka pendek IHSG sudah memasuki pola uptrend.  Konfirmasi lanjutan akan terlihat jika IHSG berhasil bertahan diatas level 5.107. Di sisi lain, support saat ini berada pada level 5.054. Jumat ini IHSG berpotensi melanjutkan uptrend-nya.


Sementara untuk sejumlah saha, yamg layak dipertimbangkan, antara lain: PT Astra Internasional (ASII), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT AKR Corporindo (AKRA), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Pakuwon Jati (PWON), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI). [geng]


 



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Wednesday, October 22, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat,  Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pasar  saham saham hari ini diperkirakan menguat,  merespon kabinet baru Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.   Pola uptrend IHSG jangka pendek dinilai mulai terbentuk seiring capital inflow ke bursa saham.  Sejumlah  saham pun disodorkan sebagai bahan pertimbangan.  


Pada perdagangan Rabu (22/10) IHSG  ditutup menguat 44,979 poin (0,894%) ke posisi 5.074,323. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.079,235 dan terendah 5.029,344.  Laju IHSG Kamis (23/10) diperkirakan berada pada kisaran support 5.016 dan resisten 5.165.  IHSG kembali menunjukkan  geliatnya  setelah melewati pergerakan wajar dengan sedikit tekanan.


Selain itu, pola uptrend dengan timeframe jangka pendek, mulai terbentuk.  Itu didorong oleh capital inflow yang terus menerjang masuk ke dalam pasar modal kita seiring dengan melemahnya dolar AS.  Hal tersebut  menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap negara Indonesia.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  PT AKR Corporindo (AKRA), PT Adaro Energy (ADRO), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT XL Axiata (EXCL),  dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat,  Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat